
Anissa yang sedari tadi mendengar ejekan Karnia terhadap dirinya akhirnya terpancing juga dengan gaya bicaranya Karnia.
" eeh non, gue emang kampungan tapi gue gak segatal dirimu, ucap Anissa dengan nada yang sedikit kasar.
" apa kata lo, lo bilang gue gatal?? Lo gak nyadar kalau gue calon istrinya Gilang.
" lo gak dengar ya, apa kata Gilang haa.
Karnia yang mendengar ejekan Anissa pun mengambil gawainya dan menelpon om Wira.
" hallo Om, ternyata Gilang bertemu dengan pacaranya.
**
terdengar dari sebrang sana menyuruh Gilang untuk segera pulang.
" Niss, lo ikut gue sekarang, gue ingin kasih tau ke papa kalau wanita yang gue cintai dan yang bakalan gue nikahin adalah lo bukan karnia.
" tapi Gil,
Anissa yang takut untuk menemui wiraguna ingin menolak, tapi dorongan dalam hatinya begitu kuat, bahwa sekarang saatnya dia harus berjuang mempertahankan cinta mereka..
Gilang menarik tangan Anissa dengan lembut dan menyuruh Anissa duduk di depan sedangkan Karnia dia biarkan duduk di belakang.
***
Anissa, Gilang dan Karnia pun tiba di depan Rumah dan di sambut oleh kedua orang tuanya Gilang, Diandra pun terkejut dengan kedatangan Anissa yang bersama Gilang dan juga Karnia.
__ADS_1
" siapa gadis itu?? tanya wiraguna.
" dia wanita yang akan aku nikahi pa, ucap Gilang dengan perasaan takut.
plaaak, tamparan dari sang papa membekas di pipi Gilang, sang mama yang terkejut langsung berteriak.
" pa, Gilang Minta maaf, kalau Gilang tidak bisa menikah dengan Karnia, karena cinta Gilang cuman Buat Anissa pa, ucap Gilang.
" pergi dari sini sekarang, jangan pernah menginjak kaki kamu lagi di rumah ini.
" papa mengusir Gilang??
" iya, pergi dari rumah sekarang juga. Jangan pernah berharap restu dari papa. Semua fasilitas papa akan tarik.
Gilang yang merasa di usirpun melangkahkan kaki, tapi sang mama pun memeluk Gilang, jangan pergi nak,
" lepaskan dia Diandara, dia bukan putra kita lagi.
Karnia yang melihat semua ini hanya tersenyum sinis.
" ayo Niss kita pergi dari sini.
" tidak Gilang, kamu harus tetap berada di sini, di rumah mu sendiri.
" tidak Anissa, aku harus pergi bersama dirimu, karena bahagiaku hanya denganmu.
Air mata Anissa mengalir dengan derasnya, ada rasa bahagia karena Gilang benar benar mencintai dirinya dan rela meninggalkan keluarganya hanya demi dirinya, tapi di sisi lain Anissa merasa bersalah kepada Tante Diandra.
__ADS_1
Sebelum meninggalkan rumah, Anissa menghampiri Diandra.
" tante, Anissa minta maaf.
" tidak Anissa, kamu tidak bersalah. Tante mohon jaga Anak Tante.
* mbok Jum yang melihat semua ini dari sudut dapur pun Ikut menangis melihat pertengkaran ini.
.
.
Anissa dan Gilang pun melangkah meninggalkan Rumah kedua orang Tua Gilang, tampak tangan Anissa di genggam dengan sangat erat oleh Gilang.
" Gil, kenapa kamu harus melakukan semua ini.
" Niss, gue gak mau menikah dengan Karnia, gie gak cinta sama dia.
" tapi dia cantik, bahkan punya segalanya.
" aku tidak butuh itu semua Nissa.
Anissa hanya terdiam mendengar kata kata Gilang, yang dia tau saat ini dia harus bisa menghibur Gilang.
" kamu pasti laparkan?? Tanya Anisaa pada Gilang, kita makan dulu aku lapar ucap Anissa.
" eeh tapi Motor lo Gimana?? Tanya Gilang
__ADS_1
" tenang aja, tadi aku udah titip di warung di pinggir pantai. Nanti kita habis makan kita baru ambil motornya.
" ya udah, ucap Gilang.