Cintaku Seperti Butiran Tasbih

Cintaku Seperti Butiran Tasbih
Merestui ( 3 )


__ADS_3

Pagi pagi sekali di rumah Gilang...


Mbok jum sudah menyipkan sarapan untuk majikannya, Karnia yang sudah bangun dan berada di kursi ruang tamu, tampak sedang menelpon seseorang.


Diandra yang kebetulan juga sudah bangun tampak mendekati Karnia dan berbicara.


" pagi pagi gini sudah nelpon, nelpon siapa sih??.


Karnia yang tidak tau dengan kedatangan sang tantepun terkejut, dan langsung mematikan Hp nya, dari raut wajahnya tampak pucat seperti pencuri yang ketauan sedang mencuri.


"tante ngagetin Aja, jawanya dengan nada gugup.


" loh, kamu kok gugup Gitu, kan tante nanya nya dengan nada yang santai saja.


" heheh iya tant jawabnya sambil berjalan ke arah kamarnya.


Diandra yang merasa Aneh dengan Tingkah karniapun menyudutkan matanya seakan mencari tau sesuatu yang saat ini di sembunyikan oleh Karnia.


.


.


.


...****************...


Sedangkan Di desa, Anissa yang sudah bangun dari Subuh sudah membuatkan kopi untuk Nyak,Abah dan Gilang, tak lupa cemilan di sediakan juga Anissa.


setelah semuanya sudah selesai Anissa pun melangkahkan kaki ke halaman rumah untuk mengambil sayuran yang di tanam sang bapak untuk di masak makan siang nanti..


Sementara Anissa masih asik mengambil sayur sang Ibu pun mendekatinya.

__ADS_1


" neng, entar sore ajak Gilang jalan jalan, sekalian liat pemandangan di sini.


" inshaa Allah nyak, nanti Nissa coba ajak kak Gilang.


keduanya tampak Asik bercerita sambil memetik sayur, sedangkan di teras rumah sudah ada Gilang dan pak Dirman yang sedang memperhatikan keduanya sambil menikmati kopi buatan Anissa.


***


Anissa dan sang ibu pun sibuk di dapur, menyiapkan makan siang untuk mereka, keduanya saling melempar candaan.


" neng entar kalau pulang ke kota jangan lupa kabarin ibu.


" iya nyak, pasti Nissa bakalan kabarin nyak, hari hari.


" nah gitu dhonk, jangan tunggu nyak yang duluan telepon, ucap sang ibu sambil tersenyum.


Memang selama Anissa di kuliah di kota sang Ibu yang selalu lebih dahulu menelpon dirinya, dan Anissa pun menyadari itu langsung memeluk sang ibu..


**


lalu tiba tiba sang abah berbicara.


" Nak Gilang, abah sama nyak nitip Anissa, Abah menitip Anissa karen Abah tau nak Gilang mampu menjaga Anissa.


Gilang yang masih mengunyah nasi pun segera mungkin menelannya dan menjawab


" iya Bah, Gilang janji, Gilang akan menjaga Anissa.


Mendengar Jawaban Gilang, pak Dirman dan Bu Romlah pun saling melempar senyum. Dan merekapun segera menyelesaikan makan siang mereka.


.

__ADS_1


.


Karnia yang sudah rapi dengan celana pendekpun tampak menaiki mobil Gilang, entah keman dia akan pergi.


Diandra yang melihat Tingkah Karniapun hanya terpaku dan menarik napas melihat tingkah karnia yang tidak biasanya.


* apa aku harus kasih tau ke bapaknya Gilang?? Jangan sampe ada sesuatu yang di sembunyikan Karnia, dan nanti kami yang akan di salahkan sama orang tuanya *


Diandra pun menekan nomor sang suami dan bercerita tentang Karnia, dan sang suamipun mendengar penuturan istrinya..


**


Sore ini, Anissa dan Gilang pun jalan jalan melihat pemandang desa, mereka berjalan sambil bercerita sesekali terlihat mereka tertawa kecil dan sampailah mereka di sawah pak Dirman.


" Kak Gilang ,kita duduk dulu gie di gubuk itu, tunjuk Anissa.


" kamu lelah ya, lagian antar pemilik nya marah loh?? ucap Gilang yang tidak tau kalau sawah di hadapan mereka adalah milik sang calon mertua.


" hahahah, kok marah sih, kan cuman duduk doang, jawab Anissa.


" iya entar di kira kita ngerusak sawahnya.


" gak lah, lagian pemiliknya calon mertua sendiri kok jawab Anissa yang di kageti oleh Gilang, lalu keduanya pun melangkah menuju Gubuk dan bercerita tentang kehidupan mereka nanti setelah menikah..


.


.


Sekian lama Gilang dan Anissa berada di gubuk itu lalu mereka memutuskan untuk pulang karen sebentar lagi Azan Magrib akan berkumandang.


Di perjalanan Anissa dan Gilang berpapasa dengan warga yang barusan pulang dari ladang...

__ADS_1


__ADS_2