
Melihat wajah Febi yang sudah mulai memerah karena marah mereka berdua berhenti menggoda Febi, mereka mulai membahas tentang perusahaan.
“Teman-teman bagaimana kalau kita adaiin Bazaar sekalian promo, karena gue lihat ada beberapa produk yang mengalami penurunan penjualan.” Julia memberikan usul.
“Bagus juga usul loe Jul, yuk kita diskusiin apa saja yang diperluiin buat bazar.” Ucap Mira semangat.
Setelah berdiskusi selama beberapa jam akhirnya segala sesuatu untuk keperluan bazar telah terrencana dengan baik.
Tiba-tiba Julia ingat sesuatu,” eh...Feb, semalam kalau tidak salah lihat pita di Bouqet bunga nya ada tulisan Bee Florist deh.”
“Iya, memang tulisannya Bee Florist. Mungkin Niko belinya di sana, memangnya kenapa Jul?.”
“Kalian tahu kan kisah cinta Violeta dan Rey Eagle, pemilik Bee Florist?” wajah Julia tersenyum bahagia.
“Memangnya kenapa Jul?.” Mira merasa penasaran.
“Gue punya ide.” Julia menjentikkan jari tangannya.
“Mir, loe bisa gak bikin parfum dengan wangian bunga setaman?.”
“Kayaknya gue bisa deh Jul. Memangnya kenapa?.”
Julia mengatakan ide brilian nya, dia ingin membuat para pelanggan benar-benar merasa seperti raja bunga dengan bekerja sama dengan Bee Florist mereka akan menciptakan image taman bunga.
“Astaga Jul, kepala loe tuh penuh dengan ide brilian. Gue setuju, gue akan hubungi Violeta untuk buat janji bertemu.” Ucap Mira semangat.
Ponsel milik Julia berdering sebuah pesan dari dokter Jaya masuk, “hai, frends kita diundang ke acara ulang tahun anaknya dokter Jaya yang ke sebelas, minggu depan.”
“Jul, kata loe kan dokter jaya duda kalau misalkan tiba-tiba dia ajak loe merit, gimana?”. Tanya Mira.
“Gak mungkinlah Mir, gue sama dia tuh cuma temenen aja kok.”
“Ya, sekarang temenan, lama-lama jadi calon mama anaknya haha...haha....” Febi menggoda Julia.
“Yah, lihat saja nanti, mengalir sajalah.”
Satu Minggu berlalu. Hari ini adalah hari ulang tahun anaknya dokter Jaya, nanti sore mereka akan pergi bersama dengan membawa anak-anak mereka.
Karena merasa aman, Julia membawa Bima ke pesta ulang tahun tersebut.
Dokter Jaya menyambut kedatangan mereka, melihat Julia membawa anak laki-laki dokter Jaya sedikit bingung,
“Jul, ini anak siapa?”
__ADS_1
“Anak saya dok.”
“Loh, kayaknya kamu pernah cerita kalau kamu di cerai karena tidak melahirkan anak laki-laki, tapi ini?”.
“Nanti kalau ada waktu saya ceritakan ya dok”, Julia segera masuk ke dalam ruangan.
Julia membiarkan Dina dan Arumi bermain dan menikmati cemilan bersama sementara dirinya menjaga Bima.
Ternyata anak dokter Bima adalah seorang laki-laki. Dia menghampiri Febi, Mira dan Julia bersama dengan dokter Jaya,
“perkenalkan ini adalah anak saya.”
Dengan sopan anak itu menjabat tangan ketiga wanita yang ada di hadapannya sambil memperkenalkan diri,
“hai Tante saya Saka.”
Setelah berkenalan Saka berbisik kepada ayahnya, namun suara bisikan masih dapat terdengar,
“jadi papa yang mana calon ibu baru ku?”.
Mendengar bisikan Saka Mira, Julia dan Febi hanya tersenyum kecut, sementara dokter Jaya berusaha menutupi wajah malunya,
“ayo Saka kita berkenalan dengan teman papa yang lain ya. Kalian nikmati pestanya.” Dokter jaya menarik tangan anaknya menghindar dari ketiga wanita itu.
“Iya gue denger, tapi gak usah di anggap serius. yuk kita nikmati makanannya.”
Febi sedang mengawasi Amira dan Dina yang sedang bermain di kolam mandi bola. Walaupun ini adalah pesta ulang tahun anak usia sebelas tahun tetapi dokter Jaya tetap menyediakan permainan untuk anak-anak di halaman belakang karena beberapa koleganya memiliki anak balita.
Mira dan Julia sedang asik menjelajah beberapa kudapan semangat Bima tertidur di gendongan Julia.
Sesekali Julia mencuri pandang ke dokter Jaya, dalam hati dia bertanya ,*apakah mungkin dokter Jaya jatuh cinta kepadanya?*.
Tiba-tiba dari pintu masuk terdengar suara seseorang memanggil Saka,
“Saka...papi datang....”
Dokter Jaya langsung berlari ke arah pintu masuk mencegah orang tersebut untuk masuk.
“Untuk apa kau datang ke sini Arya, bukankah tidak ada yang mengundangmu?.” Teriak dokter Jaya.
Mendengar nama Arya di sebut Mira dan Julia saling berpandangan.
“Oh...sebagai seorang papi aku tidak perlu undangan untuk datang ke pesta ulang tahun putra ku.” Jawab Arya santai.
__ADS_1
“Cepat pergi dari sini, lagipula kau bukan orangtua Saka, akulah orang tuanya.” Teriak dokter Jaya.
Penasaran dengan apa yang sedang terjadi, Julia menitipkan Bima kepada Mira lalu dia berjalan menghampiri dokter jaya dan saka.
“Om Arya, bukankah aku dan papa sudah bilang aku tidak mau di adopsi olehmu, mengapa om tidak mengadopsi anak dari panti asuhan saja.” Ucap Saka.
Kini Julia sudah berada di samping dokter Jaya, Arya sedikit terkejut melihat Julia ada di sana.
“Oh...hai Julia, jangan bilang kamu datang ke sini karena kamu adalah calon istri dokter miskin ini!”.
“Ya, dia memang calon istri papa dan dia sangat menyayangi ku.”
Ucapan Saka membuat dokter jaya dan Julia tersentak dan saling berpandangan.
“Oke...oke...baiklah, kalian memang pasangan yang cocok. Pasangan yang bodoh tepatnya karena kalian berdua telah menolak tawaran terbaikku, dan kamu Saka...kamu akan menyesal menolak di adopsi olehku karena dengan begitu kamu telah menolak menjadi pewaris perusahaan milik keluarga Kusuma.”
Arya segera meninggalkan kediaman dokter Jaya, sungguh dia telah merusak suasana pesta, tetapi untunglah MC mampu mengembalikan kemeriahan pesta.
Seperti tidak pernah terjadi apa-apa, dengan santai Saka pergi meninggalkan papanya dan Julia dia bergabung bersama dengan MC untuk mengembalikan kemeriahan pesta.
Sementara itu dokter Jaya dan Julia merasa canggung.
“Jul, kata-kata Saka tadi jangan di ambil hati ya, sepertinya dia spontan saja supaya Arya tidak memaksanya terus.”
Julia tersenyum lalu berkata “ iya dok, gak apa-apa kok, namanya juga anak-anak.”
Setelah itu dia segera pergi menemui Mira dan mengendong Bima kembali.
“Ciee calon ibunya Saka.” Goda Mira sambil tertawa kecil.
Julia mencubit lengan Mira sambil berusaha menyembunyikan wajah merahnya.
Setelah Bima terbangun dari tidurnya, Julia pergi ke halaman belakang untuk membawa Bima bermain bersama Arumi dan Dina. Mira membawakan makanan dan beberapa cemilan untuk Febi.
“Tante Julia, Tante Mira, Tante Febi ayo kita foto bersama.” Tiba-tiba saja Sama sudah muncul dengan senyum manis di wajahnya mengajak ketiga wanita itu berfoto bersama.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan untuk berfoto dengan background dekorasi ulang tahun yang meriah.
Selama sesi foto terlihat dengan jelas kalau Saka selalu ingin dekat dengan Julia.
Setelah semua kemeriahan ini mereka harus kembali pulang anak-anak mereka sudah kelelahan plus kekenyangan.
“Kayaknya gue ngelupain sesuatu deh, tapi apa ya?.” Ucap Julia lirih.
__ADS_1
Fyi : Bagi Readers yang ingin tahu kisah Violeta dan Rey Eagle owner Bee Florist, silahkan mampir di Novel kedua ku yang berjudul "Jodoh di balik bencana." seru loh.