
Beberapa u menit kemudian Tuan Tikno datang ke ruangan kerja Arya. Arya terlihat cuek saat melihat ayahnya masuk ke ruangan kerjanya.
“Boleh Ayah duduk?.”
“Ya, silahkan memangnya ayah mau membicarakan apa sih?.”
“Arya, kalau kamu memang berniat untuk kembali ke mantan istrimu, lebih baik rujuk dengan Julia karena dia punya anak Laki-laki sedangkan Febi hanya punya anak perempuan.”
Sebelum menjawab ayahnya, Arya menghela nafas “ ayah, bagiku sekarang anak laki-laki maupun perempuan sama saja.”
Tuan Tikno semakin kesal dengan jawaban Arya tanpa berbicara lagi dia langsung berdiri lalu melangkah ke luar ruangan.
“Huh...kedua putra ku sama saja mereka telah melupakan didikanku, mau saja di perdaya oleh wanita.” Tuan Tikno menggerutu di dalam ruangan kerjanya.
Bukankah pria dan wanita sama saja? Tetapi mengapa Tuan Tikno sangat membenci wanita? Bukan hanya Tuan Tikno saja tetapi sebagian besar keluarga Kusuma bersikap seperti itu.
Satu hal yang tidak Arya ketahui. Buyut mereka dahulu sempat bangkrut karena diperdaya oleh seorang wanita. Dengan kecantikan dan kepandaiannya wanita ini mampu membuat buyut mereka mabuk cinta.
Dengan kecerdasannya wanita ini berhasil membujuk buyut mereka untuk berinvestasi di sebuah perusahaan yang ternyata adalah perusahaan bodong.
Setelah berinvestasi dengan cukup besar wanita ini pergi entah kemana. Tetapi buyut mereka tidak melaporkan hal ini kepada polisi karena takut istrinya akan menceraikannya karena telah berselingkuh.
Karena harta yang dimilikinya saat ini adalah warisan dari orang tua istrinya. Istrinya selalu mengekang dan mengaturnya.
Sejak saat itu buyut mereka mengambil kesimpulan kalau wanita hanya membuat hidup semakin sulit dan hal itu di taman di kepala anak laki-lakinya dan anak laki-lakinya menamkan hal itu kepada anak laki-lakinya kembali.
“Anak ku dengar apa yang aku katakan, wanita hanya menjadikan hidup sengsara, kalian tahukan cerita Adam dan Hawa? Sewaktu Adam seorang diri semua damai tetapi ketika Hawa hadir masalah juga hadir.” Itulah yang dikatakan buyut mereka. Sehingga mereka hanya menganggap wanita sebagai penerus generasi saja.
Tuan Tikno tidak pernah menceritakan kisah ini kepada kedua putranya. Putra sulungnya Bayu sudah jelas-jelas menentang doktrinnya, sekarang sepertinya Arya juga sudah mulai menentangnya.
Asik bekerja Arya melupakan sesuatu, sampai akhirnya HP nya berdering sebuah panggilan masuk. Mbok Lin itulah nama yang muncul di layar HP nya
“Astaga aku lupa menjemput Arumi.”
__ADS_1
Secepat kilat Arya menjawab panggilan teleponnya, dari seberang sana terdengar suara Arumi” papa...sudah ada dimana?.”
“Ya, tunggu papa ya tadi ada rapat, nih papa otw jemput Arumi.” Arya segera berlari kecil menuju kendaraan pribadinya, Arya langsung memacu kendaraannya secepatnya.
Dari kejauhan Arya melihat Arumi dan Mbok Lin sedang duduk menunggu kedatangannya.
Arumi segera masuk dan duduk di depan di samping Arya, dia sedang merajuk dia marah karena papanya terlambat menjemputnya. Arya berusaha menggodanya dan membujuknya tetapi wajah gadis kecil itu tetap seperti balon kempis. Arya tertawa dalam hati entah mengapa dia menikmati moment tersebut.
Satu- satunya cara membuat wajah gadis kecil itu ceria adalah dengan membawanya ke restoran favoritnya dan mentraktirnya es cream.
Baru saja Arya membawa kendaraannya menuju tempat parkir restoran itu wajah Arumi sudah kembali ceria tetapi tetap saja dia berpura-pura masih ngambek. Sungguh sikap yang sangat mengemaskan.
Barulah ketika es cream kesukaannya ada di hadapannya gadis kecil itu mulai berceloteh panjang dan lebar yang menandakan dia sudah tidak ngambek lagi.
Kebersamaanya dengan Arumi membuat ego Arya luntur dia bertekad akan meminta maaf secara tulus kepada Febi lalu mengajaknya rujuk kembali.
Saat Arya mengajak Febi untuk kembali rujuk, segala kemungkinan pasti akan terjadi entah Febi menerima tetapi dengan persyaratan atau menolaknya mentah-mentah mengingat masa lalunya sewaktu masih menjadi seorang Arya Kusuma.
Untuk segala kemungkinan itu Arya mempersiapkan mentalnya terlebih dahulu. Setelah dia merasa mentalnya sudah kuat menghadapi Febi barulah dia memberanikan diri menghubungi Febi.
Febi sempat curiga kalau Nikolah yang telah mengiriminya Bouqet bunga ini tetapi ketika Febi menghubunginya ternyata bukan.
Melihat pita yang mengikat Bouqet bunga itu bertuliskan Bee Florist, Febi langsung menghubungi Violeta untuk bertanya siapa pemesan Bouqet bunga ini tetapi Violeta benar-benae tidak tahu karena sejak awal orang ini menyebut dirinya Mr. X.
Arya sengaja hanya mengirim Bouqet hari itu saja, di hari-hari selanjutnya dia tidak mengirim Febi sesuatu, Arya sengaja ingin membuat Febi penasaran.
Beberapa hari kemudian Arya mengirim pesan dengan mengunakan nomer yang baru saja dibelinya sehingga Febi tidak mengetahui siapa yang mengiriminya pesan. Febi mencurigai Nikolah yang melakukan hal itu.
“Siapa ini? Apakah ini kamu Niko?bukankah sudah aku katakan jangan ganggu aku lagi!.”
“Siapa Niko? Aku bukan Niko, aku adalah orang yang mencintaimu dengan tulus.”
“Terserah siapapun kamu, jangan ganggu aku!.”
__ADS_1
Membaca balasan pesan dari Febi Arya tersenyum, dia berkata lirih” Febi ku yang dahulu sudah berubah menjadi wanita yang sedikit galak tetapi tidak apa-apa dengan begini aku tahu kalau dia belum menjalin hubungan dengan siapapun.”
Beberapa hari kemudian Arya mengiriminya tiket nonton bioskop. Febi bertanya-tanya siapa yang telah mengriminya tiket bioskop film kesukaannya.
Beberapa menit kemudian Febi menerima sebuah pesan,
“Hai Febi sudah menerima tiket nontonnya, itu film kesukaanmukan? Kalau kamu penasaran dengan diriku datang lah menonton bersama ku.”
“Aku memang penasaran siapa dia, tetapi apakah aku harus menemuinya di bioskop besok?
Bagaimana kalau ternyata dia orang jahat?.” Ucap Febi lirih.
Febi mengirim pesan di grup bersama Mira dan Julia, “Hai pren, film favorit kita akan diputar di bioskop besok ada yang mau nonton?.”
“Dokter Jaya sudah beliin gue tiket, sorry ya gak kabarin kalian.” Balas Julia.
“Gue gak mau nonton ah, film genre romantis gue kan jomblo heheee....” balas Mira.
“Loe mau nonton Feb?.” Tanya Mira.
“Iya...bareng temen di tempat kerja dulu mereka sudah beliin gue tiket, kita ketemuan di sana ya Jul.” Febi berbohong.
Febi lega karena Julia dan dokter Jaya akan menonton film yang sama di bioskop yang sama besok, setidaknya kalau pria itu adalah orang jahat Febi bisa meminta tolong.
Penasaran tetapi takut itulah perasaan yang di rasakan Febi saat ini. Nanti malam dia akan bertemu dengan pria misterius, Febi telah bersiap dia memakai pakaian yang nyaman, celana jeans panjang, kaos dan sepatu sneaker supaya mudah melarikan diri kalau terjadi sesuatu.
Saat sampai di bioskop Febi memcari-cari seseorang yang mungkin juga sedang mencarinya namun dia tidak melihat orang tersebut. Sebuah pesan masuk pesan dari pria misterius itu,
“Febi aku datang terlambat, kita akan bertemu di dalam bioskop.”
“Hah...kurang ajar cowo ini tapi gak apa-apa lah.” Pikir Febi.
Dari kejauhan dokter Jaya dan Julia melambaikan tangan ke arah Febi. Febi pun menghampiri mereka dan mengantri untuk membeli popcron bersama.
__ADS_1
Apakah Arya dljadi datang ke bioskop atau tidak? Ikuti kisahnya di bab selanjutnya...