Club para mantan

Club para mantan
Kasus yang sulit


__ADS_3

Saka hanya bisa pasrah saat papanya menariknya keluar dari ruangan kerja Arya.


Dokter Jaya segera mengantar Saka ke rumah. Sampai di rumah dokter Jaya menginterogasi anaknya itu,


“Saka kamu jelaskan ke papa, sedang apa kamu di kantornya Om Arya?.”


Saka menundukkan kepalanya lesu dia tidak berani menatap wajah papanya.


“Saka! Kamu denger papa ngomong gak?.”


Saka menganggukkan kepalanya dengan lesu, dia sangat takut papanya akan marah.


“Kalau kamu denger apa yang papa ngomongin, tolong jawab! Ngapain kamu di kantornya Om Arya?.”


“Papa, tadinya aku pikir kalau aku biarkan Om Arya mengadopsi aku maka dia akan mengembalikan Bima, tetapi kata Om Arya dia gak culik Bima.”


“Saka...” dokter jaya sangat terharu dia lalu memeluk anak semata wayangnya itu.


“Jangan pernah berpikir melakukan hal itu lagi ya, papa sangat mencintaimu, papa tidak mau kehilangan mu. Kita akan menemukan Bima, percayalah.”


Dokter Jaya meminta Saka mengganti pakaian karena mereka akan pergi makan siang di luar.


Sementara itu detektif dari kepolisian berusaha untuk memecahkan kasus penculikan Bima, mereka telah memeriksa TKP dan juga CCTV namun mereka menemukan jalan buntu, karena saksi yang tidak valid, bukti yang kurang. Mereka memutuskan untuk memanggil Arya untuk dimintai keterangan.


Dengan di dampingi pengacaranya, Arya pun memenuhi panggilan polisi.


“Anda tahu ponsel siapa ini?.” Tanya penyidik.


“Itu ponsel saya pak.”


“Tolong jelaskan mengapa ponsel ini ada di TKP.”


“Saat kejadian berlangsung kebetulan saya sedang berada di TKP, melihat seseorang menculik seorang anak saya refleks melawan penculik itu berharap dapat menggagalkannya. Mungkin saat itulah ponsel saya terjatuh dari saku saya.”


“Menurut keterangan ibu korban, anda adalah mantan suaminya dan anda sempat berniat menuntut anak laki-lakinya di pengadilan. Apa itu benar?.”


“Ya, pak itu benar saya pernah berniat menuntut di pengadilan tetapi saya batalkan atas saran dari pengacara saya, supaya saya menunggu sampai anak ini remaja supaya dia yang memilih ingin ikut siapa."

__ADS_1


“Kalau begitu ada motif untuk anda melakukan penculikan terhadap anak itu.”


“Saya tidak menculiknya nya pak, mengapa saya berusaha menggagalkan penculik itu kalau saya memang akan menculik anak itu?.”


“Bisa saja itu sekenario yang anda atur.”


“Nah untuk membuktikan ucapan anda, kami akan mengeledah kantor dan rumah anda.”


“Silahkan.”


Karena memang tidak menemukan bukti apapun Arya di persilahkan pulang. Tim kepolisian mengeledah rumah dan kantor Arya tetapi mereka tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Bima. Bukti kalau Arya adalah dalang penculikan pun tidak di temukan.


Polisi pun memberikan laporan penyelidikan mereka kepada Julia, bahwa mereka tidak dapat membuktikan kalau Arya adalah penculik Bima, mereka juga tidak dapat menyelusuri jejak penculik karena barang bukti dan saksi mata yang minim.


Mendengar laporan polisi hati Julia sangat hancur dia sangat yakin kalau Arya adalah penculiknya tetapi polisi tidak dapat berbuat banyak karena barang bukti tidak kuat.


Karena geram, tanpa berpikir panjang Julia membuka media sosialnya dan menulis status “ Owner Produk Beauty telah menjadi dalang penculikan seorang anak laki-laki yang adalah anak dari karyawan Produk King Hwa.”


Postingan tersebut menjadi viral karena banyak yang mengrepost. Orang yang mengenal Arya pun segera menelepon Arya menanyakan kebenaran berita itu.


Sebenarnya Arya sudah malas menjawab panggilan telepon karena banyak sekali orang yang menghubunginya, tetapi karena dia melihat nama Boby di layar HP nya dia segera menjawab panggilan itu.


Tanpa menunggu Arya mengucapkan HALO, Boby langsung memarahi Arya “Arya, loe gila ya. Ngapain loe culik anak karyawan kompetitor loe? Sampe segitunya loe pengen anak laki-laki!"


“Mas Boby sabar dulu jangan langsung nuduh gue, yang bikin status itu adalah Julia dia itu mantan istri ketiga gue. Sumpah gue gak nyulik anaknya.”


Arya lalu menceritakan kehidupan rumah tangganya, karena Boby tidak mengetahui kalau adiknya itu sudah menikah sebanyak 3 kali, Boby hanya tau kalau Arya menikah dengan Mira dia tidak tahu kalau Mira dan Arya sudah bercerai karena Boby sudah menetap di luar negeri dan tidak mau berhubungan dengan Ayah dan adiknya.


“Gila loe, loe cereiin Mira hanya karena sudah menikah hampir 2 tahun dia gak hamil? Loe tau, anak pertama gue lahir setelah gue nikah 4 tahun.


Jadi pas gue putusin tinggal di Luar negeri istri gue hamil. Mungkin selama di sana istri gue stres karena denger Ayah selalu bilang harus memberikan anak laki-laki buat keluarga ini.”


“Iya mas, gue memang salah. Julia malah nipu gue karena dia kesel sama gue.”


“Loe diskusiin sama pak Kevin langkah apa yang harus loe ambil. Takutnya berpengaruh sama saham perusahaan.”


Setelah berbicara sebentar Boby mengakhiri panggilan teleponnya.

__ADS_1


Berita viral itu sampai di telinga Ibu Sri pengacara yang mendampingi Julia sewaktu Arya ingin menuntutnya di pengadilan.


Ibu Sri sangat menyayangkan tindakan Julia yang gegabah, beliau langsung menghubungi Julia, “Julia saya tahu kamu kamu sedang kesal dan tidak dapat berpikiran dengan jernih, tetapi tindakan yang kamu ambil ini sangat beresiko. Kamu bisa di tuntut dengan tuntutan pencemaran nama baik karena secara hukum Arya tidak terbukti menculik Bima. Jadi tolong hapus postingan kamu dan ganti dengan permohonan maaf sebelum Arya menuntut mu.” Dengan bijak ibu Sri memberikan nasehat dan masukan kepada Julia.


Julia menangis tersedu-sedu dia tidak dapat berkata apa-apa, hatinya sangat hancur karena harus kehilangan Bima


Dengan sabar Ibu Sri mendengarkan tangis Julia. Setalah puas menangis Julia berkata,” Ibu Sri apa yang harus aku lakukan.”


“Dalam kondisi seperti ini sebaiknya kamu di dampingi oleh Mira dan Febi, supaya mereka membantu menenangkan diri mu. Setelah itu hapus postingan itu dan buatlah permohonan maaf.”


Ternyata Mira dan Febi sedang dalam perjalanan menuju rumah Julia. Mereka berdua sangat terkejut melihat postingan Julia yang viral itu. Mereka memutuskan untuk datang langsung menemui Julia.


Julia tersenyum melihat kedua sahabatnya datang padahal dia belum menghubungi mereka.


“Jul, loe kenapa? Kok sampe bikin status gitu?.”


Tanya Febi cemas.


“Gue Cuma kesel aja kok.”


Julia lalu menceritakan apa yang dikatakan Ibu Sri kepada kedua sahabatnya.


“Sudah loe hapus belom postingan loe?.” Tanya Mira.


“Sudah, tapi gue bingung bikin permintaan maafnya.”


“Serahin aja ke kita.”


Mira dan Febi berkutat dengan kata-kata, mereka memikirkan kata-kata yang pas untuk permohonan maaf.


Akhirnya kata- kata yang sudah di susun Febi dan Mira selesai, Julia pun memposting kata- kata tersebut.


“Dengan ini saya memohon maaf atas postingan saya sebelumnya yang mengatakan bahwa owner beauty telah menjadi dalang penculikan, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan kasus ini. Semoga saja penculik sebenarnya dapat tertangkap. Terima kasih.”


Walaupun dengan berat hati Julia terpaksa memposting permintaan maaf dan kalarifikasi tersebut. Mira dan Febi ikut membantu menyebar luaskan.


Arya tersenyum melihat postingan permintaan maaf dari Julia begitu juga dengan Ibu Sri.

__ADS_1


__ADS_2