Club para mantan

Club para mantan
Detektif swasta


__ADS_3

Karena detektif dari kepolisian tidak dapat mengungkap kasus ini, Arya kemudian menyewa seorang detektif swasta.


Detektif itu datang ke rumah Arya untuk bertanya sesuatu mengenai penculikan itu.


Detektif hanya bertanya pertanyaan mendasar, seperti apa hubungan Arya dengan Julia dan Bima.


Setelah merasa mendapatkan jawaban yang memuaskan detektif itupun berpamitan pulang.


Kebetulan Tuan Tikno baru saja pulang dari kantor mereka berpapasan di halaman depan.


“Itu siapa Arya?.” Tanya Tuan Tikno saat melihat orang asing keluar dari dalam rumahnya.


“Detektif swasta, aku menyewanya untuk memecahkan kasus penculikan Bima. Karena polisi sudah menutup kasus ini karena tidak ada petunjuk yang jelas.”


“Kamu masih perduli dengan Julia?.”


“Aku lakukan ini demi Bima bukan Julia.”


Tuan Tikno hanya manggut-manggut lalu berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


Detektif itu mulai bekerja dia segera menemui Julia untuk bertanya hal-hal mendasar serta melihat rekaman CCTV saat kejadian berlangsung.


“Hmm...ini sangat aneh, penculikan ini sepertinya sudah terorganisir. Di sini tampak beberapa orang dengan postur tubuh yang mirip memakai pakaian yang sama persis menyebar di beberapa titik pantas tuan Arya tidak dapat mengejar pelakunya.” Gumam detektif itu lirih.


Detektif terus mempelajari rekaman tersebut di sana tampak pelaku sudah mempelajari lokasi dengan baik, satu hal yang sangat janggal dari mana penculik tahu kalau hari itu Julia membawa keluarganya ke acara Bazar?


“Ibu Julia apakah ada orang lain yang tahu kalau hari itu anda akan membawa keluarga anda ke acara bazar?.”


“Kedua sahabat saya, Febi dan Mira.”


“Kalau boleh saya ingin berbicara dengan mereka, dimana saya bisa bertemu mereka?.”


“Apakah anda mencurigai kedua sahabat saya? Mereka tidak mungkin menculik anak saya?.”


“Tidak mencurigai, hanya ingin berbicara saja.” Detektif itu berusaha menenangkan hati Julia.


Julia menghubungi kedua sahabatnya untuk meminta kesediaan mereka. Mereka bersedia di temui di kantor besok setelah jam 5 sore.

__ADS_1


Bukan detektif namanya kalau benar datang setelah jam 5 sore, detektif itu datang siang hari tetapi tidak masuk ke dalam kantor dia berada di sekitar kantor. Diam-diam dia sedang menyelidik namun hasilnya nihil tidak ada petunjuk apa pun.


Detektif lalu pergi ke ruang Julia memantau keadaan rumah, tidak ada yang aneh, lalu ke rumah Mira dan Febi tidak ada yang aneh juga.


Jam 17.30 baru lah dia masuk ke dalam kantor PT. Putri Kraton. Mira, Febi dan Julia sudah berkumpul di ruangan Mira.


Detektif tidak mengijinkan Julia berada di ruangan itu selama dia menanyai Mira dan Febi. Karena keberadaannya tidak diinginkan Julia pun segera keluar ruangan dan menunggu di depan kantor sambil makan gorengan.


“Jadi kalian berdua adalah sahabat dari Julia?” detektif memulai sesi interogasinya.


“Ya, kami berdua adalah sahabatnya.” Jawab Mira dan Febi serempak.


Sebanarnya cukup aneh seorang owner perusahaan menjalin persahabatan dengan karyawan seperti Julia, apalagi posisi Julia di kantor ini hanyalah seorang marketing, dan saya melihat baru beberapa Minggu ini Julia di angkat menjadi manager.


“Saya dan Julia sudah lama berteman sejak kami bekerja di perusahaan yang lama, sampai akhirnya saya memutuskan untuk memulai usaha saya. Jadi saya rasa tidak ada yang aneh dengan itu.” Jawab Mira.


“Maaf pak detektif, apakah anda mencurigai kami menculik Bima?.” Tanya Febi. Dia terdiam sejenak lalu melanjutkan ucapannya.


“Kalau memang itu tujuan anda, anda sudah membuang-buang waktu anda, karena tidak pernah terpikirkan oleh kami untuk melakukan hal itu. Lagipula kami tidak punya motif untuk melakukan hal itu.”


“Kalau begitu pasti kalian tidak keberatan kalau saya bertanya, di mana kalian saat kejadian penculikan itu terjadi?.”


Sekarang giliran Febi yang menjelaskan, “Kalau saya berada di Stand King Hwa nomer 3, saya harus membagikan sample farfum baru kami.”


“Bisakah kalian menunjukan rekaman CCTV yang memperlihatkan kalian benar-benar berada di sana saat kejadian?.”


Meskipun kesal dan tersinggung dengan pertanyaan detektif itu, Mira tetap menunjukam rekaman CCTV nya, di sana terlihat jelas Mira dan Febi berada di posisi saat kejadian. Bahkan Julia juga berada di Stand Nomer 2 sedang melayani konsumen yang membeli produk King Hwa dengan harga khusus.


“Oke baiklah, terima kasih atas kerjasama kalian, saya pamit dulu.”


Detektif itu segera berjalan keluar dari gedung itu, tetapi langkahnya terhenti karena Julia menghalangi jalannya.


“Bagaimana detektif? Apakah anda menemukan bukti kalau salah satu sahabat saya menculik Bima?.”


“Ya, anda benar sahabat anda tidak mungkin melakukan hal itu.”


“Sebaiknya anda memeriksa Arya, karena saya yakin Arya yang menculik Bima.”

__ADS_1


“Terima kasih atas sarannya, saya tahu apa yang harus saya lakukan.” Jawab detektif itu santai.


Julia lalu menyingkir ke arah kanan dan mempersilahkan detektif itu lewat.


Kasus yang rumit, detektif itupun meminta ijin untuk berbicara dengan Tuan Tikno.


“Tuan Tikno, apakah anda pernah datang ke area bazar itu?.”


“Tidak pernah, untuk apa saya datang ke acara kompetitor perusahan saya.”


“Ya, mungkin untuk mencari kelemahan mereka?.”


“Tidak, lagipula acaranya biasa saja.”


“Oke, baiklah terima kasih waktunya Tuan.”


Detektif pun segera keluar dari ruangan Tuan Tikno lalu melanjutkan investigasinya.


Sudah beberapa Minggu detektif berusaha menyatukan petunjuk yang dia dapat namun hasilnya nihil ditambah TKP yang sudah tidak ada makin mempersulit investigasinya.


Sebuah pesan dari nomer tidak dikenal meminta detektif itu untuk tidak melanjutkan investigasinya. Detektif semakin yakin kalau pelakunya adalah orang terdekat.


“Tuan Arya, Ibu Julia, Tuan Tikno mereka bertiga adalah tersangka. Salah satu dari mereka sedang memainkan sandiwara penculikan. Aku tidak ingin terlibat dalam perseteruan ini, lebih baik aku mundur dari kasus ini.” Gumam si detektif lirih.


Keesokan harinya detektif mendatangi rumah Arya, dia mengajukan pengunduran dirinya.


“Detektif anda belum menyelesaikan kasus ini mengapa tiba-tiba anda mundur.” Tanya Arya bingung.


“Tua Arya, saya rasa kasus ini adalah masalah keluarga, kalian bertiga dapat menyelesaikannya.”


“Kalian bertiga? Siapa saja?.”


“Ayah anda, Julia dan anda sendiri tuan Arya dan dalam hal ini hanya anda dan ayah anda yang punya motif untuk menculik Bima.”


“Oh...begitu, baiklah kalau anda memang mau menutup kasus ini. Terima kasih atas bantuannya.”


Arya duduk di sofa menyandarkan tubuh dan kepalanya, tangannya memijit dahinya, matanya terpejam, pikirannya melayang.

__ADS_1


“Tidak mungkin ayah, untuk apa ayah menculik Bima?. Tidak mungkin juga Julia, untuk apa dia menculik anaknya sendiri?.” Gumamnya dalam hati.


__ADS_2