Club para mantan

Club para mantan
Arya menjenguk Arumi


__ADS_3

“Hah...secepat itu? Loe telepon, dia langsung mau datang? Makan apa dia tadi pagi?.” Ucap Julia sinis.


Tentu saja hal itu membuat mereka bingung karena selama ini Arya selalu mengabaikan anak perempuan tetapi hari ini dia mau datang ke RS demi Arumi.


“Oke, kita tunggu saja nanti sore apa benar dia akan datang?.” Ucap Febi.


Mira dan Julia memutuskan untuk menemani Febi di RS sampai Arya datang.


“Hei, Arya sudah ada di depan RS dia ada hubungi gue tanya Arumi dirawat di ruangan apa.”


Mendengar Arya sudah ada di depan RS Mira dan Julia segera keluar dari ruangan perawatan menuju kantin RS.


Tidak beberapa lama kemudian Arya memasuki ruangan dimana Arumi dirawat.


...Klek......


Suara pintu ruangan di buka, Arya menyembulkan kepalanya memastikan dia tidak salah memasuki ruangan.


“Hei...Arya terima kasih sudah mau datang.”


“Aku datang ke sini hanya untuk menjenguk Arumi bukan yang lain.”


“memangnya ada urusan yang lain, kan memang untuk Arumi dasar ke GR-an.” Gerutu Febi dalam hati.


“Ya, aku tahu. Arumi sedang tidur.” Jawab Febi.


Arya langsung mendekati Arumi menempelkan telapak tangannya di dahi Arumi, “suhu tubuhnya panas sekali.” Gumamnya dalam hati.


Arya mengusap pipi Arumi dengan jari nya, karena merasakan ada yang menyentuh nya Arumi terbangun dari tidurnya.


Matanya mengeriap berusaha mengenali seorang pria yang berada di dekatnya. Arumi menoleh ke arah Febi seolah bertanya”mama ini siapa?.”


Dengan berat hati dan dengan senyum dipaksakan Febi memperkenalkan pria yang ada di dekat Arumi, “Arumi ini papa kamu.”


Arya pun mengiyakan ucapan Febi, “ iya sayang ini papa.”


Senyum kecil tersimpul di bibir mungil nya dengan terbata Arumi berkata “Pa...pa...?.”


“Iya ini papa sayang, maafin papa yang selama ini papa sibuk gak pernah ketemu sama kamu.” Ucap Arya sambil tersenyum.

__ADS_1


Mendengar ucapan Arya hati Febi terasa teriris sekaligus terharu dia heran Arya mau mengakui kalau dia adalah papa dari Arumi.


“Arumi, mama mau keluar sebentar ya mau cari makanan. Arumi berdua sama papa ya.”


Arumi tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Febi segera keluar dia tidak kuasa menahan air matanya.


“Sekarang apa yang harus aku lakukan, Arumi sudah tahu siapa papanya pasti dia akan mengharapkan Arya selalu ada di sisinya, bagaimana ini.” Ucapnya lirih.


Febi mengintip dari luar terlihat Arya asik bermain dengan Arumi, Arumi sangat senang bertemu dengan Arya terlebih Arya membawakannya mainan.


“Sepertinya ada yang berbeda dari Mas Arya. Dia seperti menikmati bermain dengan anak perempuan, padahal dulu dia anti dengan anak perempuan.” Gumamnya dalam hati.


Diam-diam Febi merekam Arya yang sedang asik bercanda dengan Arumi. Lalu mengirim rekaman itu di grup mereka.


Mira dan Julia pun dibuat terheran-heran dengan rekaman itu, mereka seolah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


“Ini beneran Arya atau orang yang mirip dengan Arya ya?.” Ucap Julia heran.


Lima belas menit sudah Arya berada di dalam bersama Arumi, Febi pergi ke toilet membasuh wajahnya dan mengeringkannya supaya tidak terdapat tanda-tanda bahwa dia baru saja menangis setelah itu dia masuk ke dalam ruangan.


Karena merasa sudah cukup lama menemani Arumi, Arya segera berpamitan pulang,” Sudah ya, papa pulang dulu besok papa datang lagi. Arumi mau papa bawakan apa besok?.”


Setelah Arya keluar ruangan Febi segera meraba dahi Arumi, benar saja suhu tubuh Arumi sudah tidak terlalu panas wajah Arumi pun terlihat ceria.


Febi heran padahal Arya hanya menyentuh Arumi sebentar saja sewaktu dia masih di RS, tetapi mengapa diantara mereka sudah ada ikatan batin?.


Febi tersentak dari lamunannya ketika Mira dan Julia masuk ke dalam ruangan.


“Loe baik-baik aja Feb?.” Tanya Mira.


Febi menganggukan kepalanya.


“Tadi beneran Arya?.” Tanya Mira lagi.


Lagi-lagi Febi menganggukan kepalanya.


“Loe beneran baik-baik aja?. Soalnya daritadi loe Cuma anggukin kepala aja.” Tanya Julia heran.


“Atau jangan-jangan Arya bersikap buruk sama loe?.”

__ADS_1


“Engak kok dia baik saja walaupun Cuma ngomong singkat dia lebih banyak ngomong sama Arumi, dia care banget. Katanya besok dia mau balik lagi jenguk Arumi.” Ucap Febi.


“Oh... luar biasa sekali.” Ucap Julia.


Karena hari sudah mulai malam Julia dan Mira berpamitan pulang. Beberapa menit kemudian dokter datang memeriksa keadaan Arumi, karena suhu tubuh Arumi yang sudah mulai normal dokter merasa lega kalau sampai besok suhu tubuhnya tetap normal maka lusa Arumi sudah bisa pulang.


“Mama, Arumi mau menggambar.”


Febi segera memberikan kertas gambar dan pinsil warna yang memang sudah di siapkan oleh rumah sakit.


Arumi asik menggambar di kertas sesekali dia tersenyum melihat hasil lukisannya.


“Mama, lihat ini.” Arumi memanggil Febi sambil memperlihatkan hasil lukisannya.


Febi segera menghampiri Arumi untuk melihat apa yang dia lukis.


Matanya terbelalak saat melihat lukisan Arumi, “Arumi gambar apa?.” Tanya Febi pura-pura tidak tahu.


“Ini mama, yang di tengah ini Arumi, yang ini papa, kita sedang duduk di taman bertiga. Mama nanti kalau Arumi sudah sembuh kita jalan-jalan bertiga sama papa ya “ ucap Arumi riang.


Mendengar ucapan Arumi hati Febi sangat pedih dengan terpaksa Febi hanya menganggukan kepalanya lesu, “ Ah...mengapa harus jadi seperti ini?.” Gumamnya dalam hati.


Keesokan hari Arya kembali datang ke RS membawa salah satu mainan pesanan Arumi dan juga makanan pesanannya.


Arumi sangat senang melihat Arya datang membawa semua itu semua, “Papa...” teriaknya riang.


Febi hanya tersenyum melihat Arya datang lalu keluar meninggalkan papa dan anak di dalam ruangan.


Febi melihat mereka asik bersenda gurau dari balik pintu. Arya terlihat sangat menikmati kebersamaan itu.


Ketika Arya hendak pulang tiba-tiba Arumi berkata, “ Papa jangan pulang, temani Arumi di sini sama mama."


Febi segera masuk ke dalam ruangan lalu menjawab Arumi, “sayang papa harus bekerja, papa tidak bisa tunggu di RS.”


Mendengar jawaban mamanya yang tidak sesuai dengan keinginan mendadak Arumi merajuk kepada Arya.


Dia menarik-narik tangan Arya seolah tidak mengijinkan Arya pergi. Arya menyerah dia menuruti keinginan Arumi dan meminta Febi untuk beristirahat di rumah biar malam ini dia yang menjaga Arumi di RS.


Febi menuruti permintaan Arya karena dia juga tidak ingin terjebak semalaman dengan mantan suaminya itu. Terlebih Febi takut kalau nanti Arumi akan kembali sakit.

__ADS_1


__ADS_2