Club para mantan

Club para mantan
Rujuk demi anak


__ADS_3

“Ayah, mulai sekarang aku akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga kecilku Febi dan Arumi. Aku akan berkemas.”


“Hah...coba lihat anak laki-laki ayah sudah diperbudak oleh wanita dia sudah menjadi lemah.” Tuan Tikno menyindir Arya.


Arya tidak menghiraukan perkataan Ayahnya tekadnya sudah bulat, Tuan Tikno pun tidak bisa mencegah anaknya untuk keluar dari rumah.


Kedatangan Arya di rumah Febi disambut gembira oleh Arumi karena dia tahu kini papanya akan selalu berada di dekatnya.


Febi telah membeli satu rajang lagi untuk Arya tidur dimalam hari, ranjang Febi di sisi sebelah kanan, ranjang Arya di sisi sebelah kiri. Febi juga menambahkan tirai di tengah kamar sehingga di bisa menutup tirai itu apabila Arya ada di dalam kamar.


Arya tersenyum melihat Febi mengatur kamar sedemikian rupa, dia akan menuruti apapun keiinginana Febi “hmm...kita lihat saja berapa lama ini akan bertahan.” Sepertinya Arya yakin kalau nanti hati Febi akan luluh.


Karena sudah lelah seharian mengurus ulang pernikahan mereka Febi tidur lebih awal, Arya masih bermain dengan Arumi.


Papa dan anak sudah mulai kelelahan Arya menemani Arumi tidur sebentar lalu dia masuk ke dalam kamar Febi untuk tidur.


...Klek......


Arya membuka pintu kamar Febi. Febi telah mematikan lampu dan hanya menyalakan lampu tidur dengan cahaya remang- remang.


...“Aaaaa....siapa itu?” ...


Febi berteriak panik karena dia tidak dapat melihat siapa yang masuk ke dalam kamarnya. Dia lupa kalau mulai saat ini Arya tinggal di rumahnya.


...“Febi! Ini aku!.” ...


“Mas Arya?.mengapa kamu ada di kamar ku?.”


“Febi kamu lupa kalau kita sudah rujuk dan mulai saat ini aku tinggal di rumah mu?.”


“Oh...astaga ....aku lupa, aku terlalu lelah. Oke...tolong tarik tirainya.”


Dengan cuek Febi kembali tidur. Arya menarik tirai sambil menatap wajah Febi yang terlihat cantik saat tidur.


Setelah menutup tirai Arya segera menuju ranjang nya dan tertidur lelap hingga pagi.


...“Keluar....” ...


...PLAK......

__ADS_1


Sebuah handuk melayang di wajah Arya saat Arya masuk ke kamar mandi.


“Aku gak tahu kalau ada kamu di kamar mandi, kenapa gak kunci pintu?.”


“Sudah cepat keluar! Jangan banyak bicara!.”


Arya segera keluar dari kamar mandi padahal dia ingin bung air kecil. Arya pun segera berlari ke ruang tamu untuk buang air kecil di sana.


Arya Kembali ke kamar, Febi telah selesai berpakaian, “ lain kali kalau mau masuk ke kamar mandi lihat-lihat dulu!.”


“Salahmu sendiri kenapa tidak kunci pintu mana aku tahu kalau ada orang di dalam kamar mandi.”


“Kebiasaan kan selama ini aku sendirian buat apa kunci pintu.”


“Aku pakai kamar mandi di ruang tamu saja.” Arya mengambil perlengkapan mandinya lalu segera berjalan ke kamar mandi di ruang tamu.


“Papa dan mama bertengkar lagi?.”


Arumi muncul dengan tiba-tiba menghalangi jalan Arya.


“Aaaaaa!..astaga baru sehari di sini jantungku sudah mau copot” ucap Arya sambil mengelus dadanya.


Bukan hanya Arya saja yang terkejut, Febi juga terkejut karena Arya berteriak dengan suara yang cukup besar dia kuatir ada hal buruk menimpanya. Febi berlari keluar kamar lalu menghampiri Arya.


“Arumi bikin aku kaget, dia muncul tiba-tiba.” Jawab Arya santai sambil berjalan menuju kamar mandi.


Mbok Lin yang sedang memasak di dapur hanya bisa menahan tawa mendengar kehebohan yang terjadi di rumah ini kejadian yang sangat langka, dia juga turut bahagia karena majikannya kembali rujuk.


Febi mengendong Arumi menuju meja makan lalu segera berpamitan untuk pergi ke kantor.


“Loh mama kok buru-buru sih, nanti siapa yang ikat rambut Arumi?.”


“Iya, maafin mama ya, bos mama minta mama datang pagi-pagi sekali nanti Mbok Lin aja yang ikat rambut Arumi. Dah sayang muach....”


Setelah mengecup kedua pipi Arumi Febi segera berlari menuju kendaraannya dia sengaja pergi lebih awal karena tidak mau sarapan satu meja dengan Arya.


Setelah selesai mandi dan berpakaian Arya segera menuju meja makan dia berharap dapat menatap wajah istrinya di meja makan.


Harapannya sirna karena begitu dia sampai di meja makan dia hanya melihat Arumi yang sedang makan dan juga Mbok Lin yang sedang menyiapkan bekal.

__ADS_1


Melihat papanya tidak memakai pakaian untuk pergi ke kantor, Arumi heran lalu bertanya, “papa hari ini gak pergi ke kantor?.”


“Papa ke kantornya nanti siang, papa mau antar anak papa yang paling cantik ini pergi ke sekolah.”


“Nanti bos papa gak marah?.” tanya Arumi polos.


“Engak dong, kan papa bosnya.”


“Oooo...papa bos.” Arumi memandang kagum ke arah papanya.


“Kalau begitu kenapa mama gak kerja sama papa aja, biar mama gak buru-buru pergi ke kantor jadi bisa antar Arumi berdua papa.” Tanya Arumi polos.


“Nanti sore Arumi bilang aja sendiri ke mama ya.” Arya mencubit pipi Arumi dengan lembut.


Setelah mengantarkan Arumi pergi ke sekolah Arya segera pulang ke rumah Ayahnya.


“Loh kok pulang, jangan bilang kamu diusir Febi hahahaha...” Tuan Tikno menyindir anaknya.


“Aku mau mengerjakan beberapa berkas perusahaan. Aku dan Febi baik-baik saja.” Arya menjawab sindiran ayahnya sambil lalu seolah tidak memperdulikan perkataan Ayahnya.


Meskipun tadi pagi sempat terjadi kehebohan di rumah Febi, Arya sangat senang hal itu membuat hidupnya penuh berwarna.


Kakak laki-laki Arya, Mas Bayu sangat senang mendengar kabar bahwa Arya kembali rujuk dengan mantan istrinya Febi. Kini hubungan Arya dan Bayu semakin erat, mereka berdua saling sharing tentang kehidupan rumah tangga.


Di kantor PT. Putri Keraton, Mira terkejut melihat Febi sudah duduk manis di dalam ruangannya sambil menikmati sarapan.


“Tumben loe datang pagi-pagi banget? Gimana malam pertamanya hahaha ....” Mira menggoda sahabatnya.


“Apaan sih loe, gue justru menghindar dari Arya makannya gue dateng ke kantor pagi-pagi buta biar gak sarapan satu meja sama dia.” Jawab Febi ketus.


“Cie...yang sudah ganti status jadi Nyonya Kusuma, bisa sering dateng on time dong, pasti Arya yang antar Arumi pergi sekolah.”


Julia juga ikut menggoda Febi karena Febi jarang sekali datang pagi karena harus mengantar Arumi sekolah.


Setelah menyantap sarapan masing-masing mereka bertiga segera membahas masalah perusahaan.


Julia membawa kabar buruk, apa yang di takutkan Mira benar terjadi. Penjualan produk King Hwa menurun drastis sejak konser satu bulan lalu.


Data menunjukan penurunan drastis ada di daerah dengan sasaran pasar remaja putri, sedangkan untuk di daerah dengan sasaran pasaran wanita krier dan ibu rumah tangga penurunan tidak terlalu drastis.

__ADS_1


“Para remaja lebih cendrung labil mereka hanya akan mengikuti tren, sepertinya kita tidak perlu kuatir.” Ucap Mira optimis.


Dua bulan lagi bulan Agustus mereka berencana mengubah kemasan dengan tema kebangsaan. Patut di coba mungkin hal ini akan berhasil.


__ADS_2