
“Tuan, anda hanya ingin seorang cucu laki-laki dari Arya bukan?.”
“Ya, benar.”
“Mohon tunggu sebentar.”
Mira segera keluar dari dalam rumah Tuan Tikno menuju mobilnya. Mira kembali berjalan ke rumah Tuan Tikno bersama dengan Aldo.
“Tuan Tikno, perkenalan ini Aldo.”
Aldo mengulurkan tangannya dengan sopan dia menjabat tangan orang tua di hadapannya, meskipun bingung Tuan Tikno membalas uluran tangan Aldo dan menjabat tangan anak itu dengan lembut.
“Tuan, Aldo adalah cucu anda.”
“Apa? Bagaimana bisa? Anak siapa dia?.”
“Sewaktu Arya menceraikan saya ternyata saya sedang hamil tetapi saya tidak mau mengabarinya karena saya sakit hati.”
Tuan Tikno berlutut di hadapan Aldo untuk dapat melihat wajah Aldo dengan lebih seksama.
Telapak tangannya meraba wajah Aldo dengan lembut, dengan bibir gemetar dia berkata “ya...ya...wajahnya perpaduan Arya dan kamu Mira, jadi selama ini Arya punya dua anak laki-laki.”
Tuan Tikno menarik tubuh mungil Aldo ke dalam pelukannya. Sementara Aldo memandang ke arah mamanya seolah bertanya” siapa orang tua ini?.”
Mira tersenyum dan berkata,” Aldo ini adalah eyang Kakung ( kakek dalam bahasa Jawa).
“Mira...apakah kamu bersedia rujuk dengan Arya?.”
“Tentu saja tidak! aku tidak akan pernah rujuk dengan Arya.”
“Lalu apa maksudmu mempertemukan Aldo dengan ku?.”
“Aldo adalah cucu mu, aku hanya perlu pengakuan itu. Anda bisa bebas bertemu dengannya kapan saja mencurahkan kasih sayang mu tetapi Aldo tetap dalam pengasuhan ku.”
Tuan Tikno memandang Aldo dan Mira secara bergantian dia berpikir sejenak sebelum mengambil keputusan.
“Aku rasa aku setuju dengan mu, aku akan mengadopsi Aldo secara hukum sebagai bentuk pengakuanku.”
Mira tersenyum karena dia tahu dengan begitu Aldo akan menerima warisan dari mantan mertuanya itu.
Mira meminta Tuan Tikno merahasiakan hal ini dari Julia dan Febi dan terutama dari Arya.
“Satu hal lagi jangan ganggu kehidupan Julia dan Bima.”
“Aku sudah punya Aldo untuk apa aku menganggu Julia, haha....”
Tuan Tikno meminta ijin kepada Mira untuk membawa Aldo berjalan-jalan bersamanya. Mira mengijinkannya asalkan Tuan Tikno mengantarkan Aldo ke rumah sebelum malam.
Tuan Tikno menikmati kehidupan barunya bersama dengan cucu laki-laki yang akan menjadi kebanggaannya kelak.
Julia merasa ada yang aneh karena tiba- tiba saja Tuan Tikno berhenti menganggu kehidupannya tetapi dia tidak terlalu memusingkan keadaan itu dia justru bersyukur karena kini dapat hidup dengan tenang. Karena keadaan yang sudah kondusif Julia dan dokter Jaya akhirnya melangsungkan pernikahan.
__ADS_1
Mira dan Tuan Tikno sangat pintar menyimpan rahasia, rahasia mereka masih tertutup rapat sampai pada hari kematian Tuan Tikno.
Julia dan Febi bingung mengapa Aldo menangis tersedu-sedu di samping jasad Tuan Tikno, Arya dan kakak laki-lakinya Bayu bingung siapa anak laki-laki yang menangisi jasad ayahnya.
Julia dan Febi memandang ke arah Mira meminta penjelasan tetapi Mira tampak tidak perduli dengan kedua sahabatnya.
Setelah puas memandang wajah eyang Kakungnya, Aldo berlari kecil menghampiri Mira saat itulah Arya tahu kalau bocah laki-laki itu adalah anak dari Mira.
Tetapi Arya tidak berani bertanya karena keadaan saat itu tidak memungkinkan. Bahkan saat Arya bertanya kepada Febi dan Julia kedua wanita itu mengaku tidak tahu.
Setelah suasana duka berlalu Mira masih tutup mulut dia belum mau menjelaskan mengapa Aldo begitu sedih saat Tuan Tikno meninggal.
Tibalah saatnya pengacara keluarga Kusuma memanggil semua anggota keluarga untuk membacakan surat wasiat.
Semua sangat terkejut saat pengacara keluarga mengatakan bahwa seluruh harta kekayaan Tuan Tikno diserahkan kepada Aldo.
Arya langsung menghampiri Mira,
“Mira, apakah anak ini...?."
“Arya, perkenalkan Aldo dia adalah darah daging mu, sewaktu kamu menceraikan ku ternyata aku sedang hamil. Aku bukan wanita mandul hanya perlu waktu saja!.” Ucap Mira kesal.
“Ayahmu telah memberikan seluruh hartanya kepada Aldo berati termasuk PT. Mutiara Ayu, hmm...bagaimana perasaan mu?.”
“Yah...aku memang pantas mendapatkannya. Aku akan segera membereskan barang ku di kantor.”
“Tidak perlu! Karena untuk sementara sambil menunggu Aldo sudah cukup umur lebih baik kamu yang menjalankan perusahaan.”
Julia memang tidak hadir dalam pembacaan surat wasiat karena dia bukanlah anggota keluarga jadi dia mengetahui berita tentang pembagian warisan melalui Febi.
Di dalam ruangan kerja Mira seperti biasa Julia dan Febi berkumpul di sana. Julia memandang dengan pandangan penuh tanda tanya ke arah Mira, Mira paham mengapa Julia memandangnya seperti itu.
Mira menceritakan kejadian sebenarnya kepada kedua sahabatnya supaya tidak terjadi kecurigaan.
“Bukan berarti gue mau menguasai harta kekayaan keluarga Kusuma, gue punya rencana.”
“Gue justru berterima kasih sama loe Mir, kalau loe gak ambil tindakan itu mungkin gue sama dokter Jaya gak bakalan menikah.”
“Terus rencana loe buat PT. Mutiara Ayu dan Mas Arya apa?.” Tanya Febi penasaran.
“Lihat saja nanti.”
Beberapa hari kemudian Mira datang ke kantor PT. Mutiara Ayu untuk menemui Arya.
Arya sudah menduga kedatangan Mira adalah untuk membahas perihal perusahaan yang diwariskan kepada Aldo.
“Kalau kamu memang ingin mengusirku sekarang dari kantor ini, aku sudah siap.” Ucap Arya saat Mira baru saja masuk ke dalam ruangannya.
“Tidak, untuk apa aku mengusirmu sekarang tidak seru.” Ucap Mira sambil tersenyum sinis.
“Lalu apa maksud kedatangan mu?.”
__ADS_1
“Hmm...bawa aku berkeliling perusahaan ini!.”
Meskipun bingung dengan permintaan Mira yang aneh, Arya tetap membawa Mira berkeliling gedung PT. Mutiara Ayu.
Semua mata karyawan memandang aneh ke arah mereka berdua, beberapa karyawan tahu kalau wanita yang ada di samping pimpinannya itu adalah Ibu Mira owner PT. Putri Keraton.
Terdengar desas-desus beberapa karyawan di belakang mereka, para karyawan itu mengira PT. Putri Keraton akan mengambil alih PT. Mutiara Ayu.
Setelah berkeliling gedung mereka berdua kembali ke dalam ruang kerja Arya.
“Wow...perusahaan mu bagus juga Yach banyak karyawan dan banyak kesibukan tidak seperti perusahaan ku.” Ucap Mira sambil duduk di kursi.
“Mira...jangan membuatku bingung apa maksudmu ingin berkeliling gedung ini? Apakah kamu ingin menunjukan kepada karyawan ku bahwa PT. Putri Keraton akan mengambil alih PT. Mutiara Ayu?.”
“Haha...ha...ha...kalau memang seperti itu lalu kenapa? Apakah karyawan mu takut kalau nanti gaji mereka berkurang? Kalau hal itu terjadi seharusnya mereka senang karena aku akan memperhatikan kesejahteraan karyawan yang rata-rata adalah wanita karena aku adalah wanita hanya wanita yang mengerti perasaan wanita, tidak seperti bos mereka sekarang yang menganggap wanita hanya sebagai budak.” Ucap Mira ketus.
Arya menarik nafas dalam sepertinya dia mengerti maksud Mira, Mira masih sakit hati atas perlakuannya beberapa tahun lalu saat masih menjadi istrinya.
“Ya, maafkan aku atas perlakuan ku beberapa Tahun yang lalu terhadap mu tetapi untuk urusan pekerjaan aku selalu memperhatikan kesejahteraan karyawan ku.”
“Benarkah? Untuk memastikannya mungkin aku akan berbicang-bimcamg dengan beberapa karyawanmu kalau di ijinkan.”
Arya hanya bisa pasrah dan memberikan ijin kepada Mira untuk berbincang-bincang dengan beberapa karyawannya.
Setelah berbincang-bincang dengan beberapa karyawan, Mira kembali ke ruangan Arya dia tersenyum ke arah Arya.
“Kau tahu Arya? Aku tidak bermaksud untuk mengambil alih perusahaan ini karena aku ingin sekali bersaing dengan mu, aku hanya tidak ingin ayahmu bersikap konyol dengan hartanya, jadi aku mengambil inisiatif mengajukan Aldo dan meminta ayahmu mewariskan semua hartanya kepadanya. Kini aku akan kembalikan kepada mu dan kepada kakak laki-laki mu.”
Mendengar perkataan Mira, Arya sangat terkejut tidak di sangka Mira mampu berpikir jauh ke depan seperti itu. Arya hanya bisa terdiam terpaku memandang Mira.
“Besok kita harus bertemu dengan pengacara keluarga Kusuma untuk membahas hal ini.”
“Oke, baiklah aku akan mengabari pengacara ku.”
Arya menjabat tangan Mira, Mira segera keluar dari ruangan kerja Arya dengan di dampingi Arya sampai menuju pintu keluar.
Arya tersenyum kepada karyawannya yang memandangnya dengan penuh tanda tanya sambil berkata, “tidak ada apa-apa sudah kembalilah bekerja ibu Mira hanya berkunjung saja.”
Febi, Julia dan dokter Jaya menjadi saksi di hadapan pengacara saat proses akad pengembalian harta kekayaan dari Aldo kepada Arya dan Bayu berlangsung.
Kini Arya tahu kalau Febi, Julia dan Mira berkerja sama dan mereka adalah Owner dari PT. Putri Keraton yang selalu menjadi jadi saingan bisnisnya.
Hari Febi perlahan luruh dan mulai dapat menerima kehadiran Arya kembali dalam kehidupannya dan mereka di karuniai seorang anak laki-laki.
sedangkan Mira memilih untuk tidak menikah.
**********************TAMAT*********************
NB : Sampai di sini kisah Julia, Mira dan Febi.
Terima kasih untuk semua pembaca yang telah membaca Novel ini sampai tamat.
__ADS_1
author tunggu saran dan kritiknya supaya author dapat menghasilkan karya yang lebih baik lagi.
😘😘😘😘😘😘