Club para mantan

Club para mantan
Ada apa dengan Arya?


__ADS_3

Febi pulang ke rumah untuk beristirahat dia masih tidak percaya Arya begitu perhatian kepada Arumi. Apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan mantan suaminya itu?. Ah...sudahlah dia tidak mau pusing soalitu yang penting Arumi sudah sehat dan besok sudah bisa pulang.


Sedikit tidak tenang dia segera menelepon Arya untuk memastikan semua baik-baik saja. Ternyata semua memang baik-baik saja, saat ini Arumi sudah tertidur lelap.


Pagi hari Febi bergegas pergi ke rumah sakit dia sudah tidak sabar bertemu Arumi. Tidak lupa dia juga membawakan sarapan untuk Arya dan Arumi.


“Mama...” teriak Arumi saat melihat Febi masuk ke dalam ruangan.


Kebetulan Arya sedang ke toilet, Febi langsung menghampiri Arumi. Arumi bercerita panjang dan lebar pengalamannya bermalam di rumah sakit bersama papanya.


“Oh...kamu sudah datang.” Terdengar suara Arya yang baru saja keluar dari kamar mandi.


“Ya, aku datang lebih awal karena sebentar lagi kamu pasti akan pergi ke kantor. Terima kasih sudah manjaga Arumi semalam, ini aku bawakan sarapan.”


“Aku tidak ke kantor hari ini, karena kata dokter hari ini Arumi sudah bisa pulang, aku mau mengantar kalian sampai ke rumah. Terima kasih sarapannya.”


“Hore...Arumi senang sekali.” Arumi berlari kecil ke arah Arya lalu memeluknya erat.


Febi tidak berkata apa-apa, dia hanya mematung memandang Arya, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


Arya tersenyum melihat sikap Febi seperti itu. “Jangan pikir yang aneh-aneh, aku melakukan ini demi Arumi hanya demi Arumi.” Ucap Arya.


Setelah dokter datang memeriksa keadaan Arumi, dokter memperbolehkan Arumi untuk pulang. Arya dan Arumi pulang bersama, Febi pulang mengunakan kendaraan pribadinya.


Sampai dinrumah Arya mengantar Arumi masuk ke dalam kamarnya bermain sebentar lalu berpamitan pulang serta berjanji akan datang kembali.


Febi hanya bisa diam dan menerima perlakuan Arya terhadap Arumi selama itu demi kebaikan Arumi.


Arya pulang ke rumah nya, Ayahnya sudah menunggunya di rumah tamu. Raut wajahnya menunjukan kemarahan saat melihat Arya pulang.


“Arya kemana kamu semalam?.” Teriak Tuan Tikno.


“Aku sudah dewasa Ayah, aku bebas mau pergi kemana saja aku suka.” Jawab Arya cuek.

__ADS_1


Arya segera berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.


“Arya, hari kamu tidak pergi ke kantor?.”


“Tidak.”


“Bukankah kamu sedang menangani proyek besar?.”


“Sudah ada orang yang menangani, aku mau istirahat dulu.” Jawab Arya acuh tak acuh.


“Arya dengarkan ayah dulu jangan masuk ke kamar. Mengapa kamu sekarang bersikap seperti ini seolah tidak peduli dengan perusahaan?.”


“Untuk apa aku bekerja mati-matian untuk perusahaan yang kelak tidak akan menjadi miliku?sekarang silahkan ayah panggil orang yang akan mewarisi perusahaan supaya dia yang membangun perusahaan bukan aku.”


“APA YANG KAMU BICARAKAN ARYA?.”


“Loh, mengapa ayah marah? Bukankah aku tidak akan mewarisi ini semua, bahkan mas Boby pun tidak, kami tidak tahu kepada siapa ayah akan mewarisi ini semua.”


“Omong kosong apa itu! Ayah tidak mau tahu pokoknya besok kamu harus ada di kantor banyak berkas yang harus kamu periksa dan ada rapat dengan penyelenggara konser.” Ucap Tuan Tikno.


Pagi hari seperti biasa Arya dan tuan Tikno sarapan bersama di rumah tetapi Arya tidak duduk sarapan bersama ayahnya.


“Kamu mau kemana? Kantor buka jam sembilan ini masih banyak waktu, ayo sarapan dulu!."


“Aku ada urusan sebelum ke kantor.”


kawab Arya sambil berlalu pergi.


Ternyata Arya pergi ke rumah Febi, dia ingin sarapan bersama Arumi.


Febi sangat terkejut ketika melihat Arya sudah berdiri di depan rumahnya pagi hari ini.


“Hai Feb, aku hanya ingin menyapa Arumi sebelum aku pergi ke kantor.”

__ADS_1


Febi mempersilahkan Arya masuk, kebetulan Arumi sedang sarapan bubur yang di buat oleh Mbok Lin pembantu di rumah ini.


“Mana putri cantik ayah, ayah mau gigit pipinya.”


Teriak Arya saat dia melihat Arumi sedang duduk di meja makan.


Arumi tertawa riang saat melihat Arya datang, Febi pun mengambil sarapan untuk Arya, mereka bertiga sarapan bersama di satu meja makan.


Febi hanya melongo melihat sikap Arya. Sampai di kantor dia menceritakan hal tersebut kepada Mira dan Julia, mereka berdua terkejut mendengar cerita Febi.


“Apa yang terjadi dengan mantan suami kita ya?, Bukankah selama ini dia selalu ingin anak laki-laki?.” Ucap Julia.


“Yach, musim saja bisa berganti bukan? Musim hujan, musim kemarau, mungkin Arya hanya sedang berganti musim saja hehehee.....” ucap Mira sambil tertawa.


“Udah ah jangan ngomongin dia terus gak ada cuan, bahas proyek kita aja yuk, nih SPV gue udah kasih laporan nih."


Daripada memikirkan sikap Arya yang berubah drastis, ketiga wanita itu memilih untuk fokus dengan pekerjaan mereka. Mereka akan mengadakan acara di sekolah SMA dan juga kampus setempat bertajuk make up Korean style memanfaatkan demam Korea di kalangan anak muda.


Di kantornya Arya pun tidak kalah sibuk, baru satu hari dia tidak masuk ke kantor pekerjanya sudah menumpuk, di tambah lagi beberapa Minggu lagi acara konser akan di mulai.


Sebagai sponsor terbesar tentu saja PT.Mutiara Ayu mendapat prioritas utama, pengambilan undian pemenang tiket konser akan segera di adakan di sebuah acara televisi yang telah di siapkan panitia. Mereka juga harus mengatur pemenang foto bareng artis K-Pop yang akan konser. Itu semua memerlukan persetujuan dari Arya.


Setelah semua kesibukan yang cukup menguras tenaga dan pikiran Arya teringat Arumi. Tawa riang dan celotehannya membuat Arya ingin hari ini cepat berlalu.


Perasaan ini timbul ketika dia sedang melakukan panggilan Vidio Call dengan kakaknya Mas Boby beberapa Minggu lalu . Saat itu rambut Mas Boby penuh dengan pita kecil-kecil, ternyata dia sedang bermain salon dengan anak perempuannya. Mas Boby terlihat sangat menikmati hal itu.


Lalu saat Arya melakukan Vidio Call berikutnya Mas Boby sedang berdandan ala bajak laut, saat itu dia sedang bermain Bajak laut dengan ketiga anaknya .


Baik anak laki-laki maupun anak perempuan sama-sama dapat memberikan kesenangan.


Melihat hal itu Arya merasa selama ini telah menyia-nyiakan hidupnya hanya untuk mendapatkan anak laki-laki yang adalah ego dari ayahnya.


Ayahnya mendesaknya untuk menikah lagi supaya mendapatkan cucu laki-laki, tetapi Arya menolaknya. Boby banyak menasehati Arya untuk tidak menuruti ego ayah mereka.

__ADS_1


Mereka tidak tahu mengapa Ayah mereka bisa memiliki pemikiran yang seperti itu.


Daripada menikah kembali, Arya berpikir untuk memperbaiki hubungannya dengan salah satu mantan istrinya tetapi saat itu dia bingung ingin pilih siapa.


__ADS_2