Club para mantan

Club para mantan
Konser


__ADS_3

Besok adalah event besar, band Korea yang sedang naik daun akan mengadakan konser di Jakarta. PT. Mutiara Ayu adalah sponsor terbesar, Bender dari produk Beauty di pasang di sepanjang jalan lokasi diadakannya konser.


Tetapi Arya benar-benar tidak fokus dia menyerahkan tangung jawab itu kepada wakilnya. Dari kemarin dia memikirkan cara bagaimana dia bisa bertemu dengan Arumi.


“Aku harus bertemu Arumi kalau tidak aku tidak dapat fokus kerja.” Gumamnya lirih.


Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya, dia segera berlari keluar kantor menuju mobil pribadinya lalu melaju secepat yang dia bisa menuju sekolah Arumi.


Mbok Lin pernah memberitahukan kepada Arya dimana Arumi bersekolah.


“Semoga aku belum terlambat menjemput malaikat kecil ku di sekolah, setidaknya aku bisa mengajaknya makan di restoran kesukaannya sejenak.” Pikirnya dalam hati.


Sepertinya Dewi Fortuna sedang berpihak kepada Arya. Arya mengurangi kecepatan kendaraan ya karena dia melihat Arumi dan Mbok Lin sedang berdiri di depan pintu gerbang.


Arya menurunkan kaca mobil nya, mata Arumi terbelalak saat melihat siapa yang ada di dalam mobil itu.


“Papa...mbok Lin itu papa.” Teriak Arumi sambil menunjuk ke arah mobil.


“Mbok Lin ayo masuk.”


Mbok Lin terlihat ragu karena dia pernah mendengar Febi mengusir Arya dari rumah. Melihat mbok Lin yang ragu Arya segera turun dari mobil lalu meyakinkan mbok Lin untuk masuk ke dalam mobil.


Mbok Lin pun masuk ke dalam mobil bersama dengan Arumi.


“Arumi mau makan siang bareng papa gak?.” Tanya Arya.


“Mauuu....kita makan di sini aja papa, es creamnya enak.” Sahut Arumi penuh semangat saat Arya melintas di restoran favoritnya.


Arya pun menuruti keinginan Arumi, makan es cream kesukaan ya di restoran favoritnya itu.


Arya memohon kepada Mbok Lin supaya tidak

__ADS_1


memberitahukan hal ini kepada Febi. Karena merasa iba kepada Arya, mbok Lin berjanji tidak akan menceritakan hal ini kepada Febi.


Sekarang adalah bagian tersulit, Arya harus bisa meminta Arumi untuk tidak menceritakan pertemuan mereka namun dia ragu apakah bisa anak kecil menyimpan rahasia, Arya memutar otaknya untuk mencari cara.


Arya lalu mendekati Arumi dan berbicara serius, “Arumi, ini adalah rahasia antara papa dan Arumi, jadi Arumi gak boleh cerita ke mama kalau papa beliin Arumi es cream hari ini. Kalau nanti Arumi cerita ke mama nanti papa gak bisa beliin Arumi es cream lagi. Janji ya sama papa.”


“Oke papa.” Sabut Arumi sambil menganggukkan kepalanya.


“Tapi besok papa gak bisa jemput Arumi karena papa sibuk, nanti kalau papa sudah gak sibuk papa telepon Mbok Lin ya.”


Arya meminta nomer HP Mbok Lin supaya mudah berhubungan dengan Arumi. Kemudian Arya mengantarkan Arumi pulang, Arumi memeluk erat papanya itu dan mencium nya “ dah...papa sayang.” Ucap gadis kecil itu sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


Seperti tanah kering yang di guyur air hujan begitulah perasaan Arya saat itu, rindu yang dia tahan sejak kemarin sudah tersalurkan.


Arya kembali kekantor dengan perasaan lega. Baru saja dia masuk ke dalam kantor ayahnya sudah memberikan pandangan tajam ke arahnya.


“Iya ayah...iya aku akan fokus untuk acara besok, aku akan ambil alih semua tanggung jawab, tenang saja.” Ucap nya seolah sudah mengerti apa maksud pandangan tajam ayahnya itu.


Mira, Febi dan Julia memutuskan untuk datang ke konser itu, mereka telah membeli tiket konser.


Saat sampai di sana mereka terpana melihat semua spanduk dan Banser beauty yang terpasang di sepanjang jalan lokasi konser, bahkan para bintang K-POP itu memegang produk Beauty di tangan mereka.


“Hmm...kira-kira berapa banyak yang yang dikeluarkan Arya untuk ini semua ya?.” Mira berdecak kagum.


“Sudah...sudah jangan mikirin bisnis terus kita nikmati aja konsernya.” Febi menarik kedua sahabatnya supaya cepat masuk ke dalam gedung konser.


Tidak di sangka ternyata Febi adalah fans berat band K-POP itu pantas saja dia sangat bersemangat datang ke konser.


Febi hapal hampir semua lagu yang dibawakan saat konser bahkan sesekali Febi mengikuti kreografer mereka.


“Oke semua fans ternyata sponsor utama kita telah menyiapkan surprise buat kita semua.”

__ADS_1


Ucapan MC tersebut di sambut sorakan kegembiraan dari semua penonton.


MC melanjutkan ucapannya karena semua penonton sudah tidak sabar, “sekarang perhatikan layar di depan, komputer akan mengacak foto yang di tangkap kamera, jadi siapa yang tadi paling heboh nonton konsernya dialah yang akan terpilih. kamera akan menampilkan tiga orang yang beruntung yang akan berfoto dengan artis K-POP setelah konser selesai.”


Dalam sekejap suasana konser menjadi sangat riuh, semua mata tertuju kepada layar yang ada di atas panggung. Komputer terus menampilkan banyak foto, semua berharap dirinya lah yang beruntung.


Tiba-tiba komputer berhenti bergerak, tiga orang beruntung telah terpilih.


“Selamat kepada ketiga orang penonton ini. Perhatikan baik-baik, apakah ada wajahmu di layar ini, jika ini adalah wajah mu setelah konser selesai segera datang ke belakang panggung.”


“Aaaaa...itu foto gue...Mira, Julia coba kalian liat itu beneran gue kan, Aaaaa.” Febi berteriak kegirangan.


Mira dan Julia segera menatap layar di depan panggung dengan serius dan benar foto Febi terpampang di sana.


Setelah konser selesai Febi segera menuju ke belakang panggung untuk berfoto dengan bintang Korea idolanya. Mira dan Julia menunggu di sisi panggung yang lengang.


Julia menyenggol lengan Mira.sambil berkata, “eh...Mira gue curiga jangan-jangan Arya ada di ruangan kontrol terus dia lihat kita bertiga, dan secara sengaja memilih Febi untuk foto dengan bintang K-POP ini.”


“Hmm...bisa jadi sih Jul tapi loe jangan bilang ini ke Febi ya, biar aja dia seneng foto bareng idolanya.” Jawab Mira.


Kejadian sebenarnya di ruang kontrol.


Manager Artis dan Arya sedang memandang layar komputer yang memperlihatkan antusiasme para penonton konser, mereka akan memilih tiga orang untuk berfoto dengan Artis mereka.


Arya melihat ketiga mantan istrinya dari sana dan dia langsung memilih Febi untuk dapat berfoto dengan bintang K-POP ini karena dia tahu Febi sangat mengidolakan mereka. Tidak di sangka Arya masih ingat artis idola mantan istrinya itu.


Beberapa menit kemudian Febi telah bergabung dengan kedua sahabatnya, wajahnya tampak berseri di tangannya ada tiga lembar foto yang telah di cetak dan ada tandatangan bintang K-POP tersebut di belakangnya.


“Gue gak nyangka bakalan seberuntung ini, seumur-umur gue belum pernah seberuntung ini.” Ucapnya riang.


Seorang reporter dari acara infotainment datang menghampiri Febi untuk wawancara singkat, Febi mengungkapkan ke gembiraannya kepada reporter itu beruntung tidak ada yang tahu kalau Febi adalah owner dari produk King Hwa.

__ADS_1


__ADS_2