Club para mantan

Club para mantan
Di Studio


__ADS_3

Saat keluar dari gedung studio, Julia melihat seseorang yang mirip Niko. Julia berusaha mengejar orang tersebut tetapi orang itu sudah menghilang dari pandangan Julia.


“Loe ngejar siapa sih Jul?,” Tanya Mira.


“Gue yakin tadi lihat Niko di sini, apa dia salah satu jurnalis di stasiun TV ini ya mir?”.


Julia lantas berjalan menghampiri salah satu karyawan dan menanyakan apakah di sini ada karyawan yang bernama Niko, tetapi ternyata tidak ada karyawan yang bernama Niko di sini.


“Ya, ampun Jul sampe segitunya sih, udah pasti ini ulah Niko, lihat aja tadi fotonya ada yang lokasinya pas kita jalan-jalan di taman safari.” Ucap Mira.


“Bukan begitu Mir, gue cuma takut dia foto anak-anak kita, anak loe kan cowo coba bayangin kalau sampe foto itu ke sebar terus mas Arya lihat kan kacau, kalau gue sih aman kan gue gak ajak Bima.”


Mendengar ucapan Julia, Mira menjadi kuatir. Benar apa yang dikatakan Julia, “tadi loe lihat dia ngilang dimana Jul? Ayo kita cari sebelum pulang!”


“Di persimpangan lorong itu, gue gak liat dia jalan ke lorong yang mana karena tadi ada karyawan yang lewat bawa properti.” Jawab Julia ragu.


“Kalau begitu kita harus tanya semua karyawan yang kita lihat di sini kalau perlu tanya security, kalau dia memang jurnalis di sini pasti ada yang kenal.”


Lalu Julia dan Mira berpencar menanyakan kepada semua karyawan yang terlihat di depan mata mereka, namun hasilnya nihil, tidak ada yang mengenal karyawan yang bernama Niko.


“Kacau...! Jangan-jangan waktu itu dia pakai nama palsu,” ucap Mira geram.


“Mir, ayo kita tanya host talk show nya.” Mira dan Julia segera mencari host talk show tadi di ruang ganti.


Host tersebut memberitahukan bahwa dia mendapatkan foto tersebut dari jurnalis lepas di acara talk show ini, dia di bayar berdasarkan foto-foto penting hasil bidikannya.


“Apakah nama jurnalis itu Niko?”, tanya Mira penuh semangat.


“Aku rasa namanya bukan Niko tetapi Vier. Nah ini no HP nya silahkan kalian hubungi kalau memang ada keperluan dengannya.”


Mira dan Julia mengucapkan terima kasih karena telah mendapatkan nomer HP jurnalis misterius itu.

__ADS_1


Segera Mira menghubungi nomer tersebut.


“Halo...apakah anda jurnalis yang telah memberikan foto kepada host talk show.”


“Iya benar, saya sering memberikan foto hasil jepretan saya tapi ini tentang foto yang mana dan anda ini siapa?.”


“Saya adalah Mira owner PT. Putri Kraton, bisa kita bertemu Niko atau Vier atau siapapun namamu?.”


“Oke baiklah, kalau Ibu Mira masih ada di studio saya akan menemui ibu di kantin karena saya tidak punya ruangan di sini.”


Mira dan Julia pun segera pergi ke kantin dan menunggu orang yang bernama Niko atau Vier.


Orang yang mereka tunggu pun datang, wajah yang sama seperti saat bertemu di taman safari.


Niko segera menghampiri Mira dan Julia, “Ibu Mira, Ibu Julia senang bertemu dengan kalian lagi.”


Sapaan sopan nya justru mendapat jawaban ketus dari Julia, “udah jangan basa-basi, jujur aja siapa nama kamu, Niko atau Vier?”.


Julia mengambil KTP itu dengan kasar dan membaca namanya dengan cermat, “ Oh...kalau begitu aku minta maaf karena sudah tidak sopan kepada mu.” Julia mengembalikan KTP itu kepada pemiliknya.


“Mengapa kalian ingin bertemu dengan ku?” , tanya Niko penasaran.


“Apakah selama ini kamu memata-matai kami?” tanya Mira tegas.


“Iya benar, tapi itu hanya karena tuntutan pekerjaan, saya di minta untuk mendapatkan foto yang berbeda untuk keperluan talk show, maaf saya sampai mengikuti kalian rekreasi ke taman safari.”


“Oh...begitu, boleh kami lihat apa saja yang sudah kamu foto?.”


“Tentu saja boleh ibu Mira, asalkan ada komputer.”


“Baiklah ikutlah dengan kami ke kantor kami.”

__ADS_1


Mira dan Julia mengendarai mobil pribadi milik Mira sedangkan Niko mengendari sepeda motornya.


Ketika Mira dan Julia masuk ke dalam kantor, Febi menyapa mereka, “ hai mir, bagaimana syutingnya?.”


Tetapi Mira dan Julia tidak menjawab pertanyaan Febi, Mira justru memberi kode supaya Febi ikut masuk ke ruangannya.


Febi melihat Niko berjalan mengikuti mereka dari belakang, dia lalu berbisik kepada Julia, “Jul, kenapa dia ikut ke kantor kita?."


“Loe liat aja nanti Feb.”


Setelah mereka berempat masuk ke dalam ruangan Mira, Mira segera mempersilahkan Niko untuk duduk di depan komputernya, “ ayo buka file kamu, kita mau lihat foto yang kamu ambil terutama foto saat kita berada di taman safari.”


Niko langsung membuka file fotonya dan memperlihatkan semua fotonya kepada ke tiga wanita itu.


Mereka bertiga memeriksa foto hasil jepretan Niko meskipun Febi masih bingung dengan apa yang terjadi dia tetap ikut melihat foto-foto itu, “Eh...lihat ada foto anak kita, ihh....lucu banget sih mereka.” Ucap Febi.


“Niko, kami akan ambil setiap foto yang ada wajah anak-anak kami, kami tidak ingin wajah anak kami di publikasikan. foto lainnya buat kamu saja,” ucap Mira serius.


Niko hanya menurut saja dia membiarkan Mira memindahkan foto yang menunjukan wajah anak-anak mereka, dia berpikir hal itu wajar saja di lakukan seorang ibu untuk melindungi anaknya. Itulah sebabnya dia tidak memberikan foto tersebut untuk acara talk show.


Setelah selesai memindahkan semua foto yang ada gambar anak-anak mereka, Mira mengucapkan terima kasih karena Niko sudah bersedia berkerjasama dengan mereka.


Niko segera berpamitan meninggalkan kantor PT. Putri Kraton, matanya tertuju kepada Febi.


Febi yang masih bingung dengan apa yang sudah terjadi menatap ke dua sahabatnya, tatapannya mengisyaratkan permintaan penjelasan.


Mira dan Julia bercerita perihal pristiwa yang telah terjadi saat syuting tadi, “ untung saja Niko gak kasih foto anak-anak kita, bisa kacau kalau sampai Aldo terekspose terus nanti mas Arya lihat. Ihh... serem bayanginya.”


“Eh...Mira kalau kata gue nih, mending loe titipin Aldo ke kedua orang tua loe di Yogja biar aman. Gue takut nanti Arya tahu kalau loe punya anak laki-laki terus dia melakukan hal gila, memang sih Arya gak punya hak atas Aldo kan dia dah cerein loe waktu loe hamil tapi loe tau kan gimana dia, suka nekad buat wujudtin keinginannya.” Julia memberikan usul bagus kepada Mira.


Mira menerima baik usul Julia, karena dia juga tidak mau ada hal buruk menimpa putranya.

__ADS_1


__ADS_2