Club para mantan

Club para mantan
Penculikan


__ADS_3

Arya kembali masuk ke dalam ruangannya, walaupun hatinya sedang kesal dia tetap memeriksa beberapa berkas yang bertumpuk di atas mejanya.


“Aku salah langkah, seharusnya setelah aku lihat foto Bima di media Saka aku ajak rujuk aja ya si Julia. Duh bodoh banget sih gue.” Arya memukul dahinya dengan telapak tangannya.


“Mengapa kamu memukul dahimu yang sudah lebar itu?.”


Arya tidak sadar kalau Ayahnya sejak tadi sudah masuk ke dalam ruangannya.


“Eh...ayah tidak apa-apa hanya sedikit pusing saja.”


Ayahnya melempar secarik kertas di atas mejanya sambil mengoceh, “apa yang telah kamu lakukan untuk kemajuan perusahaan ini Arya?. Lihat ini perusahaan mantan istrimu mengadakan acara besar bertajuk surga bunga, mereka akan meluncurkan farfum baru dengan mengandeng Bee Florist. Sungguh terobosan yang bagus. Sedangkan kamu apa yang sudah kamu lakukan?.”


Arya mengambil kertas yang di lempar ayahnya tadi lalu membacanya. Acara yang sangat besar ada panggung hiburan dengan artis wanita papan atas, door prize, bazzar diskon, dan ada undian berhadiah.


Menjelang acara besar itu ketiga mantan istri Arya Kusuma sepakat untuk mengganti desain kemasan dan menyematkan nomer unik, pembeli bisa datang ke acara peluncuran itu dengan membawa potongan nomer unik itu dan memasukannya ke dalam Box undian yang telah di sediakan tentu saja mereka menyimpan potongan satunya. Sungguh teknik marketing yang hebat.


“Strategi apa yang telah kamu siapkan untuk melawan mereka?."


Arya hanya terdiam dia tidak tahu harus melakukan apa.


“Kalau seperti ini Ayah tidak akan mempercayakan perusahaan ini kepada mu, bukan hanya karena kamu tidak punya anak laki-laki tetapi juga karena kamu tidak memiliki kemampuan untuk mengelola perusahaan.” Tuan Tikno berjalan keluar dari ruangan Arya.


Arya tidak berani membantah Ayahnya dia hanya melihat Ayahnya keluar dari ruangannya dengan perasaan penuh amarah. Arya meremas kertas itu lalu melemparnya ke tempat sampah.


“Berpikirlah Arya...ayo berpikirlah ...dimana kecerdasanmu...”


Tiba-tiba teleponnya internalnya berdering, sekretarisnya menelepon, “Pak Arya ada orang dari penyelanggara konser ingin bertemu bapak.”


“Biarkan mereka masuk aku mau bertemu mereka.”


Mereka adalah penyelenggara konser Band K POP terkenal, konser tersebut akan diadakan enam bulan lagi saat ini mereka sedang mencari sponsor.


Arya membaca proposal tersebut,” Saya akan pelajari proposal ini besok akan saya hubungi kembali.”


“Kami harap Pak Arya merespons dengan baik.” Ucap salah satu penyelenggara konser.

__ADS_1


Arya segera mengumpulkan direksi mereka berdiskusi, keputusan sudah di ambil dengan memperhitungkan untung dan rugi.


Keesokan harinya mereka datang kembali tetapi kali ini tidak hanya dengan Arya saja tetapi juga dengan beberapa direksi.


Tawar menawar pun terjadi. Setelah beberapa jam akhirnya mereka mencapai kesepakatan.


Arya merasa sangat puas sebuah kesepakatan yang menguntungkan untuknya.


8


“Lihat saja Mira, mungkin bulan depan aku akan membiarkanmu merasa menang, tetapi setelah itu aku akan merebut kembali kemenangan ku.”


PT. Putri Kraton kebanjiran pesanan, sejak iklan yang mempromosikan bazar besar di tayangkan banyak masyarakat terutama anak muda beralih memakai produk King Hwa. Mereka tergiur dengan hadiah yang di tawarkan.


“Pak Arya, penjualan kita mengalami penurunan, sepertinya ini akibat promosi menarik dari produk King Hwa.” Ucap seorang staf saat Arya meminta laporan penjualan.


“Ya, aku sudah menduga hal ini, tetapi tenang saja ini hanya sementara.” Ucap Arya penuh keyakinan.


Di kantor PT.Putri Kraton.


“Mir, Jul...lihat deh penjualan kita naik drastis sejak iklan promo itu muncul.” Ucap Julia dengan wajah penuh senyuman.


Tidak terasa tiga hari lagi acara besar itu akan di mulai, panggung sudah mulai dibuat, Violeta dan asistennya telah datang ke lokasi, mereka siap mengubah area itu menjadi surga bunga.


Julia juga menghubungi beberapa stasiun televisi untuk meliput acara mereka, hari ini pun sudah ada reporter yang datang untuk menyiarkan persiapan acara.


Sample farfum juga telah siap di kirim dari pabrik. Rencananya sample farfum ini akan dibagikan secara gratis kepada semua pengunjung.


Violeta selaku owner Bee Florist tidak mau ketinggalan kemeriahan ini dia mengadakan lomba berbayar merangkai bunga di stand Bee Florist dan tentu saja hadiahnya adalah paket lengkap produk King Hwa yang kalau di total nilainya mencapai ratusan ribu rupiah.


Acara infotainment telah menyiarkan persiapan acara sehingga dimana-mana para remaja putri dilanda demam Bazar surga bunga.


Produk edisi khusus juga telah ludes di pasar, penjualan produk King Hwa melebihi penjualan produk Beauty.


Arya santai menghadapi situasi ini dia yakin Minggu depan keadaan akan berbalik.

__ADS_1


Semua orang berkumpul di area bazar surga bunga diadakan, hari ini adalah hari pertama acara diadakan. Rencananya acara Bazar akan diadakan selama dua hari.


Julia terpaksa mengajak papa, mama dan anaknya ke acara bazar karena mamanya ingin sekali menghadiri acara tersebut.


“Ma, Pa, Julia gak bisa nemenin kalian karena Julia juga ada mau cek kerjaan, jaga Bima dan Dina baik-baik ya.” Julia mencium pipi kedua anaknya dan mencium tangan kedua orang ruang lalu segera pergi ke stand produk King Hwa.


Tuan dan Nyonya Kurniawan mengendong cucu mereka, mengunjugi stand makanan dan menikmati makanan yang sudah di beli mereka. Nyonya Kurniawan tertarik mengikuti lomba merangkai bunga yang diadakan Bee Florist karena dia juga mempunyai hobi merangkai bunga.


Nyonya Kurniawan pergi ke stand Bee Florist untuk mendaftar ikut lomba lalu memilih bunga yang akan ia gunakan. Bima dia serahkan kepada suaminya. Tuan Kurniawan duduk di kursi yang disediakan sambil memangku kedua cucunya.


Ternyata Arya datang ke acara bazar itu, karena dia yakin Julia pasti membawa orang tua dan anaknya ke sana. Arya hanya ingin melihat Bima secara langsung tidak hanya di foto saja.


Tetapi Arya justru bertemu dengan Mira, “Mas Arya? Ngapain datang kesini?.”


Arya terlihat sedikit terkejut bertemu dengan Mira,


“Aku cuma ngucapin selamat aja karena beritanya penjualan produk King Hwa sedang melejit dan menggeser posisi produk Beauty. Selamat ya, aku salah menilai mu ternyata kamu wanita yang hebat.”


Setelah mengucap hal itu Arya segera berjalan meninggalkan Mira dengan terburu-buru.


Mira pun tampak tidak perduli dengan kehadiran Arya di acaranya itu.


Beberapa menit setelah Arya meninggalkan Mira, terjadi kehebohan di depan stand Bee Florist.


“Penculik... penculik...TOLONG...!!TOLONG!!!.”


Itu adalah suara Tuan Kurniawan dia sangat panik karena tiba-tiba saja ada seorang pria mengambil Bima dari pangkuannya dengan paksa karena sudah tidak lagi muda Tuan Kurniawan kalah tenaga dengan pria tersebut. sempat ada seorang pria membantu merebut Bima dari tangan penculik itu tetapi gagal pria itu pun mengejar penculik berharap dapat merebut Bima kembali.


Mendengar suara papanya berteriak Julia langsung berlari ke sumber suara, tetapi semua sudah terlambat penculik itu menghilang di antara kerumunan orang dengan sangat cepat.


Mira dan Febi juga berlari menuju lokasi. Jantung Julia, Mira dan Febi serasa mau copot setelah mengetahui bahwa Bima sudah di culik.


“Ini pasti perbuatan Arya tadi gue ketemu dia.” Ucap Mira geram.


“Hah...? Arya di sini? Berarti ini memang perbuatannya.” Ucap Julia.

__ADS_1


Julia langsung mengambil HP nya lalu menelepon mantan suaminya itu, tetapi ternyata HP Arya tergeletak di jalan dekat lokasi penculikan.


“ Ini HP nya berarti memang benar dia pelakunya.” Ucap Febi.


__ADS_2