
{{{ Keesokan Harinya }}}
{{ Planet Lasenta }}
'Aku harus pergi, Azure. Amitha meminta laporan dariku tentang para Maledict yang kita hadapi'
Sementara aku yang berhadapan langsung dengan keempat musuh kami masih tetap dibawa oleh pesawat luar angkasa itu ke planet terdekat
Hah... Para Venia rupanya bersikeras agar aku tetap dihukum...
Ini pasti salah Amitha. Dia mungkin membuat para Venia setuju kalau hukumanku tetap berlanjut...
Cih. Venia Gunther sungguh tidak berguna. Dia yang jadi ketuanya, tetapi malah Amitha yang bersikap seperti seorang tiran. Aku akan merasa lebih baik jika ketua asli kami lah yang bersikap seperti tiran daripada orang berkacamata itu
"Dan kenapa harus planet ini...!!??"
Aku mungkin terlalu banyak mengeluh, tapi semua keluhanku itu sangatlah valid
Maksudku, planet ini sangat panas! Dia berada terlalu dekat dengan sebuah bintang, jadi rasanya seakan kami berada di dalam panggangan sekarang ini
Aku bahkan harus melepas jaketku karena rasanya sangat panas sekarang ini. Keringatku sama sekali tidak mau berhenti...!!!
"Rupanya kamu disini!"
Suara yang sedikit mengganggu itu pun membuatku menoleh kearah orang yang berbicara itu
Nampak Jay sedang mendekat kearahku yang duduk sendirian sejak tadi di dalam ruangan VIP yang terbuka
"Sepertinya bajumu itu sudah terlalu basah..." Dia berkata lagi, sebelum duduk tidak jauh dariku
Menurutmu kenapa coba, dasar manusia abnormal tahan panas...?
"Ini baju kesayanganku juga...!" Aku berkata membalasnya, meringis selagi mencoba mengeringkan baju itu setidaknya sedikit
"Sepertinya para staf pesawat ini tidak mengizinkan sistem AC untuk dinyalakan"
"Mereka takut kerusakan akan terjadi ketika menggunakan alat bermuatan di dalam suhu yang terlalu panas"
Dan walaupun argumen mereka terdengar logis...
"Tapi jika seperti ini terus, kita mungkin akan mendidih terlebih dahulu...!"
Aku tahu aku mengeluh seperti anak kecil, tapi memangnya salah?
"Sepertinya kita akan mendapatkan kulit coklat gratis" Jay bercanda
"Itu tidak lucu. Aku senang dengan kulit putihku yang terawat ini"
Aku senang karena kulitku bisa terawat walaupun aku bekerja terlalu lama di bengkel setiap hari. Aku juga lebih suka sesuatu yang alami
...
"Lagipula, kenapa kamu keluar dari area klinik? Seharusnya kamu diam saja disana untuk sementara waktu untuk menyembuhkan diri" Aku berkata kepadanya
Benturan di kepalanya tidak membuka luka, tetapi membuat benjolan yang cukup parah. Gadis itu secara tidak sengaja menjatuhkannya terlalu keras ke lantai ketika dia tidak sadarkan diri tadi...
Bahkan dia harus memakai perban untuk menekan pembengkakan benjolan itu sementara waktu...
"Tidak apa. Aku justru lebih khawatir dengan kondisimu karena sudah dipaksa bicara oleh empat orang itu"
Hah... Padahal dia yang terluka lebih parah, sementara aku bahkan tidak tergores sedikitpun. Yah, minus ketika Flair menodongku di punggung selagi menyeretku ke ruang kontrol
"Mereka sama sekali tidak menyakitiku. Mereka hanya mengutarakan beberapa hal yang membuatku penasaran saja..."
"... Penasaran...?"
Aku tidak bisa berbohong kepada Jay. Sebaiknya aku beritahu saja dia dan membuat dia menjadikan ini rahasia
Aku harus percaya kepadanya
"Sebenarnya-"
*Krauk!*
...
...
...
Suara itu tidak datang dari kami berdua
Kami pun menoleh kearah orang ketiga yang ada di dalam ruangan itu. Dia duduk bersila diatas sofa di seberang kami, selagi menikmati cemilan keripik yang disuguhkan kepada kami
Matanya yang terlihat besar itu menandakan kalau dia sudah mengamati kami cukup lama, dan sekarang ini terbelalak karena sudah ketahuan akibat suara keripik yang dia baru kunyah sekali
__ADS_1
Dan orang itu adalah...
"Noah...?"
...
Kami berdua tentu langsung panik dengan kehadiran musuh kami yang tidak terduga itu
"AZURE!!" Jay berteriak kepadaku
"Baik! Baik! Dimana tombol itu??" Aku ikut berteriak
"Aku sudah merusaknya" Noah dengan santai berkata
Noah kemudian menunjuk kearah alarm darurat yang ada di ruang itu, dan tepat berada di belakang bagian tempat duduknya. Benda itu sepenuhnya rusak, tersisa hanya kabel yang mengeluarkan aliran listrik sesekali
"Sejak kapan???" Aku justru mengeluarkan pertanyaan itu
"Sejak orang berambut oranye itu masuk ke dalam ruangan, mungkin?"
Ugh-!
...
Abaikan Jay yang sedang waspada dan panik, aku punya satu tebakan kenapa dia ada disini
"Jangan bilang kamu masih mau membujukku untuk bergabung dengan kalian...?"
"Hah?"
Jay belum mengingat apapun tentang hal ini, jadi aku hanya tersenyum selagi samar-samar memintanya mengamati terlebih dahulu
"Sedikit tidak tepat" Noah berkata dengan mulut setengah penuh dan justru menambah isinya lagi. "Kami semua ingin kamu untuk ikut denganku ke suatu tempat" Dia kemudian berkata lagi, selagi suara mengunyah terus terdengar
"Suatu tempat..."
Jika mereka berkata begitu, artinya hanya satu
"Area 25" Aku bergumam
"Jangan bilang-?!"
Jay...
Jay tahu tentang area itu, tapi tidak tahu apa isinya. Aku paham dia khawatir karena hukuman menerobos masuk ke area itu sangatlah fatal, tapi...
Mata Jay kemudian menatap dengan geram kearah Noah yang masih duduk dengan santai namun mulai waspada kepadanya
"Lagipula, orang ini adalah seorang musuh. Kamu tidak boleh mempercayai perkataannya...!"
...
Dalam situasi seperti ini, aku biasanya akan mendengarkan perkataan teman-temanku
Jay selalu memberiku peringatan yang baik dengan instingnya yang bagus itu. Jun adalah orang yang paling bisa kupercaya. Lalu, Aurora biasanya memiliki nasihat yang bisa kuterima dengan baik
Tapi...
Kupegang tangan Jay perlahan, menurunkan pegangannya dari pundakku hingga dia teralih kembali kearah wajahku yang turun ke bawah
Dari apa yang dia lihat di wajahku, Jay pun paham satu hal...
Aku tidak akan mendengarkannya untuk saat ini. Tatapan mataku yang tidak memiliki cahaya itu membuatnya paham...
"Aku harus tahu, Jay. Aku ingin tahu apa yang disembunyikan dari kita semua oleh para Venia. Aku sejujurnya mulai meragukan kepercayaanku kepada mereka. Jadi...
Maaf"
Dan dengan akhir dari kalimat itu, Noah yang mendadak ada di belakang Jay pun menepis lehernya hingga dia tidak sadarkan diri, jatuh ke pangkuanku
...
...
...
"Sudah. Kita harus cepat sebelum ada yang sadar" Noah berkata
"... Aku tidak paham kenapa kalian sangat tergesa-gesa...?" Aku bertanya
"Karena ini dan itu, jadi cepatlah! Waktu kita menipis!"
...
Aku harap pemikiranku tidak akan berganti nanti. Aku harap apa yang dikatakan Hector salah
__ADS_1
Tapi jika pikiranku sampai berubah...
Maafkan aku teman...
Sampai jumpa. Semoga kita bertemu kembali...
Aku akan menunggu hari itu tiba, setiap hari kita berpisah...
Sebuah portal berbentuk robekan ruang lagi-lagi muncul di hadapanku dan Noah. Ini yang kedua kalinya aku menjumpai pecahan ruang itu, jadi aku masih sedikit terkejut ketika hal itu terjadi
"... Kamu tahu sesuatu tentang lab di area 25, Noah?"
"Tidak. Aku sama sekali tidak tahu. Hector, ketua, dan wanita itu saja yang tahu"
Wanita itu? Dia tidak mungkin bicara soal Flair bukan?
...
Aku heran kenapa mereka mengirim orang yang tidak tahu apapun untuk memanduku
Tapi aku tidak perlu memperdebatkan masalah itu lagi. Seperti yang Noah bilang...
Waktu kami semakin menipis sekarang ini
Dan dengan siapnya diriku, Noah pun mengangguk, mendahuluiku masuk ke dalam pecahan ruang itu
Huff...
Aku harap aku tidak akan kenapa-napa ketika berjalan melewati sebuah pecahan ruang
"Yah. Lebih baik mencari tahu bukan?"
Napasku pun kutahan selagi aku berlari masuk ke dalam portal itu
Tetapi diujung lain tepat di depan portal itu, Noah yang berdiri di hadapannya justru kutabrak dari belakang secara tidak sengaja hingga kami berdua jatuh tersungkur ke tanah
"Kenapa coba kamu menabrakku??" Dia meneriakkan setelah mengangkat wajahnya dari atas tanah
"Kamu yang berdiri di depan portal itu! Aku bahkan tidak tahu kalau aku langsung akan dibawa ke ujung portalnya!" Aku justru membalas
Aku pikir aku akan melewati dimensi kosong seperti yang kubayangkan, tetapi malah dikirim langsung hingga harus menabrak orang ini...!
Kepalaku...
"Bangun! Kita sudah sampai!"
Belum sempat aku bangun, Noah melakukannya terlebih dahulu. Aku yang masih terbaring di punggungnya tadi itu sekarang jatuh ke tanah hingga kali ini bokong ku yang terasa sakit
"Kamu sungguh tidak tahu cara melakukan sesuatu dengan perlahan hah...??" Aku protes
"Aku sudah bilang kalau kita harus cepat bukan?"
...
Kami disini...
Kami berada di luar markas utama Arcadia. Tepat di tebing dimana kami bisa melihat keseluruhan area 25
Menyentuh pagar beton dengan tebal 10 meter yang mengelilinginya itu sangatlah dilarang untuk semua personel di bawah jabatan Primus. Tapi sekarang ini, aku akan menerobosnya untuk melihat sesuatu yang tersembunyi di dalam sana
"... Aku akan maju duluan" Aku berkata kepada Noah
"Silahkan kalau kamu mau mati dengan cepat"
"Setidaknya ini lebih baik daripada membiarkan orang ceroboh sepertimu duluan"
Lagipula, aku tahu betul setiap denah area yang ada di markas utama
Aku besar disini. Dan walaupun aku tidak bisa melihat keseluruhannya secara langsung, aku masih boleh mengetahui bagaimana bentuk markas ini
"Baiklah, Einstein. Beritahu aku bagaimana caranya masuk kesana sekarang juga"
"... Kamu punya senjata jarak dekat?"
Noah diam sejenak sebelum merogoh isi modul yang keluar dari kantongnya
Dia rupanya punya modul mahal seperti ini juga hm...?
"Ada. Tapi, senjata ini menggunakan sistem psikis"
Sistem psikis hah...
Itu justru lebih bagus ketimbang apa yang aku inginkan darinya barusan
"Berikan kepadaku. Lalu pakai senjata jarak dekat apapun yang menurutmu cocok dengan dirimu"
__ADS_1
Karena senjata psikis butuh orang yang tidak berpikiran simpel untuk menggunakannya. Jarang-jarang aku bisa menemukan senjata yang membuatku senang