
"Kamu lebih berat dari yang kukira..." Noah pun mengeluh selagi berjalan pelan untuk menyamai gerakanku yang masih lemas
Tapi aku hanya diam, selagi kami terus berjalan. Yang aku herankan adalah, kenapa dia menolak setiap orang yang berniat menolong tadi
Salah satu dari staf pria yang menawarkan pertolongan kepadaku tadi bisa saja langsung mengangkutku langsung ke ruangan tujuan kami, laboratorium Mother
Tapi Noah menolak, dengan alasan 'Kamu tahu apa yang akan dilakukan wanita itu jika dia tertarik?'
Semua staf itu malah jadi takut bukan...?
"Kamu kurus, tapi berat..."
Dia benar-benar berisik...
"Fakta unik. Seseorang akan jadi lebih berat jika mereka tidak bisa menahan berat badan mereka sendiri, atau menjadi kaku"
Suara itu spontan membuat Noah kaget, selagi dia dengan kasar berpaling walaupun tidak menyakitiku
"Pinky! Berhenti membuat orang kaget bisa!"
Dia kemudian terbelalak ketika melihat satu sosok lain yang baru saja kusadari ketika ikut berpaling kearah Pinky
Di belakang gadis yang memakai serba pink itu, ada seseorang gadis lain yang terlihat sangat polos dan kosong jika dibandingkan. Lebih spesifiknya, orang itu adalah Fuyuki
"Maaf membuat kalian terkejut, Noah-sama, Arthur-sama. Tapi, kami kebetulan baru saja lewat sehingga Pinky-sama jadi tertarik" Fuyuki pun berkata, selagi membungkuk hormat kepada kami
"Dan gadis imut ini pun tidak bisa menahan diri untuk membuat sebuah penampilan ekstra di hadapan kedua sahabat dekatnya! Sekarang puji aku!"
Kami berdua pun langsung memasang wajah datar melihat tingkah Pinky, selagi dia mulai cemberut karena kami tidak menunjukkan reaksi yang dia harapkan
"Fuyuki. Jika kamu bisa membantu, akan jadi lebih baik bukan?" Noah pun meminta bantuan tanpa ragu entah kenapa
Setelah menolak semua orang itu, sekarang dia yang meminta tolong?
"Dimengerti"
Eh-?
Uwah-!
Tanpa bisa menunjukkan sedikitpun reaksi, aku merasa badanku terangkat sehingga terlipat diatas sebuah benda yang terasa sedikit kaku dan keras itu
Mencoba memilah apa yang baru saja terjadi, aku pun menyadari kalau Fuyuki mengangkutku keatas bahunya tanpa terlihat kesusahan ataupun keberatan
H- Hah??
Fuyuki memangnya sekuat ini?? Dia mengangkat badanku seakan beratku bisa disamakan dengan sebuah karung kapas!
Dan kenapa kamu mengelap keringat seakan aku ini beban Noah??
"Arthur-sama lebih pendek dariku, jadi aku tidak punya masalah" Dia pun berkata kepada Noah
"Okeh~! Sekarang, kita hanya perlu membawanya ke ruangan Mother Hera" Noah pun mengusulkan
Kami semua diam sejenak selagi Fuyuki yang terlihat bingung itu pun memiringkan kepalanya kepada Noah
"Siapa?"
...
Tunggu. Jangan bilang dia tidak tahu siapa Hera itu?
"Mind, Fuyuki... Itu orang yang dimaksudkan oleh Noah..." Aku pun berkata, membuat Fuyuki mulai terdengar paham
"Dimengerti"
Ah, dia hanya paham jika mengenal baik nama kodenya hah...? Sepertinya Fuyuki ini jarang bertemu beberapa orang tertentu
Dia pun membenarkan posisiku di bahunya, lagi-lagi seakan aku tidak memiliki berat, selagi kami semua dipimpin oleh Noah mulai berjalan kearah ruangan lab Mother Hera
Tapi aku justru heran kenapa dia tidak bisa mengenali nama asli Mother Hera, walaupun sudah berada lebih lama di Armada ini dibandingkan diriku...
...----------------...
{{{ Ruangan Laboratorium Hera }}}
"Wah, wah~? Kita kedatangan banyak tamu hari ini" Seorang sosok pria menyapa kami dan keluar bersama sosok kecil yang lucu memegangi tangannya
"Kakak Arthur. Selamat datang"
Ahahaha. Aku senang Cassidy menyapaku, tapi yang lainnya terlihat sedikit iri...
Aku yang duduk bersandar di tembok itu pun hanya bisa melambaikan tangan pelan kepadanya yang terlihat mulai risau merasakan ada sesuatu yang salah dariku
"Kakak Arthur... Sakit?" Dia pun bertanya, selagi dia mendekat dan menanam dagu dan jari jemari kecilnya di atas paha kananku
"Begitulah. Ada seorang pendeta palsu yang menyakitinya, dan membuat kakak Arthur seperti ini" Noah pun mencoba menjelaskan dengan cara yang ramah, walaupun tetap membuat Cassidy terlihat terkejut
"Tapi, Ulysses tidak pernah menyakiti siapapun" Cassidy pun sedikit menyanggah Noah
Noah pun hanya berdecak dan memasang wajah kesal ketika mendengar nama itu
Tanduk Cassidy tiba-tiba saja mulai menyala, membuatku dan Fuyuki berada di samping kiriku langsung terkejut melihatnya
Apa yang dia utarakan setelahnya juga membuat kami mengingat kalau kami tidak bisa berbohong kepadanya
"... Makhluk jahat itu, menyakitimu lagi..."
...
...
"Baik, baik. Sudah cukup waktumu bersama dengan Arthur, karena dia harus diperiksa sekarang" pria yang bersama Cassidy itu pun berkata kepadanya
Aku mulai sadar siapa orang itu, setelah mengingat kembali suara yang kami telpon pagi ini
"Kamu membuatku takjub, Hera..." Aku pun berkomentar, membuat sosok pria milik Hera itu pun tersenyum lebar karena aku sudah membongkar identitasnya
Teman-temanku yang lain, sayangnya tidak mengantisipasi hal itu dan langsung dengan serentak mengeluarkan suara terkejut mereka masing-masing
Walaupun Pinky terdengar sama sekali tidak sungguh-sungguh dalam terkejut
"Ya. Itu Mama" Cassidy pun mengklarifikasi lebih jauh, selagi mendekat dan bersembunyi di balik kaki Hera
"Body Hop milikmu ini menakutkan..." Noah dengan sungguh-sungguh bergetar
"Aku menemukan spesimen yang bagus dini hari ini, dan tidak bisa melewatkan untuk mengujinya. Alhasil seperti ini" Hera pun membalas selagi memperlihatkan seluruh tubuh barunya itu kepada kami
Senyum Pinky tiba-tiba memudar, sekaligus membuat Noah dan Fuyuki menjadi waspada kepadanya
Atmosfer yang dihasilkan dalam ruangan ini secara sekaligus membuat semua orang tidak nyaman, terutama aku dan Cassidy yang tidak tahu apapun dan bisa membaca situasinya tanpa menggunakan kekuatan sekalipun
"Sebaiknya kamu mengembalikan tubuh orang itu, Hera" Noah pun berkata
"Dia sudah jadi mayat. Dan aku sudah melakukan penelitian asal muasalnya sebelum menjadikan badan ini sebagai salah satu milikku"
...
...
...
Aku paham sekarang
Jadi seperti itu, bagaimana dia bisa melakukan Body Hop. Tubuh yang dia gunakan itu...
Adalah sebuah mayat. Jika tidak beberapa, maka semuanya...
"Itu... Salah secara moral" Aku pun ikut berkomentar
"Ada ilmuwan yang lebih kejam dariku, Arthur. Kamu tahu dengan baik seperti apa mereka
Dan aku hanya ingin tetap hidup untuk tetap melanjutkan penelitianku terhadap dunia. Tubuh ini juga akan sangat disayangkan jika menjadi busuk tidak terawat"
__ADS_1
Itu juga pemikiran yang sangat sinting. Tidak sedikitpun dia merasa bersalah kepada orang yang tubuhnya sudah tiada itu
Tidak sedikitpun ada rasa hormat...
"Bawa dia ke ruangan nomor 3. Setiap pengobatan khusus kebetulan sudah kusiapkan disana untuk mengoperasi infeksi Malefic" Dia pun memberi perintah kepada Fuyuki
"Dimengerti. Tapi aku akan tetap bersama dengan Arthur-sama untuk berjaga-jaga..." Fuyuki pun bicara dengan nada waspada
...
...
...
"Aku juga" Noah mengikuti
"Aku tidak ingin ikut, tapi aku jadi penasaran" Pinky juga begitu
Jadi Hera pun tidak punya kuasa membantah, memastikan kalau aku tidak akan dia apa-apakan selagi menyetujui permintaan mereka semua, sehingga aku berhasil dibawah ke ruang 3 di dalam lab itu
Ruangan yang terlihat khusus seperti untuk operasi. Dan Hera membuatku berbaring diatas sebuah kasur beroda khusus seperti yang ada di rumah sakit
Berbagai macam alat yang tidak kuketahui fungsinya itu mulai mengeluarkan cahaya yang menelaah keseluruhan tubuhku, selagi mengeluarkan suara robotik yang cukup bising
Tidak berani bergerak, aku hanya membiarkan setiap benda itu melakukan tugas mereka, selagi Hera dan beberapa Android miliknya mulai membuat beberapa catatan kesehatan secara manual
"Pasien normal. Hanya menunjukkan gejolak kecil yang membuat syok dari energi Maledict-nya" Salah satu Android itu pun menyampaikan kepada Hera
Hera pun merobek sebuah kertas yang baru saja dia tulis dan memisahkannya dari yang lain. Kemudian menyerahkan benda itu ke tangan si Android sekaligus mulai bicara
"Kerja bagus. Bawakan dia resep seperti yang tertulis dan lakukan monitor 24 jam seandainya gejolak Maledict miliknya terjadi lagi"
"Di luar lab, atau di dalam?"
"Di luar. Kita tidak akan menghalau aktivitas normalnya"
"Dimengerti"
Android itu pun mulai bergerak sesuai perintah, mencari obat yang dibutuhkan dari sebuah kabinet di dekat kami
"Sepertinya Ulysses mendorongmu terlalu keras hm?" Hera pun mengalihkan perhatiannya kepadaku
"... Dia menawarkan untuk melatihku. Tapi aku masih ragu apakah ini akan jadi sangat buruk atau jadi sangat bagus" Aku berterus terang
"Bisa keduanya, jika aku beranggapan. Pendapat mengenai hasilnya ada di tanganmu"
Android yang diperintahkan tadi berhasil membawa apa yang diminta Hera : sebuah botol kecil berisi beberapa keping pil bertuliskan Alkaris
"Obat khusus untukmu gunakan sekarang dan nanti. Aku sudah menuliskan resepnya juga" Hera pun menjelaskan, selagi aku menerima obat itu dan mulai menelan salah satu isinya karena sebuah gelas air disodorkan kepadaku oleh Android lain
Tubuhku langsung terasa sedikit lebih ringan, walaupun aku masih merasa kalau energi milik Corruption masih meronta di dalam badanku
Ugh... Makhluk sialan ini...
"Apa sudah?" Noah yang mulai mendekat bersama yang lain pun bertanya
"Rupanya membosankan ya...? Seperti sebuah cek kesehatan biasa saja..." Pinky menggerutu
Sementara, Fuyuki hanya diam, masih memaku matanya kepada Hera
"Butuh bantuan?" Noah kemudian menawarkan kepadaku
"Tidak. Juga, sebaiknya kita kembali ke kamar sekarang..." Aku membalasnya, segera membuat dia menarik tangannya kembali dan mengangguk paham
Kami pun pamit dari hadapan Hera secepat mungkin, terpaksa menyeret Pinky yang terlihat tidak mau bergerak karena bosan itu
Tapi, Fuyuki yang masih diam menatap Hera dalam diam itu membuatku terhenti sejenak hingga Noah tidak bisa lanjut jalan ke depan dan justru ikut memperhatikan
Entah apa yang mereka bicarakan ketika Hera menatapnya kembali, tetapi Fuyuki akhirnya berbalik kearah kami selagi berjalan keluar dengan cepat, mengajak kami selagi mendahului tanpa melihat ke belakang
...
Ada apa dengannya...?
...----------------...
"1 kali setiap latihan dengan Ulysses, dia tulis..."
Hera rupanya bisa tidak terasa serius ataupun misterius sekali-sekali hah...?
Maksudku, aku tidak pernah melihat secara langsung seorang dokter yang menuliskan resep obat sekaligus langsung menembak tepat ke titik masalahnya
Selagi aku melihat resep obat milik Hera, ada dua pikiran yang terlintas sekaligus di dalam kepalaku. Pertama, aku belum setuju kepada Ulysses mengenai tawarannya itu. Kedua, aku masih berpikir mengenai mayat yang digunakan Hera sebagai tubuh itu
"Kue buatan Fuyuki memang yang terbaik~!" Suara Pinky yang terkesan itu tiba-tiba terdengar, membuatku yang berbaring dengan pikiran penuh diatas kasur itu langsung tidak fokus
Ah ya. Entah dengan alasan apa, kedua gadis itu sekarang berada di dalam ruangan kami. Dan hanya dengan ditawarkan untuk dibuatkan beberapa cemilan, Noah langsung setuju tanpa menolak lebih jauh
"Namanya mochi, jika aku tidak salah" Noah berkata dengan mulut terisi, dibalas anggukan pelan Fuyuki yang sedang membuat teh kali ini
Dari aromanya, sepertinya itu teh hijau
Ew. Aku kurang suka rasanya. Sebaiknya aku menolak jika dia menyodorkanku segelas
...
...
*Sniff*
...
Kopi...
"Tunggu, kenapa kamu membuat secangkir kopi juga?" Noah bertanya dengan suara keras
"Arthur-sama waktu itu meminum kopiku dengan santai. Jadi, aku berpikir dia mungkin suka kopi" Fuyuki menjawab
Ah... Dia bermaksud tentang hari mereka menyusup ke dalam Rodrigo Space waktu itu
Setelah menyuguhkan teh hijau kepada kedua orang lainnya, dia membawakan satu-satunya cangkir berisi kopi diatas nampan itu kepadaku yang mulai duduk diatas kasur
"Harap diminum, Arthur-sama. Pastikan untuk tidak meneteskannya ke atas kasur" Dia pun berkata, menyodorkan kopi itu kepadaku
Yah, setidaknya lebih baik dari teh hijau. Dan aku tidak bisa menolak fakta kalau rasa kopi buatannya waktu itu terasa sangat enak
Dan ini kopi hitam yang sama. Baunya saja sama
"Terima kasih. Tapi, aku tidak minum terlalu banyak kopi"
Cangkir ini juga terlalu besar...
Dari mana dia mendapatkan benda ini? Aku tidak ingat peralatan minum di kamar Noah memiliki cangkir sebesar ini
"Aku akan mengingatnya untuk lain waktu. Silahkan dinikmati"
Rasanya tidak berubah. Tapi, aku tidak kuat minum kopi ini lebih dari setengah cangkirnya
Jadi, setelah kopinya mencapai setengah cangkir besar itu, aku pun meminta Fuyuki untuk mengambil cangkirnya kembali
"Kamu sangat patuh kepada perkataan kami. Kenapa begitu, Fuyuki?" Aku pun bertanya, selagi dia merapikan kembali setiap peralatan kotor hasil kami makan kembali keatas nampan itu
"Karena aku senang bisa melayani yang lain. Hanya saja, selama di Terra, aku tidak bisa melakukannya tanpa perintah" Fuyuki pun berkata
"Sudah kuduga kamu dari Terra. Pakaian wanita kuil milikmu itu sungguh sangat khas"
"Ini hadiah dari tuan Hector ketika dia menjadikanku anggota dulu"
Heeh~ Hector yang memberinya hadiah hm...?
"Aku tidak tahu Hector punya selera terhadap wanita kuil" Aku pun berkomentar, membuat Noah juga tertawa usil
"Tidak. Dia hanya memberikannya karena aku kebetulan bekerja di kuil waktu itu. Hanya saja, pakaianku dulu belum bisa disebut layak"
__ADS_1
Ah, begitu...
"Aku hanya tahu kalau dia dulu bekerja sebagai seorang pembunuh bayaran sebelum diambil oleh kuil itu" Noah pun ikut berkomentar
"Harus kubilang, dia adalah orang yang paling mudah kami ajak memasuki Armada ini. Hanya perlu duduk, minum teh hijau nikmat itu, dan dia pun setuju setelah beberapa negosiasi" Pinky menambahkan
"Aku setuju karena kalian tulus. Pendeta kuil juga bilang aku boleh melakukan apa yang kusukai, selama tidak menyusahkan" Fuyuki memberitahu lebih jelas
"Pria tua bangka itu pun langsung protes ketika kamu memutuskan ikut dengan kami" Pinky berkata lagi, tertawa kecil kemudian mengingat wajah pendeta kuil itu
"Jadi, Noah dan Pinky sudah bergabung sebelum Fuyuki?" Aku bertanya kemudian
"Tidak. Dia masuk lebih dahulu, kemudian aku, Cassidy juga Mother Hera, dan Raggot. Diantara empat orang yang tersisa, termasuk gadis pink aneh ini, aku tidak tahu urutan siapa yang lebih duluan masuk selain ketua" Noah menjawab
"Dan itu rahasia~!" Pinky menambahkan dengan lagak biasanya
Ulysses, Pinky dan Hector tidak diketahui urutannya hm...? Karena sudah jelas kalau ketua kami adalah yang pertama
"Itu artinya, aku yang kesepuluh. Dan, 3 orang lagi masih harus kita temukan untuk mengisi takhta pilar yang kosong" Aku pun berkata
"Kamu yang paling sulit masuk, walaupun Mother Hera, Cassidy dan Noah juga mencoba membunuh kami ketika kami mengundang mereka" Pinky kembali bicara
Tunggu. Kenapa nama Cassidy berada diantara dua maniak yang disebut Pinky barusan?
"Oh ayolah. Kalian dulu sangat mencurigakan!" Noah protes
"Fuyuki memang tidak tahu cara berkomunikasi, dan Ulysses juga tidak membantu"
...
Noah langsung diam ketika mendengar nama Ulysses, membuat kami juga mengikuti senyapnya teman kami itu
"... Tidak perlu dibahas" Noah pun bicara
Aku saja yang terlihat tidak tahu apapun ketika melihat semua orang memalingkan pandangan mereka dari satu sama lain
...
"Kamu beruntung, Noah-sama..."
Suara itu pun memecah keheningan kami, selagi 3 pasang mata mulai menuju kearahnya
Suara yang biasanya hanya diam dan menjawab disaat perlu saja itu, tiba-tiba saja memberi pernyataan pribadi miliknya sendiri. Sesuatu yang tidak {diperintahkan}
"Kamu beruntung memiliki sesuatu untuk diingat" Dia melanjutkan, dan berhenti disitu
Fuyuki, menunduk setelah memberi pernyataan itu kepada kami semua, duduk dengan paha terlipat di samping Pinky, dan terlihat menatap kosong seperti biasanya. Tetapi aku tahu kalau di balik tatapan kosongnya itu, ada sesuatu yang dia sedang pikirkan, namun tidak bisa rasakan
...
...
...
Ah! Sebaiknya aku mengalihkan topik
"Fuyuki. Boleh minta resep Mochi itu? Aku yakin aku mungkin bisa membuatnya" Aku pun segera menjalankan niatku itu
"Boleh. Tapi, aku hanya tahu resep tradisionalnya" Fuyuki spontan menjawab
Ahah! Dia cepat membaca situasi
"Cepat berikan. Aku tidak sabar untuk mencobanya"
Noah juga pasti suka, melihat dia memakan buatan Fuyuki dengan lahap
Kami berdua segera pergi ke area dapur kamar Noah untuk mulai membuat Mochi lagi. Atau begitulah yang dilihat oleh Pinky dan Noah selagi mereka sibuk mengganggu satu sama lain
Aku sengaja mengajak Fuyuki ke dapur hanya agar situasi tidak runyam. Untuk pertama kalinya juga aku bersyukur Pinky ada disini untuk mengalihkan perhatian Noah
Dan sekarang aku harus menangani Fuyuki yang masih terlihat murung, walaupun dia mencoba berlagak baik-baik saja dengan memberiku instruksi dalam membuat Mochi
...
"Kamu tahu, Fuyuki..."
Fuyuki yang mendengar namanya kusebut pelan itu langsung tersentak hingga berhenti sejenak
"Kita tidak perlu membahasnya lagi, Arthur-sama. Lagipula, memang tidak ada yang bisa dibahas mengenai diriku" Dia pun berkata
Dia membuatku terkejut karena dia mengatakan hal itu seakan makna kalimatnya adalah sesuatu yang biasa
...
...
...
Baiklah...
Aku tidak perlu bicara lagi. Semua orang punya zona aman mereka masing-masing, dan aku tidak berhak melanggar garis itu
...
Semakin aku mempelajari setiap anggota pilar di Armada ini, entah mengapa...
Aku semakin iba kepada mereka semua...
Mereka sangat duniawi, untuk kumpulan makhluk yang tidak sepenuhnya normal
Noah pernah memiliki seorang ibu yang sekarang sudah tiada
Cassidy selalu mengalami penderitaan dan mencoba mempertahankan masa kecilnya selagi dia bisa
Pinky hanya memasang sebuah topeng
Raggot juga kehilangan sesuatu yang berharga untuknya
Hera takut akan kematian melebihi siapapun
Ulysses mendapatkan kutukan yang tidak dia inginkan dan mengekangnya seumur hidup
Fuyuki tidak punya masa lalu yang bisa dikenang
Dan Hector...
Aku tidak perlu membahas dirinya...
...
...
Ah ya, Hector...
Fuyuki ada disini. Dia mungkin bisa membantuku bicara dengan Hector
"Fuyuki. Mengenai Hector..." Aku pun berkata, membuat Fuyuki membuat tanda kalau dia memperhatikan
"Aku... Ingin mencoba bicara dengannya. Apa kamu bisa membantu...?"
...
Dia diam, tetapi mata Fuyuki yang melirik kearahku selagi tangannya melakukan pekerjaan lain itu memberiku satu isyarat
Dia setuju, tetapi dia akan mengawasi
Aku pun mengeluarkan napas lega karena dia setuju, selagi dia kembali berpaling kearah adonan yang sedang dia buat
Ya. Aku harus bicara lagi dengan Hector
Setidaknya...
Aku ingin berteman dengannya juga...
__ADS_1