
{{{ Keesokan Harinya }}}
{{{ Markas utama Arcadia, ruang pertemuan Venia }}}
*TAM!!*
"DIA APA???!!"
"Kabur, Venia Joan. Dan berhenti menghantam meja hingga membuat suara tidak mengenakkan itu"
10 Orang. Mereka adalah kumpulan personel terkuat di dalam Armada Arcadia. 10 orang yang menuntun nasib seluruh kehidupan di dalam alam semesta kearah cahaya yang mereka dambakan. Cahaya yang terlihat mustahil untuk digapai semua orang
10 orang yang memiliki 10 pikiran yang berbeda, namun bertindak di bawah satu pemimpin mereka yang duduk diantara mereka
Dan semua mata menuju kearah orang itu, walaupun mereka berdebat dengan satu sama lain, terutama dengan Amitha yang tidak bisa menghalau kaburnya subjek tes O-2507 dari genggaman mereka
"Dia adalah Maledict of Corruption!! Kamu dengar itu Amitha??! Maledict. Of. Corruption!!" Venia, yang disebut namanya sebagai Joan itu berkata sehingga tampilan hologram dirinya terlihat mulai berantakan
"Dengar, aku tahu kalau dia berbahaya dan seterusnya dan seterusnya. Dan kalian sudah dapat jawaban dari kalimat pertamaku itu bukan?" Amitha membalas, membuat Joan kembali menggerang karena kesal
"Tapi, melepaskan makhluk itu begitu saja adalah kesalahan, Amitha, Vanir" Seorang pria berkomentar
Dia mengatur kacamata hitam bulatnya itu untuk menunjukkan mata merahnya kepada semua orang, terutama Amitha. Rambut hitamnya yang mulai turun ke bawah itu pun dia harus atur kembali agar tidak menusuk matanya
"Tidak ada yang ingin mendengar pendapatmu Beryl. Pergi kembali ke toko murahanmu itu dan gantung diri sana" Seseorang lagi membalas kepada orang yang baru bicara itu
Seseorang yang terlihat sangat gusar karena semua yang baru saja terjadi, sehingga kepalanya terasa seperti ingin terbelah menjadi dua karena muridnya yang menghilang mendadak itu
"Jun~! Kawan~! Kata-katamu masih kasar seperti biasa hm~?" Pria bernama Beryl itu membalas balik
"Kamu memanggil anak itu sebagai sebuah makhluk tidak berharga dan sekarang kamu berharap aku akan ramah??!" Jun membalikkan kalimat Beryl itu dalam waktu seketika
"Aku tidak berharap apapun darimu. Dan anak itu memang hanyalah makhluk berbahaya yang sudah kusarankan untuk dilenyapkan sejak lama" Beryl berkata lagi
"Moral milikmu itu sungguh menjijikan...!"
"Ohoho~! Lihat siapa yang bicara soal moral disini~! Bukannya temanmu yang satu itu adalah penyebab utama menggilanya Maledict sialan itu??"
*TAM!*
"AMITHA SETIDAKNYA MENCOBA MEMBANTU KEHIDUPANNYA MENJADI BAIK, TIDAK SEPERTIMU YANG SELALU MEMBAHAS TENTANG MEMBUNUH ANAK TIDAK BERSALAH!!" Jun pun berteriak dengan tegas
"Hasil tabung jadi-jadian itu tidak seharusnya hidup, dan kalian semua tahu itu...!" Beryl yang mulai kesal juga berkata
"Jun benar, tapi Beryl juga tidak salah. Kegagalan kita terhadap kaburnya O-2507 ada pada kurangnya pengaruh yang kita tekankan kepada anak itu" Seorang wanita yang kali ini bicara
Dengan wujud yang sangat gagah dan rambut coklat pendek berantakan, wanita paruh baya yang memiliki tahi lalat di dagunya itu memberi pendapat
"Lihat? Bahkan wakil ketua Lumia saja tidak menolak perkataanku?" Beryl dengan sombong berkata kepada Jun
"Aku tidak bilang aku setuju pada perkataanmu. Aku hanya beranggapan, kalau seandainya situasi seperti ini terjadi, kita harus {membunuhnya} dengan cara menghapus memori anak itu, bukan membunuhnya secara langsung" Venia Lumia berkata
Beryl pun mendecakkan lidahnya karena kesal, selagi di sisi lain ruangan, Amitha mulai menghela napasnya
"Aku mencoba melakukan hal itu wakil ketua. Sayangnya, personel Venia yang berhasil tiba terlebih dahulu ke area 25 adalah 2 yang terlemah" Amitha pun menjelaskan
"Aku paham itu. Kami semua tahu betul kekuatan dan batasan dari Maledict of Corruption berkat kehancuran peradaban semesta sebanyak 2 kali di masa lalu" Lumia membalasnya dengan wajah gusar
"Dan itu sebabnya kita tidak bisa membiarkan yang ketiga terjadi..."
Kedua orang itu pun terlihat murung selagi mencoba mencari solusi diantara diamnya semua orang itu
"Tidak ada cara lain selain menangkap O-2507 secara langsung"
Pendapat itu pun menarik kedua orang yang awalnya terlihat bimbang itu, sehingga mata keduanya mengarah tepat kepada orang yang menyarankannya
"Aku setuju dengan guruku. Dia tidak pernah salah dalam memberi pendapat" Seseorang yang terdengar lebih muda ikut bicara
"Venia Loctis. Venia Justin. Kalian sungguh berpendapat kalau mengacaukan kondisi hati O-2507 lebih jauh akan membawa hasil yang kita inginkan?" Amitha pun bertanya
Venia Loctis mulai merapikan dasi. Pria kekar dengan wajah yang berbentuk seperti kotak itu pun mulai mengutarakan kembali pendapatnya
__ADS_1
"Lalu jelaskan apa ada cara selain itu?" Dia pun berkata, membuat Amitha bungkam tanpa perlawanan
Mereka tahu kalau semakin membuatku agresif adalah keputusan yang salah, tapi mereka tidak ada cara lain. Kalimat sama sekali tidak akan menembus kepala ataupun hatiku sekarang ini
"Venia Loctis benar. O-2507 harus kita tangkap dengan segera sebelum kekuatan Maledict miliknya mulai menghancurkan semesta ini" Seseorang yang terdengar sangat tegas itu pun mulai berucap, mengalihkan semua pandangan kepadanya
Pria yang duduk diantara mereka semua, namun memiliki kehadiran yang sangat kuat sehingga setiap kali semua mata menuju kearahnya, orang lain tidak lagi menjadi penting
Pemimpin dari para Venia yang selalu menyembunyikan wajahnya. Pemimpin dari laskar pembawa kemenangan untuk semesta Astraus
"Ketua Gunther..." Jun bergumam
Dia ingin merasa kesal kepada kalimat ketuanya itu, tapi tidak tahu harus melawan bagaimana
Jika ada 2 orang yang tidak bisa dia lawan dalam perkelahian verbal, Jun bisa menamai ketua mereka itu dan Amitha. Satu orang kapten prajurit yang sangat manipulatif namun selalu memberi hasil baik, dan satu orang ilmuwan yang tidak peduli tentang apapun selain memberi hasil yang membawa mereka kearah kemenangan
...
"O-2507 adalah aset paling berharga di Armada ini. Jadi, aku berharap kalau kita bisa membawanya tanpa membuat Maledict of Corruption lepas dari tubuh anak itu" Amitha pun berkata lagi
"Ah~! Karena {Anak itu} bukan, Amitha?" Beryl berkomentar lagi
Tapi, entah bagaimana, kalimatnya itu mengundang wajah kesal dari Amitha. Wajah kesal seakan dia sedang mengutuk Beryl sampai ke lubuk hatinya yang terdalam
Amitha pun mencoba menghilangkan stress miliknya itu dengan mendecak dan menarik napas, sebelum kembali menatap kearah Beryl
"Ya. Semua ini kulakukan hanya untuk {Anak itu}. Dan setelah aku selesai dengan O-2507, kita bisa membuat mereka bertarung bersama untuk menjadi OPS terkuat sepanjang sejarah" Amitha pun berkata
"Hal itu mustahil, Amitha. Aku yakin Lloyd dan Hector sudah pernah-"
"Aku selalu membuat yang mustahil menjadi berhasil. Kamu tahu kalimat andalanku itu bukan, 'teman'?" Amitha memotong Jun yang belum selesai bicara
...
"... Kamu bahkan tetap disini walaupun tidak setuju denganku, karena kamu juga memiliki harapan kalau hal itu bisa terjadi bukan?" Amitha menyerang lagi, membuat Jun semakin diam dan menunduk
"Amitha. Sudah cukup..."
"Ariel. Menyingkir dan diam seperti anak baik, atau aku harus menyerangmu juga" Amitha mengancam
"Tapi kamu harus paham dengan perasaan Jun, Amitha. Juga, diskusi kita semua sekarang ini belum berakhir" Ariel membalasnya, selagi memperlihatkan semua Venia yang menjadi diam karena konflik diantara 2 sahabat masa kecil itu
Amitha pun terdiam setelah sadar kembali, sebelum mengeluarkan napas keluh karena merasa lelah
Dia tidak punya apapun lagi yang harus dikatakan, mempersilakan Venia Gunther untuk bicara kembali
"Dengan begitu, kita semua sudah setuju untuk menangkap O-2507 secara paksa bukan?" Ketua mereka itu pun menyodorkan satu-satunya pilihan mereka kepada semua orang
"Aku setuju" Venia Lumia berkata
"Aku juga" Venia Beryl juga berkata
"Aku dan guru setuju" Venia Justin mengikuti, ditambah anggukan Venia Loctis
"Kita tidak punya pilihan lain" Amitha kemudian ikut setuju
"Hmph! Terserah kalian" Venia Joan dengan ketus bicara
"Aku juga harus setuju..." Venia Vanir yang diam sejak tadi pun mulai bicara
Sementara, hanya tersisa 2 orang disana yang masih berdiskusi dengan satu sama lain untuk mengatakan apa
Dan ketika keputusan sudah bulat, Ariel pun mengangkat tangannya untuk menarik perhatian Gunther
"Aku dan Jun sudah setuju juga. Namun, kami berharap kalau hanya kami dan Venia Lumia saja yang dikirim ke dalam misi ini" Dia pun berkata
"Kalian gila! Jika ingin melenyapkan anak itu, lebih baik aku saja yang ikut-!"
"Venia Joan, diam di tempatmu" Gunther memotong, hingga Joan bergetar karena takut dan segera duduk
Dia pun beralih kembali kearah Ariel dan mempersilakannya untuk menjelaskan
__ADS_1
"Venia Lumia adalah orang yang bijak dan paling berpengalaman selain ketua sendiri, dan kami berdua adalah 2 orang yang paling paham mengenai apa yang dipikirkan Azure-"
"Namanya. Bukan. Azure" Amitha memotong, menepuk meja di hadapannya dan menatap Ariel dengan kasar setelah itu
"Baiklah, terserah
Dan karena alasan itu, ketua Gunther, kami berdua berpendapat kalau Venia Lumia, Jun dan aku adalah orang yang paling tepat untuk menangani O-2507 untuk dibawa kembali"
Mendengar pendapat Ariel itu semua orang mulai kembali bergumam kecuali 3 orang, dimana salah satunya adalah Gunther, yang kemudian menepuk tangannya di meja agar suasana kembali sunyi
"Kamu yakin kamu bisa?" Gunther berkata
"Ya. Dan juga...
Aku ingin mencoba untuk tidak menyakiti adik kelasku semampu yang bisa kita lakukan..."
Ariel kemudian menunduk karena gusar. Dia mengingat wajah kedua adik kelasnya, Jay dan aku
Dia paham dengan apa yang akan dirasakan Jay ketika mendengar kabar ini. Bahkan Jun yang sangat dekat dengan muridnya itu pun sudah terlihat kalut dan rapuh
Dia tidak ingin Jay juga ikut hancur. Dan karena itu, dia harus membawaku kembali dengan selamat, sebelum Jay sadar aku pernah kabur
"... Baiklah" Gunther pun membulatkan suara mereka semua
"Misi ini akan kita lakukan hari ini juga. Siapkan diri kalian bertiga karena aku sudah berhasil melacak O-2507, berdasarkan data yang dibuat dan dikirim oleh Amitha ini" Gunther berkata lagi, selagi membagikan informasi digital yang dibuat oleh Amitha itu kepada yang lain untuk dilihat
"Aku sangat berterima kasih, ketua Gunther. Aku pasti akan membayar kebaikanmu suatu hari nanti" Jun berkata, dengan nada bersyukur
"Kalau begitu kembalilah dalam kondisi selamat. Hanya itu yang aku inginkan dari kalian semua"
Jun pun hanya menggaruk kepalanya karena merasa tidak enak, sebelum samar mengangguk
Semua orang pun sudah siap untuk pergi mengurus urusan mereka masing-masing, dan dengan begitu, sebuah kalimat dari Gunther pun dia utarakan untuk menutup pertemuan itu secara resmi
"2018 Terra Empyrea, 27 Juni. Pertemuan darurat ini berakhir dengan keputusan, bahwa misi untuk menangkap dan membawa kembali O-2507 akan dilaksanakan
Dan dengan begitu, pertemuan ini juga akan ditutup secara resmi. Semoga keberuntungan ada di sisi kita semua"
*Beep!*
{{{ Di sisi lain }}}
"!!!"
"Kapten? Mendapatkan sesuatu yang menarik dari memata-matai para Venia?"
...
"Begitulah, Mind. Sangat menarik, justru"
Mind pun tersenyum mendengar perkataan kapten mereka itu, dan mulai duduk di hadapan sebuah perangkat monitor kontrol selagi mulai mengetik sesuatu
"Beri kami perintah, kapten" Mind pun berkata, membuat kapten mereka terdengar sangat senang
"Kumpulkan 4 orang yang akan pergi untuk mengambil O-2507 sekarang. Katakan kalau mereka harus sudah siap untuk menjalankan misinya" Ketua mereka pun berkata
Sebuah sirine kecil di ruangan Fuyuki pun bisa terdengar, tanda kalau mereka mendapatkan panggilan dari kapten mereka
Keempat orang yang awalnya hanya duduk untuk bermain kartu itu pun menjadi siaga, selagi sebuah pesan masuk ke ponsel mereka masing-masing
{ Portal akan segera dibuka. Ketika para Venia tiba di area O-2507, kalian akan kukirim kesana }
Pesan itu pun diterima oleh Noah yang mulai tersenyum
"Bagus! Kita akan ada kesempatan!" Noah berseru
"Kita hanya perlu merampas anak itu dari tangan ketidakadilan..." Ulysses berkata, selagi mulai berlagak seakan sedang berdoa
"Misi akan dilaksanakan dalam 8 jam dengan waktu 6 jam keberangkatan. Para Venia rupanya sangat cepat" Fuyuki ikut berkomentar
"Aku hanya berharap Jun tidak ada disana..." Hector berkata dengan lemas, tidak mau menghadapi teman lamanya itu
__ADS_1
Kedua sisi sudah siap. Dan di dalam pertikaian antara keduanya, mereka hanya punya satu tujuan untuk diri masing-masing : Mengambil diriku untuk dijadikan milik mereka