Core of Evil

Core of Evil
Menerobos Masuk


__ADS_3

{{{ Beberapa saat kemudian }}}


"Senjata mekanik hm?"


"Begitulah. Sarung tangan ini punya modul atau semacamnya yang bisa mengeluarkan perisai. Atau begitu yang ketua bilang"


Noah pun mencoba mengepalkan semua jari tangannya, dan benar saja. Sebuah perisai keluar di punggung sarung tangan itu, dan membuat Noah kaget sehingga tidak sengaja menghilangkannya


Sepertinya perisai itu bisa melindungi seluruh bagian atas tubuhnya


Rupanya, kelompok tempat Hector dan Noah sekarang ini memiliki ketua yang sama kayanya dengan para Venia...


Bahkan senjata psikis ini sangat praktis dan cukup simpel. Dengan instruksi kecil dan penjelasan dari Noah, aku bisa langsung menggunakannya untuk membuat sebuah senjata yang cukup aktif seperti listrik yang bisa kulempar. Bahkan sarung tangan ini tidak terasa terbakar walaupun mengeluarkan listrik dengan tegangan yang cukup berbahaya


Noah terlihat kagum denganku yang bisa menggunakan senjata ini hanya dengan penjelasan kecil yang tidak dia pahami itu


Senjata psikis memang luar biasa. Aku sudah mencoba beberapa dari jenis senjata ini dulu, tapi rasanya tetap saja luar biasa


Sayang aku tidak bisa menyimpan satupun karena alasan, 'kekuatanmu saja sudah cukup kuat'


Hanya saja, kenapa harus sarung tangan ya? Mungkin semacam cincin kecil seperti milik salah satu Venia akan lebih terasa nyaman di tanganku...


Tapi aku tidak akan protes. Aku suka model sarung tangan yang bisa melindungiku dan berwarna hitam dengan sisi emas ini


"Sudah terbiasa dengan senjata itu?" Noah bertanya kemudian


"Sudah. Tapi, apa senjata ini memang hanya terbatas kepada listrik saja?"


"Ketua bilang begitu. Aku juga tidak paham"


Listrik saja hm...


Itu artinya aku bisa mengatur besar kecil tegangannya. Aku hanya tidak tahu batasan apa yang harus kuatur agar tidak membahayakan diriku sendiri karena gelombang dari ledakan yang terjadi akibat tegangan yang terlalu kuat


"Angkat kelingking untuk memperkecil, dan angkat jempol untuk memperbesar. Angkat jari telunjuk untuk mengumpulkan kuat tegangan terlebih dahulu, kemudian lipat untuk melontarkan tegangannya ke target..."


Lalu satu senjata pamungkas milik senjata ini. Mengangkat semua jari dan meletakkan telapak tangan di target untuk memberi tegangan layaknya halilintar


Itu artinya, alat ini bisa memicu api juga hm? Jika kekuatannya bisa menyamai petir sungguhan, maka api pasti bisa dipicu menggunakannya


Baiklah. Aku sudah paham


"Aku hanya punya satu saran untukmu" Aku berkata kepada Noah yang mulai terlihat penasaran


"Jika senjata milikmu sudah tidak berguna...


Lepas keduanya, agar aku bisa menyelimuti badanmu dengan api"


Wajahnya pun menunjukkan kalau dia merasa tidak setuju dengan saranku


"Kenapa aku harus mau dibakar olehmu coba?"


"Agar kita bisa keluar masuk dengan mudah"


Sekarang ini sudah malam di bagian Terra tempat Area 25 berada. Dan seperti perkataan Hector, penjagaan di jam ini sama sekali tidak terlalu ketat, tidak seperti jam biasa


"Kamu harus setuju. Ketika aku sudah membakar tubuhmu, mulailah berlari kesana kemari dan bakar seluruh gedung di area ini"


Ah! Benar juga!


Kukeluarkan modul barang-barang kebutuhan dan mulai menarik 2 barang secara signifikan


"Minyak... Dan tepung...?" Noah bertanya-tanya kenapa aku menarik keluar kedua benda biasa itu


"Lumuri badanmu dengan itu nanti. Simpan saja dulu"


Menggunakan kedua benda itu, dia akan lebih mudah terbakar dengan api yang bertahan cukup lama


Setelah mengangkat kedua bahunya, Noah pun mengambil kedua barang itu dan meletakkannya ke dalam modul penyimpanan miliknya


"Aku sudah siap"


Baiklah


Tidak perlu menunda lagi


"Ikuti aku"


...----------------...


"Siapa kalia-!?"


Belum sempat dia berteriak lebih jauh, aku sudah menyetrum leher penjaga itu agar dia tidak membuat yang lain waspada


Titik tempat kamera dipasang sudah dilumpuhkan beberapa agar menghindari kecurigaan. Hanya perlu melihat satu kali, dan aku tahu setiap titik lemah dari setiap kamera yang terlihat


Dan tidak ada satupun penjaga yang kompeten diatas tembok ini. Satu-satunya masalah yang kami hadapi hanyalah lama waktu termakan akibat memanjat temboknya saja


Padahal kami sudah menggunakan modul membran sekali pakai juga untuk mempermudah, tapi tetap saja waktu yang termakan itu cukup banyak...


"Lalu kita harus apa dari atas sini?" Noah bertanya, melihat ke bawah


Hmm... Dia ada benarnya...

__ADS_1


Laboratorium utama di area 25 bisa kami lihat dari sini. Bangunan paling besar dan luas, terletak tepat di tengah area yang diisi oleh gedung tempat para peneliti yang bekerja disini hidup


Atap cembungnya lah yang membuat bangunan itu terlihat sangat unik dibandingkan yang lainnya, jika kami mengesampingkan luasnya yang luar biasa itu


Dan untuk menerobos kesana, aku harus tahu posisi semua penjaga dan jalur patroli mereka


Mereka memang berjumlah sedikit, tapi bukan berarti kami bisa maju tanpa rencana


"Ada teropong?"


Noah pun menarik keluar modulnya lagi, memberiku sebuah teropong cahaya malam


Tanpa basa-basi aku pun menerima benda itu dan mulai mencari posisi setiap penjaga yang ada paling dekat dengan jalur ke lab utama area 25


"Sepertinya kamu selalu punya alat yang berguna untuk orang berpikiran simpel hm...?" Aku berkomentar kepada Noah selagi terus mengamati


"Cara yang bagus untuk menyebut orang lain dengan kata bodoh" Noah membalas


"Terima kasih"


"Itu bukan pujian"


"Dan aku yakin kamu tidak pernah mendengar sarkasme"


"Cih! Mulutmu pintar sekali!"


Baiklah sudah selesai


Kuserahkan kembali teropong itu kepada Noah tanpa melihat sedikitpun. Tetapi tidak seperti yang diharapkan, Noah justru tidak menengadahkan tangan dan membiarkan teropong itu terjatuh dari tanganku


"Kenapa kamu malah menjatuhkan benda itu coba??" Noah justru protes


"Aku pikir kamu akan menerimanya barusan" Aku berkata


"Aku bukan pelayanmu yang bersedia setiap waktu!"


"Sayangnya kamu harus begitu jika ingin keluar dengan selamat"


Untung saja teropong itu terjatuh di dekat kaki kami. Jika jatuh ke bawah, sudah pasti suaranya akan mengundang penjaga terdekat


"Aku saja yang simpan ini. Sekarang kita harus maju" Aku berkata selagi membersihkan teropong itu dan memastikan tidak ada yang rusak


"Kamu bicara seakan kamu itu orang paling pintar di dunia..."


Hah...


"Kita harus melewati 61 penjaga jika mau kesana. Jalan utama adalah jalur terburuk, jadi kita harus mengambil gang yang ada tepat di hadapan kita terlebih dahulu, dan ikuti rute yang tidak memiliki terlalu banyak cahaya


Lalu ada penjaga di gang itu. 5 orang lebih tepatnya. Mereka pasti orang-orang yang berpatroli dari satu area sempit ke yang lain di area ini. Kita hanya perlu memisahkan satu terlebih dahulu, lalu menangani 4 lainnya sekaligus


Paham?


Rupanya tidak


Ada asap keluar dari telinganya. Aku yakin otaknya sekarang sudah meleleh karena penjelasan itu


Aku memang bukan yang terpintar di dunia. Tapi aku sudah tentu yang terpintar diantara kami berdua


"Intinya lumpuhkan orang yang akan mengeluarkan alarm atau suar terlebih dahulu. Kita harus melumpuhkan salah satunya terlebih dahulu agar satu orang dari kita bisa menangani 2 sekaligus"


"B- Baiklah. Itu lebih mudah dimengerti"


Ada alasan kenapa aku menyebutmu dengan sebutan pikiran simpel


"Ayo maju"


Aku pun bergerak turun dari tembok dengan ketinggian 50 Meter itu terlebih dahulu, sebelum Noah mengikuti walaupun dia merasa sedikit bimbang


...


"Aku heran bagaimana cara kamu bisa mempelajari semua hal dalam waktu singkat"


"Semua tentara butuh keahlian itu Noah. Pertempuran adalah sebuah rangkaian kejadian tidak terduga yang menuntut untuk berpikir keras dan tidak hanya terus maju dengan kekuatan"


"Aku tidak terlalu paham, tapi sepertinya analisa milikmu memang luar biasa. Wajar ketua bersikeras sekali untuk mengajakmu masuk ke armada kami sesegera mungkin"


"Kalian punya armada?"


"Lebih tepat disebut kumpulan. Tapi kami memang memiliki pekerjaan utama sebagai pembasmi Malefic"


"Maledict membasmi Malefic? Aku pikir kalian berada di satu sisi dengan para makhluk itu, tapi ternyata aku salah"


Mereka justru sepertiku. Seorang Maledict yang membasmi Malefic


Kami seharusnya menjadi pemimpin dari pasukan Malefic dengan misi untuk mengacaukan seluruh alam semesta. Tapi justru kami berbalik dan malah menodong senjata kami kepada para monster itu. Aneh bukan?


"Ketua mencoba mengumpulkan orang-orang terbaik dari seluruh penjuru semesta Astraus. Tapi aku heran kenapa dia memilih Maledict seperti kami bertiga"


"Omong-omong, aku tahu nama Maledict milikmu dan Hector. Tapi apa nama Maledict milik Shape? Maksudku, gadis berambut pink yang menjengkelkan itu"


"Jika aku tidak salah, Maledict of Deceit. Dan dia adalah sejenis alien, berdasarkan apa yang Hector bilang"


"Dugaanku benar rupanya mengenai gadis itu

__ADS_1


Lalu, kamu awalnya manusia Terra ya?"


"Kurang tepat. Aku manusia dari planet Erudi"


Planet yang terkenal karena seluruh kehidupannya yang cerdas diatas rata-rata. Bahkan Amitha bilang kalau dia dulu pernah bersekolah di salah satu akademi terkenal disana dan lulus sebagai murid terbaik pada angkatannya


Tapi kenapa manusia yang satu ini justru sangat bodoh?


"Kita lanjutkan saja nanti. Aku bisa mendengar kelima penjaga itu di dekat sini"


Dan mereka cukup dekat. Mungkin 15 meter dari sini. Karena itu kami pun berhenti berlari, segera menempelkan badan kami ke tembok terdekat selagi mencoba bergerak dan mengintip gerak-gerik para penjaga itu


Membuat suara terlalu banyak sekarang ini akan membuat posisi kami ketahuan dengan segera. Kami harus ikuti rencana itu


Aku menatap kearah Noah, yang kemudian mengangguk pelan


"Mereka akan belok kemari. Jadi lalui gang ini dan buat suara di gang yang berada tepat di belakang mereka" Aku menjelaskan, menunjuk kearah gang di samping kiri Noah


Kami bisa melalui mereka, tetapi jejak kami akan terlihat nanti. Kami berlari terlalu cepat dan harus berhenti mendadak barusan


Noah sekali lagi mengangguk, kemudian mulai berjalan pergi


Lalu aku disini sendirian untuk sementara waktu. Seandainya Noah tertangkap hingga kelima itu sadar akan keberadaan kami...


Aku mungkin harus jadi lebih kasar dari sebelumnya


*Tok tok!*


Ah! Itu dia suara ketukannya!


"Hm? Suara apa itu?" Seorang penjaga keheranan


"Ayo kita cek"


Ketika aku mengintip kearah lima orang itu lagi, aku melihat kalau dua orang mulai berjalan untuk memeriksa


Noah harus melumpuhkan 2 orang sekaligus hah...?


Kalau begitu aku harus segera muncul dan melumpuhkan 3 orang itu...


Listrik siap. Mereka juga sepenuhnya melihat ke belakang sekarang ini


Hanya perlu perlahan...


Dan jika sudah dekat, kumpulkan tegangan dan-!


*ZAP!!*


Satu di sisi kiri lumpuh!


"Apa-!?"


Sebelum 2 lainnya bisa berteriak, aku melempar listrik yang sudah kusiapkan di tangan kiriku


Listrik yang memiliki tegangan yang cukup besar seperti petir. Tetapi karena mereka berdua berdekatan, aku yakin mereka hanya akan pingsan


*ZAP!!*


Dua orang yang berniat mengecek tadi terhenti dan menoleh kearah asal suara yang aku buat


Dan karena mereka teralihkan, Noah pun muncul dari balik tempat bersembunyi miliknya, segera melumpuhkan kedua orang itu dengan cara menghantam kepala mereka berdua ke tembok sekaligus


Aku yang baru saja tiba ternyata tidak terlalu melewatkan aksi Noah, memberi sebuah siulan tanda pujian


"Sempurna~"


"Hmph! Aku memang ahli dalam hal seperti ini"


"Lebih bagus kalau kamu bisa memikirkannya sendiri lain kali"


Noah pun berdecak kesal selagi aku merasa senang karena selalu bisa mengganggunya


"Kita akan lanjut dengan aman sekarang. Ambil saja semua alat komunikasi mereka, kemudian kita pergi"


Gunakan kekuatanku sedikit, dan semua benda itu akan bisa dihancurkan dengan mudah


...


Waktunya rencana B dijelaskan kepadanya


"Ketika kita sudah menyusup masuk, lepas sarung tanganmu, keluarkan 2 benda yang kuberikan tadi, dan berikan modulmu kepadaku agar aman"


"Kenapa?"


"Karena aku akan membakar tubuhmu


Kita akan buat kehebohan setelah ini"


"Oh, akhirnya! YES!!"


Dasar maniak. Dia bahkan terlihat sangat bersemangat hanya karena aku bilang akan ada kehebohan


Tapi ini hanya agar aku bisa masuk dengan aman. Jika kamu tertangkap, itu bukan urusanku

__ADS_1


Yah, walaupun aku ragu kamu akan ditangkap karena salah satu temanmu itu memiliki kekuatan membuat pecahan ruang. Kecuali jika setidaknya ada 3 orang Venia disini...


Baiklah. Rutenya masih bisa kuingat dengan baik. Waktunya bergegas


__ADS_2