
Fakta Unik #1
Apakah kamu tahu, jika kamu membunuh seorang pembunuh, maka jumlah pembunuh di semesta akan tetap sama?
Noah : Kalau begitu bunuh dua!
Arthur : Bunuh lebih dari dua
Fuyuki : { Error }
Fakta Unik #2
Bagi yang pernah ke sekolah. Jika seorang guru tidak bisa mengajari lebih dari satu subjek, lalu kenapa setiap murid diperintahkan untuk menguasai semua subjek?
Noah : Itu sebabnya aku tidak sekolah
Arthur : Karena sekolah hanya ingin uang orang tuamu saja...?
Fuyuki : Aku tidak mengerti
Fakta unik #3
Gambar masa muda milikmu yang paling pertama adalah gambarmu yang paling tua
Noah : Wow
Arthur : Aku tidak yakin itu unik karena logikanya cukup mudah dipecahkan
Fuyuki : Aku tidak tahu foto pertamaku seperti apa...
Fakta unik #4
Jika kamu menjatuhkan sabun di lantai, apakah lantainya jadi bersih, atau sabunnya yang jadi kotor?
Noah : { Error }
Arthur : Sabunnya jadi kotor. Dan aku akan langsung melempar benda itu ke tong sampah jika tempat itu adalah kamar mandi Noah
Fuyuki : Bahkan jika sabun itu cair dan ada di wadah botol yang tidak sengaja menumpahkan sedikit saja?
Arthur : Ya. Tanpa ragu
Fakta unik #5
Kamu selalu bisa melihat hidungmu, tetapi otakmu akan mengabaikannya hampir setiap waktu
Noah : { Mencoba melihat hidungnya }
__ADS_1
Arthur : Katakan itu pada orang yang hidungnya sangat mancung seperti Hera
Fuyuki : Bagaimana kalau hidung orang itu pesek?
Fakta unik #6
Semua aktor berpura-pura dalam bekerja dan menghasilkan uang
Noah : Sama sepertiku. Aku hanya perlu rebahan dan mendapatkan uang dengan mengawasi bocah ini
Arthur : Dan aku mendapat uang hanya dengan bernapas walau terlihat rajin di depan staf Armada
Fuyuki : Menyedihkan
Hector : *Hoam...*
Fakta Unik #7
Ujung gunting hanya akan bertemu jika mereka ingin memisahkan sesuatu
Noah : Dan jika mereka ingin digunakan untuk menusuk sesuatu
Arthur : Siapa yang menggunakan gunting untuk menusuk? Benda itu tidak melakukan sesuatu lebih efektif dari pisau
Fuyuki : Luka yang diakibatkan gunting lebih menyiksa, dan alat itu lebih aman digunakan bagi kita
Pinky : Kalian semua psikopat, dan aku suka itu
Kutipan Arc selanjutnya
"Jadi, kenapa kamu tiba-tiba tertarik dengan Arthur?" Noah bertanya, kepada orang yang kebetulan ikut berjalan bersamanya menuju kafetaria itu
Raggot, yang mengikuti Noah itu, kemudian melihat kosong ke depan selagi memikirkan jawabannya
"Dia. Gigih" Jawaban singkat itu pun keluar
"Gigih?"
"Gigih. Walau. Tertimpa. Musibah
Tidak. Banyak. Orang. Sepertinya"
"Ah, begitu. Aku rasa kamu juga ada benarnya"
Ketibaan keduanya di kafetaria itu pun segera disambut dengan ramah oleh para koki dan pelayan disana, hingga Noah pun membalas keramahan mereka selagi memesan pesanan biasanya
"Kari pedas dan es krim vanila. Suguhkan es krim nya setelah kari itu habis nanti"
__ADS_1
"Oke~ Seperti biasa ya?
Dan bagaimana dengan tuan Raggot?" Koki itu bertanya kepada Raggot yang berdiri diam di samping Noah
"Steak. Dan. Susu. Kocok"
Pelayan yang menerima pesanan mereka itu pun segera menuliskannya dan menyampaikan pesanan itu kepada para koki
Noah pun pamit kepada orang itu, untuk mencari tempat duduk agar dia dan Raggot bisa makan di kafetaria
"Kamu harus berteman baik dengan Arnold. Dia akan memberikan tips bagus untuk memilih makanan di tempat ini" Noah pun memberi saran, selagi keduanya mengambil tempat duduk masing-masing
"Sungguh?"
"Sungguh! Dan kamu harus mencoba kari pedas itu sesekali, atau bola daging keju mereka! Tidak sehat, tapi setidaknya bisa membuat hati puas~!"
Noah pun tertawa sendiri mengingat setiap rasa makanan yang dia katakan barusan itu, selagi Raggot hanya diam keheranan, dicampur penasaran dengan apa yang dikatakan Noah
Uangnya cukup untuk membeli itu, tetapi Raggot menyimpannya untuk hal lain sekarang ini
Jadi dia pun mengeluarkan sebuah catatan kecil dari kantung celananya, dan mulai menulis sesuatu diatasnya
Ketika Noah tersadar kembali, dia mencoba mengintip dan mengetahui, kalau catatan kecil milik Raggot itu adalah sesuatu yang dia ingin namun belum lakukan. Dengan mencoret setiap hal yang dia inginkan diatas kertas itu, mungkin saja berarti kalau dia sudah memenuhi keinginan itu
"Mencari pedang baru. Mencari seekor Ponola. Berteman dengan Cassidy, sudah dicoret. Memesan bola daging keju di kantin..." Noah mulai membaca setiap hal yang bisa dia baca dari catatan Raggot. "Entah kenapa semua keinginanmu itu sangat imut seperti milik anak-anak..." Dia kemudian berkomentar
Matanya kemudian melebar diatas sebuah tulisan yang awalnya tertutup jari Raggot. Keinginannya yang paling atas, dan sampai ini belum dicoret
Keinginan yang bertuliskan, 'Menemukan Demella dan Ordipe'
"Siapa...?" Noah bertanya, membuat Raggot tersadar kalau temannya itu sudah membaca apa yang dia tulis
Jadi dia pun segera menyembunyikan catatan itu kembali ke kantungnya, menjawab Noah dengan kalimat, "Urusan. Pribadi"
Noah yang tidak tahu apa-apa pun hanya diam. Satu hal yang bisa dia pahami adalah, kalau kedua nama itu adalah nama perempuan
"Ya sudahlah. Setidaknya makanan akan tiba sebentar lagi" Noah pun mengabaikan hal itu agar situasi tidak semakin runyam diantara keduanya
Noah pun mencoba mencairkan suasana lagi dengan membuat berbagai macam lelucon. Utamanya beberapa hal yang dia dengar dari Pinky dan dia sampaikan kembali kepada Raggot
Tetapi, selagi mereka berbincang, tidak satupun dari Noah atau Raggot menyadari seorang staf pria mendekati mereka dengan membawa sebuah pisau
Raggot menyadarinya cukup telat. Karena ketika dia melihat staf itu, dia sudah berdiri di belakang Noah dengan pisau yang terangkat di udara
"MENUNDUK!!"
Sebelum Raggot selesai menarik keluar pedangnya dan memerintahkan Noah untuk menunduk, pisau itu sudah terlebih dahulu membelah kepala Noah menjadi dua bagian secara Horizontal. Darahnya mulai bersimbah kesana kemari, selagi Noah masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi
__ADS_1