
'Benar...!!'
'Peluk amarah itu...!!'
'Akhirnya......'
'Akhirnya kamu meminta bantuanku...!!'
...
...
Aku tidak akan menolak untuk saat ini. Jadi...
Bawa aku keluar dari tempat ini. Bawa aku pergi ke tempat dimana tidak ada lagi seseorang yang perlu kulihat
Aku sudah muak... Kehidupanku hanya penuh kepalsuan...
"Ahahaha!!!"
...
"Akhirnya aku melihat wujudmu, setelah kita hanya bicara melalui pikiranku saja"
Dan dulu, aku menganggap kalau aku gila. Lalu aku sudah terbiasa dengan dirinya bicara, dan sekarang...
Dia ada di hadapanku...
Selagi aku mengambang di ruang kesadaran tanpa batas waktu ataupun ruang ini, aku berjumpa dengannya secara langsung untuk yang pertama kali
"Wujudmu menjijikan, harus kubilang"
Gumpalan hitam bercampur merah dengan wajah yang mengeluarkan cahaya putih. Tidak membahas senyumnya dan berapa banyak tetesan yang dia jatuhkan dari tubuhnya itu
"Aku tidak punya wujud. Tidak pernah. Aku hanya mengambil persepsi dari apa yang wadahku takuti, dan menjadi ketakutan mereka" Dia berkata, dengan nadanya yang sangat bergema dan serak
"Maksudmu, aku takut kepada gumpalan cairan tidak berbentuk?" Aku bertanya balik
"Ketakutan akan sesuatu yang tidak kamu ketahui adalah hal valid, Azure. Dan itulah ketakutanmu, juga pemicu kemunculanku secara utuh di hadapanmu sekarang"
...
Azure...
"Aku bukan Azure"
Itu... Bukan namaku...
...
"Hehe...!"
...!
"Ahahaha! HAHAHAAHAA!!"
...
Kenapa dia...?
Kenapa dia malah tertawa...?
"Kamu? Bukan Azure? Lalu siapa kamu, wahai anak muda~?"
...
Oh, sekarang dia mengejekku...
Sama seperti yang lain...
"Mati sana"
"Aku sudah pernah mati 2 kali, tidak perlu lagi!"
"Kalau begitu mati untuk yang ketiga kalinya"
"Ahahaha!!! Jika kamu sudah menghancurkan Astraus lagi, mungkin aku akan mempertimbangkan kematian ketigaku!"
Lagi, dia bilang
Ya. Astraus pernah dihancurkan tidak sekali, tapi 2 kali oleh makhluk biadab ini dan sekutunya
Para Maledict menjarah, membunuh dan menghancurkan setiap peradaban yang mereka lalui. Entah itu untuk bersenang-senang, atau hanya karena mereka menganggap makhluk hidup selain diri mereka sebagai keberadaan yang tidak penting
Lalu disana, setelah kehancuran seutuhnya, kiamat yang mematikan, 'Dewa' akan mengulang kembali dunia. Terus dan terus, selagi Maledict tetap menghancurkan semesta ini
__ADS_1
Itu karena 'Dewa' itulah penyebab utama kemunculan Maledict. Mereka adalah sebuah entitas yang menciptakan makhluk bernama Malus, dan menjadikan para Maledict sebagai pemimpin mereka
Dan mereka melakukannya hanya karena mereka 'bosan'
Satu entitas yang sangat keji, dan entah kenapa setiap buku sejarah yang kubaca selalu menyebut mereka sebagai 'Tuhan'
Dan kami... Kami para personel militer yang ada di seluruh penjuru semesta...
Kami membangkang melawan mereka. Seseorang, sebuah, ataupun seekor entitas yang kami panggil 'Dewa'. Sebuah makhluk yang bisa disetarakan kekuatannya dengan entitas pencipta yang ada pada karya fiksi ataupun karya religius
"Bisakah kita berhenti memikirkan hal tidak penting dan lanjut ke bisnis?"
"Kamu bicara seakan kamu tahu isi pikiranku..."
"Aku memang tahu isi pikiranmu"
Ah ya. Secara ilmiah, dia adalah aku, dan aku adalah dia. Fakta itu tidak akan berubah, walaupun kami adalah sisi yang sangat berlawanan
Seperti 2 sisi dalam satu koin
"Aku hanya akan meminjamkan tubuhku kepadamu hanya bila seseorang yang kukenal atau pernah kujumpai mendekat. Selebih itu, aku yang akan mengontrol" Aku pun berujar kepadanya
"Ooh~ Masih mencoba memerintah walaupun aku sudah mengambil wujud hm~?"
"Hanya agar kamu tidak lepas tanpa kendali"
Dia hanya tertawa. Maledict of Corruption, yang sebelumnya aku anggap menakutkan, ternyata bisa tertawa seakan dia hanyalah makhluk biasa
Walaupun aku tidak bisa bilang kalau tawa itu sedap di dengar. Justru kebalikannya. Aku benci tawa meledek itu
Tetapi dialah satu-satunya tempat aku bisa mengatakan sesuatu sekarang. Menyedihkan bukan? Hanya saja, aku sangat yakin dia akan mendengarkanku...
"Baiklah. Tapi harus kuakui satu hal, Azure"
"... Apa?"
"Kamu adalah wadah yang paling susah kukendalikan, entah kenapa"
...
Wow, aku diakui...
Tapi sungguh, diakui oleh Maledict of Corruption sendiri, yang merupakan prinsip dari kecurangan yang mengubah aturan alam itu sendiri, adalah sebuah pencapaian
Dan karena aku adalah dirinya dan dirinya adalah aku, kejujurannya bisa kukenali
Ya...
Tidak ada lagi yang bisa kutawarkan. Sebaiknya aku bersiap untuk mengontrolnya saja
...
...
...
Ah, aku lupa satu hal
"Corruption"
"Hm? Kamu memanggilku?"
"Ada orang lain di sekitar kita"
Jadi, ketika kamu bangun...
"Kamu harus kabur sekarang dari situasi yang menimpa kita. Dan mengenai orang-orang yang mungkin menghalangimu..."
'Bunuh saja mereka bila perlu'
'Seberapa dekat pun hubunganku dengan mereka'
...----------------...
{{{ Kembali ke masa kini }}}
"Vanir, area ini sudah terlalu berbahaya"
"Baiklah, aku akan membawamu keluar"
Amitha pun segera digandeng tangannya oleh Vanir, dan seketika mereka menghilang dari ruangan itu sebelum terkena serangan Maledict of Corruption yang semakin menjalar
Mereka kabur...
Dan aku bisa melihat semua hal sekarang ini, walaupun tubuhku tidak berada dalam kontrol lagi
__ADS_1
Maledict of Corruption sudah sepenuhnya mengontrol tubuh ini...
Kekuatannya semakin menjalar. Dan ketika tubuhku itu mulai mengeluarkan suara raungan yang keras, ledakan dari kekuatan Corruption pun segera menutupi seluruh bangunan dalam waktu sekejap
Aku pun diam sejenak. Atau lebih tepatnya, aku pun mulai memberikan kontrol sepenuhnya kepada Maledict of Corruption, sebelum dia mulai menyeringai karena telah bebas
"Bagus! Bagus sekali! Tubuh ini sangat ringan dan mudah dikontrol!" Dia menyerukan
Mendengar pemikiran yang dia utarakan menggunakan tubuh dan suaraku itu membuatku jijik, tapi aku yang sudah memberinya kontrol
Sekarang dia hanya perlu membantuku keluar dari kehidupan busuk ini, mencari kehidupan yang baru. Atau persetan dengan kehidupan jika tidak ada yang mau menerimaku
"Datanglah! Beri aku darah dan jeritan kalian!"
Setelah dia tertawa terbahak-bahak, dia pun melesat keluar bersamaan dengan setiap langkahnya yang membuat kristal Corruption yang tajam
Dia terus berlari dan berlari, hingga seorang personel Arcadia yang nekat masuk untuk mengecek pun dia temukan
Seringainya dia tidak tahan, sehingga orang yang memohon ampun atas nyawanya itu pun dia mulai balut dengan kekuatannya
Corruption telah memakan korban pertamanya, dan dia tanpa ampun tidak berhenti disana, memecahkan tubuh orang yang mengkristal itu
Lalu tidak hanya yang satu itu. Setiap kali dia melihat seseorang, dia membunuh mereka semua. Tidak satupun diampuni, dan setiap tubuh yang mengkristal itu dia mutilasi beberapa bagiannya, seakan dia sedang membuat sebuah karya seni
Sekali lagi dia tertawa, menggunakan suaraku selagi melapisi udara dengan atmosfir yang sinis dan menakutkan, selagi Amitha dan Vanir melihat dari kejauhan diatas tembok area
Corruption menyadari kehadiran kedua orang itu, namun dia hanya tersenyum tanpa niat menyerang mereka
"Hmm~ Ada 2 orang kuat~! Walaupun aku bisa mengalahkan mereka, aku yakin itu akan merepotkan"
Ya, dia sadar akan hal itu. Setidaknya dia punya pemikiran yang cerdas
'Mereka adalah Venia. Kekuatan Amitha adalah analisa keadaan yang akurat dan sedikit penglihatan masa depan sejauh 5 detik maksimal, sedangkan Vanir memiliki gerakan yang absurd dan tidak masuk akal' Aku berkata kepadanya
"Oh, begitukah~? Instingku benar rupanya"
'Aku sarankan jangan mencoba melawan mereka. Kemungkinan mereka hanya akan mengulur waktu agar Venia lainnya bisa tiba untuk menangkap atau membunuh kita'
"Paham~ Kalau begitu kita bisa langsung lari saja"
Matanya pun menoleh kearah sebuah pesawat luar angkasa yang ada di area itu. Tapi masalahnya...
Penglihatannya itu tembus pandang. Dia melihat pesawat luar angkasa itu, yang berada di dalam sebuah hangar. Satu-satunya yang memiliki bahan bakar penuh
"Mereka mungkin sudah mengunci akses pesawat itu, tapi itu tidak akan menghentikanku"
Maledict of Corruption pun menyeringai melihat tangannya yang mengeluarkan percikan petir merah itu, sebelum dia menatap kembali kearah pesawat itu
Di sisi lain, Amitha mulai berdecak karena tahu kami merencanakan apa, sehingga dia pun menyuruh Vanir untuk segera bergerak untuk menghalau
Tapi Vanir menolak untuk bergerak. Dia tahu, kalau dia mencoba membuat gerakan pertama, dia akan kalah
Dan Amitha yang tidak bisa melihat keluaran kemungkinan perlawanan mereka, karena Vanir menolak dalam diam dan tidak berniat maju, dia pun hanya bisa mengeluarkan napas keluh
"Sepertinya kita kalah untuk saat ini. Maledict of Corruption bisa bangkit, tapi kekuatannya sungguh berada di ambang batas" Amitha berkomentar
"Aku heran bagaimana pahlawan terdahulu bisa melawan dan mengalahkan makhluk itu" Vanir membalas selagi terus mengawasiku dan Corruption yang mulai berlari ke hangar selagi membunuh siapapun yang terlihat dan menghalangi
"Hanya Gunther dan Jun yang bisa melawan mereka. Ariel mungkin, tapi tergantung sedikit eksperimen"
"Kenapa?"
"Karena anak itu tidak bisa menyakiti orang yang dia sayangi, walaupun tubuh orang itu diambil alih oleh Maledict sekalipun
Gadis muda itu selalu membuat laporan mengenai O-2507 yang bertingkah seperti anak baik, seakan dia sudah mulai merasa senang menghabiskan waktu dengan Maledict itu"
"Kamu mengirimnya untuk berteman dengan subjek tes itu. Dan ketika dia berteman dengannya, kamu sekarang kesal"
"Pertemanan dan hubungan kesaudaraan itu berbeda, Vanir"
Vanir diam, dan justru mulai beralih kepada Amitha yang hanya menatap kosong kearah jalur pelarian Corruption
"Aku sadar akan hal itu disaat ketiga {teman} ku bersikap ketika aku hanya ingin menyelamatkan anak Lloyd yang bahkan tidak dia ingin urus itu"
Diamnya Amitha itu pun hanya membuat Vanir menghela napas. Dan disaat selanjutnya, tatapan pasrah pun keluar ketika dia menatap kearah pesawat luar angkasa yang mulai lepas landas keluar dari Terra
Maledict of Corruption, kabur tanpa ada perlawanan dari para Venia
...
...
...
"Melaporkan kepada seluruh personel Venia dan Primus dari Amitha Shiv" Dia pun berkata, kepada sebuah radio komunikasi kecil di telinganya
__ADS_1
"Maledict of Corruption, telah terlahir sepenuhnya dan lepas ke semesta Astraus
Laporan berakhir"