
{{{ Sementara itu }}}
{{{ ??? }}}
*TAM!!*
"KAMU TIDAK BILANG KALAU DIA AKAN MENGGILA SEPERTI ITU, KETUA!!" Noah berteriak, kepada orang tidak terlihat di pilar tengah itu
"Kami hanya menduga dia akan menggila, tapi kemungkinannya tipis. Sepertinya ada penjelasan yang lebih dalam dari itu, sehingga memicu kembalinya Maledict of Corruption" Ketuanya yang tidak terlihat itu menjawab
Noah menggerang kesal. Tapi walaupun dia mau, dia bahkan tidak bisa memukul orang yang tidak memiliki wujud fisik itu
"Setidaknya kamu bisa memperingatkan ku bukan...?! Seandainya aku tahu, aku tidak akan membiarkan Maledict itu mengambil kontrol atas dirinya!" Dia berkata lagi, kesal kepada semua orang yang kemungkinan tahu itu
"Kamu tidak pernah menggila bukan, Noah?" Hector, dari sisi lain memberi pertanyaan
Noah beralih kearahnya, sebelum menjawab dengan "Tidak. Maledict milikku ini sangat takhluk karena dia takut mati. Hanya saja, aku adalah pasangan terburuk untuknya"
"Rupanya begitu. Kamu tidak punya pengalaman menjadi seorang Maledict alami, walaupun terlahir begitu"
*TAM!!*
Lagi-lagi Noah membanting tangannya ke {takhta} tempatnya duduk. Tapi kali ini tangannya mulai mengeluarkan darah, tidak seperti tadi yang hanya lebam
Mata merahnya mulai terlihat menyala dicampur dengan kekesalan. Sorot mata itu dia arahkan kepada Hector, hanya karena kalimat yang baru saja diutarakan
"Kita membahas tentang bocah itu sekarang ini. Sebaiknya kamu tidak mengungkit masa laluku diantaranya..." Noah pun mengancam
Hector bahkan tidak memberi reaksi atas ancaman itu, hanya mengeluarkan napas keluh samar seakan tingkah Noah itu sudah mengganggunya
"Tapi, kakak itu masih ada, kakak Noah" Seorang gadis kecil di pilar jam 1 berkata
Noah pun beralih kearah gadis kecil dengan siluet yang terlihat seperti memiliki tanduk rusa itu. Ketika mata mereka bertemu, gadis kecil itu kembali bicara
"Kakak itu masih ada. Hanya saja, dia ada jauh di dalam sebuah ruangan gelap. Menangis" Gadis kecil itu berkata lagi
Noah terdiam mendengar perkataan gadis itu. Utamanya karena dia berkata kalau aku masih {ada}
"Ruangan gelap?" Noah pun bertanya
"Ya. Lebih gelap dari tempat ini. Lebih gelap dari tempat ketua sekarang ini. Lebih gelap daripada malam...
Tempat itu sangat hitam, hingga aku tidak bisa melihat sosok kakak itu. Tapi, aku tahu dia ada disana..."
Tempat yang sangat hitam hingga sosok itu tidak bisa terlihat
"Ruang hampa kesadaran"
Tempat dimana 2 pikiran dalam satu tubuh bisa bertemu. Sebuah konsep imaginatif yang hanya bisa dimasuki bagi yang memenuhi kriteria tertentu saja
Dan kriteria yang paling mendukung terbentuknya ruang itu adalah keberadaan Maledict yang bersarang pada tubuh sebuah inang. Setiap inang Maledict yang ada di dunia ini pasti memiliki konsep ruang hampa kesadaran itu
Baik itu Noah, Shape ataupun Hector, mereka semua bisa memasuki ruang hampa kesadaran mereka masing-masing
"Jadi, kita hanya perlu menarik keluar bocah itu dari ruang kesadaran miliknya...?" Noah bertanya
"Itu yang paling memungkinkan. Sayangnya, jika kita akan masuk ke rencana itu, aku tidak akan berguna" Shape berkata dari sisi yang lain ditemani oleh napas keluh
"Aku juga tidak akan berguna. Setidaknya aku hanya bisa memberikan kalian salah satu tubuh buatanku sebagai informan kalian" Seorang wanita bernama Mind berkata dari pilar jam 2
"Ah... Aku juga akan ikut, untuk memastikan anak malang itu tidak terjebak dalam hasutan dan menuju jalan dosa..." Pria di pilar jam 6 berkata dengan nada tenangnya
"Aku. Tidak. Ikut" Raggot, di pilar jam 8 mengundurkan diri
"Aku akan ikut Mama. Dia tahu yang terbaik" Gadis kecil di pilar jam 1 itu mengikuti
Melihat sudah kebanyakkan orang mengundurkan diri, ketua mereka yang berada di pilar tengah itu pun mulai beralih kepada semua orang yang belum
"Jadi yang ikut hanya 'Tenet'?" Dia pun bertanya kepada yang lain
Hector, tidak seperti biasanya, sama sekali tidak mengeluarkan napas keluh. Justru...
"Aku akan ikut. Dan aku yakin Flair tidak akan menolak" Dia berkata
Flair pun ikut mengangguk tanda setuju, mengkonfirmasi pilihan mereka untuk ikut bersama Tenet
Sehingga, yang tersisa hanyalah Noah
...
__ADS_1
"Tentu aku ikut!" Dia berkata tanpa ragu sedikitpun
Noah punya sesuatu yang dijanjikan, dan hal itu belum terpenuhi sama sekali
Tidak akan bisa terpenuhi jika dia tidak bergerak untuk memastikan keamanan seorang anak laki-laki berkode O-2507 itu
"Aku akan menyelamatkannya, dan dengan begitu dia harus membayarku dengan janji kami" Noah sekali lagi bertekad
Tim penyelamatan dan pengamanan O-2507 itu pun sudah final. Keempat anggotanya sudah siap untuk bergerak kapanpun, menunggu aba-aba dari ketua mereka
"Aku akan memberi kalian perintah secepat mungkin. Tetapi selama itu, sebaiknya kita mengawasi hidangan pembukanya" Ketua mereka pun berbicara, sebelum menghilang dan mengakhiri pertemuan itu
"Siap, kapten" Noah membalasnya dengan bergumam, sebelum sebuah portal untuk dia keluar terbuka di belakang
...----------------...
{{{ Di suatu tempat diluar ruang itu }}}
Portal itu membawa Noah keluar, ke tempat dimana dia sebelumnya. Dan karena itu, dia pun keluar berdekatan dengan 2 orang yang akan ikut bersamanya dalam misi itu, Hector dan Flair
Tetapi tidak satupun dari mereka terlihat ramah kepada satu sama lain, mengecualikan Flair yang tidak terlalu peduli pada situasi apapun itu
Keduanya menatap satu sama lain dengan intens, seakan mereka siap merobek leher satu sama lain
"Kita semua sudah sepakat kalau kita tidak akan membahas tentang masa lalu siapapun bukan...?" Noah memulai percakapan mereka
Hector menghela napas lelah karena tahu ini akan rumit
"Setiap kalimat yang aku gunakan membuatmu sensitif, Noah. Apapun itu" Dia pun membalas
"Tapi kamu membahas mengenai kelahiranku! Aku berhak untuk marah karena mulut kotormu itu!" Noah membalas balik dengan agresif
"Dengar, aku bahkan tidak tahu detail kelahiranmu. Data tertulis di Armada kita hanya menjelaskan sebagian kecil, dan hanya ketua dan Mind saja yang tahu mengenai keseluruhan masa lalu setiap personel kita" Hector menjelaskan
Noah pun hanya mendecak kesal karena tidak bisa marah lagi. Jika dia begitu, pertikaian diantara mereka tidak akan pernah selesai
"Aku tidak pernah suka kepadamu di momen kamu membawaku kemari. Aku juga disini hanya untuk bertarung dengan pria bernama Ulysses itu
Dan sekarang, aku menemukan orang yang tidak menolak permintaanku sama sekali. Seseorang yang tidak peduli aku ini siapa"
...
Aku hanya melihatnya sebagai diantara seseorang yang berbahaya, atau seseorang yang bisa berguna. Tidak peduli apa identitas yang dia kenakan
Baginya, aku menjengkelkan, tentu. Tapi satu hal yang tidak bisa dia temui dari seseorang adalah satu pesona yang kumiliki
"Dia orang yang tulus. Tidak pernah sedikitpun dia menyembunyikan perasaannya, dan pikirannya bisa cukup tergambar melalui hal itu"
Hector terdiam mendengar kalimat Noah. Dan diantara itu, dia mencoba memilih apakah dia harus berkata jujur atau tidak
"Aku harus jujur kepadamu mengenai satu hal, Noah" Hector pun berkata
Dia mendekat kearah Noah, kemudian memegang pundak anak laki-laki itu sebelum mulai berbisik
"Kita sebenarnya tidak bisa menarik keluar O-2507 dari ruang kesadarannya. Keputusan apakah dia ingin keluar atau tidak ada di tangan anak itu sendiri"
Bisikan itu membuat seluruh tubuh Noah bergetar karena kaget. Bisikan yang dipenuhi oleh kejujuran, hingga telinganya serasa ingin dia copot karena tidak bisa menerima hal itu
'Aku akan mencoba untuk melawanmu lain kali. Tapi jangan harap aku akan menahan diri'
Noah menggenggam tangannya erat karena kesal memikirkan janji yang mungkin tidak akan terpenuhi diantara kami. Janji yang sudah dia sangat harapkan, walaupun tujuan pemenuhannya berawal dari rasa tertarik semata
Tapi apa yang membuat dia semakin ingin janji itu terpenuhi adalah, dia sudah paham, dengan sosok bernama O-2507 itu. Alasan kenapa dia disana, kenapa dia membenci namanya, dan orang-orang macam apa yang sudah mengelilinginya
"... Kita tetap harus menyelamatkan bocah itu
Bahkan jika aku harus terpotong menjadi seribu bagian dan dipisah ke seluruh ujung alam semesta sekalipun, aku tidak akan membiarkan seseorang terus mengalami nasib buruk tidak berujung" Noah pun bertekad, di hadapan dua rekan kerjanya yang hanya mengangguk selagi menyamarkan senyum mereka
"Aku setuju..." Suatu suara lagi mengikuti kemudian, membuat Noah sedikit tersentak
Dia perlahan berbalik, menemukan seseorang yang sangat familiar. Berpakaian serba putih seperti seorang uskup, dan memakai sebuah penutup mata selagi membiarkan rambut panjangnya itu tidak tertutupi ataupun terikat. Seorang pria yang terdengar dan berpenampilan sangat tenang, namun bisa saja ******* habis seseorang hanya dengan kalimatnya
Secara harfiah
"Ulysses..." Noah bergumam
"Harap panggil aku Tenet, Span... Ingat, kalau kita sedang berada dalam sebuah misi bersama..."
Nama kode Tenet, pria bernama lengkap Ulysses Herd. Pria yang ingin dilawan oleh Noah hingga kalah, namun sama sekali tidak bisa dia sentuh bahkan ujung rambutnya saja selagi Ulysses hanya duduk di tempat dan menyaksikan kekalahannya
__ADS_1
Dan Noah mencoba menyerangnya sekali lagi. Tetapi tidak butuh waktu satu detik untuk tangannya tiba-tiba berputar 360 derajat dan tidak berhenti disitu, hingga sekujur tubuhnya mulai mengikuti dan berakhir dengan dirinya yang tergenang dalam darah seperti sebuah jeruk yang baru saja di peras habis isinya ke lantai
Dalam waktu itu juga, Ulysses hanya diam saja dan berdiri, dengan kedua tangannya yang menyatu seakan dia sedang berdoa selagi Noah mulai mengeluarkan batuk darah dan mencoba mengembalikan bentuk tubuhnya ke wujud semula
Suara helaan napas keluh pun keluar dari mulut pria yang diam itu
"Aku sungguh tidak paham... Kenapa, kamu terus menyerangku seakan aku adalah musuh...?" Ulysses bertanya kepada Noah yang mulai berdiri dengan normal
"Aku... Hanya tertarik untuk menang melawan seseorang yang kuat, dan satu hal lainnya...!" Noah membalas sebelum menggeser tulang lehernya ke posisi normal
"Itulah, yang membuatku tidak paham..." Ulysses berkata lagi, selagi berjalan kearah Hector dan Flair yang menonton di belakang sejak tadi
Dia pun meminta tangan Hector yang segera memberikannya tanpa pertanyaan lebih lanjut. Melihat tangan yang terbuka itu, Ulysses pun meletakkan sebuah modul diatasnya, mengepalkan kembali tangan Hector, kemudian mendorongnya menjauh
"Dari kapten..." Ulysses berkata kepadanya kemudian
"Aku paham" Hector membalas setengah antusias
Noah yang sibuk mengeringkan darah di bajunya itu pun hanya menunjukkan wajah heran melihat tingkah kedua orang itu seakan mereka menyembunyikan sesuatu
"Cih, harusnya aku tidak pakai baju putih saat kemari tadi..." Dia menggerutu
Tanpa dia sadari, Ulysses sudah berada di hadapannya ketika dia menoleh. Dan tanpa waktu panjang, Ulysses meminta kedua tangan Noah, tanpa bicara sedikitpun
Noah sekali lagi berdecak, kemudian menyerahkan kedua telapak tangannya untuk dilihat Ulysses
...
...
...
"Benang takdirmu... Sangat menarik..." Ulysses pun berujar selagi terus mencolek telapak tangan Noah seakan sedang melihat sesuatu dari balik penutup matanya
"Kamu selalu berkata begitu, tapi tidak pernah memberitahukan kepadaku mengenainya sedikitpun" Noah menggerutu
Gerutuannya itu mengundang senyum milik Ulysses yang kemudian menatapnya tepat di mata
"Aku akan beritahukan sekarang... Karena, {Orang itu} akan segera tiba di dalam hidupmu"
"Maksudmu, orang yang kamu katakan akan membuatku jatuh cinta itu?"
"Ya... Tapi, cinta bukan berarti romansa... Cinta juga bisa berarti hubungan persaudaraan... Hubungan kekeluargaan...
Dan kalian sangatlah dekat... Lebih dari sepasang kekasih... Lebih dari sepasang orang tua dan anak... Lebih dari sepasang saudara... Melihat gambarannya saja membuat hatiku tersentuh..."
"Belahan jiwa. Itu kalimat yang biasa dia gunakan untuk menggambarkan {Orang itu} kepadaku" Hector berkomentar, memperjelas kepada Noah yang kebingungan dan segera paham
"Sepertinya aku akan butuh kamu atau Fuyuki untuk menjadi kamus bahasa orang ini..." Noah berkata, masih membiarkan Ulysses mengelus tangannya
Hector pun segera menggelengkan kepala dan berkata, "Aku tidak ingin repot", selagi Flair masih diam seperti robot tanpa setuju ataupun menolak
"Kamu menyebut namaku" Flair berkata
"Oh ya kah? Maaf, itu sudah jadi kebiasaan" Noah membalasnya
...
Fuyuki pun hanya menundukkan kepalanya selagi menghela napas untuk pertama kali setelah sekian lama, sebelum kembali kepada kebiasaannya itu
"Berkenaan dengan kita berempat yang sudah disini, bukannya lebih baik jika kita semua berdiskusi, tuan-tuan sekalian?" Fuyuki pun memberi pendapat, yang segera membuat Ulysses berhenti dan menoleh
"Baiklah... Fuyuki Akutagawa..." Dia pun berkata, diteruskan oleh anggukan dari 2 orang lainnya
"Terima kasih atas kesopananmu, Ulysses-sama. Sekarang aku akan memandu kalian ke ruangan tempat aku bisa menyeduh teh" Fuyuki pun berkata lagi, memberi salam hormat, kemudian mulai memimpin dengan lagak sopan
"Teh Fuyu- Maksudku, Flair kah...? Aku tidak tahu dia bisa menyeduh teh?" Noah berkomentar
"Dia bisa membuat segala macam minuman yang kamu mau. Beberapa cemilan yang dia buatkan untukku juga tidak kalah lezat" Hector membalasnya
"Cuih! Aku pikir aku saja yang pintar memasak di dalam Armada ini" Noah mendecak, sebelum mulai mengikuti Fuyuki dengan berjalan cepat
...
...
...
"Yang dia maksudkan adalah... Memasak mie instan bukan...?"
__ADS_1
"Ulysses, diam. Kamu akan membuat dia kesal jika dia mendengarnya..."