Core of Evil

Core of Evil
Untukmu Hari Esok


__ADS_3

Ugh......


Aku... Dimana...?


Pandanganku masih sangat kabur. Apa yang bisa samar kulihat adalah bercak darah entah milik siapa, dan beberapa virus milik Corruption yang menyebar ke seluruh tanah planet ini


Aku bisa mendengar suara minta tolong. Entah kenapa, tapi terdengar seperti Hector. Sangat tidak sesuai dengan suaranya itu


Ah... Ada orang yang menggoyangkan tubuhku...


Aku sudah sadar... Tapi... Dia masih terlihat khawatir...


Oh... Itu Noah...


Aku belum melihatmu... Selama beberapa hari... Ini...


Sudah berapa lama... Aku... Disini...?


Noah...?


Pandanganku mulai kembali, selagi aku mencoba memfokuskannya kearah orang yang terlihat khawatir dengan diriku. Dan benar saja, orang itu adalah Noah


"Apa... Yang kamu lakukan... Disini...?" Aku bertanya kepadanya


Tubuhku masih lemas. Rasanya seperti aku belum makan sama sekali, atau baru saja bangun tidur diatas permukaan yang tidak nyaman


Noah terlihat lega, tetapi wajahnya tiba-tiba kembali risau. Dan entah kenapa, dia tiba-tiba perlahan menutup telingaku, memintaku untuk menatapnya saja


'Jangan lihat kemana-mana' Noah samar mengisyaratkan dengan bibirnya


Tapi wajahnya terlihat sedih, entah kenapa. Itu pertama kalinya aku melihat dia sedih


Aku tentu penasaran, mencoba untuk melihat kearah lain, namun segera dialihkan oleh Noah lagi


Dia menggelengkan kepalanya dan tiba-tiba mulai meneteskan air mata


Tapi kenapa...?


Tanganku pun coba kuulurkan untuk melepaskan tangannya. Namun dia tetap bersikeras agar aku tidak menatap kearah lain, selagi dia semakin dan semakin terlihat lemas dan meringis


Noah...


'Aku... Tidak ingin kamu menangis...' Dia kali ini berkata menggunakan bibirnya yang bergetar


Kenapa aku...?


Aku tidak bisa menggunakan Corruption untuk menyingkirkan tangannya. Kenapa?


Aku benci ini...


Aku pun menarik tangan Noah dan menggigitnya, sehingga dia yang tidak mengantisipasi hal itu langsung terkejut dan menarik pergi tangannya dariku sehingga aku punya kesempatan untuk melihat sekeliling


Tapi sejujurnya, jika aku bisa memilihi lagi dan melupakan hari itu...


Aku mungkin akan merasa lebih baik jika tidak melihat sekeliling


Tidak jauh dariku, Hector berteriak kesana kemari dengan nada memohon, entah kepada siapa. Dia sepertinya sangat pasrah dan hanya ingin satu hal saja di dunia ini dengan memohon, tetapi tidak bisa mendapatkan hal itu sama sekali


Tingkahnya itu masuk akal ketika mataku yang terbelalak itu melihat Jun di pelukannya. Terbaring tanpa daya, dengan Corruption yang menyebar ke seluruh tangannya


Tidak. Tidak hanya itu


Aku pun sadar kalau dadanya berlubang seakan ditusuk oleh duri yang besar, dan Corruption itu pasti menyebar melalui dadanya hingga ke tangannya


Aku beralih kembali kearah Noah yang masih meringis, meminta penjelasan dari semua kejadian itu


Jadi, mau tidak mau, dia harus memberitahuku. Dan dia pun perlahan menunjuk kearah duri besar Corruption yang masih tersisa, tempat dimana aku berdiri dan tertusuk oleh serum tadi sebelum disandarkan ke tebing ini


Memori itu perlahan kembali. Ketika Corruption bangun dan menghancurkan Noah. Lalu ketika mereka semua bersatu untuk mengalahkannya. Juga...


Ketika Jun maju tanpa memedulikan dirinya sendiri, dengan sebuah jarum suntik berisi serum anti Malefic di tangannya, sehingga berakhir harus tertusuk tepat di dadanya selagi Corruption yang menyakitkan itu mulai menjalar ke sisa bagian tubuhnya


Tetapi karena aku sudah sadar sekarang ini, Corruption berada sepenuhnya di kendaliku. Dan karena aku terkena serum itu, kekuatannya akan berhenti menjalar


Jun sayangnya, harus berkorban untuk mencapai hanya hal itu saja


Aku tidak tahu lagi apa yang kupikirkan disaat itu, tapi aku hanya tahu kalau aku berteriak dan menolak kenyataan


Aku sungguh tidak tahu. Memoriku akan hari itu sungguh sangat buram hingga aku merasa kalau tubuhku sengaja menolak menampilkannya untuk kuingat


Tragis bukan? Nasib kehidupan seorang guru yang sangat menyayangi muridnya, berakhir di tangan muridnya juga


Itu adalah sepenuhnya kesalahanku. Kamu tidak bisa mengatakan yang sebaliknya atau yang lainnya...


Seandainya aku tidak memberi perintah kepada Corruption untuk aktif pada waktu tertentu disaat itu. Seandainya aku tidak datang ke area 25 disaat itu...


Lalu kejadian selanjutnya yang kuingat adalah...


Hector. Dia menyepak wajahku sehingga salah satu gigiku langsung terlepas


Dia tidak berniat berhenti di situ, tetapi Ulysses yang berada di dekat sana langsung menahannya bersama Fuyuki setelah diajak

__ADS_1


Dan aku hanya bisa meringis selagi melihat wajah geram milik Hector itu yang diarahkan kepadaku. Dia terus mencaci maki diriku dengan segala kalimat buruk yang bisa dia keluarkan, dan itu menusuk tepat langsung ke dalam hatiku


Aku sangat menyedihkan. Aku yang sudah membunuh guruku disaat itu, tetapi Hector juga harus menanggung dampaknya


Noah juga. Dia tidak dekat dengan Jun, tapi dia tidak ingin aku sedih. Dia tidak ingin aku menangis juga


Dan ketika Ulysses memaksa kontrol atas pikiran Hector, dia pun perlahan jatuh ke tanah tepat di sampingku


Itu juga kali pertamanya aku bertemu dengan Ulysses. Dia memberi aura yang sangat menenangkan kepada semua orang di sekitarnya, tetapi ketika aku melihat wajahnya yang risau itu, aku tahu kalau situasi ini sangat parah. Bahkan untuk orang yang seharusnya tidak terkena dampaknya juga


Dia perlahan membungkuk, menggapai wajahku yang masih meringis itu selagi aku menggapai tangannya juga. Dan dengan pelan, dia mulai bicara


"Maaf kami tidak bisa menyelamatkannya anakku... Dia sudah berada di tangan yang tepat..."


Dia perlahan ikut menangis di tengah kalimatnya, selagi tangisanku juga semakin menjadi


Itu sungguh hari yang buruk. Aku tidak tahu apa yang terjadi, atau dimana aku. Kedua armada itu kemudian mati-matian mencoba menyelamatkanku, hingga harus bekerjasama walaupun mereka tidak suka. Dan sekarang...


Aku membunuh guruku sendiri. Guru yang mencintaiku lebih dari apapun. Dan guru yang aku cintai lebih dari apapun


Orang yang mengajariku untuk bertahan hidup di dunia ini. Ironi yang menyakitkan, ketika mengetahui kalau dia tidak bisa ikut bertahan bersamaku untuk melalui dunia yang kejam ini...


{{{ Satu jam kemudian }}}


"Jadi... Kalian sungguh bekerjasama hanya untuk mengembalikanku..."


"Situasinya sangat sulit. Tapi kami berhasil"


Aku melihat lagi sekeliling. Disana aku bisa melihat kalau Aurora dan Lumia juga ada untuk menyelamatkanku. Tetapi keduanya tidak sadarkan diri berkat kekuatan psikis milik Ulysses


Sayangnya, karena kekuatan psikis itu juga, Ulysses membuat pikiranku berpikir, kalau aku tidak bisa melihat Jun sama sekali


Kemanapun aku melihat, tubuh Jun menghilang. Walaupun aku tahu, dia pasti ada di dekat kedua wanita itu


"Aku tidak perlu rasa kasihan milik Ulysses..." Aku berkata kepada Noah yang kerjanya hanya membalas perkataanku sejak tadi


Bahkan kali ini, dia hanya membalas dengan sebuah anggukan tanda paham


Hector masih tidak sadarkan diri. Flair, yang baru saja kutahu namanya sebagai Fuyuki itu sibuk berdiskusi dengan Ulysses di dekat tubuh kedua wanita itu. Mereka sepertinya sedang membahas diriku karena aku bisa melihat Fuyuki sesekali melirik


Dan aku masih disini, lemas seperti sebelumnya. Mungkin karena aku terlalu sibuk menangis selama satu jam ini


Jun dimana...?


Aku...


"Aku ingin mati saja..."


Aku...


Tidak melihat, apa gunanya aku tetap hidup di dunia ini...


Aku tidak ingin mendengar pendapat siapapun lagi. Aku hanya ingin...


"Azure..."


"Azure bukan namaku, Noah..."


"Kalau begitu kamu hanya perlu nama baru"


"Tidak. Aku tidak butuh. Tidak ada gunanya nama baru untuk orang yang sudah mati"


"Pikirkan tentang Jun" Noah tiba-tiba berkata


!!!


"Apa yang-!"


"Pikirkan kenapa dia ingin menyelamatkanmu" Noah berkata lagi


"Hanya satu alasan bukan? Dia ingin kamu hidup"


"Itu tidak berguna"


"Artinya kamu tidak ingin menghormati gurumu lagi??"


"Aku tidak bermaksud begitu-!"


"Tentu kamu bermaksud begitu! Kamu pikir aku bodoh??"


"Oke, kesampingkan itu. Sekarang dengarkan"


"Ahahahah! Aku sungguh terdengar seperti ibuku sekarang ini! Ya Tuhan aku rindu dia!"


Eh-?


Noah...


"Oke, kembali ke topik


Menurutmu, jika dia mati untukmu hidup, lalu dia mendengar kamu ingin mati sekarang ini, apa yang akan dia rasakan?"

__ADS_1


Aku...


"Dia akan kecewa! Paham?"


"Ya! Aku paham, jadi berhenti berteriak dan meludahiku"


Aku paham...


Tapi aku masih tidak bisa menerima ini...


"Dengar" Noah berkata lagi, kembali membuatku mengangkat kepala


"Jika kamu tidak bisa menerima ini, maka jadi lebih kuat darinya. Dengan begitu... Sudah mengartikan, kalau kamu sungguh menyayangi gurumu"


"Noah..." Aku berkata setelah menunduk sedikit


"Ya ya? Aku mendengarkan" Noah berkata, sok girang selagi menyodorkan telinganya


Aku pun mendekatkan mulutku ke telinganya dan mulai berbisik


"Aku tidak tahu kamu punya otak"


Noah langsung mengeluarkan suara terkejut karena tersinggung mendengar bisikan itu. Mulut menganganya itu membuatku tertawa sedikit, selagi dia hanya memperhatikan dengan wajah yang mulai melunak


Dia terus memberiku ruang selagi aku masih belum selesai tertawa, dan ketika sudah, aku yang lebih dahulu menyadari tatapannya itu berubah


"Noah. Kamu baik-baik saja...?"


"A- Ah! Aku baik-baik saja. Lebih baik dari sebelumnya"


Dia kemudian mengubah ekspresinya menjadi senyuman yang sangat lebar selagi dia menepuk kepalaku pelan


Senyumannya itu sangat lebar, sehingga memicu sebuah memori yang aku sudah lupakan beberapa tahun ini


Senyumannya, mirip sekali dengan milik ayahku. Lebar dan menyilaukan seperti sebuah bintang yang menghangatkan


Aku pun tanpa sadar menariknya untuk dipeluk. Noah yang terkejut itu pun kemudian hanya membiarkanku memeluknya, hingga justru dia membalas pelukan itu


Daguku yang kutanam di bahunya terasa sangat hangat selagi aku memejamkan mata. Dan berkat pelukannya itu, aku sungguh melupakan segala hal buruk disaat itu


Tapi momen itu harus berlangsung sebentar saja, karena kami menyadari kehadiran sebuah pesawat ruang angkasa yang mulai mendekat


Karena itu, Fuyuki dan Ulysses pun memutuskan untuk mulai membuka pecahan ruang yang akan menjadi portal kami segera pergi dari tempat itu


Fuyuki pun memberi isyarat kepada Noah untuk membawaku, selagi Hector dibawa oleh Ulysses di pundaknya hingga dia masuk terlebih dahulu


Noah pun melakukan seperti yang diminta kedua rekannya, membawaku dekat dengan dadanya, selagi kami berjalan masuk ke dalam portal itu


Jadi mereka akan membawaku hm...?


Yah, aku tidak tertarik lagi berada di sisi Arcadia setelah ini. Kepercayaanku sudah sepenuhnya runtuh terhadap mereka


"Ah, dan Jun mengatakan satu hal terakhir untukmu, walaupun aku ragu sejak tadi harus mengatakannya atau tidak" Noah pun berkata


Aku perlahan menoleh kearahnya selagi dia tersenyum dengan wajah sedih itu, siap untuk mendengarkan


"Untukmu hari esok. Aku yakin kamu akan hidup dengan baik, anakku


Begitulah yang dia bilang..."


Jun...


Guru...


Maaf aku akan meninggalkanmu, guru-- Meninggalkan rumah yang memperkenalkan kita dengan satu sama lain---


Tapi itu bukan rumahku lagi... Jadi--- Biarkan aku pergi---


Dan maaf-- Aku harus menangis sekali lagi-- Mengantar kepergianmu---


Jun---


Sampai jumpa di hari esok...


Aku... Akan membawamu ke tempat itu


Tempat yang indah... Yang selalu kamu ceritakan dari legenda untukku...


Terima kasih untuk segalanya...


Untuk semua yang kamu ajarkan...


Untuk waktu yang kamu luangkan...


Untuk pengorbanan yang kamu lakukan...


Terima kasih...


Aku akan selalu mengingatmu di dalam hatiku...


Sampai jumpa

__ADS_1


__ADS_2