Core of Evil

Core of Evil
13 Pilar


__ADS_3

{{{ Keesokan harinya }}}


{{ ??? }}


"Jadi, apakah kita bersembilan sudah hadir semuanya?"


Suara yang terdengar sangat dalam dan bergema itu bertanya di dalam ruangan gelap yang hanya diisi cahaya redup dari bawah


Disana, hanya terdapat 13 pilar, berdiri menjulang dan melingkar dalam posisi jam di dalam ruangan itu dengan pilar tertinggi berada di tengah lingkaran 12 lainnya. Di setiap pilar itu, sebuah {Takhta} yang terbuat dari batu putih besar terletak


Di masing-masing {Takhta} itu, 8 orang terduduk, dengan 5 buah sama sekali tidak terisi oleh siapapun dan hanya diselimuti oleh kegelapan


Satu di tengah, pilar di jam 3, pilar di jam 7, pilar di jam 10, dan pilar di jam 12


Diatas sebuah pilar, tepatnya pilar jam 4, seseorang mendecak kesal selagi mengganti posisi duduknya


"Sudah kubilang kalau Noah saja yang belum hadir sejak tadi, dan dia sudah hadir sekarang. Kamu sungguh sengaja tidak pernah mendengarkan perkataanku bukan?"


Sebuah tawa kecil tiba-tiba menggema di dalam ruangan itu. Suara tawa gadis yang berasal dari pilar jam 5


"Ayolah Spine~ Jangan menggerutu seperti itu hanya karena kamu ingin tidur lagi~"


Mengikutinya seorang wanita bergumam sejenak, sebelum mulai bicara


"Sejujurnya aku setuju dengan Shape. Pertemuan ini sangat penting karena kita sudah menemukan kandidat yang akan duduk diatas jam 12" Sebuah suara wanita yang terkesan mengejek terdengar dari pilar jam 2


"Aku hanya akan ikut kata-kata Mama..." Suara gadis kecil dari pilar jam 1 mengikuti kemudian


Sebuah suara napas berat pun bisa terdengar dari pilar jam 6. Sebuah suara penuh keluhan akibat suasana yang tidak mengenakkan


"Ah... Lagi-lagi kita tidak akur..." Pria diatas pilar jam 6 itu mengeluhkan kemudian, mengepalkan tangannya seakan sedang berdoa


"Dia benar. Kalian terlalu banyak bertengkar tentang masalah yang tidak penting" Suara di pilar tengah itu pun melerai


Walaupun tidak ada yang duduk disana, semua orang tetap menatap kearahnya, dikarenakan suara yang dikeluarkan oleh {Takhta} kosong itu


Tetapi sesungguhnya, tempat itu tidak terlalu kosong. Ada seseorang yang mendudukinya, tetapi tidak memiliki wujud fisik yang utuh. Wujud yang tidak bisa dilihat oleh mata ataupun dengan bantuan alat


"Ketua. Jangan bilang kalau kamu akan mengirim kami lagi ke dalam misi untuk membawa O-2507 kemari. Kami berempat sudah cukup kewalahan di dalam misi itu..." Pria diatas pilar jam 4 lagi-lagi berucap selagi menggaruk kepalanya


"Walaupun aku tidak akan mengirimmu lagi Hector, tetapi tetap saja kita harus bisa meyakinkan O-2507 untuk bergabung dengan kita"


Pria diatas pilar jam 4 yang merupakan Hector itu lagi-lagi bersuara, tetapi kali ini dengan sebuah suara napas lega. "Aku senang mendengar itu, ketua..."


"Tidak apa Hector. Anggap saja hadiah karena kamu sudah menyambungkan kita kepada O-2507 untuk yang pertama kalinya"


Hector hanya tersenyum selagi mengatur posisi duduknya ke pose yang lebih nyaman diatas {Takhta} miliknya


"Jadi, siapa yang akan kamu kirim kali ini, ketua?" Seorang gadis yang terdengar kaku dari pilar jam 9 itu bertanya


"Aku akan mengirim Span kesana, Flair"


Flair pun mengangguk paham, sebenarnya sangat lega dengan hal itu


"Hah!?? Kenapa harus aku yang repot lagi setelah ikut dalam misi sebelumnya coba??"


Suara keras yang datang dari pilar jam 11 pun protes. Suara familiar yang datang dari seseorang berambut hitam dan mata merah, yaitu Noah


"Karena kamu adalah satu-satunya yang tidak bisa mati diantara kita semua. Kecualikan Mind, karena dia punya cara {unik} untuk bisa tetap hidup"

__ADS_1


Wanita yang duduk di jam 2 yang disebut Mind itu hanya tertawa kecil


"Aku akan kirimkan Force untuk membantumu jika perlu" Ketua mereka dari pilar tengah berkata


Noah pun tersentak mendengar nama kode itu, sebelum melirik kearah pilar jam 8 dimana seorang pria duduk diatasnya, dengan sangat tenang tanpa bersuara sedikitpun, menatapnya balik


"... Tidak. Kami berdua juga tidak terlalu akrab dengan satu sama lain" Noah pun berucap, menolak tawaran ketua mereka itu


"Aku. Tidak. Masalah. Selama. Misi. Bisa. Lancar" Pria yang disebut sebagai Force itu juga mengikuti kemudian


"Sungguh tidak perlu. Aku terlalu bodoh untuk memerintah {Alat} sepertimu, jadi misi ini pasti akan gagal total. Lebih baik aku sendiri saja yang pergi"


Pria itu mengeluarkan napas keluh mendengar pernyataan Noah, selagi yang satunya duduk dengan tenang kembali, siap menerima perintah dari ketua mereka


"Jadi, apa yang harus kulakukan, ketua?" Noah bertanya


"Gampang"


...


Tidak seperti yang Noah duga, ketua mereka itu tidak secara langsung memberitahukan apa rencananya. Dia justru diam dan membiarkan ruangan itu menjadi hening, selagi Noah terus menunggu jawaban darinya


"... Kamu memata-matai O-2507 lagi?" Noah pun bertanya, sepenuhnya khawatir


"Begitulah. Aku hanya ingin tahu apakah dia sudah lepas dari pengawasan Venia itu. Kamu bisa pergi menjemputnya besok ketika dia sudah sampai di planet terdekat untuk mengamankan diri"


"Besok hm...?"


Tapi dia masih tidak paham kenapa dia harus 'menjemput' target mereka


"Kenapa harus menjemput?"


"Hah?"


"Apa?"


Hector dan Noah secara spontan terkejut bersamaan mendengar hal itu


Membawa target mereka ke area 25 markas utama Arcadia...


Itu adalah misi mereka sekarang


"Kita harus mempercepat bergabungnya O-2507 ke dalam armada ini. Maledict of Control sudah mulai berulah, dan kita harus segera membasminya menggunakan kekuatan anak itu"


"Bukan itu masalahnya! Kamu ingin aku membawanya dan diriku sendiri ke dalam sarang maut secara langsung!? Walaupun aku tidak bisa mati, bukan berarti aku tidak bisa disakiti oleh mereka!"


Bayangan kalau dia akan tertangkap dan dibedah oleh peneliti di armada Arcadia membuat Noah merinding


Kilasan balik kalau dia tidak bisa mengalahkan Jun bahkan mulai terlintas di kepalanya


Jika Jun yang merupakan seorang Venia saja sekuat itu hingga tidak bisa dia sentuh, Noah tidak ingin tahu bagaimana rupa Venia yang lainnya


"Tempat itu ada di dalam markas utama mereka. Bahkan mengirim Noah kesana untuk memandu anak itu sama saja artinya dengan membunuhnya walaupun tidak secara harfiah" Hector mencoba mengikuti


"Justru karena Noah tidak bisa matilah aku yakin kalau membawa O-2507 kesana akan berlangsung dengan aman


Dan dia juga sudah memperkenalkan namanya kepada anak itu. Aku yakin mereka akan memahami satu sama lain dengan cepat ketika aku mengirimnya kesana" Ketua mereka justru membalas


Noah menggerang panik. Dia ingin menolak, tetapi tidak tahu harus berkata apa. Lagipula, dia memahami betul poin penting dari perkataan ketuanya itu

__ADS_1


Tetapi, dia pun sadar akan satu hal. Satu keinginan yang dia inginkan dariku


'Aku ingin kamu yang jadi lawanku lain kali'


...


"Baiklah aku akan terima. Masih ada sesuatu yang aku harus bereskan dengan anak itu" Noah pun berkata, diikuti oleh sebuah seringai


Ketua mereka terdengar sangat puas dengan perkataan itu, bahkan mendengungkan suara kecil penuh kesenangan untuk menanadakannya


"Kalau begitu pertemuan kita selesai disini. Kembali ke pos kalian masing-masing dan persiapkan diri untuk membawa O-2507 kemari


Seandainya kita harus memaksa. Tapi aku harap tidak terjadi"


Suara milik ketua mereka itu menghilang terlebih dahulu dibawa oleh hembusan angin yang datang entah dari mana


Lalu tidak lama setelah hilangnya ketua mereka itu, sebuah portal muncul di belakang {takhta} mereka masing-masing. Portal yang akan membawa mereka ke tempat dimana mereka sebelumnya tadi


"Aku akan undur diri terlebih dahulu. Makan siangku pasti sudah dingin sekarang..." Hector berkata, diikuti sebuah napas keluhan setelahnya


Seperti yang dia bilang juga, dia pun segera pergi, membuat Flair sedikit terkejut dan mengikutinya pergi melalui portal masing-masing


"Aku juga harus pergi. Pekerjaanku akan sangat banyak demi melacak O-2507 dan memberikan info kepadamu nanti. Salah satu kloningku akan membantumu juga"


Wanita di pilar jam 2 bernama Mind itu pun bangun, mengajak gadis kecil yang duduk di jam 1, kemudian pergi melangkah bersamaan pergi dari dalam ruangan itu


"... Semoga beruntung, sahabat-sahabatku tercinta..." Pria di pilar jam 6 itu berkata sebelum pergi


"Dah Noah~! Hati-hati di dalam tugas kali ini~!" Shape melambaikan tangannya, sebelum pergi ke dalam portal miliknya


...


"Jadi hanya kamu seorang disini hah...?" Noah berpaling kearah orang yang masih saja duduk di tempatnya itu


"Aku. Menunggumu. Tidak. Sopan. Bagi. {Alat}. Untuk. Mendahului. Orang. Sepertimu"


Noah hanya menggaruk kepalanya, tidak tahu bagaimana cara dia harus meladeni orang yang satu itu


"Aku tidak suka memakai kode, jadi tidak masalah jika aku memanggilmu dengan nama yang kamu miliki bukan...?" Noah pun bertanya


"Tidak. Apa"


Dia bukan sebuah robot. Dia juga bukan mesin macam apapun. Tetapi nada bicaranya terdengar sangat robotik untuk seseorang dari ras Alien Yatsha


Itu sebabnya Noah tidak terlalu nyaman bicara dengannya. Apalagi ketika tahu, kalau dialah yang menyeret orang itu ke dalam kelompok ini bersama dengan Hector...


Orang yang sudah dia 'culik', berdasarkan berita yang beredar. Tetapi sesungguhnya, bukan itu kenyataannya...


"Kalau begitu bantu aku latihan, Raggot. Aku harus siap dalam misi selanjutnya ini"


Rambut ungu kemerahannya itu pun terlambai selagi dia sepenuhnya menoleh kearah Noah. Mata hitam gelap yang sebelahnya ditutupi oleh rambutnya dan seakan tidak bernyawa itu memberitahukan seberapa gelap jiwanya


Lalu dibalik sebuah masker wajah yang dia kenakan, Raggot hanya mengatakan satu patah kata


"Dimengerti"


Noah pun mengangguk meresponnya


"Jangan tahan dirimu. Hadapi aku seakan kamu sedang ingin membunuh walaupun ini hanya latihan"

__ADS_1


"Dimengerti"


__ADS_2