
{{{ Keesokan harinya, siang hari }}}
Hari itu akhirnya tiba. Hari dimana aku akan menghadapi Hector untuk meluruskan masalah diantara kami
"Hector-sama hanya akan bangun ketika bintang terdekat sudah hampir sepenuhnya naik keatas kepala" Fuyuki menjelaskan
"Sungguh? Manusia macam apa yang hanya akan bangun di jam segini?" Aku bertanya
Dan berdasarkan penjelasan Fuyuki sejak tadi, aku baru menyadari satu fakta yang mengejutkan. Yaitu, fakta kalau Hector adalah seorang pemalas
Setiap hari dia akan diam di kamarnya jika tidak diajak Ketua atau Ulysses untuk keluar. Makanannya akan selalu dibawakan oleh seseorang secara acak hingga Fuyuki bergabung. Dia jarang bersosialisasi dan menghabiskan waktunya untuk bermain game, bahkan begadang jika perlu. Dan sekarang Fuyuki menjelaskan kalau Hector hanya akan bangun jika waktu nyaris memasuki siang
Dia adalah gambaran sempurna untuk kehidupan yang aku inginkan...
Yah, minus bagian dia kehilangan beberapa teman-temannya...
Armada ini juga adalah tempat yang ideal untuk bersantai. Planet tempat Armada ini didirikan berada sama dekatnya dengan sebuah bintang, sama seperti Terra dengan bintang Solar. Walaupun aku yakin jarak planet ini dengan bintangnya berada sedikit lebih jauh
Yang aneh dari planet ini hanyalah, oksigen untuk semua orang bernapas hanya akan datang dari bawah tanah. Aku tidak tahu hukum ilmiah apa yang bisa menjelaskan fenomena ini, tetapi oksigen memang dihasilkan dari dalam tanah tempat ini, selagi udara diluar di dominasi oleh gas Sulfur dioksida
Aku sempat heran kenapa ventilasi udara kami diletakkan di bawah. Tapi sekarang aku lebih dari mengerti mengenai alasannya...
Tempat yang nyaman, udara yang menyegarkan walaupun tempat munculnya bisa dibilang aneh, dan fasilitas yang diisi oleh kumpulan orang yang sangat ramah. Introvert sepertiku dan Hector tentu akan merasa senang disini
...
"Omong-omong, kamu tidak penasaran kenapa aku tiba-tiba ingin bicara dengan Hector?" Aku mencoba mencari topik dengan Fuyuki
"Tidak. Selain tahu kalau Arthur-sama ingin berbaikan dengannya, aku tidak perlu mengetahui alasanmu yang lain"
Yah, aku juga tidak bisa menyembunyikan niat utamaku itu. Tapi dia benar. Aku punya niat lain dengan Hector
"... Aku ingin mencoba berteman dengannya"
Fuyuki hanya diam tidak merespon. Tapi tanpa kusadari, dia begitu karena kami akhirnya sudah berada dekat dengan ruangan milik Hector
Tempatnya terlihat sangat biasa, sama seperti kamar staf lainnya. Aku yakin dia memilih ruangan kecil ini karena dia tidak ingin terlalu repot membersihkannya
Dan Fuyuki pun mengetuk pintu kamar Hector, sehingga mendapatkan respon suara dari Hector
"Aku membawa tamu yang ingin menemui dirimu, Hector-sama" Fuyuki pun berkata, dibalas oleh diam selama beberapa saat
"... Kenapa kamu mengajaknya kemari...?" Suara Hector samar terdengar
A-!
Dia sudah tahu ini aku...?
"Kamu tidak bisa menutupi pikiranmu, bocah. Dan pergi sana. Aku tidak akan menerimamu sebagai tamuku"
...
Aku hanya diam tanpa tahu harus berkata apa. Dari kalimatnya itu, semua orang bisa langsung tahu kalau dia masih tidak mau menerima diriku berada di sekitarnya, apalagi jika harus berbincang
Tapi, aku datang kemari bukan untuk menyerah
Jadi aku hanya diam berdiri tegap di depan pintu kamarnya yang tertutup dengan pikiran yang hanya diisi 'Aku tidak akan menyerah'
Begitu dan begitu seterusnya, selagi Fuyuki hanya mengawasiku dari belakang dengan tenang, sementara Hector yang masih mengunci diri itu mulai terdengar risih
Dia mulai merasa terganggu dengan kehadiranku disitu, sehingga kalimat selanjutnya yang dia keluarkan itu terdengar lebih keras
"Fuyuki. Usir dia"
Hanya saja, Fuyuki tidak mengindahkan perintah itu dan hanya ikut diam bersamaku sehingga membuat Hector lagi-lagi terdengar risih. Dia bahkan mulai mendecakkan lidahnya
Tahu kalau Fuyuki tidak akan menurutinya, dia pun harus tangan sendiri, sehingga pintu kamarnya mulai terbuka dari dalam dan mengejutkanku yang tidak siap
Sosok Hector pun terlihat, membelakangi isi ruangannya. Tatapan kami berdua bertemu, sehingga membuatku sedikit tegang, berharap setidaknya dia mau bicara mengenai hal ini duluan atau mengusirku
Tapi dia hanya diam karena mengetahui isi pikiranku, sehingga hal ini sudah mulai menjadi perang mental diantara kami berdua. Siapa yang goyah terlebih dahulu akan gagal dan harus menuruti sisi yang satunya
'`Mau sampai kapan kamu menatapku, bocah?`' Suara miliknya pun terdengar di dalam pikiranku
"... Selama yang aku bisa untuk memenuhi niatku. Selama kamu masih bersikeras kita tidak akan bicara" Aku menjawab
Aku tahu ini mungkin sia-sia. Tapi aku ingin bicara denganmu. Karena...
Kita sudah menjadi rekan. Dan aku juga ingin membantu rekanku sebanyak yang aku bisa
Isi pikiranku itu membuat Hector sedikit menunjukkan reaksi, sehingga dia mulai memiringkan kepalanya sedikit lebih condong ke bawah
Rambutnya yang berantakan itu pun dia usap sekeras mungkin karena tidak bisa menemukan celah untuk meyakinkanku pergi. Dan mengetahui hal itu, dia langsung menatap kearah Fuyuki yang tadinya hanya memperhatikan
"Kamu harus membayar hal ini dengan menuruti kemauanku selama 1 bulan ke depan. Paham?"
Aku pun ikut menatap kearah Fuyuki, selagi dia mulai mengangguk paham. Hector puas melihat hal itu dan segera membuat gerakan tangan seakan sedang mengusir dan berkata, "Sekarang pergi dan buatkan kami kopi. Dapurku sedang rusak"
Mendengar itu, Fuyuki menunjukkan reaksi tersentak. Aku tahu dia ingin mengawasi pembicaraan kami, tapi dia sudah setuju dia akan menuruti kemauan Hector
Jadi dia pun pasrah dengan sebuah helaan napas, menunduk pamit, dan mulai pergi selagi bunyi terompahnya itu mengiringi
...
Hanya tersisa kami berdua, dan Hector pun menepuk pundakku. Ketika aku berpaling, aku melihatnya memberi tanda kalau aku boleh masuk dan duduk di depan sebuah meja diatas lantai
Dan ketika aku masuk, aku cukup terkejut dengan betapa rapi ruangannya. Untuk seseorang yang digambarkan oleh Fuyuki sebagai pemalas, dia ternyata cukup rapi
Sangat rapi justru, sehingga semua hal terlihat tertata rapi. Tidak mengesankan, tetapi nyaman dilihat oleh mata
"Jika kamu pikir aku tidak bersih-bersih, kamu salah" Hector kemudian berkata
"Bisa jangan baca pikiranku setiap saat selagi kita berdua? Bahkan Cassidy dan Ulysses saja tidak begitu kamu tahu...?" Aku meminta kepadanya
"Kamu tidak kemari untuk bernegosiasi denganku"
"Dan karena itulah aku ingin situasi kita nyaman, Hector"
"Kamu pikir kita bisa bicara dengan nyaman walau aku tidak membaca pikiranmu, begitu...?"
Aku tidak akan berargumen lagi. Aku juga tidak datang kemari untuk itu
"Bagus. Sekarang kamu punya batas waktu 10 menit"
Heh?
"Oy oy! Kenapa ada batas-?!"
"Waktu berjalan. Pilih kalimatmu dengan baik"
!!!
Urgh... Dia langsung memotong kalimatku...
10 menit dia bilang. Dasar tidak adil...
"Ah, dan jangan coba-coba bahas Jun. Jika begitu, kamu boleh keluar"
...
"Aku datang kemari untuk itu"
"Kalau begitu keluar"
...
Hector bahkan tidak ragu mengusirku. Tapi dia tidak mencoba memaksa
Dia yang menunjuk kearah pintu masuk kamarnya itu langsung membuatku menunduk sedih
"Aku tidak akan menerima kalimat apapun darimu jika kamu ingin mencoba membuat hatiku lebih baik atau omong kosong lainnya yang terdengar sama" Dia berkata lagi
"... Aku juga datang untuk itu"
"... Kalau begitu kamu datang di waktu yang salah"
*BRAK!*
"Kalau begitu kapan waktu yang benar?!"
Aku spontan merasa kesal dengan semua responnya itu, sehingga titik ini membuat emosiku meluap. Entah wajah apa yang kupasang, tetapi aku tahu kalau Hector terkejut karena aku sudah menghantam mejanya barusan
Dia sama sekali tidak menerima hal itu dengan baik, sehingga udara di sekitar kami mulai terasa berubah
"Jangan coba-coba hancurkan meja itu..." Dia pun mengancam, sehingga aku bisa mencium ada bau Terror yang menyelimuti dirinya
...
...
__ADS_1
"Lihat...?" Aku pun berkata "Kamu bahkan mencoba membunuhku sekarang ini..."
Dia bahkan tidak ragu untuk menggunakan kekuatan Maledict miliknya untuk mengancamku
Ini semua membuatku frustasi. Semua hal yang terjadi diantara kami semua membuatku frustasi...
Aku sungguh, sangat menginginkan Hector untuk setidaknya bersikap biasa saja. Dia tidak perlu menyukaiku, tetapi setidaknya itu lebih baik daripada mencoba membunuhku sekarang ini bukan...?
Apa hubungan diantara kami sungguh hanya akan tetap seperti ini saja...?
...
"... Seandainya aku boleh, O-2507..."
Heh-?
"Seandainya aku boleh..."
...!
...
...
...
Tidak ada yang bisa menggambarkan isi hatiku disaat selanjutnya, setelah dia mengatakan hal itu dengan sangat jelas
Hatiku sangat sakit, dan kata itu bahkan belum cukup untuk menggambarkannya...
Rasanya lebih mematikan, sehingga aku berharap aku mati di tempat itu saja. Dan kalian tahu...?
Persetan...
"Kalau begitu bunuh aku sekarang---"
Ketika aku menatap Hector dengan serius, dia sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apapun. Hanya wajah datar dan tidak tertarik dengan situasi ini, sementara hanya aku saja yang meneteskan air mata karena kesal disaat itu
"... Kalau begitu bunuh aku, dan selesaikan dendam milikmu itu---!!"
Aku benar-benar kesal. Dia bahkan tidak sedikitpun terlihat menyesal
Semua usahaku selama ini untuk memperbaiki hubungan kami. Semua upayaku hanya agar dia juga bisa menjadi teman bicara yang mungkin paham akan diriku...
Semuanya sia-sia, dibakar oleh satu kalimat saja darinya...
Matanya mulai menatap ke bawah, seakan dia sudah menyesal mengatakan hal itu. Tetapi aku tahu dia belum. Dia menolak rasa penyesalan itu, dan menggantikannya dengan ego
"Baik itu kamu, ataupun Jun, kalian berdua sama-sama tidak akan paham dengan rasa sakitku..." Dia pun berkata
...
Rasa sakitmu...?
Rasa sakitmu, kamu bilang...?
"Ya... Tentu kami tidak-- Akan paham..." Aku membalas, membuat matanya kembali terangkat
Tapi...
"Tapi-- Apa pantas kamu berpikir kalau kamu saja, yang memiliki rasa sakit...?!"
"... Aku tahu kamu juga-"
"Ya! Aku juga punya!" Aku segera memotongnya. "Tapi... Kamu bahkan tidak memikirkannya sama sekali...!"
Dia sama sekali tidak memikirkan siapapun selain dirinya...!
"Aku yang membunuhnya dengan tanganku...! Aku juga penyebab kejadian itu bisa terjadi...! Aku bahkan tidak bisa mendengar kalimat terakhirnya...!
Aku selalu dianggap sebagai senjata di Arcadia! Bahkan beberapa anggota LIONS tidak melihatku sebagai seseorang! Semua media mungkin sudah memasang poster dengan harga kepalaku! Bayangan Corruption masih terus membuat kepalaku sakit! Dan aku sudah mengingkari sebuah janji!
Kedua teman baikku di Arcadia bahkan tidak tahu kabarku sekarang ini---! Aku juga harus melihat kenyataan dari identitasku di area terkutuk itu---! Aku bahkan tidak tahu apa pendapat mereka berdua mengenai diriku---!
Dan kamu tetap menganggap-- Kalau hanya kamu saja yang paling disakiti di dunia ini---!!"
Aku kesal---!
Sial-! Aku kesal sekali---!
Tidak ada yang bisa membantuku selama ini, dan bicara dengan Hector sekarang membuat beban di pundakku semakin terasa berat...
Penampilanku disaat itu sangat menyedihkan, selagi air mata menetes dengan deras ke lantai
Bahkan jika dia tidak mengingatkanku, aku akan pergi sekarang. Tidak ada gunanya lagi aku bicara dengannya
"Tidak perlu mencariku lagi! Aku akan pastikan kamu bahkan tidak akan melihat batang hidungku selama disini, terkecuali ketika ketua memanggil!"
Dengan kalimat itu, aku pun meninggalkan Hector sendirian di dalam ruangannya dengan segera. Meninggalkannya tanpa tahu apa yang ada di kepalanya sekarang ini
Dia bahkan tidak bergerak sedikitpun. Dan aku pergi tanpa tahu pendapat apa yang dikeluarkan oleh wajahnya itu...
Dan tidak lama setelah aku keluar, Fuyuki masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah datar namun bingung, dan sebuah nampan dengan 2 cangkir kopi hangat diatasnya
Dia sempat melihatku pergi, tapi tidak tahu kenapa
Jadi, dia pun menatap kearah Hector yang hanya duduk diam dengan wajah yang sedikit tertunduk itu. Tidak perlu membaca dengan dalam untuk Fuyuki segera mendapatkan jawabannya
...----------------...
{{{ Sore harinya, kamar Noah }}}
Urgh...
Aku ingin mati sekarang karena sudah menangis sebanyak itu...
Aku juga akan bersyukur jika tidak ada seorangpun yang melihat air mataku jatuh selagi aku berlari kemari tadi...
Hrmm...
...
Aku tidak mood main game...
Tapi berbaring dengan wajah tertanam seperti ini juga tidak menyenangkan...
Noah juga pasti akan berisik melihat bantalnya basah dipenuhi air mataku jika dia ada disini sekarang ini...
Kemana anak itu pergi...? Atau setidaknya, aku ingin Pinky ada disini. Satu kalimat bodoh dari mereka berdua mungkin akan membuat semua hal sedikit ringan...
Aku juga ingin makan, tapi tidak tahu ingin apa... Ulysses juga pasti sedang menungguku sekarang...
Aku belum melihat Cassidy... Hera juga menelpon sejak tadi, tapi tidak kuangkat... Aku tidak tahu dimana Raggot dan ketua berada...
Fuyuki juga pasti merasa tidak enak karena aku meninggalkan ruangan itu tanpa penjelasan kepadanya tadi...
"Aku ingin mati..."
"Aku harap kamu tidak sungguh-sungguh, Arthur-sama"
!!!
Fuyuki-!?
Aku spontan bangun ketika mendengar suaranya yang sangat dekat itu. Apa yang membuatku kaget bukanlah itu, melainkan karena dia ada tempat di samping ranjang ini, tanpa membuat suara sedikitpun di setiap langkahnya
Dia masih menggunakan terompah yang sama, tetapi dia membuatku takut sekarang
Fuyuki sungguh, merupakan perwujudan dari seorang pembunuh bayaran di beberapa film aksi yang kutonton...
"Maaf, tapi aku tidak bermaksud mengejutkanmu" Fuyuki berkata selagi membungkuk sedikit seakan meminta maaf
"Aku lebih kepikiran tentang alasan kamu kemari..."
Ya. Untuk apa dia kemari?
Fuyuki bukanlah seseorang yang menemui orang lain hanya untuk meluangkan waktu, apalagi jika tidak diajak atau diundang
Jawabannya pun segera keluar tanpa membuatku menunggu lama
"Aku membawakanmu seorang tamu, Arthur-sama"
Eh? Tamu?
Fuyuki pun menyingkir sedikit seakan memersilakanku untuk melihat siapa tamu itu. Dan tamu itu sepertinya tidak akan masuk jika aku tidak mengundangnya masuk
Siapa?
Aku pun segera beranjak dan dengan cepat membuka pintu, hanya untuk dikejutkan oleh sosok yang tidak asing
__ADS_1
Hector, berdiri di seberang pintu itu, menyender membelakangi sebuah tembok
Dan dia lagi-lagi hanya menatapku, selagi aku mencoba memproses apa yang ada di pikiranku karena terkejut melihat kehadirannya
Ketika pikiranku sudah mulai mereda, aku pun hanya berdiri membelakangi isi ruanganku, sebelum Fuyuki meminta untuk keluar sehingga aku harus mengatur ulang posisiku
Jadi, dia kemari hah...?
"Perubahan hati?" Aku bertanya
"Tidak. Aku hanya terpikir tentang kalimatmu itu barusan"
"Baguslah kalau begitu. Tapi aku sudah bilang-"
"--- Aku mungkin bisa melatihmu, O-2507"
...!
...
Apa...?
"Aku yakin aku salah dengar..."
"Tidak. Kamu tidak salah dengar"
"Kalau begitu dunia pasti sedang terbalik"
"Silahkan berpikir seperti yang kamu mau. Aku sedang membuat penawaran"
...!
Itu bukan hanya basa-basi saja hah...?
"Ulysses sudah menawarkan untuk melatihku. Kenapa aku harus menerima tawaranmu setelah ditolak selama ini?"
"Kamu hanya akan membunuh dirimu jika latihan dengannya. Kekuatan Ulysses bukan hanya sebatas mengendalikan pikiran saja"
Hmph...
"Sebaiknya aku pikirkan dulu. Aku masih belum bisa melihat wajahmu lagi"
Aku berniat berbalik, tetapi tangan yang dingin langsung menyentuh pundakku dan memaksaku untuk berbalik kembali
Dan ketika melihat kalau pelakunya adalah Fuyuki, aku pun paham kalau Hector yang sudah memberi perintah
Dia masih ingin bicara rupanya
"Pikiranku sedang lelah sekarang ini, Hector. Kita bahas saja lagi besok, aku mohon"
...
...
...
"Fuyuki"
"Ya, Hector-sama?"
"Pergi dan cari ketua. Dia mungkin sedang ada di lab Hera sekarang"
"Dimengerti"
Eh?
Kenapa dia menyuruh Fuyuki pergi?
"Tawaran itu. Memilih Ulysses bukanlah opsi bagimu" Hector pun berkata, membuatku terkejut dengan makna kalimatnya itu
"Memangnya kenapa?!" Aku membalas
"Karena berbahaya, sudah kubilang
Cassidy juga bukanlah sebuah opsi untuk membantumu karena dia tidak akan paham apapun. Itulah sebabnya ketua selalu bersikeras agar aku saja yang melatihmu"
Jadi dia memaksa, begitu...?
...
Tapi, dia mungkin ada benarnya. Ulysses memang bisa membantu, tetapi aku rasa kalau memaksa masuk ke dalam ruang hampa kesadaran itu bukanlah sesuatu yang seharusnya dilakukan
Cassidy tidak akan paham. Aku bahkan ragu dia tahu apa itu Malefic, karena betapa polosnya anak itu
Jadi, itu hanya menyisakan satu opsi untuk posisi pelatihku. Dan orang itu adalah Hector sendiri
...
Tapi apa dia yakin?
Tadi pagi, dia berkata kalau dia akan...
...
"Aku terpikir, O-2507"
...!
"Aku terpikir, mungkin terpendam dalam kesedihanku tidak akan ada gunanya"
...
"Itu sebabnya kamu datang kemari sekarang?" Aku pun bertanya
Dia membalas dengan sebuah anggukan, dan berkata
"Tapi aku masih tidak akan memaafkanmu sepenuhnya. Aku melakukan ini, sebatas untuk memastikan kalau kita semua bisa berhasil ke depannya sehingga tidak ada lagi kegagalan yang bisa terjadi"
...
Hm
"Kamu bilang sendiri. Kita rekan, dan sebaiknya kita bertindak sebagai rekan
Tapi bukan berarti aku harus menyukaimu bukan...?"
Hm
"Jadi, segera bersiap besok di area simulasi pertarungan 3. Aku tidak akan menunggu lama"
Hm
Aku hanya mengangguk pelan membalas setiap kalimatnya, selagi dia mulai memejamkan mata karena puas dengan responku
Yah, setidaknya dia mau bicara denganku
Tapi entah kenapa, aku juga merasa senang dia begitu. Mungkin karena aku melihat ada kesempatan yang bisa kulakukan untuk terus memahami semua orang disini
Dan aku hanya berharap, tempat ini bisa menjadi seperti rumah. Walaupun waktu berhargaku berada di Arcadia dulu merupakan kebohongan dan ilusi belaka...
Aku sungguh berharap aku bisa menemukan tempat yang lebih nyaman untuk semua orang disini...
Selagi aku melamun dengan sebuah senyum di bibirku, Hector hanya diam disana, menungguku bergerak
Dan dia pun mulai menghela napas, tetapi ikut diam juga setelahnya. Dia terus menungguku bergerak, agar setidaknya mendapatkan kalimat akhir atau agar dia bisa segera pamit
Tapi, kami diam disana selama 5 menit, dan aku belum bergerak sama sekali
Hingga...
"Hector-sama! Arthur-sama!"
Suara panggilan itu membuat telinga kami terkejut sehingga kami berdua segera berpaling kearahnya
Terlihat Fuyuki dengan tergesa-gesa berjalan kearah kami dengan tampang khawatir
Wajahnya dipenuhi teror, seakan sedang menyimpan kabar paling buruk yang bisa disampaikan di semesta ini, sehingga membuat Hector secara sadar bergerak untuk menenangkannya
"Tarik napasmu dan beritahu kami" Hector pun berkata, seakan sedang memberi perintah
Fuyuki pun menuruti hal itu, dan setelah dia merasa lega...
Dia sungguh, memberi kabar terburuk yang bisa disampaikan di semesta ini
"Seorang staf biasa menyerang Noah-sama dan memenggal kepalanya. Dia sedang ditahan di kafetaria sekarang ini"
!!!
"Dan aku menduga, kalau pelakunya adalah seorang Maledict musuh!"
__ADS_1
Aku tidak pernah mendengar Fuyuki seserius itu
Tetapi ketika aku mendengarkannya, aku berharap aku tuli sekarang ini