
Pada akhirnya...
Aku yang harus membersihkan kamar itu. SELURUHNYA
Jadi biar aku jelaskan sejak awal
Aku dibawa kemari selagi aku merasa sangat lelah sehingga harus tidur. Noah akan menjadi teman kamarku, karena aku tidak kenal yang lain dan dia bilang tidak ada kamar lebih
Tapi melihat kamarnya saja, aku jadi lupa kalau ada bekas odol yang menetes ke lantainya...
"Dan jangan bilang aku tidur satu kasur denganmu tadi malam"
"Tidak ada kasur lain disini jadi-"
"Menjijikan! Aku lebih baik mandi sekarang AAAHHH!!!"
Singkatnya, kamar ini sangat kotor. Baju kotornya menyebar dimana-mana, dan aku tidak perlu bahas baunya. Bahkan beberapa dari mereka adalah baju yang dia gunakan ketika dia terpotong menjadi serpihan, sehingga ada bercak darah diatasnya
Dia bilang, "Aku suka itu, jadi aku simpan sebagai koleksi", sebelum aku melempar semua benda itu ke tong sampah
Dan untuk yang bau namun layak dipakai, aku segera membawanya ke area cuci baju, dan menjumpai beberapa orang yang bekerja di dalam Armada ini, membuatku berpikir kembali
'Hah. Rupanya kelompok kecil ini adalah sebuah Armada', atau semacamnya
Setelah mengantar semua cucian yang memenuhi 3 mesin cuci sekaligus itu, aku pun kembali ke kamar, untuk menemukan dia SAMA SEKALI TIDAK MEMBERSIHKAN BEKAS ODOL ITU, dan justru, MALAH SEMAKIN MENGOTORI LANTAI DENGAN MENINGGALKAN REMAH BISKUIT DIATASNYA
...
...
...
"Aku lapar"
"Pergi ke kantin sana!!!"
Setelah membersihkan semua kekacauan miliknya itu, aku pun tahu kalau alasan dia tidak pernah ke kantin adalah, makanannya terlalu sehat. Dan berdasarkan survei yang aku lakukan... Ya Tuhan...
Makanan ini sungguh sehat. Mereka sangat seimbang, sehingga jika aku memakannya setiap hari, aku mungkin akan bisa sebesar dia
Walaupun memang ada yang tidak sehat juga seperti cheeseburger ini. Dia tidak suka burger?
Tapi bagaimana orang bodoh ini bisa lebih besar dariku, padahal aku yang lebih sering memaksa diri memakan benda sehat ini...?
"Jay bahkan lebih rapi dibandingkan kamu..." Aku mendengus kepadanya selagi melahap makanan kantin itu
Makanan ini enak untuk porsi seimbang. Tidak seperti milik Arcadia
Sup kaldu ayam dan sayur ini rasanya melelehkan dinding mulutku...
Kokinya sama sekali tidak pelit memberikan bumbu di dalamnya...
Setidaknya benda lezat ini bisa mengalihkan perhatianku dari tragedi yang disebut kamar oleh Noah itu
"Jay? Maksudmu bocah berambut oranye itu?" Noah bertanya, membuatku tersadar
"Dia lebih tua 3 tahun darimu. Panggil dia pak" Aku memberi peringatan
"Tidak peduli. Dia bukan atasanku"
Yah, dia ada benarnya
"Wah~! Aku melihat ada wajah baru~!"
Urgh... Suara yang tidak aku familiar...
Aku perlahan menoleh dengan senyum yang dipaksakan, melihat seorang gadis berkacamata bersama beberapa kumpulan teman dan rekan kerjanya yang penasaran denganku
Ugh... Mereka terlalu banyak. Tuhan bantu aku...
"Namaku Lyse. Aku adalah anggota dari manajamen informasi bagian pelacakan" Dia mulai memperkenalkan diri dan duduk di dekat Noah
Setidaknya dia tahu apa itu ruang pribadi
__ADS_1
"Aku dengar kalau kamu akan menjadi anggota baru kami. Jadi, kami penasaran dengan apa posisimu nanti" Lyse dengan penasaran berkata, sembari meletakkan kedua sikunya diatas meja untuk menopang wajahnya itu
"Soal posisi..."
"Ah, dia akan jadi pilar jam 12"
"Oh, pilar jam 12-
Heh-?"
Heh?
"Heh-?"
Apa?
"Pilar?"
Noah mengangguk merespon Lyse yang terlihat terkejut itu, sehingga Lyse pun mulai menoleh kearahku dengan lagak kaku
Tidak hanya dia, semua orang yang berkumpul terlihat terkejut, membuatku merasa tidak nyaman walaupun aku mencoba menyembunyikannya dengan menyeruput jus sari apel kotak yang diberikan bersama makanan ini
...
"WAH!! KITA AKHIRNYA MENEMUKAN PILAR LAGI!!"
Hah-?
"DAN JUGA DALAM WAKTU SINGKAT! INI SUDAH BISA MASUK REKOR BUKAN??!"
Kenapa mereka tiba-tiba ber-
"KETUA SUNGGUH LUAR BIASA! AKU YAKIN ANAK MUDA INI PASTI SANGAT KUAT UNTUK MENJADI JAM 12!!"
"HIDUP KETUA!!"
Heeh...?
Noah yang menikmati suasana itu sebelum menyadari ekspresi tidak nyamanku itu pun hanya membalas dengan mengangkat bahu
"Mereka senang kamu sudah tiba disini" Dia berkata, selagi mengisi kembali permen di mulutnya yang sudah habis
"Aku akan pastikan kehidupanmu disini nyaman. Aku Danton, bagian pemberdayaan manusia-"
"Dan aku-"
"Aku juga-"
Heh-?
Heh-?
HEEEH??!!
...----------------...
Aku... Aku tidak kuat lagi...
Jiwa introvert ku sudah tidak kuasa lagi...
Untung saja Noah cukup cepat tanggap dan membawaku kembali ke kamar...
"Mereka memegang tanganku tanpa izin..."
"Aku paham"
"Dan mereka semua terlalu dekat..."
"Aku paham"
"Mereka juga sangat berisik..."
"Mereka memang begitu"
__ADS_1
Padahal di Arcadia aku selalu diabaikan dan dikucilkan oleh personel lain. Tapi disini, aku langsung mendapatkan perlakuan anak emas
Mendapatkan perlakuan spesial itu rupanya sangat melelahkan...
"Kamu akan terbiasa. Aku juga tidak suka ketika mereka menyentuh tanganku begitu, walaupun niatnya baik..." Noah memberi saran
...
"Tapi bukan itu kenapa aku benci ketika seseorang menyentuh tanganku..."
Noah pun tersentak karena sadar dengan apa yang kumaksudkan, perlahan berhenti bermain game di HP-nya selagi berbalik, memastikan apakah aku baik-baik saja
Tetapi ketika melihat kalau aku terlihat tidak peduli dan kembali sibuk bermain game itu pun, dia langsung menjadi tenang kembali
"Ah, kamu kalah" Aku berkata
Dia langsung kembali kearah gamenya itu, menyadari kalau dia sudah kalah dariku barusan
"Cuih. Ini sudah ketiga kalinya kamu kalah" Aku meledeknya lagi
Noah pun langsung cemberut mendengarkan ledekan itu, sebelum ponselnya dan ponselku tiba-tiba bergetar bersamaan, membuatku heran
Hingga, Noah menjelaskan satu hal kepadaku mengenai hal itu
"Panggilan dari Mind. Ketua mungkin ingin bicara"
Ketua?
Oh ya??
Aku akan menemui ketua Armada ini atau semacamnya?
Aku pun mendekat dan membiarkan Noah saja yang menyalakan panggilannya, selagi aku mendengarkan. Agar tidak terjadi kecacatan audio dalam sinyal
"Halo?" Noah bertanya
"Ah Noah. Atau harus kusebut kode namamu, Span?" Sebuah suara wanita menyambutnya dari seberang panggilan itu
"Sebutkan saja kebutuhanmu, Mind. Kami sedang main game disini" Noah berkata ketus, membuat wanita yang dia sebut sebagai Mind itu tertawa kecil
"Ketua akan mengadakan pertemuan sebentar lagi. Jadi, dia ingin agar kamu setidaknya mengenakan pakaian sebelum datang kemari"
"Oh ayolah! Aku hanya datang hampir telanjang waktu itu karena tidak ada peringatan mengenai pertemuan!"
"Itu sebabnya aku mengingatkan sekarang"
"Ugh..."
"Dan entah kenapa, semua orang terkecuali kamu selalu siap ketika ingin bertemu kapten hm~?"
"Aku akan putuskan panggilannya..."
"Ah, sebelum itu"
Noah langsung menghentikan jarinya ketika Mind mengatakan hal itu, dan beralih untuk mulai mendengar terlebih dahulu
"Jam 12 harus siap juga. Dengar?"
"Cuih! Aku kira penting!"
*Tut!*
Panggilannya pun berakhir, dengan Noah yang terlihat kelelahan hanya karena melakukan komunikasi dengan wanita itu
"Wow~ Kamu sungguh tidak menyukai wanita itu hah?" Aku berkomentar kepadanya
"Kamu tidak akan suka dia jika dia mulai bicara kepadamu" Noah membalas
Hm... Aku penasaran
Mereka membahas soal pilar dan jam sebagai sebuah pangkat. Kira-kira bagaimana dengan para pilar dan jam yang lain ya...?
Aku harap aku bisa menemuinya bersama si ketua itu secara langsung
__ADS_1