
{{{ Keesokan harinya }}}
"Jadi, apakah kamu sudah merasa lebih baik?" Noah bertanya kepadaku
"Hah? Aku yang harusnya bertanya begitu setelah otakmu hangus kemarin malam"
"Ugh. Jangan dibahas..."
Ah, benar juga. Alasan kenapa aku diperbolehkan melakukan apapun itu selama beberapa pekan ini adalah karena aku harus menghilangkan trauma itu terlebih dahulu
Noah pasti khawatir aku masih belum sembuh dari kejadian itu...
Yah, walaupun dia separuhnya tidak salah...
"Kamu tahu...? Kamu terlalu lambat, bagaimana kalau kita bertarung saja sekarang?"
...
Hah? Bertarung?
"Aku sibuk main game. Bertarung bisa nanti"
"Cih! Wajar saja badanmu itu kecil! Kamu malas berolahraga!"
"Lebih baik daripada tidak membersihkan kamar dan pakaiannya sendiri setiap hari bukan...?"
Aku jadi pelayan pribadi Noah di kamar ini. Semua hal tentang kebersihan, aku yang harus lakukan
Jadi beri aku sedikit hadiah! Olahraga itu membosankan!
"Juga, kita tidak pernah bertemu dengan Ulysses dan Fuyuki selama beberapa saat ini. Aku penasaran apa kabar mereka..." Aku berkata kepada Noah
"Kamu yang menolak untuk bertemu mereka saat mendengar nama Hector"
...
...
...
"D- Dengar, aku tidak bermaksud-"
"Aku paham. Tapi..."
Sampai sekarang. Sampai di titik ini. Bahkan ketika aku sudah bicara dengan hampir semua orang dan mengenal mereka dengan baik...
Aku masih belum tahu harus bagaimana bicara dengan Hector. Dia juga pasti sengaja menghindariku, karena aku tidak pernah melihatnya berkeliling terlalu banyak
"Juga, Hera memberitahukan kepadaku kalau kita seharusnya ada misi. Tapi, kita hanya bisa mengirimkan pasukan penghalau saja karena kita masih belum {terlalu kuat}"
Hmph... Misi...
Mungkin, bertemu dengan ketua hari ini akan jadi keputusan yang benar
"Noah"
"Ya ya?"
"Kira-kira, dimana kita bisa bertemu dengan ketua?"
...
Aku terlalu lama tinggal bersamanya sehingga aku tahu kalau wajahnya itu mengatakan, 'Aku tidak tahu, tapi sebaiknya aku memberi jawaban'
"Telepon Hera. Dia mungkin tahu"
Hm...
Dia ada benarnya
Aku langsung mematikan game di ponselku dan segera menelepon Hera untuk mendapatkan informasi
Dan setelah 10 detik, Hera pun menjawab dengan sebuah kata, "Perlu apa, Arthur?"
Uwah- Suaranya berbeda dari yang kemarin aku dengar. Sekarang suara pria...
Body Hop miliknya itu menakutkan, sehingga bisa berganti kelamin juga...
"Hera. Bisa beritahu posisi ketua sekarang?" Aku langsung menuju inti tanpa basa-basi
"Ketua? Aku tidak tahu kenapa kamu ingin bertemu dengannya tapi sebentar..."
Suara papan ketik pun terdengar selagi aku menunggu jawaban yang akan diberikan Hera. Dan setelah beberapa saat, suaranya pun memberi tanda kalau dia sudah mendapatkan apa yang kuinginkan
"Dia sedang berada bersama Ulysses sekarang. Baru saja selesai bicara dengan Hector, dan sekarang sedang menuju kembali ke aula milik Ulysses"
"Paham, paham. Terima kasih informasinya"
"Ah, dan sebaiknya kamu sedikit berhati-hati dengan Ulysses"
...
Kenapa...?
"Jika kamu bertanya kenapa, Ulysses bisa mendeteksi Maledict of Corruption di tubuhmu tanpa dia bisa hindari
Jika kamu tidak sengaja menunjukkan Corruption walau sedikit, Ulysses akan merasa tertekan hingga ke titik dia tidak bisa bernapas"
Itu... Terdengar menyakitkan
Jadi, selama ini ketika dia berada di dekatku, Ulysses selalu merasa tertekan...
...
"Terima kasih informasinya. Aku akan berhati-hati"
*Tut!*
...
Mengenai Corruption...
Aku belum bisa masuk ke ruang kesadaran itu lagi. Seakan... Dia sengaja memblokir akses milikku untuk masuk ke dalam tempat itu
Aku juga tidak bisa menggunakan kekuatannya semenjak hari itu, dan aku masih belum bisa bergerak seperti sebelumnya. Analisis beberapa dokter yang dikirim kemari juga tidak terlalu berguna. Tapi, Corruption masih ada di dalam tubuhku. Masih menempel seperti parasit, dan aku bisa merasakan kehadirannya dengan jelas
Entah apa alasannya, tetapi diamnya Corruption sekarang ini membuatku sangat... Ketakutan
Bagaimana kalau suatu hari dia akan keluar lagi dan...
...
"Noah. Menurutmu, Corruption ini..."
"Dia masih disana. Tapi, Eternity bilang kalau makhluk itu sedang kesal" Dia segera menjawab dengan santai selagi memakan pai apel yang aku buat dan dinginkan tadi malam
"Aku juga tidak tahu kamu bisa memasak?" Noah berkomentar, dengan mulut yang setengah penuh
Apapun yang tidak berkaitan dengan menggoreng atau wajan, aku bisa memasaknya
Tapi aku tidak tahu kalau orang bisa beranggapan makananku enak. Siapa yang menyangka Noah juga akan suka. Lihat cara makannya yang lahap itu
...
Ah, aku masih kepikiran dengan Corruption
"Noah. Kita harus pergi menemui ketua untuk memberiku ide agar Corruption bisa kugunakan lagi"
Mendengar kalimatku itu, Noah langsung tersedak hingga beberapa bagian pai apel yang dia telan itu terlontar keluar, selagi dia mengambil gelas air di meja hingga setiap tetes airnya terteguk habis
"Hah??!" Dia kemudian meneriakkan. "Kamu paham kalau Corruption itu bukan main-main bahayanya?!" Noah menambahkan kemudian
"Aku paham! Tapi jika aku tidak bisa menggunakan Corruption lagi aku tidak akan bisa menjadi OPS kamu tahu??"
Tidak melupakan kalau meriam kesayanganku itu masih ada di markas utama Arcadia...!!
Aku juga benci makhluk ini hingga lubuk hatiku yang terdalam. Tapi, aku tidak bisa bilang dia tidak berguna untukku
Aku tahu ini kejam, tapi sekarang aku paham kenapa Amitha ingin Jun bisa mengontrolku dengan baik. Dia ingin agar aku bisa mengendalikan Maledict ini, sehingga kami bisa menggunakannya sebagai senjata
Tapi makhluk sialan ini justru memblokir akses ruang kesadaran diriku, di dalam badanku sendiri. Sudah jadi parasit, malah mau seenaknya juga. Tidak tahu malu...!
Yah... Dia itu Maledict, jadi aku berharap apa coba...?
"Intinya aku harus memaksa si sialan ini keluar. Aku tidak ingin duduk saja dan berkeliling lagi, selagi ada misi yang sedang berlangsung"
Noah langsung terlihat sedang menggerang karena tidak senang, tapi tahu kalau aku benar
Dia juga sudah tidak sabar untuk keluar menjalankan misi, tapi masih terjebak denganku yang masih dalam proses pemulihan
Walaupun dia tidak protes, dia juga sangat ingin ikut dalam misi
__ADS_1
"Kamu sungguh yakin bisa mengontrolnya bukan? Corruption adalah lawan terburuk bagi sebuah inang, karena dia bisa mencurangi prinsip kontrolmu terhadapnya, atau begitu bunyi dari file yang kubaca..." Noah mengutarakan
Aku... Juga tidak yakin. Itu sebabnya aku butuh bimbingan yang sangat kuat, seseorang yang bisa segera menutup pikiranku seandainya Corruption menjadi lepas kendali lagi
Aku bisa menamai 2 orang yang bisa membantuku. Tapi, salah satunya tidak menyukaiku sama sekali, dan yang satunya akan merasa tertekan jika berada di dekatku
2 Maledict selain Hector juga tidak bisa membantu. Mereka terlalu cocok dengan Maledict mereka, sehingga tidak bisa memikirkan posisiku secara langsung
Maledict ini memang susah dikendalikan. Bahkan Amitha dan para Venia juga memperingatkan agar aku berhati-hati menggunakannya, selagi memberikanku serum anti Malefic kelas satu seandainya ada keadaan darurat
...
Tapi aku harus menggunakannya. Aku lelah berada di bawah kontrolnya selama ini
Kenapa aku tidak boleh mengontrol juga, makhluk sialan ini...??
"Aku harus bisa, Noah..."
Apapun itu, aku tidak ingin menyakiti siapapun lagi...
"Jika tidak... Kejadian itu mungkin-"
...
Tidak. Aku harus tetap fokus
"Bawa aku ke Ulysses, sekarang"
Noah pun setuju dalam diam, segera bersiap mengenakan pakaian dan jaketnya, selagi aku melakukan hal yang sama
Kami berdua pun segera pergi menuju aula Ulysses, sebelum kami tidak sempat menemui ketua
...----------------...
...
Ini tempatnya...?
Pintunya seperti pintu sebuah katedral, dan dari situ aku bisa menebak kalau isinya juga akan mirip
"Hm. Siapa sangka aku akan kemari setelah seumur hidupku tidak pernah memasuki gereja sekalipun" Noah berkomentar
Tapi pintunya tertutup. Itu mengartikan kalau tempat ini tidak menerima peziarah, atau memang Ulysses punya kebiasaan menutup pintu
"Ayo masuk saja" Noah mengajak
Ya sudah. Ini darurat
Kami berdua pun mendorong kedua sisi pintu itu hingga keduanya mulai bergeser ke dalam, hingga keduanya tidak bisa bergeser lagi
Dan melihat kalau jalan masuk ke tempat itu tidak terhalang, kami pun bisa melihat Ulysses berdiri di depan sebuah altar, sedang khusyuk berdoa
Noah mendekati dirinya tanpa ragu, sementara aku mengikutinya dengan ragu. Kita mungkin sedang mengganggu sekarang ini, dan itu membuatku sangat gugup
Tapi...
"Aku sudah menanti..." Ulysses tiba-tiba bicara, membuatku dan Noah terkejut
"Menanti? Jangan bilang kalau kamu memata-matai kami melalui {benang takdir} omong kosong itu" Noah dengan ketus membalasnya
"Tidak... Ketua yang bilang..."
Ah ya. Ketua ada disini
"Ketua. Tunjukkan dirimu. Aku tahu kamu disini" Aku pun berkata
Sebuah suara tawa kecil pun terdengar, membuatku yang memanggil ketua kami itu jadi terkejut
Tapi, ketika menyadari kalau itu suaranya, aku bisa merasa lebih lega sedikit
"Kebetulan kamu masih disini. Aku sungguh harus bertemu denganmu sekarang"
Tapi, apa tidak masalah berada di tempat ini...?
Maksudku, Ulysses masih disini...
"Tidak apa... Jangan risau tentang keadaanku..."
Ah ya, aku lupa kalau dia juga bisa membaca pikiran
"Ketua. Aku ingin ikut misi" Aku pun tanpa berputar segera mengutarakan
Tapi tidak ada respon, baik itu berupa gerakan ataupun suara
Jawaban yang keluar sayangnya, tidak cukup memuaskan
"Tidak. Kecuali jika kamu bisa melatih dirimu agar tidak lepas kendali lagi"
...
Aku tahu dia bermaksud kemana dengan perkataannya itu...
"Hector" Aku pun berkata kepada ketua. "Aku perlu bantuannya bukan...?"
Walaupun mereka tahu betul masalah apa yang ada diantara aku dan orang itu...
"Ayolah kapten. Kamu tidak mungkin hanya bisa menyarankan hal itu bukan?" Noah pun turun tangan ketika melihat tidak ada harapan lain untukku
"Lagipula, aku ingin dia bisa cepat menggunakan kekuatannya. Aku tidak sabar lagi untuk mencoba melawan kekuatan Corruption" Dia menambahkan, dengan tangan kanan terkepal yang menyundul telapak tangan kirinya itu
"Kamu sungguh... Aneh, Noah..."
"Ada cermin!!? Kamu pikir semua orang yang ada di Armada ini tidak aneh, pendeta palsu sialan?!!"
"Tapi aku memang tidak palsu... Aku hanya memiliki dosa yang besar..."
"Cih! Aku tidak akan berdebat dengan orang membosankan sepertimu"
Kata orang yang selalu membuatku bosan hingga harus kuseret keluar agar tidak mengurung diri saja di kamar...
Aku tahu dia tidak ingin aku kenapa-napa karena bertanggungjawab atas diriku, tapi dia tidak kreatif. Sungguh
"Dan aku punya satu... Tawaran untukmu, anakku..." Ulysses pun bicara, menatap kearahku dari balik kain penutup matanya itu
...
Tawaran... Untuk apa?
Dia kemudian mulai mendekat kearahku, hingga aku menduga kalau dia ingin berbisik untuk mengatakan mengenai tawaran itu
Tetapi aku sedikit meleset
Dia segera menjalankan tawaran itu tanpa aku ketahui isinya
"Tetap buka pikiranmu..."
Dan seketika, pandanganku pun menghilang seperti bohlam lampu yang pecah, selagi aku merasakan tubuhku mulai jatuh ke belakang
...----------------...
"Hah-?"
Aku... Dimana...?
Noah...? Ulysses...? Ketua...?
...
Ruang gelap ini...
...
...
Tunggu...
Ruang gelap ini-!
"Bocah sialan...!! Berani-beraninya kamu masuk ke tempatku setelah mengambil kembali kontrol penuh tubuh ini...!!"
!!!
Sudah kuduga!
Ketika aku bangun dan berbalik di ruangan kosong gelap tanpa dasar yang jelas ini, melihat sosok yang sangat buruk rupa namun familiar itu, aku pun tahu aku dimana
Ini ruang kesadaranku. Dan sekarang aku dihadapkan kepada Maledict of Corruption secara langsung...
Ulysses, apa yang-?
'`Apa kamu bisa mendengarkanku, Arthur...?`'
__ADS_1
Mendengar suara bergema itu, aku dan Corruption spontan mendongak keatas menuju asalnya. Tapi tidak ada apapun disana, kecuali sebuah cahaya aneh dari kejauhan yang bahkan tidak membantu penerangan di tempatku ini terlalu banyak
Rasanya seperti berada di dasar lautan, melihat kearah cahaya matahari yang jauh namun tidak bisa menembus ke bawah
Disaat selanjutnya, aku mendengar suara serak milik Corruption mulai menggerang
"Kamu rupanya bisa membawa seorang teman kemari hah...?" Dia kemudian berkata
Teman...?
Aku mendongak kembali keatas untuk melihat cahaya itu, yang kemudian tiba-tiba bersuara lagi
'`Ya... Ini aku, Ulysses...`'
...
Ah, sial
Jadi tawaran yang dia arahkan kepadaku itu adalah ini? Mendorongku masuk secara paksa ke dalam ruang hampa kesadaranku untuk menemui Corruption?
'`Dengarkan aku dengan seksama...`'
...
'`Bagus...`'
'`Aku ingin kamu tetap waspada... Aku ingin kamu melawan Maledict itu, menggunakan apapun yang kamu miliki sekarang ini... Dan ketika kamu merasa akan mati, katakan, dan aku akan menarikmu keluar...`'
"Merasa ingin mati hah...?"
"Kalian gila...? Menyuruh bocah yang bahkan tidak seperseratus ukuranku ini untuk melawanku?"
Ah, Tuhan...
Aku bahkan tidak bisa mencapai seperseribu makhluk ini sekarang jika dia membesarkan diri seperti ini...
Corruption pun meraung kearahku seperti seekor binatang buas, dan mulai membuat sebuah tangan manusia untuk menepisku dengan keras
Dia bahkan bisa membuat bagian tubuh baru!?
Refleks aku menghindar, nyaris terkena hantaman keras dari tangan itu dengan bergerak serendah dan secepat mungkin kearah sisinya
Serangannya tidak berhenti disana, ketika dia menumbuhkan puluhan tangan lagi dari benda raksasa itu, berniat untuk menangkapku
Aku tidak punya senjata! Jika benda-benda itu menangkapku, maka-!
Belum sempat aku selesai berpikir dan berniat menghindar, sebuah benda terasa sedang mengikatku dari bawah. Namun ketika aku menyadari kalau benda itu adalah semacam tentakel yang mengikat kakiku, aku sudah bisa merasakan salah satu dari puluhan tangan itu mulai menyentuh wajahku
'`Sadarlah`'
!!!
"Uhuk-!! Uhuk-!!"
Tanpa aku sadari lagi, aku kembali keluar dari ruang hampa itu, segera memuntahkan isi perutku selagi terbatuk-batuk dengan keras
Ulysses yang melihat itu pun langsung mengambil langkah mundur, selagi Noah mencoba membantu namun hanya bisa mengelus punggungku itu
Apa- Apa yang barusan terjadi-?
Aku-
Aku nyaris ditangkap-
Tapi-
Tapi...
...
Kucoba memutar kepalaku agar bisa melihat wajah Ulysses yang terlihat datar dan lembut seperti biasa itu, meminta jawaban langsung darinya. Bersamaan dengan Noah yang juga menatap pria itu, namun terlihat sangat kesal
"Aku selalu membenci sihirmu itu...! Berani-beraninya kamu membuat temanku dalam bahaya tanpa persetujuannya...!!" Noah pun angkat bicara, secara tidak sadar mencengkeram bahuku keras karena kesal
"Noah-"
Mendengar namanya disebut, Noah pun menghentikan cengkeramannya itu, selagi kembali memastikan aku baik-baik saja dengan beberapa pertanyaan
"Pendeta palsu sialan itu sungguh menjengkelkan...!"
...
...
Aku tidak pernah melihat dia semarah ini sebelumnya... Seluruh gerakan mata dan wajahnya menunjukkan perasaannya itu...
Sepertinya kebencian Noah kepada Ulysses itu bukan hanya sebatas ingin mencoba bertarung dengan orang yang lebih kuat...
Ulysses yang hanya melihat kami itu di sisi lain, mulai mengepalkan tangannya untuk berdoa
"Aku tahu kamu bingung... Tapi, aku bisa menawarkan hal itu jika kamu tidak ingin dengan Hector..."
Tawaran...?
...
"Noah. Bantu aku- Bangun sedikit..." Aku pun meminta
Noah tanpa basa-basi segera melakukan apa yang kuminta, menopang sisi kiri tubuhku agar tidak jatuh selagi kami berdua menatap Ulysses dengan serius
Dia mengatakan sesuatu mengenai tawaran. Sesuatu yang berkaitan dengan Hector
Hanya ada satu saja arti dari semua kalimatnya itu
"Maksudmu... Kamu akan melatihku mulai hari ini?" Aku pun menujukan pertanyaanku kepadanya, dibalas dengan sebuah anggukan samar yang nyaris tidak kulihat
"Aku mungkin tidak paham dengan kalian... Tapi aku bisa membantumu masuk ke ruang itu... Bertemu dengan si Maledict hingga kamu bisa mahir mengalahkan kekuatan batinnya..."
"Mengalahkan kekuatan batin...?"
"Mematahkan semangatnya... Menghapus pola pikirnya... Menghilangkan mentalnya... Lalu..."
...
Ulysses terdiam, berpikir seakan kalimat terakhirnya itu tidak perlu diutarakan karena tidak penting
Atau setidaknya, kalimat itu terlalu absurd sehingga tidak bisa kuterima begitu saja sebagai sebuah objektif
Dan aku paham dengan apa yang dia maksudkan
"... Membunuhnya di dalam ruang kesadaran itu..." Aku pun melanjutkan kalimat Ulysses, membuatnya diam mematung
"Itu mustahil. Tidak ada satupun manusia yang bisa melawan Maledict utuh, dan makhluk di dalam ruang hampa kesadaran kami itu sama kuatnya dengan level itu" Noah menyela
"Tidak ada yang mustahil..." Ulysses menyangkal, membuat Noah terlihat kesal kepadanya lagi selagi dia mendekat kearah kami
"Benang takdir milikmu dan Noah... Sangatlah indah..." Dia pun berkata, selagi meletakkan telapak tangannya hingga nyaris menutupi wajahku
"Perubahan yang sangat rupawan... Cahaya yang sangat gemilang... Rantai yang putus menjadi kepingan... Masa depan penuh senyum dan rasa senang setelah banyaknya rintangan yang menyeret dan menghadang..."
Suaranya tiba-tiba bergetar seakan dia ingin menangis, selagi perlahan dia menarik tangannya dan memasang pose berdoa itu kembali
"Tuhan sungguh memberi kita berkat, ketua..." Dia pun berkata lagi, kepada ketua kami yang ternyata masih disini
"12 orang yang akan duduk di pilar jam itu adalah berkat Tuhan, Ulysses. Aku hanya mengumpulkan 12 orang terbaik untuk menduduki posisi itu"
Suara ketua bahkan terdengar serius dan tidak sedang bersenang-senang seperti biasanya...
"Orang aneh" Noah menyela lagi, kemudian mulai berbalik tanpa izinku dan mulai berjalan
"Aku akan membawa Arthur ke ruangan wanita itu. Latihan bodoh ini bisa kalian mulai hanya jika dia sudah setuju" Dia pun berkata, sebagai tanda pamit selagi kami keluar dari ruangan itu secepat yang Noah bisa
...
...
...
"Latihan itu akan berbahaya untuk O-2507" Ketua kami pun bicara, setelah memastikan kami berdua sudah pergi
"Aku tahu... Tapi dia ingin sekali bukan...?" Ulysses menjawabnya, membongkar posisi berdoa itu dan berdiri biasa saja
Ketua kami pun diam seakan dia merasa sangat khawatir dan waspada kepada Ulysses
Dan ketika orang di sampingnya itu mulai merasakan kepergiannya, dia hanya menyampaikan satu hal saja
"Jangan hancurkan pikiran anak itu dengan kekuatanmu. Setiap pilar adalah aset penting untuk mencapai tujuan kita"
Ulysses pun terdiam sejenak, sebelum perlahan mengangguk kepada orang yang sudah hilang keberadaanya itu
"Aku mengerti, ketua...
__ADS_1
Aku juga ingin, mencari jawaban itu... Jawaban yang tidak bisa dijawab siapapun... Bahkan olehmu..."