Core of Evil

Core of Evil
Rodrigo Space


__ADS_3

{{{ Keesokan harinya }}}


{{ Rodrigo Space, Kapal ruang angkasa umum }}


{AKSES DITERIMA}


{SELAMAT DATANG DI DALAM KELAS VIP 7 RODRIGO SPACE, TRIBUNUS AZURE}


Hah, kapal ruang angkasa ini berbeda


Aku pikir Amitha akan memaksaku masuk ke dalam roket kuno itu lagi dan membuatku mendarat disana dengan menghantam permukaan planet seperti sebelumnya


Tapi justru, dia menyewakan tiket untukku pergi ke planet itu sebagai 'turis'


Sepertinya dia menyuruhku untuk bersantai di planet membosankan itu. Aku jadi bingung dia itu perhatian atau tidak


...


Furion


Planet berwarna keunguan ketika dilihat dari jauh


Seluruh flora dan faunanya terlihat sangat aneh disana dibanding dengan Terra. Dibandingkan tanah hijau dengan berbagai warna di planet kami ini, Furion memiliki tanah berwarna keunguan dan semua hal disana terlihat tidak berwarna jauh dari ungu


Ada yang kebiruan? Itu ungu. Ada yang kekuningan? Itu juga ungu. Semua hewan dan tumbuhannya terlihat seakan mereka ditonjok hingga membengkak ungu oleh sesuatu


Itu sebabnya aku menyebut planet itu membosankan, walaupun bagi beberapa turis, tempat itu terlihat asing


Orang-orang Terra memang suka melihat hal baru. Apalagi ketika di Terra, kebanyakkan area mulai dibatasi aksesnya, tidak seperti planet semacam Furion yang 95 persen bebas dari Malefic


Hanya saja...


Hanya orang-orang kaya yang memiliki daya yang cukup mampu untuk pergi ke luar angkasa. Orang-orang menengah keatas atau dibawahnya tidak akan mampu untuk membayar tiket ke luar angkasa seperti ini tanpa harus menjual rumah mereka


Kamu harus jadi miliuner untuk menaiki kapal ini pada kelas umum. Silahkan bayangkan harga kelas VIP dalam pikiran kalian sendiri


Desain ruangan ini bahkan terlihat sangat mewah. Dindingnya dilapisi oleh benda halus yang aku tidak terlalu yakin apa, dan karpet berwarna keemasan tergelar ke seluruh bagian lantai ruangan ini sebagai alas tempat berdiri


Aku bisa melepas sepatu jika begini, tapi pasti rasanya dingin karena AC-nya


"Azure!!"


Suara itu memanggilku dari ujung ruangan hingga mataku tertuju kearah kedua orang yang kukenal dan satu-satunya yang berada di dalam sana. Jay dan Jun, duduk diatas sofa nyaman dan memanggilku untuk mendekat


Hah. Rupanya kondisi lebih baik sekarang ini


Tidak ada orang selain kami disini, dan ada sebuah botol anggur disana yang bisa kuteguk


Kuambil sebuah tempat untuk duduk diatas sofa besar itu, tepat diantara Jay dan Jun, selagi mataku tetap terpaku kepada anggur di meja


Tetapi belum sempat aku meletakkan tanganku diatas botol anggur di dalam ember es itu, Jun tiba-tiba merampasnya dan meletakkan benda itu di sisi terjauh meja dari kami semua


"Kamu masih 16. Jangan coba-coba"


"Cih. Seakan kamu itu orang suci saja"


"Karena dari pengalaman itulah aku tidak ingin kamu meniru perbuatanku dulu, Azure"


Hmph. Orang yang mulai minum anggur semenjak berumur 14 ternyata bisa melarangku rupanya


Jun pun beralih kepada Jay yang terlihat sibuk bermain konsol game miliknya sembari melipat kakinya keatas diatas sofa dan sesekali mengatur kacamatanya yang turun


"Bagaimana denganmu Jay? Mau segelas bersama denganku?" Dia menawarkan kepada Jay


"Aku akan menolak. Aku tidak terlalu suka minum anggur" Jay menolak


"Itu hanya karena kamu mabuk ketika kita pertama kali mencobanya" Aku menyela


"Oh ayolah! Kita sepakat tidak akan membahasnya lagi!"


...


Jun sedikit lelet menerima informasi itu, hingga yang pertama kali keluar dari mulutnya adalah sebuah pertanyaan bodoh


"Tunggu, kalian sudah pernah minum??"


"Argh! Tentu sudah guru! Tapi anak cebol yang satu inilah yang memaksaku ikut!"


A-!


"Hah?? Siapa yang kamu panggil cebol dasar kacamata?!"


"Apa salahnya memakai kacamata hah??"


"Karena matamu jadi empat! Lihat mata sehatku ini dan cemburu lah!"


Aku meledeknya dengan melebarkan kedua mataku kearahnya, hingga dia terlihat geram dan mengeratkan giginya


"Aku heran kenapa kalian ini suka masalah?" Jun berkomentar diantara kami


"Entahlah. Pastinya si kacamata ini selalu mulai duluan"


"Hah? Kamu punya masalah apa coba dasar cebol!"


Hmph. Melelahkan mencoba bertengkar dengannya


Sebaiknya aku bertanya tentang sesuatu yang berguna saja


"Guru. Apa kamu membawa laptop? Laptopku yang terakhir hancur berkeping-keping karena kesalahan seseorang"


Jay mendengus mendengar ucapanku itu, tetapi tidak berani berdebat karena tahu dia akan kalah


Sementara itu, Jun tanpa ragu segera menarik keluar sebuah modul portabel


Singkatnya, modul ini adalah sebuah tas yang bisa mengecil dan di kompres kedalam bentuk kotak kecil itu. Sangat praktis untuk membawa beberapa benda seperti baju ataupun peralatan lainnya yang cukup di dalam ruang modul itu


Modul yang dipegang oleh Jun itu sama besarnya dengan sebuah kotak kardus 3x3 cm biasa


Dari dalamnya dia menarik keluar sebuah laptop dan dengan senang hati menyerahkannya untuk dijalankan olehku


"Ingin melihat berita?"


"Begitulah. Menonton bersama juga rasanya lebih nyaman daripada menggunakan ponsel pribadi"


"..."

__ADS_1


"..."


Baiklah, mari kita cari berita yang kuinginkan


{Penelurusan web : }


{Penelusuran web : Berita Planet Suthon }


Sekarang mari kita lihat...


"Planet Suthon?" Jay yang kebetulan penasaran bertanya kepadaku


"Ya. Aku mencari beritanya karena kemarin aku mendengar ada Maledict yang menyerang planet itu dan menculik seseorang"


"Siapa?"


"Aku dengar namanya Raggot Roper. Orang itu terkenal sebagai seorang kapten pasukan tertinggi di kasta pemerintahan Suthon. Lihat ini"


Jun dan Jay kemudian menggeser badan mereka untuk melihat beritanya lebih dekat


{ Kabar terbaru Suthon News : Kabar bahwa hilangnya Raggot Roper yang diculik oleh 2 orang Maledict sudah meluas ke seluruh penjuru alam semesta. Pasukan gabungan dari mayoritas planet yang memiliki kehidupan sekarang ini sedang melakukan investigasi dan pencarian


Rumor beredar, kalau kedua Maledict itu tiba-tiba saja muncul di planet Suthon dan segera menyerang Raggot tanpa ampun. Melalui beberapa kesaksian, kedua Maledict itu mengambil wujud manusia yang berasal dari planet Terra. Ketika pemimpin kekaisaran Terra dipertanyakan mengenai hal ini, kami mendapatkan pernyataan berikut


'Berdasarkan sebuah kesaksian saksi mata, dan beberapa rekaman yang kami dapatkan, para tim investigasi kami hanya mampu mengidentifikasi salah satu dari kedua Maledict itu. Spesifiknya, yang memiliki rambut perak dan mata yang terlihat kelelahan'


'Pihak Armada ruang angkasa Arcadia yang berasal dari kekaisaran kami sudah melakukan sebuah konfirmasi, bahwa satu Maledict itu merupakan seorang mantan Venia, pangkat tertinggi di dalam armada itu'


Kaisar Therion dari Terra menyatakan kalau Maledict itu memiliki nama lengkap Hector Misleif, seorang mantan dari pangkat tertinggi dalam Armada yang terkenal luas dengan nama Arcadia


'Para pihak Arcadia akan mencari solusi terbaik untuk melacak kembali Hector yang sudah hilang jejaknya cukup lama ini', ujar sang kaisar}


...


Hector...


Hector Misleif...


...


Aku dan Jay secara samar mulai melirik kearah Jun yang terlihat lemas


Alasan kondisinya terlihat tidak enak sekarang ini hanyalah satu : Fakta kalau Hector adalah teman lamanya dan Amitha


"Tidak kusangka aku justru akan menemukanmu lagi, walaupun hanya melalui sebuah berita, teman lama..."


...


Jun pernah memberitahuku kalau seluruh anggota pasukan tempur milik Arcadia ditanamkan sebuah chip khusus di bagian belakang leher mereka


Sebuah chip yang bisa memberitahu kondisi, tempat keberadaan, dan merekam suara milik anggota tersebut


Tapi, Hector...


Dia merupakan Maledict sejak lahir sepertiku...


Suatu hari ketika dia kehilangan kontrol akibat inti itu, dia menghabisi lebih dari 50 anggota tempur yang mencoba menangkapnya, sebelum sepenuhnya menghilang tanpa jejak


Kali terakhir Jun bisa melacaknya adalah di planet Grawe. Hanya saja, Jun hanya menemukan chip yang sudah dilepas sepenuhnya dari leher Hector diatas sebuah batu disana, dilumuri oleh darahnya yang sudah terlihat mengering


...


Mungkin...


"Jun..."


"... Kenapa?"


Seandainya...


"Seandainya aku kehilangan kendali sepertinya suatu hari nanti, jangan ragu untuk menebas kepalaku"


...


...


"Aku tidak bisa membayangkan aku mampu melakukan hal itu, anakku..."


...


Air matanya mulai mengalir turun


Penyesalan yang dia rasakan akibat kejadian itu, dan bercampur dengan bayangan kalau aku bisa saja bernasib sama seperti Hector...


Hatinya sungguh sakit sekarang...


Guruku yang merupakan seorang pejuang tangguh ini, sesungguhnya memiliki hati paling lembut yang pernah aku temui


Dialah yang menyelamatkan hidupku ketika ayah meninggal dulu, dengan meyakinkan kalau apa yang terjadi kepada Hector tidak akan menimpaku kepada semua orang


Dan seperti yang dia bilang tentang kehidupannya dulu


'Satu temanku berubah. Satu temanku menghilang. Dan satu temanku tiada. Kamu tidak akan menjadi orang keempat ataupun mengikuti ketiga orang bodoh itu'


...


Dia perlahan mulai memelukku tanpa kusadari. Jay yang hanya menonton juga mulai terlihat iba dengan pemandangan itu, selagi aku membalas pelukan Jun


"Jangan--- Katakan hal itu lagi... Tidak akan ada nasib buruk yang bisa menimpamu selagi aku hidup, Azure...


Pasti! Aku pastikan--- Kamu bisa hidup dengan nyaman sebagai seorang tentara di armada ini!"


...


"Terima kasih, guru"


Tapi kamu harus paham juga...


Kemungkinan kalau aku akan menggila seperti Hector tidaklah nol...


Jadi itu sebabnya, jika hari itu tiba, aku sebaiknya mati. Mati di tangan orang yang aku sayangi, siapapun dari kalian bertiga yang selalu mendukungku selama ini


...


Hector...

__ADS_1


Amitha juga sungguh ingin menemuinya lagi, walaupun dia tidak pernah secara jelas memberitahukannya


Jika ada satu hari nanti aku bisa menangkapmu Hector, aku akan membuatmu bicara baik-baik dengan kedua temanmu yang masih tersisa


Pasti. Walaupun itu adalah hal terakhir yang akan kulakukan, aku akan membuatmu setidaknya kembali kepada teman-temanmu...


...


"Baiklah, sudah selesai momen sedihnya! Bagaimana kalau kita minum anggur ini saja?"


"Aku sudah bilang tidak boleh bukan??"


Wah, cepat sekali dia kalau aku sudah bertingkah


"Hapus air matamu dulu. Kamu terlihat tidak serius memperingatkanku dengan wajah seperti itu"


"Hah... Kamu yang membuatnya nangis, dan sekarang kamu malah meledeknya?" Jay menyela


"Setidaknya kamu bisa lihat kalau dia terlihat lucu sekarang ini bukan?"


Jun pun mengendus karena perkataanku, sebelum menghapus bersih air matanya


"Intinya kamu tidak boleh!"


"Ayolah! Satu gelas saja, guru!"


"Tidak! Jika begini, maka aku yang akan menghabiskannya!"


"Heh? Eh-! Jangan seperti itu!"


Kami berdua pun mulai saling merebut ember es berisi botol anggur itu sekuat tenaga selagi Jay menonton sambil merekam menggunakan ponsel yang dia keluarkan dari kantong celananya


Ahaha- Orang ini gila sekali kekuatannya!


"Baiklah aku menyerah! Aku juga tidak ingin menumpahkan anggur mahal ini begitu saja!" Aku spontan melepas ember itu hingga Jay memeluknya seerat mungkin


"Jangan sentuh!"


"Terserah! Dasar pelit!"


"Ini bukan masalah pelit atau tidak"


"Berita Armada Arcadia... Sepasang guru dan murid lagi-lagi berkelahi karena hal sepe-"


"Hey. Aku bisa MENDENGARMU BODOH!"


Semua orang sungguh membuatku kesal hari ini...!


"Amitha akan senang melihat ini"


"Kamu sungguh mengirimnya!?"


A-


Selagi aku terlihat tidak senang dengan apa yang baru dilakukan Jay, Jun di sisi lain hanya tertawa kecil melihat tingkah kami


"Tidak ada yang lucu disini! Amitha akan mengolok kita berdua nanti! Spesifiknya aku!"


Aku yang mulai meringis itu justru membuat tawa Jun semakin keras


"Tidak apa. Hanya disaat seperti itu saja kamu bisa melihat Amitha yang terlihat tidak terlalu serius"


"Aku tahu! Tapi olokannya itu nanti...!"


Tidak!!!


Dia akan menjadikan ini bahan untuk mengejekku selama sebulan penuh!!


"Keluarkan aku dari penderitaan ini!!" Aku meringis dengan pasrah


"Ahahaha! Amitha justru akan semakin meledekmu jika dia melihat kondisimu yang seperti ini!"


"Hentikan itu guru! Aku pasrah!! Apapun yang kulakukan sekarang ini tidak akan ada gunanya!!"


"Kirim..."


...


...


...


"JAYY!!!"


"Terlambat. Amitha sudah melihat video kedua itu"


Terkutuklah kamu!!


"'Anak itu terlihat seperti monyet di dalam sebuah video yang pernah kutemukan', dia bilang"


Baiklah, sudah cukup-!


"Serahkan ponselmu sekarang juga-!!"


*BAM!!*


Ah-?


...


...


...


"Kalian dengar suara itu bukan...?"


...


Kedua temanku secara serentak mengangguk, setelah mengkonfirmasi kalau kami tidak salah dengar


Suara keras itu...


Tidak bisa disalahkan lagi...


...

__ADS_1


Itu suara ledakan


Dan tepat saat kami baru mulai berniat beranjak untuk mengecek, seluruh aliran listrik di pesawat ruang angkasa itu tiba-tiba padam, meninggalkan kami berada di dalam situasi ruangan yang sangat gelap


__ADS_2