
Yang mengejutkan adalah...
Aku rupanya bisa menang dalam tantangan ini sebagai posisi kedua. Tapi, aku masih kalah dari Fuyuki yang entah bagaimana sangat cepat, dan hanya menang dari Noah yang kebetulan tersandung batu karena sembarangan berlari
Jika ada orang selain diriku dan Fuyuki yang melihat caranya jatuh tadi, orang itu pasti akan merasa silu. Suara dari tulangnya yang patah juga tidak membantu
"Untung kamu bisa cepat menyembuhkan diri..." Aku berkata
"Untung dia tidak bisa mati karena apapun itu" Fuyuki mengikuti
Suara tulangnya yang patah masih terngiang di telingaku. Membuat merinding saja...
"Aku terkejut kamu bisa berlari secepat itu, Flair. Lupakan itu; Aku bahkan tidak paham bagaimana kamu bisa keluar dari markas tanpa zirah antariksa khusus" Aku beralih kepada Fuyuki
Maksudku, seperti alat tempur berbentuk baju pendeta kuil miliknya itu. Kemana benda itu sekarang?
Fuyuki hanya memiringkan kepalanya sedikit, sebelum matanya mulai melihat ke bagian bawah tubuhnya sendiri
Dia pun menekan sesuatu yang ada di perutnya. Dan entah bagaimana, bajunya tiba-tiba berubah menjadi pakaian biasanya, sebuah baju pendeta kuil wanita putih yang ditemani warna hijau
Mulutku sedikit terbuka melihat hal itu, selagi Noah tertawa kecil menyaksikan ekspresi terkejut milikku
"Aku juga terkejut dulu. Tapi benda ini adalah pakaian milik H- Maksudku Spine, selagi dia masih bersama Arcadia dulu" Noah menjelaskan
Ah begitu-
"Tunggu! Dari mana kamu bisa tahu hal itu?" Aku bertanya
"Aku yang menjelaskannya" Fuyuki menyela. "Dan aku cukup senang menerimanya, karena alat samaran ini tidak terlalu ketat ketika dikenakan"
Hm...
"Jadi biar kutebak; Bentuk asli dari alat samaran itu adalah baju full body"
Fuyuki mengkonfirmasi pernyataanku dengan sebuah anggukan. Ditambah, dia pun menekan tombol baju samaran itu lagi, sehingga wujud aslinya terlihat
Sebuah baju ketat full body, yang terlihat sedikit longgar di badannya, berwarna hitam dengan garis kebiruan yang menjalar di seluruh bagiannya untuk membentuk sebuah pola bagian tubuh
Dan sepertinya bagian untuk dadanya ditambah, karena terlihat sedikit tidak sesuai dengan estetika baju ini
Tapi...
"Serat buatan yang sangat ringan, dengan mineral dari planet yang belum kupelajari. Mungkin berfungsi seperti bahan bakar yang bisa mengisi dirinya sendiri, dan diletakkan modul di sekujur bagiannya untuk membuat samaran persepsi-"
Ah! Aku ingin meminjam bajunya untuk kuteliti!!
Dan disaat Noah melihatku dengan tatapan aneh, dia pun menarikku mundur agar aku tidak terlalu terjebak dalam pikiranku terus-menerus
"Jika kamu ingin meminjam bajunya : Jawabannya tidak" Noah pun berkata, selagi memegang kedua bahuku
Wajahku langsung berubah menjadi gusar mendengar hal itu, sementara Noah tetap terlihat bersikeras
Fuyuki hanya diam dan tersenyum kecil, sebelum pergi mendahului kami entah kemana
"Mau ke kantin?" Aku bertanya
"Ya. Aku yakin taruhan tadi masih berlaku bukan, tuan-tuan sekalian"
Aku dan Noah langsung menunjukkan ekspresi kami masing-masing. Satunya terlihat sangat gembira dan mengejek, sementara yang satunya terlihat terkejut dan mulai cemberut
"Hapus senyum bodoh itu dari wajahmu sebelum kita punya masalah" Noah berkata kepadaku
Tapi aku tidak menghapus senyum itu seperti yang dia inginkan, dan hanya berjalan riang sembari tertawa aneh menyusul Fuyuki
...----------------...
{{{ Kafetaria LIONS }}}
Kami baru masuk ke dalam area ini. Tapi satu langkah saja, dan kami langsung bisa melihat betapa sepinya tempat ini
Hanya ada 3 personel koki saja yang masih tersisa di kantin, dan salah satunya yang bernama Arnold pun datang dengan kewalahan untuk melayani kami
"Selamat datang nyonya Flair, tuan Span, tuan Protean" Dia menyapa
"Bagaimana Arnold? Apa kamu baik-baik saja?" Noah pun bertanya dengan nada serius
Arnold di sisi lain, langsung menunjukkan jawabannya melalui ekspresi dan bahasa tubuhnya yang terlihat gelisah itu
"A- Apa yang kalian ingin pesan hari ini?" Dia mengalihkan pembicaraan, langsung ke pesanan
Kami bertiga hanya diam dan khawatir kepada kondisinya. Tapi jalan terbaik sekarang hanyalah diam dan fokus memesan
Haah... Ingin membantu saja susah ya...
"... Sandwich ham dan telur. Pastikan telurnya masih setengah matang" Aku pun memesan terlebih dahulu. "Ah, dan satu gelas susu coklat"
"Masih minum susu di umurmu itu?" Noah mengejek sebelum terkikik, membuatku memberinya lirikan maut
"Sup pedas. Dan pastikan ada banyak dagingnya, ditambah dengan jus stroberi" Dia pun memesan
"Paket burger jumbo"
Heh?
Pesanan simpel dari Fuyuki itu membuat kami berdua terkejut dan menatap kearahnya dengan ekspresi tidak percaya
"Aku pikir kamu lebih suka makanan tradisional...?" Aku bertanya
"Apa yang membuatmu berpikir begitu?"
Aku tidak tahu harus membalas apa dari pertanyaan baliknya itu...
"Aku suka burger dan pizza walaupun tidak sering memakannya. Juga, aku sungguh lapar sekarang ini" Fuyuki menambahkan
Tapi kamu memesan paket...
Jika aku tahu satu atau dua hal mengenai paket makanan di tempat ini, ukurannya selalu berlebihan dan biasanya mahal
Noah bahkan memasang wajah lemas ketika menarik keluar dompetnya yang sudah tidak berisi seberapa, tapi setidaknya cukup untuk membayar pesanan kami barusan
Aku pun mulai menggelengkan kepala dan menepuk bahunya. "Tetap tabah" Aku berkata
Dengan berat hati, Noah pun menyerahkan bayaran itu kepada Arnold agar dia tidak perlu membayar nanti, selagi aku hanya meringis kecil menahan tawa melihat gerakannya yang lemas itu
"Taruhan tetap taruhan" Fuyuki berkata kepada Noah
"Diam dan duduk saja..." Noah membalasnya
Aku hanya menggelengkan kepala melihat interaksi mereka
Segera aku berbalik untuk memilih tempat duduk yang cukup nyaman dan lebih dekat dengan pendingin ruangan. Tapi belum mataku menerawang kesana kemari, aku justru menangkap sebuah suara kecil dan imut yang menginginkan perhatian, datang dari balik konter kasir kafetaria
Sebuah kepala kecil berambut biru muda pun terlihat mengintip dengan matanya yang lebar namun mungil itu. Kami bertiga berkedip tidak percaya, sama sekali tidak menyangka kehadiran sosok kecil itu
"Nak?" Noah bertanya
Sosok kecil itu pun mulai berlari keluar dari area konter selagi kami bertiga bersama Arnold menyaksikan suara setiap langkah kaki kecilnya, sebelum dia menunjukkan diri sepenuhnya
"Kakak Ar- Maksudku, Protean..."
Cassidy, perlahan mulai berlari kecil kearah kami dan segera memelukku
Aku yang tidak mengantisipasi hal itu dan langsung merasa seakan aku sedang meledak di tempat
AAGHH!!! Hatiku yang kecil dan lembut...!!
__ADS_1
Dia bahkan memakai baju kerudung merah hari ini, sehingga dia terlihat persis dengan seorang tokoh dongeng anak-anak yang pernah kubaca
Aku sudah cukup puas hidup-!
"Tidak latihan hari ini?" Dia pun mengeluarkan sebuah pertanyaan
Aku yang tersadar dari khayalanku pun langsung disambut oleh 3 tatapan aneh dan 1 tatapan penasaran. Tapi aku hanya memilih untuk meladeni 1 tatapan penasaran itu saja
"Nanti sore, ketika Spine sudah bangun"
"Spine...?"
Dia pun terlihat larut dalam ingatannya, sebelum mengangguk paham setelah menyadari Spine adalah Hector
Pelukannya terlepas, membuatku sedikit memelas karena hal itu. Tapi aku merubah ekspresi seketika menyadari dia menarik keluar sebuah benda dari kantung jaket kerudungnya
"Ini"
Sebuah benda seperti modul, dia serahkan kepadaku selagi aku menerimanya dengan sedikit ragu
"Dari Mama" dia berkata kemudian, menyatakan kalau tebakanku benar
"Apa ini?"
Ini bukan modul. Rasanya sangat... Elastis dan lembut
Apa benda ini bisa hancur? Mungkin, jika aku bakar...
"Mama bilang, masukkan ke mulut jika ingin latihan, tapi jangan telan"
Hm...?
"Singkatnya, seperti permen karet?" Fuyuki kemudian memberi pertanyaan kepada Cassidy, dimana anak itu langsung merespon dengan sebuah anggukan
"Mama memperagakannya seperti itu" Dia menambahkan
Ah, jadi seperti itu...
...
Tapi aku masih tidak tahu fungsinya apa. Dan aku tidak yakin Cassidy tahu karena dia sudah berhenti menjelaskan—menatapi kami dengan matanya yang bersinar itu
"T- Terima kasih..."
Akan kucari tahu sendiri saja...
Mungkin Hector tahu?
...
"Bukannya lebih baik kalau kita duduk saja?"
Semua orang langsung terlihat risih bercampur canggung setelah keheningan tidak berarti itu. Dan semuanya setuju akan satu hal—kami berempat sebaiknya duduk
"Ah, dan tambahkan roti manis bila ada. Psyche mungkin lapar"
"Terima kasih, kakak Flair"
Juga, sebaiknya aku simpan saja benda ini dulu
Seperti permen karet, dia bilang...
...
Aku jadi ingin mencobanya...
Mari kita lihat...
"Heh? Kamu mau mencoba memakainya?"
Hm...
Rasanya manis entah kenapa...
Ini modul bukan...?
Kucoba keluarkan lagi benda itu dari dalam mulutku. Tetapi...
Eh-?
Eh-??
"Lidah-!!"
Dia menyangkut di lidahku!!
Kuusahakan untuk sekuat tenaga melepas benda itu dari lidahku, bahkan Fuyuki mencoba menawarkan diri dalam membantu. Tapi hasilnya nihil. Lidahku sama sekali tidak mau melepaskan modul itu dari dirinya, dan begitu juga sebaliknya
Alhasil, aku pun mengetuk Fuyuki yang terlalu keras menarik benda itu karena merasa kesakitan. Rasanya seakan dia ingin mencopot lidahku bersamaan dengan benda itu
Kami berdua pun menyerah dalam mencoba, selagi lidahku yang terjulur memperlihatkan modul yang masih tertempel itu. Noah mencoba menertawakanku, tetapi Cassidy yang terlihat ketakutan di pelukannya membuatnya tidak bisa melakukan hal itu dengan benar
"Aku harus makan selagi benda ini menempel begitu...?" Aku bertanya dengan lemas
Noah dan Fuyuki pun langsung mengangguk. Satunya karena pasrah dan satunya karena ingin meledekku
Aku bersumpah aku akan menghancurkan anak itu suatu waktu-!!
"Makanan tiba!"
Hmph...!!
Makanannya sudah tiba, dan benda ini masih tersangkut di lidahku...!!!
"Jangan salahkan kami~ Kamu yang ingin mencoba benda itu~" Noah meledek lagi, dia tambah dengan tawa ledekannya yang aneh
Aku akan membunuhnya. Pasti akan kubunuh dia
"Sudahlah, tuan-tuan. Kita harus makan sekarang" Fuyuki menyela
"Bagaimana aku harus makan dengan benda ini di lidahku?" aku yang mulai meringis berkata
Tetapi nampan penuh makanan itu sudah diletakkan di hadapan kami semua. Setiap pesanan masing-masing pun diserahkan
Noah sepertinya sangat senang dengan sesuatu yang pedas seperti itu. Dia tertawa seperti anak kecil dan menggosok kedua tangannya seakan itu adalah ritual untuk menyantap makanan
Bahkan Cassidy mencontoh perilakunya. Tingkah anak itu membuatku tersenyum selagi menggelengkan kepala
"Baiklah. Sebaiknya aku langsung makan saja..."
Sandwich ham dan telur setengah matang. Aku langsung memegangnya dan mengambil satu gigit dari sebagian benda itu
Satu gigitan besar yang terasa sangat...
Hambar...
...
...
...
SUDAH KUDUGA MODUL INI AKAN MELAKUKAN SESUATU KEPADA LIDAHKU...!!!!
Aku bahkan tidak bisa menikmati sedikitpun rasa yang ada di sandwich ini...!!
__ADS_1
Aku jadi ingin menangis--
"Protean-sama! Protean-sama!"
Heh??
Eh...
...
Dia menepuk tubuhku sejak tadi ya...?
Maksudku, tangan Fuyuki masih ada di pundakku—sepenuhnya dipegang sekarang ini
Aku pun menoleh kearah matanya dengan mulut yang masih agak penuh, bertanya-tanya ada apa gerangan kepada dirinya yang terlihat risau
"Lidahmu... Tidak apa-apa...?"
...
"Aku tidak bisa merasakan makanannya...!!" Aku pun merengek
"Tidak. Bukan itu"
...
"Makanan itu panas, Protean-sama. Aku bahkan tidak bisa memegang milikku tanpa merasa terbakar"
...
Aku mencoba mengoper sandwich di tanganku dari tangan ke tangan, kemudian menoleh kearah Noah yang terlihat bingung, dan Cassidy yang terlihat sedang menikmati sandwich miliknya
"Mungkin... Milikku dingin seperti milik Psyche?" Aku mencoba memberi alasan
"Perhatikan asapnya"
...
Ah, dia benar. Benda ini terlihat mengeluarkan asap putih-
Heh-?
Lidahku-!
...
Kuletakkan sandwich itu di piringnya dan kuraba lagi lidahku. Tapi, rasanya tidak ada tanda-tanda terbakar. Yang aku rasakan hanyalah modul itu—masih menempel di tempatnya dengan erat
Entah aku tidak merasakan rasa sakitnya dan terbakar, atau memang lidahku tidak terbakar sama sekali
Apapun jawabannya, aku yakin itu ada kaitannya dengan modul ini
"Sepertinya modul itu berfungsi seperti pembunuh rasa sakit" Fuyuki pun memberi petunjuk
"Pembunuh rasa sakit tidak bisa menghalau luka yang diberikan sesuatu, Flair"
Juga, apa modul seperti ini bisa berfungsi untuk menahan rasa sakit yang diberikan kekuatan Terror milik Hector?
Patut dicoba. Walaupun aku masih tidak sepenuhnya yakin
"Apakah Mind selalu saja menciptakan benda seperti ini? Maksudku, pembuatan modul bisa memakan waktu seminggu"
Dan menghabiskan waktu seperti itu hanya untuk sebuah latihan yang tidak berlangsung selamanya
"Tidak" Cassidy pun membalas. "Mama menyelesaikannya pagi ini"
...
"Dari tahap awal...?"
"Aku ingat dia memintaku membantu mengumpulkan bahan tadi pagi"
Hah??
"Tidak perlu terkejut, Protean-sama" Fuyuki berkata, selagi memakan burger miliknya. "Mind-sama memang selalu bekerja dengan cepat dan efisien. Lagipula, memiliki beberapa tubuh buatan yang kadang harus dia kontrol membutuhkan kemahiran dan sikap cekatan bukan?"
Dan orang berkata Justin adalah orang gila karena menghabiskan waktunya terlalu lama di bengkel Arcadia...
Entah kenapa selalu saja ada orang yang lebih sinting yang melebihi ekspektasi di dalam semesta ini. Mereka berbakat, tentu. Tapi tetap saja kemampuan mereka itu berada diluar nalar makhluk normal
Yah, walaupun memang, tidak ada dari kami bersepuluh yang bisa dibilang normal. Aku tidak bisa mengatakan sesuatu mengenai staf Armada, karena aku tidak banyak berinteraksi dengan mereka selain di kantin
Mungkin setelah protokol keamanan control ini telah usai, aku harus melihat apa dan bagaimana mereka bekerja
"Aku bisa membantu. Mama bilang jangan tinggalkan kakak Protean di tangan Span terlalu lama"
Noah yang tadinya sibuk menyeruput kuah sup-nya itu langsung terbatuk-batuk dan nyaris menyembur benda itu keluar mendengarkan komentar Cassidy
"Apakah ada satu hari dimana aku tidak jadi samsak serangan verbal kalian?" Noah kemudian dengan kesal berkata
Dan kami bertiga pun membalasnya dalam satu harmoni walaupun tidak menyetujuinya terlebih dahulu dengan satu sama lain
"Tidak"
Bukan salah kami kalau kamu itu mudah sekali di target
Dia bahkan terlihat ingin marah lagi, tapi tahu itu tidak akan menyelesaikan masalah. Jadi satu-satunya hal yang coba dia selesaikan disaat itu hanyalah sup miliknya—dengan tangan yang gemetar karena dia mencoba menahan amarahnya
Aku terkikik melihat lagaknya itu, begitu juga Cassidy. Sementara Fuyuki hanya samar tersenyum selagi mulutnya dipenuhi oleh burger
...
Hmph...
Suasananya... Tidak berubah
Wajah baru, suasana sama
Bohong jika aku berkata aku tidak merindukan berada di Arcadia...
Jay yang selalu menjadi bahan candaan kami
Jun yang biasanya bertingkah seperti anak kecil
Ariel yang selalu mengejek keduanya selagi mendukungku
...
Aku penasaran apa kabar mereka. Juga, setelah kupikir-pikir...
Apa yang mereka pikirkan mengenai kepergianku ini?
...
...
...
Aku hanya berharap mereka baik-baik saja
Maafkan aku, Ariel, Jay. Tapi...
Aku tidak bisa menyebut Arcadia sebagai rumahku lagi. Tidak lagi, setelah apa yang kalian sembunyikan dariku selama 17 tahun ini
Tapi jika aku bisa berharap, semoga kalian selalu baik-baik saja...
__ADS_1