
'`Seharusnya kamu akan sampai sebentar lagi`'
...
Jalan ini masih dilapisi karpet merah...
Dan kami tidak berjalan terlalu lama, tapi Hector berkata kalau kami sudah dekat dari tempatnya berada
Itu artinya...
Dia ada di ruang kontrol. Tebakanku kalau dia berada di ruangan mesin ternyata salah
Kuteruskan langkahku untuk mengkonfirmasi dugaanku itu
...
Dugaanku benar. Ketika kami mengambil belokan barusan, dan menjumpai sebuah jalan masuk besar tanpa pintu, lurus di hadapan kami itu, aku semakin yakin kalau itu adalah ruang kontrol
Menjengkelkan. Dia membuktikan kalau perkiraanku itu memang salah. Aku merasa sudah dipermainkan
'`Kamu seharusnya bisa melihatku sekarang`'
...
Dia benar. Aku bisa melihatnya dengan jelas
Apalagi ketika lampu di dalam ruangan itu mulai menyala ketika aku dan wanita itu memasukinya
Dengan jelas aku bisa melihat sosok bernama Hector. Pria yang sama mudanya dengan Amitha dan Jun
Wajahnya terlihat lesu, dan mata abu-abunya itu terlihat seakan dia sudah tidak bernyawa dengan kantung mata dibawahnya. Rambutnya putih panjang dan lusuh, menutupi lehernya kecuali di bagian depan. Janggutnya yang tipis itu bisa terlihat melingkari mulutnya
Pakaiannya bahkan tidak terlihat rapi sama sekali, dengan beberapa bagian belahan bawah baju yang keluar dari celananya
Caranya menguap bahkan menunjukkan kalau dia itu bukan tipe orang yang banyak bekerja keras. Tetapi apapun kesan yang coba dia buat di hadapanku, aku tidak bisa mengabaikan kalau orang ini sangat berbahaya
"Yo. Maaf atas perlakuan tidak mengenakkannya" Dia menyapaku dengan 'ramah', namun terdengar tidak antusias
Wanita yang menodongku sejak tadi itu pun akhirnya berhenti, dan mulai berjalan ke sisi Hector. Dia kemudian berbalik kearahku, menghadapiku di sisi berlawanan dalam ruangan itu bersama Hector
Aku yang menelaah wanita itu pun menyadari kalau dia memiliki warna rambut hitam panjang yang lurus ke belakang. Matanya terlihat tipis, samar-samar menunjukkan pupil hitam di balik kacamata itu. Dan ketika aku memperhatikan apa yang dia kenakan, aku pun langsung tahu kalau dia memakai setelan seorang gadis kuil lengan panjang namun dengan rok pendek. Bahkan posenya berdiri sangat sopan, seperti seorang gadis kuil yang berpengalaman
Kaus kakinya menutupi seluruh betis dan setengah pahanya, dan aku mendapati sebuah pisau yang terikat di kaki kanannya
Bahkan pisau yang dia gunakan untuk menodongku itu masih terlihat di tangannya, nyaris tertutupi oleh lengan bajunya yang sampai menutup setengah telapak tangan yang terkepal
"Misi selesai, Hector-sama" Wanita itu berbisik kepada Hector tanpa mendekat
"Kerja bagus. Sekarang serahkan sisanya kepadaku" Hector membalasnya
"Tunggu dulu!" Aku menyela
...
"Ada apa, O-2507?"
Ck!
Mendengar nama itu sungguh menjengkelkan di telinga...
Tapi masih ada yang lebih penting daripada apa yang membuatku nyaman atau tidak. 2 pertanyaan yang mengganjal di hatiku untuk sekarang
"Kemana temanku Jay? Dan apa yang terjadi dengan guruku?"
"Hmmm..."
Dia terlihat lesu sekali, bahkan menjawab saja perlu waktu lama
__ADS_1
"Jun masih melawan Span. Sementara temanmu yang berambut oranye itu... Shape sudah menangkapnya"
Hah-?
Itu... Nama-nama yang aneh untuk diberikan kepada seseorang
...
Kecuali jika itu adalah nama kode samaran agar nama mereka tidak bisa dideteksi oleh tim pencarian armada manapun di alam semesta...
Jadi nama kode ketiga sekutunya itu adalah Flair, Span dan Shape. Dia sengaja tidak menggunakan kode nama karena mungkin sudah sadar nama dan wajah miliknya telah diketahui semua orang
"Tapi tenang saja. Jun tidak akan kalah melawan Span. Shape juga tidak pernah kasar kepada orang yang dia tangkap. Tapi beda bahasanya jika anak itu mencoba melawan..."
"Dia tidak akan melawan aku janji. Jay itu terlalu takut melawan jika sudah berada dalam masalah"
Aku bisa bersyukur mendengarkan hal itu. Setidaknya aku juga tahu kalau Jun tidak akan kalah atau menyerah dengan mudah
...
Pertanyaan kedua
"Apa yang kamu lakukan kepada penumpang lain kereta ini...?"
Aku bersumpah demi Tuhan, jika dia sudah membunuh semua orang itu, maka...!!
"Tenang, aku hanya menempatkan para penumpang biasa di dalam tidur yang lelap. Mereka tidak akan bangun walaupun mendengar suara ledakan satu kali lagi..."
...
"Lalu bagaimana dengan para prajurit yang berjaga?"
...
"Aku tentu membunuh mereka. Mental mereka terlalu kuat, walaupun aku bisa mematahkannya jika aku ma-"
"Flair"
"Baik"
Dengan santainya mereka menyempatkan memberi sinyal hanya menggunakan gerakan mata yang menangkap seranganku yang belum keluar, sebelum menghindar dari serangan yang datang merambat dari lantai di bawah mereka itu
Cih!
Virus yang kusebarkan melalui kakiku sudah gagal menjadi senjata kejutan...!
Bahkan mereka menyadari kehadiran serangan itu tepat disaat aku mengaktifkannya...!
"Hati-hati, O-2507. Kamu bisa kehilangan kendali jika kamu terlalu-"
"JANGAN ANGGAP AKU ITU SEPERTI KAMU!!"
*BZZT!!*
Sekali lagi aku menyerang mereka dengan serangan virus itu. Amarahku yang terlalu dalam itu membuatku menyerang mereka secara bertubi-tubi hingga mereka tidak punya kesempatan untuk berhenti
Namun mereka terus menghindar. Dari satu tempat, ke tempat yang lain. Baik itu diatap maupun di lantai, mereka dengan cepat terus bergerak menghindar dari setiap virus yang mengejar mereka
"Stop! Hentikan!"
Sebuah suara yang tidak familiar tiba-tiba saja terdengar dari belakangku, membuatku terkejut dengan kehadiran mendadak itu
Menoleh ke belakang, aku terkejut dengan sosok familiar yang kutemukan disana
"Ah! Akhirnya dia berhenti..."
"Azure...!"
__ADS_1
Di belakangku itu, Jay ditodong dengan pistolnya sendiri, oleh seseorang yang berdiri di belakangnya
Seorang gadis berambut pink lurus ke bawah dan memiliki mata merah yang lebar. Dia mengeluarkan kesan kalau dia itu adalah orang yang periang namun berbahaya. Senyumannya itu terlihat manis, walaupun aku paham betul dia sedang mengejek sekarang ini
Mataku terbelalak melihat kehadiran temanku yang tidak berdaya di tangan musuh yang satu itu. Dia sepenuhnya dikalahkan, tanpa terlihat adanya bukti perlawanan yang terlalu sengit
"Aku mendapatkan temanmu. Dia kebetulan sangat menyenangkan karena tidak banyak melawan dan berhasil tertipu"
...
Jadi dialah orang yang menipu Jay tadi, hingga temanku berpikir kalau dia adalah aku
Meniru seluruh tubuh dan bahkan suaraku secara keseluruhan. Kemampuan yang mengerikan...
"Kamu juga seorang Maledict...?"
"Bingo~! Aku memang seorang Maledict. Tapi aku adalah yang paling imut, cantik dan periang!"
Dia menjengkelkan...
"Jadi, sekarang kita bisa bicara, O-2507?"
Ck!
"Sekali lagi kamu memanggilku dengan nama itu, aku akan memotong lidahmu..."
"Aku sudah bilang kalau kamu sebaiknya jangan meremehkan kami bukan?
Apalagi... Mengingat salah satu temanmu yang berada di genggaman Shape sekarang ini..."
Urgh...! Ancaman murahan...!
"Kamu banyak sekali mendecak ya...? Pria itu lebih baik jika mereka bersikap sabar!"
"Tidak ada yang peduli dengan penilaianmu itu!"
"Kasar sekali ya~? Padahal Shape yang cantik ini hanya memberimu saran~"
Satu kali lagi mereka mencoba melakukan sesuatu yang tidak kusukai, aku akan-
"Azure...!"
...
...
...
Argh!
Aku harus tetap sabar...!
Jay berada di genggaman mereka sekarang ini. Satu kali saja bertindak gegabah, nyawanya mungkin akan melayang
...
"Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan, Hector Misleif?"
Sebaiknya kamu tidak membuang waktuku juga...
"... Duduk dahulu. Kita mungkin akan bicara sangat panjang"
...
Baiklah. Aku tidak peduli apa yang sedang kalian ingin mainkan denganku sekarang ini
Ini menyangkut nyawa temanku. Jika duduk bicara dengan kalian berarti kalian akan melepaskannya, maka aku akan dengan senang hati melakukan hal itu
__ADS_1