
Suara mesin kopi yang menumpahkan isinya ke dalam sebuah cangkir itu bisa terdengar di dalam seluruh ruang kontrol sekarang ini, diikuti oleh suara sendok yang mengaduk selagi berdenting kemudian
Flair, bawahan Hector, berdasarkan perintah darinya sekarang ini sedang menyeduh sebuah kopi untuk diminum
"Ingin kopi? Flair membuat kopi terbaik yang bisa kamu minum untuk menyegarkan diri" Hector menawarkan kepadaku
"Tidak terima kasih. Aku masih terlalu muda untuk minum kopi"
"Begitukah? Padahal aku yakin mendengar kalau kamu ingin minum anggur di dalam ruang VIP tadi"
"... Jadi kamu mendengarnya hah...?"
"Aku mendengar banyak hal. Dari yang aku ingin, dan yang tidak di dalam radius 100 sampai 50000 meter tergantung kesukaanku
Kamu seharusnya sudah sadar tentang hal itu bukan...?"
...
Sepertinya mereka tahu terlalu banyak. Bahkan jika mereka memperhatikan detail-detail kecil itu, aku tidak ingin tahu detail besar yang mereka ketahui
Atau lupakan. Aku mungkin ingin tahu. Siapa tahu akan berguna untuk Arcadia ke depannya
...
"Langsung saja ke intinya. Aku hanya punya satu penawaran kepadamu"
Penawaran...?
Hah! Dari semua hal yang sudah dia katakan, yang satu inilah yang paling terdengar lucu
Aku bahkan sempat tertawa mendengarnya barusan
"Atau bisa kamu bilang pemaksaan dengan mengancam satu sisi" Aku berkata dengan senyum mengejek
Hector diam tidak menjawab pertanyaanku, begitu juga dengan 2 yang lainnya. Mereka masih sibuk di posisi masing-masing dengan tugas masing-masing selagi kami berdua duduk bertatapan dan mencoba beradu argumen dengan satu sama lain
"... Aku tidak memaksa, O-2507. Aku hanya ingin satu hal, dan kamu bisa mempertimbangkan hal itu, bahkan setelah kami melepaskan kalian semua"
"Pertama-tama!" Aku meneriakkan kepadanya, sejenak sebelum kembali bicara
"Jangan panggil aku dengan nama itu lagi! Aku punya nama, dan nama itu adalah Azure Pandruwin
Lalu yang kedua! Kamu sama sekali tidak melepaskan kami. Kamilah yang melepaskan kalian karena kurangnya jumlah personel kali ini..."
...
...
...
Hector memiringkan kepalanya selagi terus menatapku dengan wajah bingung
"Itu bukan namamu. Amitha memberimu nama O-2507 secara lang-"
"Aku sudah memperingatkan, Hector. Bahkan Amitha saja membuatku kesal ketika dia menyebutku dengan nama itu..."
Hector entah kenapa tiba-tiba terlihat kesal. Dia masih memasang wajah datar, tetapi dia mengeluarkan tanda kalau dia merasa tidak senang sama sekali
"... Aku penasaran siapa yang memberimu nama belakang milik mendiang temanku...?"
"Dia bukan temanmu setelah kamu mengkhianatinya dan beralih menjadi seorang Maledict utuh
Dan 'teman' milikmu itulah yang memberiku nama sejak lahir. Karena dia adalah ayahku, bodoh"
Dia kemudian menatap kearahku seakan sedang menilai, entah kenapa
Lalu alisnya naik, menandakan kalau dia sudah memahami sesuatu barusan ini
"Aku ingat sekarang. Dia tidur dengan Sylvia, walaupun aku tidak yakin mereka sudah menikah secara resmi di depan umum"
Dia bahkan mengenal nama ibuku-
"Jadi... Kamu adalah anak mereka berdua, hm?"
"... Tentu saja. Masih meragukannya?"
Keheningan datang lagi diantara kami selagi aku menunggu respon yang tidak terlalu berarti darinya
Dia benar-benar masih meragukan diriku entah kenapa. Apa yang membuat dia bisa berpikir aku bukan anak ayah yang merawatku dan ibu yang meninggal karena melahirkanku...?
Hector tiba-tiba tersenyum untuk yang pertama kalinya, dari balik tangan yang menutupi bagian bawah wajahnya itu. Tersenyum seakan dia sedang ingin tertawa
"Apa yang lucu...?"
Kekesalanku memuncak, walaupun aku berusaha menahannya sekuat tenaga kali ini. Sedikit lagi, dan aku mungkin akan menyakiti seseorang di ruangan ini...
Kopi yang dibuat oleh Flair akhirnya disuguhkan kepada Hector. Tetapi tidak sesuai dengan keinginanku, dia juga menyuguhkan satu cangkir kepadaku
"Aku sudah bilang aku tidak ingin kopi bukan...?"
Hector sekali lagi tersenyum seakan dia ingin tertawa
"Nikmati saja, Azure. Kamu akan membutuhkannya untuk menelan semua informasi yang akan kukatakan kepadamu"
...
"Ada sesuatu yang salah dari dirimu. Tapi aku tidak yakin apa..."
"Aku hanya sedang ingin membunuhmu, Hector. Dengan cara yang paling menyakitkan..."
...
Hector menghela napasnya. Senyumnya itu pun menghilang seakan dia merasa kecewa, selagi cangkir kopi itu dia letakkan kembali keatas meja
Cangkirku kemudian dia dorong mendekat kearahku. Sementara aku tetap diam, hanya menggerakkan mataku mengawasi gerak geriknya
"Rupanya kamu memang tidak tahu siapa Lloyd Pandruwin. Aku salah meminta penilaian dari orang sepertimu" Sebuah kalimat pun dia utarakan hingga aku menatapnya kembali
Apa yang dikatakan orang ini coba?
"... Kamu yang bicara berputar sejak tadi dan membuang waktu! Langsung saja ke intinya tanpa mengungkit masa lalu boleh??"
"Hmm... Kamu benar"
Tentu saja aku benar...!
Sebaiknya aku minum saja kopi ini untuk mengalihkan perhatian...
"Jika kita kembali ke inti...
Oh ya. Aku ingin kamu bergabung dengan kami"
*PFFT!!*
...
Uh...
Aku tidak sengaja menyemburkan kopi yang ada di mulutku kearah Jay dan gadis yang disebut dengan nama Shape itu hingga wajah mereka tertutup oleh semburanku barusan...
Tapi maaf...?
APA??
"Bergabung dengan kalian...?" Aku bertanya dengan wajah tidak percaya
"Hmm... Aku sadar kalau kebanyakkan perkataanku tidak masuk diakal, tapi kali ini aku akan buat lebih simpel. Aku ingin kamu, untuk ikut bersama kami berempat dan-"
"Kamu hanya mengulang makna yang sama dengan kalimat berbeda!"
"Ah... Begitukah...?"
Aku bisa paham semua hal yang sudah dia katakan sejauh ini, kecuali yang satu ini. Sama sekali aku tidak paham yang satu ini!
"Kenapa secara spesifik harus aku...?"
Mendengar pertanyaan itu, Hector pun melirik kearah Jay yang masih ditodong
Lalu entah apa yang dia lakukan dengan tatapannya itu, Jay tiba-tiba saja menunduk ke bawah seakan tidak sadarkan diri
Coret. Dia sungguh tidak sadarkan diri. Hector pasti membuatnya tertidur barusan
Dia ingin berbicara kepadaku tanpa adanya saksi mata...
"Dia hanya akan mengalami amnesia kecil saja. Aku sudah pastikan dia berada dalam mimpi kecil yang indah" Hector kemudian berkata kepadaku kembali
"Tch. Sungguh perhatian" Aku membalasnya
Dan sebaiknya gadis itu segera melepaskan temanku...! Toh, dia juga tidak bisa melawan bukan...?
"Apa aku harus melepasnya?" Shape bertanya
Hector menggulingkan bola matanya selagi helaan napas keluar dari bibirnya
"Lakukan saja. Tapi pastikan kamu-"
*Bruk!*
"--- Membaringkan anak itu terlebih dahulu..."
Belum selesai Hector bicara, Shape sungguh melepas Jay hingga dia jatuh ke lantai. Tapi bahkan dengan hantaman seperti itu, Jay tetap tidak bisa menyadarkan diri
Gadis itu pun hanya tertawa canggung selagi mengangkat Jay kembali untuk menyenderkannya diatas sofa tempat Jay duduk barusan. Tetapi luka di kepalanya mulai meneteskan darah sehingga Shape dengan canggung mulai meminta Flair untuk mencarikan sapu tangan atau sejenisnya
...
"Jadi, O-2507? Kamu setuju dengan tawaran dariku...?"
__ADS_1
...
"Maksudmu kehilangan kemanusiaan milikku dan jatuh dalam kejahatan?? Tidak terima kasih!"
Mereka sinting jika berpikir aku ingin mengkhianati teman-temanku seperti yang mereka lakukan. Dan aku benci mereka bersikeras aku harus bergabung dengan mereka
"Aku berbeda dari kalian. Aku bisa mengontrol kekuatanku tanpa menjadi gila atau sejenisnya
Aku juga tidak berniat dikontrol oleh inti Maledict di tubuhku ini. Karena yang satu ini adalah yang terburuk diantara milik kita semua, benar bukan?"
"... Aku tidak bisa menyangkal hal itu"
Inti Maledict memiliki pikiran mereka sendiri. Dan jika aku memakainya berlebihan, benda itu mungkin akan mencoba mengambil pikiranku
Bahkan dia mencoba melakukannya sekarang karena aku sempat mengeluarkan kekuatanku sedikit tadi
Dan menyerahkan kemanusiaanku kepada makhluk tidak bermoral seperti ini? Tidak akan, baik sekarang maupun nanti!
"... Kalau begitu aku punya satu pertanyaan, O-2507"
...?
"Apa kamu tahu, bagaimana rupa Maledict yang gila dan kehilangan kendali tubuhnya sendiri?"
...
...
...
Aku...
Tidak bisa menjawab yang satu itu
Pertanyaan Hector membuatku menunduk dan memikirkan semua hal yang menjadi kemungkinan jawaban dari pertanyaannya
Karena aku sungguh tidak tahu. Aku hanya melihat catatan data saja, entah dari eksperimen macam apa yang sudah dijalankan untuk mendapatkan hasil itu
"Mereka bersikap diluar aktivitas normal mereka. Kadang mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal dan tidak bisa dipahami..." Hector bicara lagi
Itu terdengar persis seperti kamu entah kenapa...
"Lalu fase terakhirnya..." Hector berhenti sejenak, sebelum melanjutkan dengan, "Maledict itu akan mati"
...!
Mati?
Tapi bagaimana?
Inti Maledict memerlukan sebuah sarang untuk bertahan hidup. Itu adalah fakta yang diketahui mayoritas penghuni alam semesta ini
"'Inti Maledict memerlukan sebuah sarang untuk bertahan hidup', kamu berpikir begitu, bukan?"
"... Tepat. Kamu membaca persis seperti yang ada di pikiranku"
Caranya membaca pikiranku itu sangat menakutkan...
"Aku akan bilang satu hal. Informasi yang kamu dapatkan itu salah. Sebuah inti Maledict memang butuh makhluk hidup, tapi untuk bersarang semata"
...
Ber... Sarang...?
"Benar. Mereka hanya butuh inangnya untuk mendewasakan diri seperti ulat dalam kepompong. Dan jika sudah tidak dibutuhkan, kamu tahu apa yang terjadi kepada sebuah kepompong..."
Mereka 'mati' dan menjadi tidak berguna. Hanya menjadi cangkang kosong dan kering semata
Tapi dalam kasus kami ini, kami memang akan mati, karena kami adalah 'kepompong' yang hidup
...
"Bagaimana kamu bisa tahu semua ini?" Aku melontarkan pertanyaan
...
"Karena seorang Maledict mati di hadapanku dulu. Dan setelah melihatnya, aku sadar, kalau bertarung di sisi Arcadia itu tidak ada gunanya lagi"
Apa... Yang dia maksudkan?
"... Jika kamu ingin tahu, pergi ke area 25 di markas utama. Kamu akan menemukan sesuatu disana, sesuatu yang aku harap aku tidak lihat"
Area 25 markas utama...
Dia ingin aku pergi ke salah satu area terlarang yang hanya bisa diakses para personel pangkat Venia dan Primus
"Lalu apa yang harus kulakukan disana?"
"Tidak ada. Saksikan saja apa yang kamu lihat"
...
"Hector! Beri aku baju baru segera!"
!!!
Suara baru lagi-lagi mengagetkanku, karena LAGI-LAGI datang dari belakang
Semua orang ini sungguh harus berhenti mendekati seseorang dari belakang tanpa tanda!!
Hrmm...
Sekarang sosok macam apa yang akan kulihat di belakangku...?
...
Oke-
Dia telanjang...!
Pria itu telanjang...!
Dia pria yang tadi dilawan Jun bukan? Orang yang disebut Span atau apalah itu?
Mata merah, rambut hitam pendek yang berantakan, serta perawakan seakan dia itu sangat kasar dan tidak teratur
Dia orang yang berada di dalam berita planet Suthon itu. Orang yang bersama dengan Hector telah menculik Raggot Roper
Harus kubilang juga, tubuhnya itu bagus-
Ehem!
Karena aku memang berharap punya tubuh seperti itu nanti. Tidak terlalu besar, tapi setidaknya ada otot perut yang bisa mengikuti bentuk tubuhku yang tipis
Untuk sekarang aku tidak punya. Dan aku yakin kalau tinggi orang ini bisa membuatku terintimidasi...
Sepertinya aku harus ikut saran Jun untuk keluar dan berolahraga sesekali, daripada terus sibuk memodifikasi meriamku di dalam bengkel...
Tapi badannya bukannya agak besar ya? Bagaimana caranya orang-orang ini bisa memiliki banyak daging dan tinggi dibandingkan diriku coba?
"Hah? Apa yang kamu lihat, dasar bocah...?" Span tiba-tiba menyindirku
...
...
...
Oke-
Dia membuatku tersinggung
"Pertama, kamu bahkan tidak terlihat lebih tua dariku"
"Aku 17"
"Dan aku 16 menjelang 17 dalam 3 revolusi Mensis, bodoh"
"Aku tidak paham kamu bicara apa..."
Otaknya sungguh lambat...
"Lalu yang kedua, kamu telanjang. Jadi beritahu aku cara agar aku bisa mengabaikan... Benda yang kulihat itu"
Dia bahkan tidak berusaha menutupinya...! Bahkan di hadapan 2 gadis sekaligus...!
Dimana rasa malumu sebagai seorang lelaki...!?
"Berbalik dan tutup mata. Gampang bukan?"
Bahkan sarannya saja terdengar sangat berakal pendek...
Di sisi lain, para gadis ini bahkan tidak terlihat peduli dengan apa yang mereka lihat. Sepertinya hanya aku saja yang terlalu bereaksi sekarang ini
...
Kesampingkan itu...
"Kamu tidak menyakiti Jun bukan?"
"Haah??"
Heh? Kenapa malah dia yang terkejut coba?
"Menyakiti orang itu?! Aku bahkan tidak bisa menyentuh apa yang ada di dekatnya sedikitpun, kecuali ujung pedang tajam itu!"
...
__ADS_1
Sepertinya orang ini kalah telak dalam pertarungan melawan Jun. Tapi aku heran bagaimana dia bisa kabur kemari tanpa Jun mengikutinya dari belakang...
Hector benar. Jun tidak mungkin kalah melawan orang ini. Maledict ini hanya punya kemampuan regenerasi abnormal, tapi tanpa teknik ataupun otak yang bagus berdasarkan pengamatanku barusan
Kemampuan kaburnya juga luar biasa, harus kuakui
...
"Jadi, tentang penawaran itu..." Aku mencoba mendayuh kembali ke topik itu
"Kamu menolak bukan? Jadi sebaiknya kamu melihat dulu apa yang kusarankan" Hector membalasku, selagi memberikan sebuah baju kemeja rapi dan celana yang dia ambil dari tubuh pilot pesawat luar angkasa yang masih pingsan
Jadi aku harus melihat dulu hah...?
Walaupun aku 100 persen tidak akan mengikuti mereka sekarang ini, rasa penasaranku juga semakin lama semakin menggerogoti
Hector sekali lagi benar. Aku harus melihat isi Area 25 dengan mata kepalaku sendiri...
Jika aku bertanya kepada seorang personel pangkat tinggi Arcadia, mereka mungkin akan memutar fakta yang sebenarnya untuk menghindari argumen
"Jadi, kita pergi sekarang?"
"Ya. Tugas kita disini sudah selesai"
Disaat setelah dia selesai mengatakan hal itu, sebuah cahaya tiba-tiba keluar dari belakang tubuhnya, tepat di belakang sofa tempatnya duduk
Cahaya yang menyilaukan, hingga aku butuh waktu untuk mengetahui apa benda itu
Dan nampaknya, apa yang ada di belakangnya adalah semacam portal atau pecahan ruang. Terbukti dari badannya yang sudah setengah masuk ke dalam benda itu ketika mataku baru saja terbiasa untuk melihat dengan jelas
Tapi aku tidak bisa melihat kemana pecahan ruang itu membawa mereka. Aku hanya tahu kalau tempat itu dingin, dari suhu yang berganti secara abnormal tanpa alasan ilmiah di ruangan ini
"Gunakan tabung oksigen untuk dirimu sendiri, Flair. Kami bertiga tidak perlu"
Flair hanya mengangguk kecil merespon Hector, sebelum mengeluarkan sebuah persediaan oksigen portabel yang tidak lebih besar dari sebuah botol minum kecil itu
Sungguh? Dia akan pergi ke ruang angkasa tanpa perlindungan, hanya mengenakan pakaian wanita kuil seperti itu?
"Tapi bagaimana dengan tubuhnya? Dia akan hancur membeku jika tidak memakai baju khusus di luar angkasa walaupun memiliki tabung oksigen"
Lagipula, kenapa aku mengkhawatirkan keberadaan musuhku?
"Hmm. Setidaknya kamu masih punya empati yang baik"
"Semua manusia normal pasti begitu, Hector"
"Tidak ada salahnya"
Hector sekali lagi tersenyum, sebelum kembali berkata, "Tapi tidak perlu khawatir. Apa yang dikenakan Flair bukanlah baju biasa, tetapi alat tempur mode samaran"
Samaran? Dalam bentuk yang terlihat praktis itu?
"Aku menggunakannya untuk mempercepat kecepatanku bergerak. Kapten yang memberiku alat ini karena aku satu-satunya manusia normal di kelompok kami" Flair menjelaskan kepadaku
Kamu yang paling normal di kelompok itu...? Kamu yang sangat aneh karena terlalu sopan dan robotik ini...?
Aku jadi tidak ingin mengetahui tentang anggota yang lainnya...
"Ingat, O-2507" Hector mengingatkanku yang sejenak teralihkan. "Area 25. Lalui para penjaga di jam 12 malam. Mereka berjumlah paling sedikit di jam itu, dan alarm yang terpicu juga hanya akan membangunkan prajurit yang setengah tertidur..."
"... Sepertinya kamu sudah ahli menyusup kesana hah...?"
"Karena itu pengalaman yang tidak menyenangkan. Kamu menyimpan trauma lebih jelas dibandingkan memori bahagia di otakmu"
Ugh. Kenapa dia harus benar?
Hector pun masuk sepenuhnya ke dalam pecahan ruang itu, disusul oleh Flair di belakangnya tanpa selang waktu yang lama
Lalu Shape yang masuk selanjutnya, sebelum dia dengan riangnya menyebutkan sampai jumpa kepadaku dan pergi
Dan yang terakhir masih ada disini, melihat-lihat kearah pintu masuk ruang kendali entah kenapa
"Tidak pergi bersama teman-temanmu?" Aku bertanya kepada Span
Span perlahan menoleh kearahku dengan wajah gusar entah kenapa
"Aku masih ingin melawan seseorang. Tapi, melihat perbedaan kemampuanku dengan Venia itu membuatku sedikit..." Helaan napas keluar dari mulutnya sebelum dia menyambung dengan, "... Kecewa..."
Hmmm...
Dia tipe orang barbar rupanya
"Kalau begitu, semoga beruntung mencari lawan yang lebih setara denganmu" Aku berkata kepadanya, menepuk belakang bahunya sedikit disaat aku sepenuhnya berdiri
...
"Aku ingin kamu yang jadi lawanku lain kali"
Hm...
Rupanya aku yang jadi target rasa penasarannya hah...?
"Kenapa? Ingin mencoba mati karena kekuatan virus ku?" Aku mencoba menakutinya
"Semacam itu. Aku juga tidak bisa mati, jadi aku ingin tahu bagaimana rasanya disakiti oleh Virus itu"
Aku jadi tidak bisa membedakan apakah dia itu barbar atau masokis
Tapi...
"Aku akan mencoba untuk melawanmu lain kali. Tapi jangan harap aku akan menahan diri" Aku membalasnya
Noah tiba-tiba bertingkah aneh selagi mengusap bagian bawah hidungnya. Aku pun sadar kalau wajahnya sedikit memerah entah kenapa
Dia mungkin tersipu seseorang menanggapinya dengan serius
Sudahlah. Ada sesuatu yang lebih penting yang masih harus kuurus
"... Nama asliku adalah Noah. Sampai jumpa lain waktu"
...!
Itu adalah kata-kata terakhir Span sebelum kami berpisah untuk yang pertama kali
Belum sempat aku berpaling, pecahan ruang itu pun tertutup setelah dia sepenuhnya masuk. Keempat orang itu menghilang dari hadapanku, seakan mereka hanyalah mimpi yang lewat
...
Walaupun aku berharap aku tidak akan bertemu mereka lagi, Aku yakin, kami akan melintasi jalan satu sama lain lagi. Pasti
Dan aku yakin tidak perlu waktu lama untuk mereka berhadapan denganku lagi
...
Noah. Nama itu cukup bagus untuknya
Harusnya aku langsung memberitahu kalau namaku adalah Azure sebelum dia pergi...
Ah sudahlah. Hector pasti akan memberitahukannya
Cangkir kopi itu pun kuteguk habis selagi pecahan ruang yang tiba-tiba muncul itu perlahan menghilang
...----------------...
Mereka berada di sebuah planet tanpa nama sekarang ini. Sebuah planet yang dingin dan tidak ramah untuk ditinggali
"Ya Tuhan, tempat ini sungguh sangat dingin"
"Biasakan saja. Kamu itu seorang Maledict, jadi tidak akan mati begitu saja di tempat tanpa atmosfer seperti ini"
"Hector benar. Lihat, bahkan aku yang berpakaian terbuka saja bisa tetap merasa nyaman karena sudah terbiasa"
"Kalian lebih tua dariku, lagipula, hidup 200 tahun sepertimu itu, aku yakin kamu sudah sangat sangat terbiasa bukan, Shape?"
"Panggil aku dengan nama asliku. Shape itu sama sekali tidak terdengar imut..."
Noah hanya menatap Shape penuh dengan penilaian
"Lagipula, kenapa ketua harus menteleportasi kita kemari? Bukannya ada planet yang lebih hangat?"
"Ada, tapi dia ingin menghilangkan jejak dan membuat tim pencarian Arcadia kewalahan"
Semua temannya bingung dengan penjelasan Hector. Hingga...
Hector menunjuk kearah Noah yang langsung terlihat heran
"Lepas bajumu disini. Benda itu sudah dikontaminasi oleh Virus O-2507"
...
Hector sudah tahu kalau aku meletakkan sesuatu di baju Noah
Lebih tepatnya, ketika aku menepuk bahunya tadi, aku juga menempelkan kemampuan Virus ku di bahunya dalam bentuk kecil hingga tidak akan ada yang sadar
Tetapi Hector tahu satu hal dariku sejak tadi dia mengamati dari dekat
"Anak itu cerdik. Dia mencari kesempatan untuk setidaknya menyentuh salah satu dari kita dan menanamkan Virus yang bisa dia lacak ini"
Dia mengamati sejak tadi. Gerakan mataku, gerakan tubuhku. Dan dari sana dia pun bisa menyimpulkan segala kemungkinan yang ada di pikiranku. Sebuah celah yang dengan lalai mereka berikan
Noah pun berdecak kesal, sebelum melepaskan kemeja yang baru dia kenakan itu dan menyerahkannya kepada Hector
Hector hanya tersenyum selagi menerima kemeja milik Noah dan menggantinya dengan yang baru
Senyumnya muncul, entah karena rasa puas, bangga, atau takjub. Mungkin bisa jadi ketiganya
"Harus kuakui, kapten ternyata memang punya selera yang bagus dalam memilih anggota baru, walaupun orang itu berasal dari Arcadia sekalipun"
__ADS_1
Kemeja Noah itu pun dia letakkan perlahan di permukaan planet tak bertuan, sebelum mengajak yang lainnya untuk pergi ke portal selanjutnya yang berada tidak jauh di hadapan mereka