
"Kamu berbohong"
"Tidak. Dan kamu bilang sendiri kalau Sylvia itu lemah bukan?"
"Apa kaitan Sylvia dengan-"
"Dia punya kaitan erat dengan ini"
Hector pun tersentak ketika kalimatnya itu dipotong, sehingga dia pun memutuskan untuk mendengarkan Jun
"Aku tidak akan membahas detailnya, tapi Sylvia bukanlah wanita yang baik
Dia hanya ingin membuat seorang anak agar stigma dari Maledic of Corruption bisa diwariskan ke anak itu. Dia ingin lepas dari belenggunya, tetapi justru mati dalam proses melahirkan"
"Itu-"
"Aku sungguh tidak tahu detailnya. Hanya Amitha yang tahu, dan dia menjelaskan sebagian kecil itu saja. Masih banyak lagi yang sudah pasti dia sembunyikan"
...
"Jadi... Sylvia berhasil mewariskan stigma Maledict itu...?" Hector berkata, lemas
"Ya. Dan itu mungkin penyebab Lloyd menyerahkannya untuk diobati oleh Amitha. Namun..."
"Aku tahu kelanjutannya. Tidak perlu dijelaskan..."
...
Semua informasi itu terdengar absurd dan tidak manusiawi. Sesuatu yang terdengar menjijikan dan tidak bermoral
Membuat anak agar makhluk tidak bersalah itu menanggung beban yang diberikan ibunya? Lalu kemudian harus menderita selama hidupnya hingga tiada?
"Sangat tidak bermoral...! Aku sudah menduga wanita itu adalah penyebab hancurnya kita berempat...!"
"Dan intuisimu benar. Sayang sekali Lloyd tidak bisa selamat untuk menjaga anak itu lagi..."
Alasan kenapa Amitha mungkin saja menyimpan tubuh anak itu sekarang sudah jelas. Kenang-kenangan itu, mengingatkan kalau mereka semua tidak akan bisa menang jika tidak menggunakan segala cara
Sylvia menggunakan segala cara untuk melepas Maledict itu dari tubuhnya. Jadi, Amitha pun paham kalau dia juga harus melakukan hal yang sama, melakukan segala cara, untuk menumpas dan memenangkan perang melawan Malefic dan sang {Dewa)
Moral sama sekali tidak dibutuhkan di dalam sebuah perang. Apapun itu, tujuan dari kedua sisi mengadakan perang adalah, karena mereka ingin menang dan berada di dalam kejayaan
...
"Sebaiknya kita fokus. Aku sudah bisa merasakan energi Maledict asing selain milik Span disini"
"Itu namaku! Kamu memanggil?" Noah berbalik dan bertanya kepada Hector
"Apa kamu tidak merasakan sesuatu, otak kera?" Hector menyerukan kepadanya dari kejauhan
"Ada! Bocah itu mungkin sudah dekat dan..."
"Dan?"
"Dan mungkin tidak sadarkan diri!"
"Eh?"
Tapi tanpa peringatan, Noah tiba-tiba melesat maju kearah energi Maledict yang dia rasakan tidak stabil itu
Dia tahu perasaan itu. Rasa kalau energi di dalam tubuh seseorang sedang tidak stabil karena kondisi fisik yang dipaksakan. Dan di paham, jika sesuatu sudah dipaksakan, orang itu pasti tidak berdaya setelahnya
__ADS_1
"Bocah! Aku disini!" Noah meneriakkan, selagi yang lainnya yang ikut berlari mencoba mengejarnya
Dan setelah mereka mengitari sebuah tebing yang cukup tinggi itu, mereka pun menemukan sebuah tubuh kecil yang terbaring lemas di tanah, berada di bawah bayangan itu
Noah yang mencoba menelaah apakah itu benar aku itu pun senang ketika mendapatkan faktanya
Dia kembali berlari walaupun napasnya tidak karuan, dan dia melesetkan dirinya pelan untuk melihat kondisiku
Beberapa kali dia menepuk pipiku untuk membangunkan, beberapa kalian dia memastikan apakah jantungku masih normal. Dan dia pun hanya bersyukur tidak ada yang aneh selain aku yang pingsan sekarang ini
Melihat keadaanku itu dan Noah yang mencoba memastikan keamanannya, Ariel diam mematung disana. Hingga Venia Lumia tidak sengaja menyenggolnya untuk ikut mengecek juga
"Dia baik-baik saja! Napasnya masih ada!" Noah meneriakkan ke wajah Lumia yang langsung basah karena terciprat
"Oke, oke. Aku mendengarkanmu"
Dia pun mencoba menelaah sekujur tubuhku untuk memastikan apakah ada luka atau tidak, tetapi nihil. Tubuhku sepenuhnya baik-baik saja, sehingga Lumia bisa segera mengkonfirmasi kepada yang lain kalau kondisi aman
"Baiklah. Kami akan membawa O-2507 sekarang untuk di-"
*Shing!*
*Klik!*
*Bruk!*
"AHH-!"
...
...
...
Terpotong oleh sesuatu yang mendadak dilakukan oleh keempat orang yang bukan berasal dari Armada miliknya itu...
"Apa... Maksud semua ini...?"
Ketiga Venia itu dikejutkan, ketika melihat kalau setiap orang dari mereka ditodong oleh 3 orang yang sedang tidak mengecek keadaanku
Fuyuki yang menodong leher Lumia dengan pisau hingga mulai meneteskan darah, Hector yang menodong di belakang kepala Jun dengan pistol dalam jarak 0, dan Ulysses yang sepenuhnya sudah mengambil kontrol tubuh Ariel sehingga dia menempel ke tanah tanpa disentuh
"Maaf. Tapi, kami sudah bilang kalau kami ingin O-2507. Jika kalian membawanya, kami tidak akan mendapatkan anak itu" Hector menjelaskan
Dia pun menggerakkan kepalanya untuk memberi isyarat kepada Noah, yang sama sekali tidak paham dengan apa yang dimaksudkan
"Oh, dasar anak bodo-
Periksa lehernya. Lalu cungkil keluar chip yang ada di bagian belakang lehernya itu agar O-2507 tidak bisa dilacak oleh mereka"
Noah pun mendengus mendengar perintah Hector, sebelum dia mulai mengecek apakah perkataan itu benar
Dan benar saja. Ada sesuatu yang aneh di leher belakangku ketika dia mengeceknya. Sebuah benda berbentuk kotak kecil, tertanam dalam daging leherku
"Flair, berikan salah satu pisaumu" Hector memberi perintah lagi
Fuyuki pun melepas salah satu terompahnya, menunjukkan sebuah belati tajam yang tertanam di ujung depan benda itu
Noah yang tidak peduli lagi itu pun segera mematahkan belati itu dari terompahnya, sehingga tangannya yang berdarah mencoba menggunakan pisau itu untuk mencungkil keluar chip yang tertanam di dalam leherku
Perlahan, tapi pasti. Dan karena aku sedang tidak sadarkan diri disaat itu, aku tidak bisa merasakan apapun
__ADS_1
Tetapi...
Maledict of Corruption bisa
Dan dia langsung menyeringai ketika menyadari hal itu, segera memegang tangan Noah hingga dia berubah menjadi abu hitam dalam waktu nyaris seketika, membuat semua orang terkejut
Fuyuki langsung menjatuhkan Lumia untuk melindungi diri, dan melompat menjauh setelah mengambil terompahnya kembali dengan cekatan menggunakan satu kakinya saja. Sementara Hector langsung menyeret Jun untuk pergi dan Ulysses memerintahkan Ariel untuk berlari menjaga jarak
Lumia di sisi lain, tanpa memedulikan kondisi badannya, mampu menghindar sebelum Corruption berhasil menyentuh tubuhnya dengan virus yang mulai menyebar. Dia pun menjaga jarak sejauh mungkin bersama yang lain selagi menyaksikan Maledict of Corruption bangkit dari tidurnya
"Ah. Anak itu masih menggila rupanya..." Lumia berkomentar, membuat yang lain ikut gugup
"Dan kalian ingin membawa dia dalam kondisi itu? Bersyukurlah kami disini sehingga menghalau kehancuran kelompok kalian itu" Jun berseru kepada Hector yang kemudian mendecak
Tawa Maledict of Corruption pun terdengar keras, selagi mereka mencoba menelaah segala kemungkinan penyerangan yang efektif tanpa korban
"Mundur. Kami yang akan maju duluan" Hector berkata, mendorong Jun untuk mundur
Dia pun berjalan maju dan segera menyalakan kekuatan Maledict-nya, membuat semua orang disana merinding seketika
Dia pun mencoba menangkap Corruption di dalam ruang mimpi yang dia sudah ciptakan. Sebuah benang perlahan datang kearah Corruption untuk menangkapnya. Tetapi...
"Oh? Sangat menarik~" Corruption berkomentar
Maledict itu tiba-tiba meraih benang itu seakan benang itu adalah benda fisik, membuat Hector terkejut hingga justru dia yang merasa takut sekarang, selagi benang itu dirobek menjadi kepingan oleh lawannya
Sesuatu yang seharusnya mustahil dilakukan secara teori. Tetapi bagi Corruption yang memiliki kekuatan untuk mencurangi aturan itu, bermain-main dengan kekuatan Hector bukanlah hal yang sulit
Hector pun panik, segera membuat rencana lain untuk menjatuhkan Maledict of Corruption dengan aman sekaligus agar tidak membunuhku
"Cih! Tenet! Kamu tidak akan berguna jika begini!"
"Aku paham... Tapi gadis ini berguna..." Ulysses berkata
Pria itu kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Ariel dan mulai berbisik
"Maaf... Aku akan mengontrolmu sementara waktu, karena {keraguan} milikmu itu tidak diperbolehkan sekarang ini..." Ulysses berbisik kepada Ariel yang merintih ketakutan karena tidak bisa menggerakkan tubuhnya
"Lepaskan belenggumu dari anak itu dan-"
"Percayakan dia untuk mengontrol anak itu! Gadis itu akan lebih berguna nantinya!" Hector memotong Lumia
Tetapi mereka tidak bisa berdebat lebih jauh. Virus milik Corruption pun mulai menjalar dengan cepat sehingga mereka harus melompat ke udara melalui bantuan rantai milik Ariel
Dan Hector pun tanpa ragu langsung membuat sebuah daratan tidak terlihat di udara menggunakan kekuatan Terror, hingga mereka bisa memijakinya tanpa tersentuh
"Aku tidak tahu kamu bisa melakukan ini??"
"Rasa takut akan ketinggian itu nyata, Jun. Tentu aku bisa melakukan hal semacam ini"
Maledict of Corruption pun terlihat mencoba merobek sesuatu keluar dari leherku. Dan ketika dia mendapatkannya, dia pun menelaah chip itu, segera menghancurkannya beberapa detik kemudian
"Bagus~! Bagus~!" Suara seraknya yang keluar dari mulutku itu pun ditemani oleh wajah yang mulai terdistorsi karena diselimuti virusnya
"Anak itu sudah memberiku kontrol ketika ada seseorang yang dia kenali berada di dekatnya. Siapa sangka kalian akan datang langsung untuk membantuku~" Corruption kemudian meledek semua orang
"Aku tidak paham maksudmu, dasar makhluk menjijikan"
"Cari tahu sendiri"
Setelah dia selesai bicara, Maledict of Corruption pun meracuni udara di sekitar sehingga virusnya menjalar kearah mereka semua
__ADS_1