
{{{ Di hari yang sama, pukul 4 sore }}}
"Aku- Tolong hindarkan aku dari semua orang itu-!" Aku memohon kepada Noah, yang masih tertawa mengenai ketenaranku akibat majalah itu
Semua orang yang manjadi staf disini mulai mendekat untuk memastikan kalau akulah model majalah milik Pinky, yang berjudul Pinky's Sundae itu. Majalah yang cukup populer karena bisnis Pinky ternyata lebih besar dari apa yang kukira
Dan mereka sungguh membuatku ketakutan. Aku tidak biasa dikelilingi banyak orang sekaligus...
"Kita harus menemui Pinky sekarang jika kamu mau Cover majalah itu diganti. Atau, kita bisa menunggu satu minggu, karena dia akan menemukan korban baru setelah itu"
"L- Lebih cepat lebih baik-!"
"Tapi, aku dengar kalau Pinky sedang pergi ke galaksi Wavee untuk mengantar pesanan. Dia mungkin akan kembali cukup lama..."
...
Harapanku...
Dia hancur berkeping-keping dalam waktu singkat
"Ahahaha! Sudah kubilang kamu akan menyesal!"
"Kamu tidak memperingatkan--!"
Aku spontan meringis, dan disanalah Noah berhenti tertawa seketika. Dia mulai membersihkan kerongkongannya, sebelum bicara untuk membuatku tenang
"Oke, oke. Berhenti meringis dan bangunlah. Aku tahu harus membawamu kemana hari ini"
"Aku harap kita bertemu Cassidy... Aku ingin mendapatkan dosis wajah polosnya sekarang..."
"Tidak. Wanita itu akan melarangmu, karena Cassidy akan melalui pengobatan hari ini"
Eh?
"Pengobatan?"
Noah terlihat ragu, tapi dia pun mencoba menjelaskan apa yang dia ketahui
"Detailnya tidak kutahu. Tapi, tanduk Cassidy itu tidak muncul secara alami, kamu tahu?"
O- Oh...
Jadi begitu...
Aku tidak perlu penjelasan lebih lanjut mengenai hal itu
Jadi dia harus menjalankan pengobatan secara teratur hah...? Aku harap dia tidak menderita...
"Ah ya. Kamu bisa tebak kemana aku akan membawamu?" Noah bertanya
"Tidak"
"Kita akan bertemu dengan koki terbaik kita di Armada ini, Fuyu-"
*Sat! Sat!*
...
Kami berdua berhenti sejenak ketika mendengar suara ayunan benda itu, dari sekitar tempat kami berjalan barusan
Dan ketika kami berjalan mundur beberapa langkah sebelum melihat ke dalam sebuah ruangan, kami menemukan Raggot sedang latihan, dengan baju kaos biasa yang menutup bagian atasnya selagi keringat mulai membasahi
Sesekali dia mengusap pergi keringat itu, dan dia kemudian melanjutkan mengayunkan pedangnya dalam gerakan yang berulang dan sama saja sejak tadi selagi mengulangi kata "Ha!", seakan itu adalah sebuah mantra
"Itu..."
"Raggot. Dia memang tidak terlalu berinteraksi dengan siapapun selain pedang kayunya itu" Noah menjawab, bahkan sebelum aku mengeluarkan isi pikiranku
Dia bahkan tidak berinteraksi dengan para pilar lainnya kah...?
Juga, jadi ruangan ini adalah ruang latihan yang dikatakan oleh Noah...
Aku bisa melihat banyak macam modul di dalam tempat ini. Utamanya untuk memunculkan musuh hologram yang terasa realistis untuk latihan tempur virtual. Juga, ada mesin minuman di pojok ruangan, seandainya ada yang haus
Lengkap sekali. Aku jadi ingin mencoba latihan disini setelah beberapa lama terlalu banyak bersantai mengelilingi Armada yang ternyata cukup luas ini
Mungkin Raggot bisa membantu
"He-! Arthur-!" Noah mencoba menghalau selagi menahan suaranya
__ADS_1
Dan ketika aku semakin dekat dengan Raggot selagi Noah mulai bersembunyi itu, aku pun paham kenapa dia ingin menghalauku
"Ra-"
Baru saja aku ingin menyebut namanya, pandanganku tiba-tiba bergerak seakan aku ingin jatuh
Tidak. Aku memang akan jatuh. Sebelum aku sempat sadar, kakiku sudah disapu oleh sesuatu sehingga aku kehilangan keseimbangan dan mulai terjatuh ke samping
Ketika aku mendarat dan baru sadar tentang apa yang terjadi, Raggot langsung menodongkan pedang kayunya ke leherku, sebelum aku sempat bangun karena panik
"Ah. Kamu" Dia kemudian berkata, menyadari kalau akulah yang menghampirinya
Pedangnya itu pun dia tarik kembali, selagi dia mengabaikanku yang masih terduduk di lantai dan mengambil botol minumannya
Ketika dia sedikit melepas masker yang dia kenakan itu, aku pun bisa melihat gambaran penuh wajah milik orang itu
"Lukanya..."
Ada luka yang mencoreng dari sisi kanan rahang bawah ke atas bibirnya. Luka itu sangat besar, sehingga aku bisa melihat tengkorak milik rahangnya, dan robekan dagingnya
Tetapi Raggot tidak butuh waktu lama untuk minum, dan kembali berpaling kearahku yang menjadi pengganggu latihannya itu
"Luka. Lama" Dia berkata dengan nada kakunya itu lagi
Noah kemudian mulai mendekat, tetapi Raggot tidak memedulikan kehadirannya yang mulai membantuku berdiri dari lantai itu
...
Orang ini sangat misterius sehingga membuatku penasaran
"Raggot. Apa kamu selalu latihan disini?" Aku bertanya, membuatnya terhenti sebelum sempat mengayunkan pedang lagi
"Ya. Jangan. Ganggu"
"Tapi kenapa sendiri? Aku yakin jika bersama yang lain rasanya akan lebih menyenangkan"
...
...
...
Senjata...?
Noah pun memintaku mendekatkan telinga, selagi dia mulai berbisik
"Pemerintahan Suthon menggunakannya sebagai senjata. Biografi tentang kehidupannya bahkan tidak bisa ditemukan, selain fakta kalau dia adalah kapten dengan pangkat tertinggi"
Oh. Sekarang aku paham
...
"Raggot! Ayo latih tanding!" Aku berkata kemudian, membuat Noah kaget dan Raggot lagi-lagi berhenti
Dia kemudian berbalik kearahku dengan wajah penuh emosi, seakan dia tidak senang dengan kehadiranku disana. Tetapi aku tetap bersikeras kalau aku harus melawannya kali ini, sehingga dia pun paham kalau dia tidak akan bisa keluar dari situasi ini kecuali menuruti kemauanku
"Jangan. Menyesal"
"Aku paham!"
Aku pun mengambil beberapa lompatan mundur untuk memberi jarak antara kami, selagi Noah mulai kembali ke pintu agar tidak terkena benturan serangan kami
Raggot pun sudah siap, dengan kuda-kuda khas miliknya. Aku tidak tahu teknik apa itu, tapi mari kita coba
"Aku datang..."
Siap untuk bertarung dengannya, aku yang melesat maju terlebih dahulu
"Eh?"
Tetapi...
Lagi-lagi pandanganku berubah menjadi miring, selagi aku mulai jatuh ke samping. Dia bahkan tidak perlu bergerak terlalu banyak, dan dia berhasil menyapu kakiku yang sedang berlari kearahnya hanya dengan satu ayunan pedangnya saja
*Bruk!*
Dan lagi-lagi aku jatuh, mengakhiri pertarungan singkat itu dengan kemenangan Raggot yang bahkan tidak menodongkan pedangnya kearahku lagi
"Lemah. Kamu. Tidak. Cocok" Dia berkata kemudian
__ADS_1
Ugh...!
Aku tahu dia itu kapten dengan pangkat tertinggi milik Suthon, tapi aku tidak tahu dia sangat ahli seperti ini...!!
Gerakannya bahkan sangat cepat, sehingga aku baru sadar kalau dia ada di belakang posisiku setelah menyapu kakiku tadi
"Jika aku menggunakan Corruption sekarang, kamu akan berkata lain..." Aku berkata kepada Raggot, yang membuat dahinya semakin mengkerut
"Gunakan. Kalau. Begitu"
"Tidak. Kamu tahu efeknya bukan?"
"..."
Dia tidak mencoba berargumen lagi setelah itu, selagi membantuku bangun kali ini
"Harus. Banyak. Belajar. Di. Hector" Dia kemudian memberi sebuah... Saran...?
"Tidak terima kasih. Hubunganku dengan Hector sekarang ini sangat tidak baik-baik saja" Aku berkata kepadanya
"Dia. Pasti. Mau. Jangan. Buat. Marah"
Aku tahu itu, semua tahu itu. Tapi, aku hargai nasihatnya
...
"Maaf. Atas. Kehilanganmu. Itu" Raggot tiba-tiba berkata, selagi aku terkejut
Tetapi tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, dia sudah berbalik kearah lain untuk memulai latihannya lagi
...
...
...
"Terima kasih... Maaf mengganggu..." Aku pun berkata kepadanya, kemudian dengan lemas pergi kembali kearah Noah
Tanpa kusadari, dia pun melirik kearahku yang sudah mulai pergi. Kepalanya kemudian sedikit menunduk, selagi dia mulai berbalik kembali untuk memberi sebuah kalimat
"Kamu. Bisa. Hidup. Untuknya"
Kalimat itu membuatku berhenti sejenak, sebelum aku sedikit melirik kearahnya di belakangku
Dia terlihat sedang menggenggam kalung salib yang sedang dia kenakan itu, selagi terus melihatinya
"Aku. Juga. Begitu" Dia kemudian menambahkan
Kepalanya pun kembali terangkat, sebelum dia mengangguk pelan untuk mengantar kepergianku. Dan di tengah diamnya diriku itu, Raggot kembali melanjutkan latihannya
...
Noah... Sudah menungguku...
Aku sebaiknya bergegas. Kami akan menemui Fuyuki
...
...
...
"Raggot itu..."
"Dia punya banyak masalah juga. Seharusnya aku tidak mengganggunya" Aku yang kali ini bicara sebelum Noah menumpahkan isi pikirannya
...
'Maaf atas kehilanganmu', dia bilang...
...
Aku sebaiknya tidak mencari tahu lebih lanjut. Masa lalu adalah masa lalu. Dan hak menyimpannya adalah milik pribadi
Kami juga sudah dekat di ruangan Fuyuki, tetapi...
"Ah, nona Fuyuki sedang pergi untuk membantu tuan Hector. Maaf"
...
__ADS_1
Kami sudah sia-sia datang kemari...