
...
Aku gagal menentukan yang benar, dan Hector yang asli pun menyerangku menggunakan serangan gema itu lagi
Sekali lagi aku terbaring di lantai, seperti seekor lalat yang sudah diinjak dan dilumat, tidak memiliki daya sama sekali—mencoba untuk bangkit kembali walaupun tahu aku hanya akan semakin dihancurkan
Sial...!
Latihan ini keras sekali...!
"Tidak bisakah kamu pelan sedikit? Kamu bisa membunuhnya loh?" Pinky mengingatkan kepada Hector
"Dia tidak akan mati. Aku sudah pastikan kalau serangan yang kugunakan kepadanya itu aman"
"Napasnya bahkan tidak teratur sekarang, Hector-sama"
"Kalau begitu dia harus banyak olahraga..."
Ugh...
Aku benci ketika menyadari kalau perkataan Hector itu benar...
"Mulai besok, dari jam 8 pagi hingga 1 siang kamu akan latihan fisik mandiri. Istirahat selama 2 jam, lalu kita akan lanjutkan dengan latihan ini bersamaku" Dia pun berkata lagi
Hmph...
Menyadari kalau tubuhku sudah merasa sedikit lebih normal, aku pun mencoba untuk bangun dan duduk dengan rapi. Disaat yang nyaris bersamaan juga, aku menyadari kalau HP-ku bergetar karena ada pesan masuk
Oh. Dari Noah
{ Noah : Arthur, dimana kamu? Ini sudah terlalu lewat tengah malam }
Begitukah?
Ketika aku melihat jam HP-ku, terlihat kalau hari menunjukkan pukul 01:27 AM dalam waktu Intergalactica
Berapa lama aku sudah latihan dengan ketiga orang ini...?
"Baiklah. Tapi, latihan seperti apa yang harus aku lakukan?" Aku pun menanyakan saran kepada mereka
"Angkat beban. Maraton mengelilingi markas. Atau bisa juga melakukan simulasi pertarungan disini" Fuyuki yang memberi saran kepadaku
Ugh...
Aku tidak suka semua hal itu...
Atau mungkin, pilihan ketiga Fuyuki bisa aku lakukan...
Tapi, aku tidak tahu setting macam apa yang dimiliki oleh area ini. Aku hanya takut kalau setting-an mereka itu terlalu keras juga...
Ah ya!
Aku punya alternatif lain untuk latihan fisik!
Aku pun segera bangun dengan cepat dan segera berlari keluar tanpa izin dari mereka bertiga. Dan ketika aku mengingat kalau mereka masih ada di dalam ruangan itu, aku pun berbalik sejenak dan pamit
"Terima kasih untuk hari ini!", sebelum menghilang dengan cepat sehingga langkah kakiku terdengar menggema dari ujung lorong
...
...
...
"Kamu yakin, ini akan berhasil?" Pinky bertanya kepada Hector
Hector hanya diam tidak bicara, melirik Pinky sejenak, kemudian ikut beranjak pergi selagi Fuyuki mengikuti dari belakang setelah dia pamit
Pinky pun ditinggal sendiri disana, diam dalam keheningan tanpa seseorang yang bisa diajak bicara
Atau begitulah yang orang lain lihat
"Menurut penilaianmu, apakah latihan Hector terlalu keras, ketua?"
Ketua kami akhirnya mengeluarkan suara setelah beberapa lama hanya diam dan menyaksikan saja. Suara tawa khas-nya, seakan sedang merendahkan kalimat Pinky
"Kamu tidak perlu khawatir. Jika aku percaya satu hal mengenai Hector, dia adalah orang yang paling bagus dalam menilai situasi" Ketua kami berkata
"Karena dia adalah seorang veteran?"
__ADS_1
"Lebih dari itu : Dia adalah pemimpin sebenarnya dari Arcadia, sebelum dia mengetahui kebenaran dari istri temannya itu"
...
"Jadi begitu. Kamu sungguh tahu yang terbaik"
Kekhawatiran Pinky sudah terangkat, dan dengan begitu dia bisa menghela napas
Lega seakan dia tidak akan kehilangan tempo dari semua hal yang telah dia susun rapi
"... Aku hanya berharap kamu bisa memenuhi janjimu kepadaku, Jackson" Pinky pun berkata, sebelum segera beranjak pergi dengan lagak kekanak-kanakan
...
...
...
"Kamu yang paling lama berada di sisiku, tapi kamu masih belum paham diriku, Pinky..."
Suara ketua kami itu pun perlahan menghilang seakan disapu udara. Dan dari kami semua, tidak ada lagi yang bersuara, memutuskan kalau kami harus mengakhiri malam begitu saja
Atau begitu yang aku harapkan
{{{ Kamar Noah }}}
"Kamu lihat jam bukan?"
"Lihat..."
"Aku sudah bilang kalau kamu harus istirahat banyak bukan?"
"Aku sedang latihan dengan Hector..."
Noah ingin menunjukkan kalau dia terkesan dengan kalimatku itu, tapi kemudian segera dia tahan selagi kembali memasang pose {berkuasa atas segalanya} itu—menyilang lengannya di dada, duduk diatas kasurnya selagi aku duduk di lantai, dan meninggikan kepalanya agar bisa melihatku seperti seekor serangga
"Walaupun begitu, kamu seharusnya pulang tidak selarut ini!"
"Kamu mengatur seperti Ariel saja..."
"Ariel?"
"Ah, gadis dengan salib itu"
Noah tahu rupanya...
"Dan ya. Lagipula kenapa kamu mengaturku? Minggir dan biarkan aku berbaring juga!" Aku pun menyerukan selagi melompat ke sisi kiri kasur
Dia mencoba menghadang, tetapi bahkan tidak sempat menunjukkan reaksi sebelum aku berhasil mendarat diatas kasurnya dan mulai berguling dan berkata, "Akhirnya ada permukaan yang halus~"
Setelah jatuh berkali-kali ke tanah tadi, semua orang pasti paham dengan perasaanku sekarang
"Oh ayolah! Hari ini adalah giliranku menggunakan kasur!" Noah berkata selagi menarik bagian belakang kerah bajuku. "Dan lepaskan jaketmu itu! Benda itu kotor kamu tahu??"
Sejak kapan dia layak protes tentang sesuatu yang kotor kepadaku coba?
Aku mencoba meronta, tetapi tahu kalau itu akan sia-sia. Jadi aku pun hanya menuruti permintaan Noah...
Sebelum aku kembali melemparkan diri keatas kasurnya, sehingga tidak sengaja menimpa tangannya yang sedang merapikan bagian yang kubuat berantakan tadi
"SAKIT!!" Dia meneriakkan selagi menarik tangannya hingga dia terjatuh ke sisi lain kasur
Aku pun mencoba untuk mengecek keadaannya, selagi dia tiba-tiba bangun. Melihat ekspresinya itu spontan membuatku memasang wajah usil
"Dasar bocah! Turun dari kasurku sekarang!" Dia lagi-lagi menyerukan selagi menunjuk kearahku
"Tidak mau~ Aku sudah latihan dengan keras seharian ini, jadi aku ingin tidur di kasur~ Boleh ya~?"
Hm hm~ Aku tidak akan menyingkir~
Eh-?
Bayangannya tiba-tiba membesar. Dan ketika aku sadar, dia sudah terlebih dahulu menerkam ke depan seakan siap untuk menindih diriku
Tetapi dengan cepat aku menghindar ke sisi, sehingga dia lagi-lagi terlontar dan terjatuh ke sisi kasur
"Apa-apaan barusan itu!!?" Aku meneriakkan
"Jika kamu tidak menyingkir...!!"
__ADS_1
Uwah-! Dia marah!
Dia bangun, dan segera membuatku mencoba mengambil bantal untuk melindungi diri
Tiba-tiba saja kakiku ditarik sehingga aku mendayuhnya sehingga Noah terkena tendang. Tetapi tidak berhenti disana, dia langsung melompat ke kasur sehingga kami pun mulai bergulat untuk mendorong yang lainnya agar jatuh ke lantai
Dia terlihat senang, begitu juga aku selagi kami terus mendorong satu sama lain ke sisi yang berlawanan
"Jadi ini rencanamu!? Menyakiti seorang anak baru dan tidak mau mengalah?!" Aku berkata
"Lihat siapa yang bicara, dasar anak baru kerdil!" Dia membalas
"Ayolah! Hanya untuk malam ini saja!"
"Tidak!"
"Ya!"
"Aku tidak akan membiarkannya!"
"Kalau begitu salah satu harus kalah!"
Situasinya sangat heboh disaat itu, dimana tawa dan ejekan kami terus keluar kepada satu sama lain
Kadang aku terjatuh ke lantai, kadang dia juga. Tapi kami berdua sama sekali tidak ada yang mau mengalah. Yang awalnya kami berebutan kasur itu pun berubah menjadi kesenangan seakan kami bermain-main seperti anak kecil
Kadang menggunakan bantal untuk menghantam yang lainnya, kadang menggunakannya sebagai senjata lempar. Berubah area dari kasur itu, menjadi seluruh ruangan, selagi aku dikejar olehnya yang membawa banyak bantal sebagai senjata
Bulu berterbangan kesana kemari selagi bantal itu semakin sobek, dan beberapa hal jadi ikut berantakan. Hingga akhirnya, kami berdua pun lelah setelah bermain-main dan tertawa sebanyak itu
Kami berdua menyerah, memutuskan untuk berbaring saja diatas kasur bersama-sama selagi napas kami yang tidak karuan itu masih tidak bisa kami atur karena ingin tertawa lagi
Haah...! Itu sungguh menyenangkan...!
"Kamu terkena... 27 serangan dariku...!" Noah berkata kemudian
"Oh ya...?! Kalau begitu- Aku menang dengan... 29 serangan bukan...?"
"Hah...?! Kamu pasti salah hitung...!!"
Atur saja... Napasmu dulu...
Haah...! Aku jadi lelah...!
"Lebih baik... Kita tidur saja bersama disini..." Aku pun mengajukan
Noah hanya merespon dengan tawa, sehingga membuatku ikut juga ketika mengubah posisiku menghadapnya
Napasku mulai bisa diatur, selagi aku mencari posisi nyaman untuk berbaring. Begitu juga dengan Noah
Kepala dan bajunya basah dengan keringat, begitu juga denganku. Tetapi kami berdua terlalu lelah sekarang untuk bangun dan menggantinya. Bahkan kami saja tidak punya niat untuk bangun minum
Ketika kami menghadap satu sama lain, kami mulai cekikikan lagi, mengingat betapa konyolnya kami terkena pukulan satu sama lain tadi
"Tadi itu menyenangkan" Aku pun berkata
Noah bisa setuju, dan karena itu dia mengangguk. "Sebaiknya kita tidur juga. Aku jadi lebih lelah dari sebelumnya. Selamat malam" Dia juga berkata
Baiklah. Lagipula, memang tidak ada lagi yang bisa kami lakukan
Aku mencoba menutup mata, tetapi masih merasa segar karena sudah berlarian tadi. Karena itu, aku mencoba samar-samar membuka mataku untuk mengintip Noah
Tetapi dia sudah tertidur. Tidur dengan sangat cepat, sehingga aku bahkan tidak sadar
Dia sama sekali tidak mendengkur seperti yang aku duga, karena dia biasanya tidur dan bangun sebelum aku bisa. Tapi setelah melihatnya tidur duluan sekarang ini, wajahnya membuatku ikut tenang
Aku tidak menyangka, orang yang biasanya bersuara dengan sangat keras itu ternyata bisa memiliki wajah setenang ini...
Dia hanya berbaring tidak sadarkan diri, dan mimpi indah pasti sedang menghampirinya. Aku mungkin bisa melihat wajahnya semalaman, seandainya aku tidak mulai mengantuk sekarang ini
...
...
...
"Selamat malam juga, Noah..."
Aku pun ikut tertidur, mengakhiri malam itu dengan sebuah senyum selagi napas kami berdua mulai berirama dan selaras dengan satu sama lain dalam mimpi yang dalam
__ADS_1