Core of Evil

Core of Evil
Cassidy, Si Putri Rusa


__ADS_3

{{{ Beberapa saat kemudian }}}


Dan, hup!


Akhirnya bisa keluar dengan aman... Aku masih tidak terbiasa berjalan melalui pecahan ruang itu...


"Aah...! Duduk disana sungguh membuat pinggangku selalu sakit..." Noah berkata, selagi meregangkan tubuhnya sehingga bunyi sendinya bisa terdengar setiap kali dia bergerak


"Tapi aku terkesan dengan semua orang. Mereka punya kepribadian unik masing-masing" Aku membalasnya


"Dan kamu sebaiknya berhati-hati dengan beberapa dari mereka"


...!


Ah, suara itu...


"Halo... Hector"


Aku tidak tahu harus bicara apa kepada orang ini...


Noah bahkan langsung berhenti bergerak dan kembali ke posisi normal ketika situasi canggung menimpa kami sekarang ini


...


...


...


"Dengar, aku minta maaf mengenai-"


"Tidak perlu"


Hector tanpa mengindahkan kata-kataku lebih jauh, segera kembali berjalan, dengan Fuyuki yang ternyata mengikutinya dari belakang dan baru saja menyaksikan kejadian itu


"Maaf sudah mengganggu, Arthur-sama" Dia berkata, sebelum berjalan melewatiku yang masih mematung untuk menyusul kearah tujuan Hector


...


"Arthur...?" Noah yang dari tadi diam bertanya kepadaku karena khawatir


"Tidak apa. Aku... Paham kenapa dia marah kepadaku..." Aku berkata kepada Noah, meyakinkan kalau aku sungguh baik saja


Aku pun mengajak dia untuk ikut pergi saja, walaupun wajahku masih terlihat sedih sekarang ini. Walaupun dia sadar sekalipun


Tapi sebaiknya kamu mencari sesuatu yang manis untuk meringankan suasana


Hanya saja...


Siapa sangka sesuatu yang manis itu justru datang menemui kami, menyembulkan kepalanya dari sebuah koridor untuk mengintip


Kami berdua hanya diam disana, dengan pikiran kosong ketika melihat dirinya yang bahkan tidak setinggi dadaku itu. Seorang gadis kecil yang sedang mengintip, seakan dia belum ketahuan


Apa aku harus bergerak agar dia berhenti mengintip atau...?


"Hah? Aku ketahuan?"


Oh, itu memang dia


Cassidy, si gadis kecil yang duduk di pilar jam 1 tadi. Ketika dia keluar dari balik tempat persembunyiannya itu, dia pun memberi salam hormat layaknya seorang putri sebuah kerajaan dongeng


"Namaku Cassidy. C-A-S-S... Uh... I-D-Y. Mama memanggilku putri kecil" Dia pun memperkenalkan diri


...


...


...


Oh ya ampun aku ingin mengadopsinya-


Rambutnya berwarna biru seperti warna lautan. Dia memakai sebuah Tiara kecil diantara tanduknya itu, dan merapikan rambutnya yang lurus itu ke belakang. Bahkan, gaunnya yang serasi dengan rambut dan bola matanya itu juga memberi kesan kalau dia adalah seorang putri kecil dari negeri dongeng


Makhluk imut ini adalah seorang pilar? Seseorang dengan pangkat yang penting di dalam Armada ini??


"Aku... Imut?"


"Ya, kamu imut!" Aku dan Noah serempak berkata, membuat kami menatap satu sama lain kemudian karena heran


"Terima kasih..."


Oke-


Gadis ini buruk untuk jantungku-


"Aku yakin aku punya diabetes-" Aku berkata kepada Noah yang juga ikut lemah bersama denganku


"Anak-anak sungguh murni dan lucu-" Dia berkata kemudian


"E- Eh? Karena aku?"


Oh ya!


Dia bisa membaca pikiran!


"Maksudku! Karena kamu bertingkah seperti itu, kamu mirip seperti seorang putri kecil!" Aku berkata


"Benar sekali! Kamu sangat imut dan cocok dengan gambaran itu!" Noah menambahkan


...


...


"Terima kasih"


A- AAHHH!!


"Silau! Dia sangat manis!"

__ADS_1


"Ini situasi darurat!!"


Ehem!


"Omong-omong, Cassidy"


Kenapa kamu disini? Dimana Mind?


"...!"


Cassidy yang paham dengan niatku itu pun tiba-tiba membuat tanduknya mengeluarkan cahaya seperti cahaya bulan, sehingga kami berdua sedikit dikejutkan olehnya


'`Aku mengikutimu, kakak Arthur`'


Heh? Telepati?


Kamu bisa melakukan ini?


'`Ya. Tapi, kakak Noah juga kuperbolehkan untuk mendengar`'


...


Aku melirik kearah Noah yang mulai tertawa canggung di sisiku


"Ehehehe... Aku juga ingin, oke...?"


Siapa juga yang melarang...?


'`Mama bilang kalau menjadi tentara itu berbahaya...`'


...!


Tunggu


Kamu juga ingin menjadi tentara? Mengikuti misi, sama seperti kami?


Cassidy perlahan mengangguk setelah membaca isi pikiranku


'`Aku membuka telepati ini karena kakak Arthur tidak ingin orang selain kita untuk mendengarkan`'


...


Aku perlahan menatap kearah Noah, karena jawaban itu bukan diarahkan kepadaku


"Aku hanya bertanya. Tidak perlu melihat kearahku seakan aku ini bodoh"


Sekali Noah tetap Noah rupanya. Dia tetap bodoh


'`Mama juga bilang, kalau kakak Noah itu bodoh`'


Noah pun langsung terkesiap mendengar perkataan Cassidy, hingga dia berubah menjadi patung yang bisa saja hancur hanya jika disentuh


Sementara aku langsung menahan tawa agar tidak terlalu menarik perhatian


Ahahaha-!


Oh-! Itu sangat tidak disangka, datang dari Cassidy yang imut ini


Aku takut ada yang melirik terlalu banyak dan menganggap kami mencurigakan


"Ah, tidak apa" Cassidy pun menjawab, selagi sinar di tanduknya mulai menghilang


Dia pun langsung mengambil tanganku dan mengajakku berjalan entah kemana, selagi Noah yang tidak tahu itu juga hanya mengikuti dari belakang


...----------------...


"Umur?"


"8 tahun"


"He~eh. Keren juga bisa bergabung dengan Mind dan menjadi pilar bersama di umur segitu"


"Sungguh? Mama bilang, itu karena aku memang kuat"


"Ugh. Mind itu sungguh tidak memotivasi..."


"Motivasi?"


"Semacam... Memberimu semangat atau mendorongmu untuk menjadi lebih keren dan semacamnya"


"Oh... Aku tidak yakin..."


Jika aku bisa tahu satu hal mengenai Cassidy, dia itu sangat polos


Anak ini terlalu polos, hingga aku heran bagaimana dia bisa tetap hidup di dunia ini...


"Polos...?"


"Um..."


Aku akan menjelaskan lain kali. Tapi...


Jika kamu ingin bergabung dengan kami, kamu tidak boleh {polos}. Mengerti?


"Eh? Kenapa...?"


"Karena itu akan berbahaya untukmu. Bagaimana jika ada yang menyerangmu nanti? Mother pasti akan sangat khawatir"


"Oh, begitu..."


Lihat? Bahkan dia setuju denganku terlalu cepat


Noah yang paham akan arti lirikan dariku itu pun hanya mengangkat bahu, dan menggelengkan kepala pelan


"Yang terpenting untuk menjadi tentara itu hanya satu..." Aku pun berkata, meminta Cassidy berhenti sejenak


Dia pun menatapku balik selagi aku perlahan membungkuk. Lagaknya yang lugu itu bahkan mulai keluar, selagi aku mulai bicara untuk memberinya nasihat

__ADS_1


"Jika kamu ingin menjadi OPS, kamu harus tahu cara membuat keputusan sendiri. Walaupun kamu bisa mulai dengan keinginan menjadi tentara itu sendiri, kamu masih ada di titik paling awal dalam perjalanan yang jauh"


Itu... Adalah kalimat yang Jun katakan kepadaku ketika aku memutuskan untuk menjadi OPS juga


Dan saat aku berhasil menjadi salah satu dari mereka, aku pun sadar, kalau menjadi OPS adalah sesuatu yang berat


Banyak nyawa harus kulihat pergi begitu saja, selagi aku hanya bisa menyaksikan tanpa bisa menolong. Tanggung jawab atas teriakan minta tolong mereka itu masih membuatku merasa bersalah, ketika suaranya mulai padam hingga meninggalkan kesunyian


Tidak hanya itu. Yang paling menyakitkan dari menjadi OPS adalah, ketika kamu berteman dengan seseorang...


'`Kenapa...?`'


...


...


Karena kamu bisa melihat mereka pergi meninggalkanmu juga. Dan itu bisa saja karena mereka harus melindungimu, sehingga melempar diri mereka dalam bahaya...


"...!"


Itu yang paling menyakitkan. Bahkan jika kamu tidak menjadi OPS sekalipun, kamu tetap bisa kehilangan seseorang. Hanya saja, ikut menjadi OPS akan membuat kemungkinannya lebih besar


"..."


...


Cassidy perlahan menunduk setelah membaca isi pikiranku. Sesekali dia melihat kearahku yang juga terlihat lemas dan hampa itu, hingga ketika dia membaca isi pikiranku lagi, dia melihat sebuah sosok yang sangat aku cintai


"Akira Jun...?"


Noah bahkan terkejut ketika Cassidy mengetahui nama itu. Gadis yang sebenarnya tidak pernah penasaran tentang apapun selain kalimat Mother itu, mulai membuat ketertarikan kepada seseorang secara mendalam


Sementara aku, terkejut ketika mendengar nama itu keluar dari mulut Cassidy. Tapi aku tahu, kalau aku yang sudah membiarkan Jun masuk ke pikiranku barusan ini, sehingga Cassidy bisa membaca mengenai dirinya


"Dia seperti... Mama untukku" Cassidy berkata lagi


...


"Itu artinya, Mother itu sungguh baik kepadamu bukan?" Aku bertanya kepadanya, selagi mengelus kepala anak itu


"Orang terbaik di dunia. Mungkin, kakak Arthur bisa jadi nomor 2 sekarang"


Aku tertawa kecil mendengar kalimat polosnya itu. Tapi hatiku sedikit sakit ketika melihat dia bahkan tidak menunjukkan ekspresi yang berlebihan sejak tadi


Hanya wajah datar, yang bersinar sesekali ketika aku memberitahu dia sesuatu


...


*Cup*


Eh-?


Oh, dia baru saja mencium pipiku...


"Mama bilang, kalau mencium pipi seseorang akan membuat mereka lebih baik" Dia berkata


...


Ahah...


Dia sungguh terlalu polos


"Hey, hey~! Mana jatahku juga~!? Kakak Noah ingin dicium di pipi juga~!" Noah tiba-tiba menyela


...


Aku pun mulai memeluk Cassidy dan membawanya sedikit menjauh dari jarak Noah, selagi dia tersentak kenapa aku begitu


"Jauhi kakak mesum" Aku mulai berlagak


"Mesum?" Cassidy bertanya


"Orang yang meminta untuk dicium itu bukan orang baik"


"Heh? Sungguh?"


"Hoy! Jangan berbohong kepadanya soal itu!" Noah pun menyela dengan reaksi yang luar biasa


"Kakak bohong?"


"Ya dan tidak. Tapi jangan dekat-dekat dengan dia"


"Aku paham. Mama juga bilang begitu"


"Hah?? Wanita itu juga bilang begitu??"


Ahahaha! Dia sungguh membenci Mind, atau harus kusebut Mother sekarang


"Ayo Cassidy! Sebaiknya kita mencari permen atau cheeseburger"


Cassidy pun diam sejenak mendengar tawaranku. Tapi ketika aku tidak menyadarinya, air liurnya tiba-tiba keluar, sebelum dia dengan cepat menghapusnya agar tidak ketahuan


"Boleh. Cheeseburger..." Dia pun berkata


Aha! Pilihan yang bagus


"Lapar sekali ya...! Waktunya makan siang sekarang!" Aku pun berkata selagi mengajak Cassidy berjalan, mengabaikan Noah yang masih protes selagi mengikuti dari belakang


Haah... Aku bertemu satu orang baru yang terlalu baik untuk dunia ini disini...


...


Mungkin...


Ini apa yang dirasakan Jun, setiap kali dia menggandeng tanganku ketika kecil dulu...


...

__ADS_1


Hah... Aku sungguh rindu padamu sekarang


Semoga kamu berada di tempat peristirahatan yang lebih baik...


__ADS_2