Core of Evil

Core of Evil
Mendekat


__ADS_3

"Jun..."


"Aku paham. Jaga Jay selagi aku memastikan keadaan di pintu depan"


Sial. Apa yang terjadi? Kenapa harus dadakan seperti ini?


Kami bahkan tidak membawa kacamata infra merah untuk mendeteksi keberadaan di dalam kegelapan...! Ini akan jadi sangat menyulitkan!


Tidak mungkin ada pembajak. Penjaga di dalam pesawat ruang angkasa ini sama terlatihnya dengan kami para OPS yang menangani Malefic. Mereka tidak akan kalah begitu saja, apalagi mengingat jumlah mereka yang cukup signifikan di dalam sini


Apa ada Malefic yang menyusup? Tapi itu mustahil juga. Malefic memang bisa bernapas walaupun berada di luar angkasa, tapi mereka tidak lebih cerdas daripada binatang. Mereka tidak akan mau berada di tempat yang kosong dan tidak berpenghuni seperti ini


Satu hal yang pasti, kapal ini sedang diserang dan sekarang mengambang di luar angkasa. Kami harusnya bersyukur penyedia oksigen masih menyala di tempat ini, tapi berapa lama lagi?


Aku mampu bernapas di luar angkasa karena faktor Maledict di tubuhku, tapi Jay dan Jun sudah pasti akan mati dalam beberapa menit


...


Faktor... Maledict


...


Oh Tuhan...


"Jun!"


Baru saja aku memperingatkan Jun yang baru membuka pintu, sebuah aura keberadaan tiba-tiba menyergap seluruh tubuhku hingga Jay dengan panik menyerukan namaku


Jun yang mendengar hal itu pun segera mendekat untuk mencari tahu ada apa. Dia kesusahan melihat akibat lampu yang sudah mati, hingga dia perlu berada sedekat mungkin untuk memastikan keadaan kami


"Ada apa, Jay?"


"Aku tidak tahu! Kamu baru membuka pintu itu, Azure tiba-tiba saja mendadak kejang dan bergetar seperti ini!"


"K-K-K-Keberadaan itu- Dia-"


'`Akhirnya aku menemukanmu...`'


A-!


Siapa itu-?


Siapa yang baru saja mengeluarkan suara bergema itu-?


Kenapa aura ini semakin terasa pekat dan memuakkan-?


"Jun! Kita harus-!"


...!


Baru satu detik kami berdua melihat Jun, kami pun menyadari, dari dekat, dia kelihatan terkejut akan sesuatu


Sesuatu yang bisa dia dengar barusan...


"Hector..."


Mata kami berdua terbelalak tidak percaya mendengar gumaman singkat milik Jun itu


'`Benar teman lama. Aku ada di dalam kapal ini sekarang ini, bicara melalui dinding kepada kalian bertiga`'


S-Suara itu...!


Adalah milik Hector??


Jadi-


Kami sekarang ini harus menghadapi Maledict of Terror??


Kekuatan dari setiap Maledict itu berbeda-beda. Contohnya seperti milikku, yang mampu membuat virus yang menyebar dan mematikan, menghancurkan setiap hal yang berada di jalan penyebarannya seakan mereka itu kertas yang terbakar


Lalu ada lagi yang satu ini. Lawan yang sangat sulit bagi orang yang tidak pernah menghadapinya atau tidak kuat mentalnya. Maledict of Terror


Kekuatan asli dari Maledict ini adalah kontrol pikiran. Dia mengeluarkan aura keberadaan mematikan yang bahkan bisa membunuh orang penakut hanya karena merasakannya sedetik saja


Dan yang paling parah adalah, dia bisa menyerang mental orang itu lebih jauh dengan membuat mereka berhalusinasi tentang hal yang paling mereka tidak ingin hadapi. Bahkan, jika hal itu merupakan ketakutan terbesar mereka, Hector bisa memasukkan hal itu ke dalam realita dan menjadikannya nyata


Dia adalah seorang Maledict yang tahu persis kedalaman hati seseorang dengan cara menyebarkan ketakutan. Peneror terburuk yang bisa kamu hadapi


"Raba sekitar kalian! Pastikan kalau tidak ada yang bergerak dan jangan lengah!"


"Baik, Venia Jun!"


Informasi tentang Hector ada di dalam database rahasia yang hanya bisa diakses pangkat Centurion keatas. Namun, aku dan Jay kebetulan bisa membacanya karena ada bantuan Jun


Disana ditulis kalau Hector selalu memanfaatkan satu cara ketika bertarung. Bersembunyi di tempat yang rumit dan tidak mudah diterobos


Selama berada di dalam jangkauan 100 meter, dia bisa mempengaruhi orang dengan aura miliknya. Dan mengukur pesawat luar angkasa ini, mungkin bisa diperkirakan kalau panjang lebar dan tingginya adalah 100m x 70m x 20m


Ruangan ini berada di tengah, diantara ruangan VIP lainnya. Dan ruang VIP berada paling dekat dengan ruang kontrol namun yang paling jauh dari ruang mesin


Kemungkinan kalau Hector berada di ruang mesin sekarang ini adalah yang paling besar. Hampir semua alat transportasi besar seperti ini memiliki ruang mesin yang luas dan rumit


"Ruang mesin, Jun"


Tanpa peringatan, Jun langsung mengangguk selagi kami perlahan mencoba berjalan kesana selagi terus menempel kepada tembok


"Azure. Apa kamu tidak apa di belakang?" Jay memanggilku dengan nada berbisik


"Tidak apa. Kamu juga yang paling lemah jika dalam hal bertarung jarak dekat. Jadi melindungimu di tengah adalah taktik terbaik"


"Baiklah. Tapi jangan panggil aku lemah"


Sempatnya dia protes-!


"Jangan takut anak-anak. Jika kalian takut, dia justru akan melahap itu sebagai kekuatannya"


"Aku tahu! Tapi yang kita hadapi ini adalah seorang Maledict, jadi-!"


*Tap!*


...


Sebuah langkah berat tiba-tiba terdengar dari arah depan kami, membuat kami bertiga seketika terkejut


Sebuah bayangan seseorang tiba-tiba mendekat dari balik kegelapan, menghampiri kami bertiga yang sudah siap menarik keluar senjata


"Ketua bilang kalau aku hanya perlu menangani si Venia..."


Suara orang itu menandakan kalau dia adalah seorang laki-laki seumuran aku dan Jay


Dan dia bilang harus menangani seorang Venia...


Jangan bilang-!


"Kamu orang yang bekerjasama dengan Hector...?"


Orang itu hanya tertawa sejenak mendengar pertanyaanku, membuat kami sedikit terkejut dan mengambil satu langkah mundur

__ADS_1


"Benar. Lebih tepatnya


Aku juga seorang Maledict~"


Orang itu tiba-tiba melesat kearah kami dengan tinjunya


Jun yang sudah siaga itu pun menarik keluar sebuah pedang dari alas pinggangnya. Sebuah pedang yang mengeluarkan cahaya yang cukup terang hingga bisa membutakan lawannya sejenak


Diayunkannya pedang itu kearah lawannya, hingga dengan tepat berhasil menebas lengan kanannya


Lawan kami yang tidak diketahui itu pun mengambil langkah mundur ketika menyadari lengannya terpotong dengan rapi


"Hah! Untuk seorang Maledict, kamu itu cukup lemah dan tidak cerdik!"


...


Tapi kesenangan Jun berakhir seketika...


Disaat dia menyadari, kalau lengan lawannya yang baru saja dia potong itu sudah tumbuh kembali...


"Dengar. Aku sudah bilang kalau aku seorang Maledict. Kamu seharusnya segera mencari tahu aku Maledict yang mana sebelum menyerang dan terlihat sedih seperti itu"


Itu mustahil...


Lengannya...


Tumbuh kembali...!


Tapi lengannya yang terpotong itu masih ada disini. Lalu kenapa wujudnya di balik kegelapan itu menunjukkan kalau dia memiliki lengannya kembali...?


"Cih. Ternyata kamu Maledict yang itu..." Jun mendecak


"Maledict of Eternity..." Jay bergumam


"Hah?"


"Kamu tidak tahu Azure? Maledict yang satu ini pernah menjadi buruan kami secara dadakan ketika aku masih menjadi prajurit baru dulu


Orang ini. Dia tidak bisa mati dengan cara yang tidak alami. Bahkan jika kamu melenyapkan seluruh tubuhnya dari dunia ini, dia akan terus beregenerasi secepat kilat


Maledict yang satu ini tidak bisa mati, bagaimanapun caranya kita mencoba membunuhnya"


"Dan ini pertama kalinya aku menghadapi Maledict ini..."


Bahkan Jun saja kewalahan mendengar penjelasan itu


Lawan yang tidak bisa mati?? Lelucon macam apa itu?!


Dan dia bekerjasama dengan lawan kami??


"Hmph! Kalian bicara seakan kami itu semacam spesies yang berbahaya! Pada kenyataanya, kami ini tidak jauh berbeda dari kalian para makhluk hidup lainnya


Bahkan, Maledict yang satu itu bersembunyi di balik kalian berdua bukan?!"


!!!


Dia tahu aku seorang Maledict...?


Informasi tentang identitas asliku hanya bisa diketahui oleh para Venia dan orang-orang terdekatku. Hector yang menghilang sebelum informasi tentang identitasku itu ada tidak mungkin bisa mengetahuinya


Bagaimana caranya mereka bisa mendapatkan informasi rahasia seperti itu??


"Ini pasti lelucon..."


Tapi kami tidak punya waktu untuk berpikir terlalu banyak dan mengulur waktu lebih lama lagi disini


"Ya! Venia Jun!"


"Bawa Jay pergi ke ruang mesin dan tangkap Hector Misleif! Ini perintah!"


Urgh...!


"Baik! Siap laksanakan!"


Aku harus menuntaskan ini. Melawan orang yang satu itu justru akan membuang waktu walaupun kami bertiga menyerang sekaligus


"Oh ya? Kamu berpikir kalau Hector ada disana?"


Lawan kami itu pun tertawa keras seakan sedang meledek kami


Tetapi ketika tawanya terhenti, mata merahnya bisa terlihat menyala dengan jelas ketika menghadap kearah kami dan berkata,


"Silahkan dicoba selagi aku meladeni YANG SATU INI!!"


Jun lagi-lagi diserang olehnya, namun berhasil ditangkis oleh refleks guruku yang luar biasa itu


"Pergi!!"


Dia yang meneriakkan kalimat itu pun secara spontan membuat kami berdua berlari sekuat tenaga kearah lain menuju ruang mesin pesawat luar angkasa ini


"Kamu tahu denahnya??" Jay bertanya kepadaku selagi kami berlari


"Sebentar, aku akan mencoba mengambil data di tempat ini"


Tidak terlalu rumit memecahkan data umum, apalagi jika hal itu dipaparkan di setiap sudut tempat itu


Tetapi karena lampu sekarang ini mati, yang berarti kalau peta di tembok tidak bisa kami lihat sama sekali, cahaya laptop milik Jun lah yang harus kugunakan demi mencari jalan tercepat kesana. Jay harus bersedia memanduku agar tidak menabrak sesuatu selagi terus mencari peta itu


Baiklah, ini cukup mudah. Sedikit lagi dan-


*Nging!!!*


ARRGHH!!


Suara macam apa itu!!??


Spontan kami berdua menutup kedua telinga kami karena suara itu, hingga aku tidak sengaja menjatuhkan laptop milik Jun


Suara itu membuat telingaku sakit...!


"Jay, kamu tidak apa?"


"Tidak apa! Ayo terus berlari!"


...


Heh?


Tunggu-


"Jay-"


*NGING!!!*


AAARGGH!!


Urgh...!

__ADS_1


Terkutuklah suara itu...!


"Jay! Dimana kamu!?"


Tidak ada yang menjawab di balik kegelapan itu


Tidak ada...


Apa yang baru saja terjadi? Jay menghilang!


Dia mengikuti seseorang yang memiliki suaraku!


Orang itu menirukan suara persis seperti milikku dan berhasil menipu Jay untuk meninggalkanku, di tengah suara keras yang terus mengganggu itu


Dan dari kelihatannya, Jay seharusnya bisa melihat wujud orang itu


Apa orang itu juga bisa menirukan seluruh bentuk tubuhku?


'`Akhirnya kita sendirian, O-2507`'


!!!


Suaranya terdengar lagi di dalam kepalaku. Dan melihat kalau aku saja yang tertinggal di dalam area ini, aku pun menyerah. Dia pastinya sudah tahu persis posisiku sekarang ini


"Hector Misleif..."


Kamu...


"Apa yang kamu lakukan kepada temanku...!?"


'`Tenangkan dirimu, teman. Aku datang dalam damai`'


"Candaan yang tidak lucu! Aku tahu persis kamu hanya ingin menghancurkan tempat ini sekarang ini!"


Kamu dikabarkan menghilang dan hilang kendali, bagaimana aku bisa percaya begitu saja ketika kamu bilang kamu datang dalam damai...?


'`Aku sungguh tidak berbohong. Lagipula, berbohong memang adalah hal yang paling kubenci


Aku bukan Amitha, O-2507. Aku tidak pernah membohongi seseorang`'


Hah?


Apa hubungan Amitha dengan semua ini?


"Kamu pasti mabuk 10 gelas malam ini hingga bicara kesana kemari..."


'`Aku juga benci anggur, bodoh. Jadi dengarkan saja apa yang harus kukatakan...!`'


...


'`Akhirnya tenang juga. Sebaiknya kita mulai saja`'


Disaat dia mengeluarkan kalimat itu, sebuah sosok terlihat muncul dari balik bayangan di hadapanku, bergerak menghampiri sepelan mungkin


Seseorang di dalam baju pendeta kuil wanita di Terra. Dan dari pantulan cahaya di mukanya, sepertinya dia mengenakan kacamata


'`Ikuti wanita yang berjalan menghampirimu itu. Kita akan bertemu tatap muka setelahnya`'


Hah?


Dia sungguh tidak bercanda bukan...?


"Kamu akan menyerahkan lokasimu kepadaku? Aku bisa saja membunuhmu jika aku mau nanti"


'`Aku meragukannya. Tapi jika kamu memang punya tekad untuk melakukannya`'


!!!


Wanita itu-


Dalam sekejap. Aku yakin mataku terus menatap waspada kearahnya, tapi dalam sekejap...


Entah bagaimana, dia sudah berada di belakangku sekarang, menodongku dengan sesuatu yang tajam


"Sekarang bergerak. Hector-sama tidak suka menunggu terlalu lama dalam sebuah urusan"


Suaranya yang dingin dan kaku, namun halus dan lembut itu membuatku merinding. Seakan dia itu adalah orang paling lembut di dunia, tapi jika aku beralih, dia bisa membunuhku kapan saja seakan dia itu mesin yang dibuat hanya untuk membunuh


'`Jadi, jangan remehkan kami. Ketua sudah memperhitungkan segala kemungkinan, dan dia tidak mungkin membiarkanku mati begitu saja`'


Ketua?


Aku sadar kalau orang yang tadi kami hadapi juga menyebutkan soal ketua. Tapi aku pikir orang itu adalah Hector


Tapi ternyata aku salah. Masih ada dalang lagi dibalik kejahatan ini. Hector hanyalah anak buahnya


...


Aku harus mencari tahu, walaupun kemungkinannya tidak memungkinkan


Dan satu-satunya cara adalah dengan mendekat kepada Hector secara langsung


...


Tapi pertama-tama...


"Biarkan aku mengambil laptop itu"


"Bergerak"


"Aku bilang-"


"Bergerak"


...


...


'`Biarkan dia mengambil laptop itu, Flair...`'


"Dimengerti, Hector-sama"


Wanita yang menyulitkan...


Setidaknya dia tidak menodongku lagi sekarang


Tinggal ambil laptop itu, bangun, dan-


...


Entah kenapa, tidak butuh berapa lama aku mengambil laptop itu dan berdiri, aku pun langsung bisa merasakan ada sesuatu yang tajam lagi di punggungku...


"Bergerak"


"Baiklah! Tapi jangan todong benda itu kepadaku!"


Aku juga tidak bisa meraih tangannya dengan mudah karena dia berada di belakangku...

__ADS_1


__ADS_2