
{{{ Keesokan Harinya }}}
...
Aku mencubit bagian atas batang hidungku karena tidak menduga sama sekali tamu yang akan datang kemari adalah dia
Karena, aku yakin aku meminta Mother untuk mengirimkan penjahit atau orang yang bisa membuat busana. Tapi entah kenapa, makhluk ini...
"Halo halo~!! Pinky Cherry disini~!"
"Aku akan melemparmu keluar jika kamu mengulangi lagak itu di dalam..." Aku mengancamnya
Sementara, Noah yang baru bangun pun langsung siuman sepenuhnya ketika melihat kalau Cherry sudah datang
"Ah! Cherry sudah tiba!" Dia bilang, mendorongku menjauh dari pintu selagi mempersilakan Cherry masuk
Dia kemudian menekan bahuku agar aku duduk di lantai menghadap meja bundar di kamar kami itu, selagi Cherry duduk di seberangnya dengan mata lebar khasnya yang dipenuhi rasa penasaran itu
"Uh... Bisa berhenti menatapku?" Aku meminta kepadanya
"Tidak! Aku tertarik dengan ukuran bajumu!" Cherry pun seketika membalas
"Tidak terima kasih"
Di sisi lain, Noah yang sibuk membuatkan kami minuman itu pun mendecakkan lidahnya berkali-kali kepadaku selagi dia membawanya keatas meja
"Arthur. Pinky ini adalah orang terbaik yang bisa kamu dapatkan dalam membuat pakaian. Kerjanya juga sangat cepat, kamu tahu?"
"Hm? Jadi, dia yang membuat semua bajumu yang modis tapi harus kubuang karena kotor dipenuhi darah itu?"
"Ya. Dan aku masih belum memaafkanmu soal itu"
Lah, malah perempuan ini yang marah...
"Aku mungkin dan juga tidak, sudah melapor kepada Cherry mengenai situasi itu..." Noah pun menjelaskan selagi menggaruk kepalanya
"Dan aku masih belum memaafkanmu soal itu"
"Oke! Tidak perlu mengulangi kalimatmu dan beri saja aku hukuman atau semacamnya"
Walaupun aku yakin kalau membuang baju-baju itu adalah keputusan yang lebih tepat
Pinky pun terlihat berpikir, selagi aku menelan ludah memikirkan segala kemungkinan yang mungkin berujung kearah rasa sakit, ataupun rasa malu
Tapi apa yang dia jadikan hukuman, ternyata relatif cukup mudah
"Kamu hanya perlu membiarkanku menggunakan wajah dan tubuhmu sebagai model!" Dia pun berkata
Oh! Ternyata lebih tidak menyakitkan atau memalukan
"Baiklah!" Aku setuju tanpa pikir panjang
Sementara Noah pun menahan tawanya, tahu apa ganjaran yang akan kudapatkan. Tapi dia sungguh menyembunyikan hal itu dengan baik, hingga bahkan aku jadi tidak sadar
"Bisnis diterima. Dan sekarang, aku ingin kamu untuk berdiri dan membuka baju bagian atasmu" Pinky pun berkata
"Hah? Kenapa?" Aku bertanya
"Untuk mengukur setiap detail bagian tubuhmu. Tapi aku mengabaikan yang ada di bawah celanamu itu untuk-"
"--- Privasi. Aku paham"
Tidak perlu dibahas...
Dan berhenti menahan tawamu! Sejak kapan kamu ingin tertawa, Noah bodoh!?
"Aku bisa berdiri, tapi aku tidak akan membuka baju"
"Heh? Tidak seru..."
"Ahahahah-!!"
Ah, akhirnya tawanya keluar...
Aku dan Pinky bahkan heran kenapa dia tertawa begitu, hingga terbahak-bahak pula
__ADS_1
"Baiklah, baiklah. Aku menghormati setiap privasi milik pelangganku" Pinky pun setuju, menarik keluar sebuah meteran dari gelang yang dia kenakan
Ooh~ Gelang itu meteran rupanya. Wajar saja bentuknya gemuk
Aku pun mulai berdiri dan membuka jaket saja, melebarkan lenganku dan membiarkan dia mulai mengukur dan mencatat setiap jengkal ukuran tubuhku
Tapi dia tidak mencatat, seperti kebanyakkan penjahit yang aku ketahui. Dia hanya mengelilingiku, selagi mengukur, kemudian pindah ke bagian lain dan mulai mengukur lagi
"Tidak perlu mencatat?" Aku bertanya
"Tidak. Walaupun dia begitu, Pinky itu sangat profesional dan punya memori yang kuat
Dan dia terlalu fokus jika sudah bekerja membuat pakaian. Lihat saja itu" Noah berkata
Ah, dia benar
Mata Pinky terlihat sangat kosong, seakan dia tidak peduli pada apapun lagi yang ada di sekitarnya. Dia melihat apa yang dia lihat, dan dia mengukur apa yang dia ukur. Tidak lebih tidak kurang
Dan ketika dia sudah selesai mengukur ukuran telapak kakiku, dia pun memejamkan mata selagi melepas meteran itu hingga kembali ke posisinya
"152 cm untuk tinggi. Diameter dada, pinggang, dan telapak kaki segitu. Lalu diameter lengan dan panjangnya juga
Ukuran paha, betis, lutut dan panjang kakinya keseluruhan... Hm hm..." Pinky pun mulai bergumam
Dia kemudian tersadar kembali, masuk ke dalam mode berlebihan miliknya selagi keluar dari mode fokus
"Aku sudah mendapatkan ukuran tubuh pas milikmu. Jadi...
Hap!"
Tepat di depan mataku dan Noah, dia pun berubah persis menjadi seperti diriku. Baik itu wajah, bentuk bola mata, setiap helai rambut, mereka sama persis hingga aku sempat yakin kalau aku terbelah menjadi dua
Bahkan pakaian yang dikenakan olehku sekarang juga sama persis dengan tiruan yang dia buat
"Eeh?! Kenapa sangat mirip!?" Aku bertanya kepadanya
"Karena aku adalah Maledict of Deceit! Maledict paling bergaya di seluruh alam semesta, muahahaha!!"
Bahkan suaranya-!
Cherry meniru wujudku sungguh sangat persis dengan yang asli hingga membuatku takjub. Minus sifatnya yang masih terlihat jelas...
"Noah, beri aku cermin seluruh badan" Dia pun memberi perintah selagi menjentikkan jari kepada Noah yang sempat mendecak
Noah pun memberi apa yang dia inginkan itu, hingga dia mulai bercermin untuk menentukan gaya macam apa yang cocok untuk kukenakan
"Hm... Aku sudah tahu soal Noah, tapi sepertinya kamu cocok dengan model pakaian yang dia kenakan juga..." Pinky bergumam, walaupun bahkan gumamannya itu cukup keras
"Ah tidak. Kamu harus memakai sesuatu yang lebih tidak memiliki perhiasan. Sesuatu yang polos, berwarna hitam, dan emas untuk menyamai warna matamu"
Ooh~ ide bagus. Aku juga suka warna-warna itu
"Dan sekarang! Maestro ini akan mempersembahkan model-model yang bisa bagus untukmu!"
Ah ya! Dia juga bisa mengubah model baju yang dia kenakan ketika menggunakan Deceit!
Jadi, dia bisa memperlihatkan model yang berbeda menggunakan wajahku, hingga aku bisa mendapat gambaran yang lebih bagus mengenai penampilanku nanti!
"Aku mohon! Aku juga ingin lihat!" Aku pun antusias berkata
Dan dia pun mewujudkan hal itu, mulai merubah model baju yang dia kenakan selagi mempertahankan bentuk wajah dan tubuhku
"Bagaimana dengan yang ini?"
Pakaian dengan jas... Mungkin tidak
Aku menggelengkan kepala kepadanya
"Aku paham. Tidak terlalu praktis dan terlalu formal"
Dia pun merubah modelnya lagi, bersamaan dengan posenya bergaya. Kali ini sebuah baju anak gaul seperti yang dikenakan Noah, namun memiliki corak yang lebih kurang dan polos
Aku suka yang itu, jadi kita simpan dulu
Aku pun mengangguk kepadanya, sebelum aku memintanya untuk melanjutkan
__ADS_1
Dia lagi-lagi mengubah model bajunya. Dan setiap kali dia melakukan hal itu, aku hanya akan menjawab dengan sebuah gelengan, atau anggukan
Noah lagi-lagi benar. Pinky itu sangat profesional sehingga aku tidak perlu memberitahunya apa dan apa dalam membuat pakaian untukku. Dia sudah tahu persis pakaian macam apa yang akan cocok denganku, dan segera menunjukkan modelnya agar aku menyetujui atau tidak saja
Dan setelah 10 kali berubah, dia pun berhenti dan berubah kembali menjadi wujud gadisnya
"Jadi, ada 5 pasang pakaian yang akan kamu kenakan dari 10 itu. Aku akan mengirimnya setelah 10 hari"
"2 hari untuk satu baju? Cepat sekali?"
"Aku punya banyak asisten! Seorang penjahit profesional akan butuh bawahan yang sangat handal, kamu tahu itu??"
Aku mengerti, aku mengerti
Hehe~ Baju baru~
Dan model-modelnya sangat bagus~
...
Oh ya
Aku jadi penasaran tentang satu hal
"Pinky"
"Ya? Ada apa?" Dia dengan antusias menjawab selagi wajahnya terlalu dekat denganku hingga aku harus mendorongnya pergi dahulu
"Aku penasaran tentang kenapa kamu mau menjadi penjahit. Maksudku, apakah itu hobi?" Aku bertanya lagi
Tapi entah kenapa Pinky tersentak, membuatku dan Noah yang juga tidak tahu kenapa itu heran ketika melihat dia mendadak diam diluar kebiasaannya
Tetapi dia segera kembali dan berlagak berlebihan
"Dengar ini! Ada pepatah yang berkata, sebuah pakaian merupakan cerminan pemakainya! Atau, bulu yang indah membuat burung yang cantik!
Jadi begitulah! Aku sangat menjunjung tinggi penampilan, dan setiap orang di dunia ini memiliki potensi yang luar biasa tergantung pakaian yang dikenakan. Memikirkan kalau mereka tidak tahu harus memakai pakaian apa yang cocok membuatku sedikit---"
Ah, dia ratu drama. Lihat posenya saat sedang pura-pura menangis itu...
"Itu sebabnya aku tidak akan membiarkan siapapun lapar akan gaya!! Semua orang harus terlihat menawan, bahkan keledai sekalipun!!"
"Oke, kami paham. Dan ingat peringatanku di awal tadi?"
"Aku tidak lupa. Dan begitulah" Dia spontan berbalik dan tiba-tiba melompat berdiri seperti kelinci. "Itu penjelasan yang bisa kuberikan" Pinky pun mengakhiri pidato panjangnya selagi membersihkan rok-nya yang ditempeli debu
"Aku tidak paham kenapa dia sangat berlebihan. Jadi jangan tanya aku" Noah berkata ketika aku melirik untuk mendapat penjelasan darinya
"Karena aku ini gadis paling imut di dunia!! Penampilanku tentu harus bombastis dan-! Cetar membahana di hadapan umum~!" Pink tiba-tiba menyela, membuatku mulai tersenyum agresif kepadanya
"Kalau begitu aku pamit. Sayonara~!"
Tanpa diskusi lebih jauh lagi, dia segera menghilang dari balik pintu kamar kami, membuat kami berdua kemudian bernapas lega karena tidak ada lagi yang berisik
"Oh ya. Kamu akan sangat menyesal membiarkan Pinky menjadikanmu modelnya" Noah tiba-tiba berkata dengan nada lucu
"Heh? Kenapa?"
10 hari kemudian, dan aku mendapat jawabannya bersamaan dengan pakaianku dan sebuah surat dari gadis itu...
--- Bersama dengan sebuah majalah yang Noah beli, selagi sekarang orang bodoh itu tertawa terbahak-bahak hingga berguling di lantai selagi melihat penderitaanku
Aku...
Aku pernah melihat majalah ini dijual di kantin...
Tapi... Tapi...
*Srak!*
Tapi aku tidak tahu kalau Pinky memiliki akses penuh penerbitan majalah ini--!!
WAJAHKU DIA GUNAKAN SEBAGAI MODEL DI SELURUH HALAMAN MAJALAH INI!!!
"PINKY SIALAN!!!"
__ADS_1
"AHAHAHAHA!! POSEMU LUCU SEKALI ARTHUR!!"