
ADAKAH YG MAU MENGGIBAHKU?
Jika semua org tau betapa besar keuntungan di ghibah, tentulah mereka gembira, krn pahala si penggibah akan berpindah pada yg di ghibah.
Ada orang yg datang menemui Hasan Al-Bashri, lalu org itu mengabarkan bahwa si fulan telah mengghibahnya.”
Lalu Hasan Al-Bashri mengirim satu kotak kurma basah ke orang itu, beliau mengatakan, Saya dapat kabar, bahwa engkau telah menghadiahkan pahalamu untukku, maka saya ingin untuk membalasnya kepadamu. Mohon maaf, saya tidak mampu memberikan balasan yg setimpal. (Tanbih al-Ghafilin, 1/176)
Rasulullah Saw bersabda :
“Apakah kalian tahu siapa muflis itu?”
Para sahabat menjawab,
”Muflis adalah yg tidak mempunyai dirham maupun harta benda.” Tetapi Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam berkata : “Muflis dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan menuduh orang lain, makan harta orang lain, menumpahkan darah dan memukul orang lain, maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka”.
(HR. Muslim)
“Siapa yang pernah menzalimi saudaranya berupa menodai kehormatan (seperti ghibah) atau mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezaliman tersebut hari ini. Sebelum tiba hari kiamat yang tidak akan bermanfaat lagi dinar dan dirham. Pada saat itu bila ia mempunyai amal salih maka akan diambil seukuran kezaliman yang ia perbuat. Bila tidak memiliki amal kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil kemudian dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhari no. 2449, hadis Abu Hurairah)
“Tahukah kalian apa itu ghibah?”tanya Rasulullah kepada para sahabatnya. Sahabat menjawab : Allah dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui. Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam berkata : “Yaitu engkau menyebutkan (mengumpat) sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu”, Kemudian ada yang bertanya kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam,”Bagaimanakah pendapat engkau bila yang disebutkan itu memang benar ada padanya ? Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab : “Kalau memang ia benar begitu berarti engkau telah mengumpatnya. Tetapi jika apa yang kau sebutkan tidak benar maka berarti engkau telah berdusta atasnya” ( HR Muslim no 2589, Abu Dawud no 4874, At-Tirmidzi no 1999)
Salma wanita cantik yang tak pernah mau ikut campur urusan orang lain, lebih memilih diam dan menghabiskan waktu senggangnya dirumah. Menulis puisi bahkan cerita pendek yang tersimpan rapi di laptopnya.
Namun akhir akhir ini, namanya sering di sebut sama ibu ibu bahkan bapak bapak yang ada di komplek tempatnya tinggal. Semua karena Nanik, perempuan tambun yang gemar selingkuh itu bikin ulah. Nanik menyebarkan fitnah kalau Salma menjadi istri simpanan seorang TNI angkatan udara, padahal semua itu sama sekali tidaklah benar, Salma masih sendiri dan lebih memilih menghidupi anaknya dengan berjuang sendirian.
__ADS_1
Salma memang mengenal TNI tersebut, lantaran memang mereka seorang teman yang sudah mengenal sejak masih sekolah dasar, mereka satu kelas dan berteman baik hingga saat ini.
Ari namanya, laki laki tampan yang murah senyum, selalu baik pada semua orang. Dan dia memang sering menemui Salma untuk memberikan sesuatu sebagai rasa pedulinya seorang sahabat.
Waktu itu, Ari datang kerumah Salma. Namun mereka tidak pernah masuk kedalam rumah, Salma selalu menjamu tamu pria hanya sebatas di depan rumah, kursi teras lebih tepatnya dan itu pun dengan latar yang di buka lebar, bahkan kadang anaknya Alisia selalu berada di sampingnya.
Dari dulu Nanik memang selalu iri dengan kehidupan Salma yang serba beruntung, Nanik berpikir Salma perempuan pengangguran tapi hidupnya tidak pernah kekurangan, cantik, dan jauh dari gosip. Melihat Salma berduaan dengan seorang kaki laki, membuat Nanik memiliki niat buruk, yaitu menyebarkan fitnah yang sama sekali tidak Salma lakukan.
"Asalamualaikum, lagi sibuk?" Tanya Ari di ujung sana, Ari sedang berada di Madiun, dia di tugaskan di kota itu sejak pindah tugas dari Jakarta.
"Waalaikumsallm, gak! Lagi nyuapin Alisia saja, tumben ada apa?" Sahut Salma biasa saja, sambil tangannya tetap menyuapi putri cantiknya.
"Maaf, ya!" sambung Ari yang terlihat menunduk dari layar ponsel milik Salma.
Salma mengerutkan keningnya dan fokus menatap seseorang yang berada di dalam layar tersebut heran.
Sahut Salma yang kini fokus pada teman ngobrolnya, dan memberikan piring pada Alisia untuk memakannya sendiri. Alisia sudah berumur sembilan tahun, tapi kadang dia minta di suapin kalau makan, manja, karena maklum Alisia anak satu satunya Salma dari suaminya yang dulu.
"Kamu jadi di gosipin jadi selingkuhan ku, Maaf ya, mungkin karena aku sering menemui kamu." balas Ari dengan wajah yang terlihat bersalah, dan itu membuat Salma ingin tertawa.
"Kok malah senyum senyum, hmm jangan jangan kamu juga ngarep jadi selingkuhan aku, ayo ngaku?" sambung Ari kemudian dengan wajah yang kembali sumringah.
"Eh, kok! Dasar ya, gak lah, aku itu cuma ngerasa lucu saja lihat ekspresi kamu, kayak kepiting rebus terus kusut lagi." hahahaha Salma tertawa lepas, karena hubungan persahabatan mereka memang sedekat itu, Salma selalu nyaman bicara dan berdekatan dengan Ari yang memiliki sikap lembut dan perduli. Namun sampai saat ini Salma masih belum punya rasa apapun pada Ari, hanya perasaan sahabat dan nyaman.
Tapi tidak untuk Ari, Ari sudah memiliki perasaan suka dan cinta terpendam dari mereka masih sama sama sekolah dan sampai kini rasa itu masih tetap utuh, apa lagi setelah tau Salma menjanda, Ari semakin nekad mendekatinya tapi dengan cara sehalus mungkin, menggunakan kata persahabatan.
__ADS_1
"Kita wujud kan saja yang tetangga kamu bilang, aku gak keberatan juga." Sahut Ari serius dan menatap lekat wajah Salma yang mengerutkan kening.
"Maksudnya? kita beneran selingkuh gitu?" Balas Salma melotot, dan bibirnya di manyun kan tak suka, tapi justru itu membuat Ari gemas melihatnya.
"Hai, selingkuh apanya? kamu janda dan aku laki laki lajang, siapa yang mau di selingkuhan. Dasar!" balas Ari gemas menatap wajah ayu Salma yang berubah salah tingkah.
"Serius kamu? Aku janda loh, sudah gak gadis lagi, sudah beda tau." sahut Salma jujur mengutarakan kecemasan dan merasa tidak enak atau tidak pede.
"Emang kenapa kalau kamu janda? kamu gak terikat hubungan dengan laki laki manapun kan?
Aku bahkan gak perduli dengan status janda kamu itu, yang aku tau, kamu Salma perempuan cantik yang lembut dan penuh pesona di mataku, aku jatuh cinta sama kamu, Salma!
Mau kan jadi istriku?
Aku serius, besok Sabtu aku pulang ke Kediri, aku akan melamar kamu, tunggu ya.
Asalamualaikum."
klik, layar ponsel menggelap, Ari tidak memberi kesempatan Salma menjawab ocehannya.
Salma tertegun, masih belum percaya apa yang dia dengar barusan dari bibir sahabatnya.
#terkadang apa yang dilakukan orang lain untuk membuat kita terlihat buruk, tidak semuanya buruk untuk kita, terkadang ada hikmah yang ada di dalamnya.
Seperti kisah Salma dan Ari, yang awalnya saling menyimpan, tak berani mengungkapkan. Karena ada nya gosip yang disebar oleh seseorang yang berniat buruk, ternyata berujung indah dan penuh kebahagiaan, mereka disatukan dalam ikatan pernikahan dan membuat cinta yang sudah lama tersimpan merekah penuh dengan keindahan .
__ADS_1
Selesai.