Coretan Pena Hawa

Coretan Pena Hawa
Menikah karena hutang 2


__ADS_3

Anisa terpaksa menyetujui rencana orang tuanya dengan orang tua Indra. Sebenarnya mereka adalah sahabat baik, Anisa bukan berasal dari keluarga sederhana yang seperti Indra pikirkan .


Orang tuanya dan mertuanya lah yang memang dengan sengaja menciptakan cerita bohong tentang hutang dan keluarga Anisa harus membayarnya dengan mau menikahkan anak gadisnya untuk anak lelaki keluarga Subrata. Yaitu Indra.


Indra selama ini sudah masuk dalam kehidupan yang bebas dan salah, orang tuanya sudah menyerah karena segala cara sudah dilakukan untuk membawa Indra kembali ke jalan yang benar. Hingga pada akhirnya, Indra menjalin hubungan dengan perempuan cantik yang berprofesi sebagai model majalah dewasa, tentu akan memamerkan auratnya dengan begitu jelas. Ayah Indra tak Sudi anaknya menikahi perempuan seperti itu, sampai akhirnya ide gila itu muncul, melamar kan Anisa untuk Indra dengan cerita tentang hutang yang tak bisa dibayar.


Pak Subrata yakin, Anisa akan membuat Indra jatuh cinta dan kembali ke jalan yang benar. Karena Anisa adalah gadis yang cerdas dan tangguh, apa lagi memiliki wajah yang cantik alami dengan kulit putih bersih.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Pukul dua dini hari, Anisa terbangun dari tidurnya, dan melakukan sholat malam yang tak pernah ia lewati, berdoa sangat khusuk lalu dilanjutkan dengan membaca Alquran hingga adzan subuh terdengar. Bukannya Indra tak tau, Indra sebenarnya juga ikut terbangun dan memperhatikan istrinya yang sedang beribadah, jauh dilubuk hatinya, Indra mulai mengagumi pribadi Anisa.


Setelah selesai sholat subuh, Anisa berniat membangunkan Indra yang masih pura pura tidur.


"Mas, bangun. Sudah pagi." Anisa memberanikan diri untuk membangunkan laki laki dingin itu.


"Tidak usah menggangguku, lakukan apa saja yang kamu suka, tapi jangan pernah ikut campur urusanku." Indra menatap nyalang pada Anisa yang terdiam, bukannya takut justru Anisa terlihat tenang dan biasa saja. Tak lagi mau menimpali, Anisa meninggalkan Indra yang masih terpaku dengan ketenangan istrinya menghadapi sikap menyebalkan nya.


"Yasudah, aku akan keluar. Baju ganti mas Indra susah aku siapkan disana. Permisi." Anisa melenggang pergi dengan wajah yang terlihat sangat tenang.


"Dasar perempuan aneh, sudah dibentak bentak tapi tetap saja sok kuat." Indra menggerutu dan memilih beranjak dari tidurnya, lalu pergi ke kamar mandi dan menyiram tubuhnya dengan air dingin.


Indra mengenakan pakaian yang sudah disiapkan Anisa, ada getar aneh yang tiba tiba menyelusup di dalam hatinya. "Kenapa ya, aku merasa nyaman dengan kehadiran perempuan itu, ah masa bodoh." Indra keluar dari kamar dan melihat keluarganya sedang berkumpul di ruang keluarga.

__ADS_1


"Wah pengantin baru, sudah keramas saja nih." celetuk Iyan sang adik yang langsung menggodanya dan membuat Indra salah tingkah menatap Anisa yang hanya diam.


"Aku akan bawa Anisa pindah kerumahku, biar kita bisa menikmati waktu berdua lebih banyak." sahut Indra dengan tegas, tanpa Anisa duga sebelumnya.


Pak Subrata sangat senang mendengar keputusan anaknya, dengan begitu Anisa dan Indra biar cepat dekat dan saling mengenal lalu tumbuh rasa dan jatuh cinta.


"Anisa, beresin barang barang kamu, kita pindah sekarang. Bawa yang penting saja." Indra menatap Anisa dalam, dan tanpa membantah, Anisa langsung berdiri, melakukan apa yang diperintahkan suaminya.


"Indra, papa harap, kamu bisa bersikap baik pada Anisa, perlakukan dia sebagai seorang istri. Dua wanita terhormat dan dari keluarga baik baik." Pak Subrata memberikan wejangan pada anaknya dan berharap Indra tidak melakukan hal yang bisa menyakiti Anisa.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Rumah mewah dengan bangunan yang klasik terpampang jelas di depan mata Anisa. Pagar dibuka oleh seorang satpam yang mungkin berusia empat puluhan tahun dengan senyum ramahnya.


"Dirumah ini cuma ada Bu Sarmi, pembantu yang membersihkan rumah ini dan juga pak Samsul satpam yang tadi membukakan pintu gerbang. Kamu bebas melakukan apapun yang kamu suka disini. Dan aku akan tetap memperlakukan kamu sebagai istriku, tenang saja. Nanti akan aku transfer uang jatah bulanan kamu." Indra terus bicara dengan terus melangkahkan kakinya memasuki halaman rumahnya.


Anisa hanya diam dan mengikuti apa yang dia katakan Indra tanpa sedikitpun mau membantah.


"Anisa, aku ingin kita bicara berdua denganmu. Ikut aku!" Indra melangkah dan menaiki tangga yang diikuti Anisa dibelakangnya.


Kamar berukuran besar dengan cat yang di dominasi warna hitam khas cowok terlihat begitu rapi dan nyaman. Indra berdiri di balik cendeka dengan tatapan lurus ke depan, pikirannya melayang dengan Vidio yang menampilkan kemolekan tubuh kekasihnya yang sedang melayani seorang pria di sebuah hotel, bukan hanya sekali, Indra menerima Vidia seperti itu, tapi sudah berkali kali, namun Indra selaku memarkan Belinda kekasihnya itu. Tapi entah untuk kali ini, seakan Indra berat untuk bisa memaafkan kelakuan kekasihnya itu, apa lagi pria yang ada di Vidio itu, adalah laki laki yang begitu Indra benci.


Sehingga Indra memutuskan untuk menerima pernikahannya, dan mulai belajar mencintai istrinya.

__ADS_1


Anisa memilih duduk di sofa panjang yang empuk yang terletak di sudut ruangan, menunggu apa yang akan di sampaikan suaminya.


"Anisa!


Aku ingin kita menjalani pernikahan ini layaknya pasangan pada umumnya, aku akan belajar untuk membuka hatiku dan kita mulai dari nol. Mulai hari ini. Apa kamu bersedia." Indra tak ingin berbasa-basi, langsung pada tujuan utamanya mengajak Anisa bicara di kamarnya.


Anisa kaget, tak percaya dengan apa yang ia dengar, sampai mulutnya terbuka membentuk huruf O. Indra menyadari perubahan wajah istrinya dan menahan senyum karena melihat ekspresi Anisa yang justru terlihat menggemaskan.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


# pesan cinta author ❤️


Mungkin kita pernah alami kehilangan berupa sesuatu yang begitu kita butuhkan, kemudian kita mengalami kehampaan, semangat pudar, impian hancur bak gerobak bakso dihantam kereta api, lalu kita berdo'a agar Allah memberikan ganti yang lebih baik.


Hari berlalu, musim berganti, namun pengganti tak kunjung tiba, tapi kesedihan telah tiada, yang hilang sudah tak kita dambakan lagi. Hati telah tenang dan kehampaan berganti dengan kerelaan.


Tanpa kita sadari, ternyata ganti dari kerugian tak selalu berupa material, tapi ketenangan dan kerelaan atas kerugian itu jauh lebih baik, bahkan tak ternilai. Benda apa yang lebih berharga dari kesabaran dan kerelaan...


Mungkin inilah yang telah terjadi antara Indra dan Anisa.


Indra yang terpaksa menikah dengan Anisa karena takut papanya kenapa kenapa tersebab penyakitnya.


Sedangkan Anisa rela menerima pernikahannya lantaran baktinya pada orang tua dan yakin jika calon suaminya masih memiliki susu baik.

__ADS_1


Dengan niat bismillah dan yakin Anisa iklas menjalani pernikahan tanpa cinta. Namu takdir siapa yang tau dan bukankah hati sangat mudah dibolak-balikan oleh pemilik hati tersebut.


#Insyaalloh satu part pagi tamat ya season ini, huhuhu


__ADS_2