
"Baiklah, saya permisi ya mbak. Asalamualaikum!" balas Pram sopan tanpa ada senyuman sedikitpun. Wajahnya yang datar selalu terlihat dingin dan angkuh.
"Waalaikumsallm, hati hati!" sahut Ratih lirih dan menatap kepergian pria berpakaian dinas dengan tatapan nanar, wajah tampannya mampu membuat hati ratih kalang kabut, namun harus patah karena sikap dinginnya.
Esok paginya ponsel Ratih berbunyi, dan ternyata itu pesan dari Pram.
Ratih membacanya dengan senyuman.
Pram memintanya datang pukul sembilan pagi dan bersedia mendampingi untuk mengambil mobilnya.
Dengan perasaan bahagia, Ratih membalasnya dan mengiyakan permintaan Pram untuk datang pukul sembilan.
Ratih naik ojek menuju ke polres dan disana sudah menunggu Pram. Ratih jalan berbarengan dengan Pram Daan menemui salah satu orang yang dikenal Pram dan mengatakan tujuan kedatangannya.
Tidak perlu berbelit Belit, mobil pun langsung bisa diambil, bahkan saat Ratih ingin mengganti uang bengkel ditolak oleh polisi yang mengaku temannya Pram. Akhirnya Ratih hanya mengucap terimakasih dengan rasa sungkan.
Ratih pergi meninggalkan kantor polisi dengan perasaan tak enak, merasa sungkan karena sudah merepotkan. Akhirnya Ratih mencari toko dan membeli banyak cemilan serta jajanan. Lalu menelpon Pram dan menyerahkan cemilan untuk diberikan pada teman temannya, tiga kantong kresek besar penuh berisi cemilan dan jajanan basah.
"Kenapa harus repot repot seperti ini, mbak?" Pram menatap dalam ke arah Ratih, entahlah, tiba tiba hatinya merasa kagum melihat Ratih, apalagi senyumnya yang terlihat begitu manis. Pram diam diam menyimpan rasa pada Ratih di awal jumpa.
"Gak papa pak, sebagai ucapan rasa terimakasih saja. Saya pergi dulu ya, terimakasih banyak sudah membantu. Asalamualaikum!" balas Ratih sopan dan kembali masuk kedalam mobilnya, menjalankan mobilnya berlahan lalu meninggalkan Pram yang masih terpaku menatap kepergian nya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1
Sejak hari itu, hubungan Pram dan Ratih kian dekat, hampir tiap hari mereka berkirim pesan melalui WhatsApp. Dan pada akhirnya mereka janjian untuk bertemu.
Di awal pertemuan itulah, rasa yang selama ini hanya terpendam dicurahkan. Sama sama merasa nyaman dan saling ungkap cinta di hati masing masing.
Ratih yang seorang janda ditinggal selingkuh suaminya.
Pram yang sudah hampir lima belas tahun tak lagi menyentuh istrinya akibat dulu pernikahannya sebab dijodohkan hingga tak ada cinta dihatinya.
Setelah saling bertukar masalahnya, saling curhat dan berkata apa adanya. Mereka sepakat untuk menjalin hubungan diam diam dan saling menerima dan memahami keadaan masing masing.
Waktu terus berjalan, Pram dan Ratih semakin dekat. Bahkan mereka sering keluar masuk hotel sekedar melepaskan hasrat antara keduanya yang sama sama memiliki hormon berlebih. Ranjang mereka selalu panas dan penuh dengan cinta, meskipun itu terlarang.
"Sampai kapan kita akan terus begini, mas?" Ratih mengungkapkan keresahannya saat mereka sedang saling berpelukan saat usai melakukan ritual ranjangnya.
"Menikah?
Bagaimana dengan istrimu?" sahut Ratih mencari kebenaran dari ucapan Pram barusan.
"Biarkan saja dia, aku sudah gak perduli.
Lagian kita juga sudah tidak pernah ada hubungan. Dia hanya inginkan uangku saja. Aku sudah lelah dengan sikapnya itu." sahut Pram yang selalu terlihat kesal jika membicarakan istrinya.
"Entahlah, aku bingung karena kamu masih sah suaminya." sahut Ratih pasrah dan menekan cemburu di hatinya.
__ADS_1
"Aku memang suaminya, tapi kamu lebih segalanya. Aku hanya mencintai kamu dan mengutamakan kamu. Percayalah! kita menikah oke?" sahut Pram yang memang sangat mencintai Ratih dan takut kehilangannya.
Ratih mengangguk dan memeluk erat tubuh Pram, seolah juga tak ingin kehilangan laki laki yang mulai dia cintai.
Pram menyambut pelukan dari Ratih dan kembali melakukan aksinya untuk mengulang petualangan menuju nirwana dengan wanita yang sangat ia sayangi itu.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Akhirnya, Pram dan Ratih melangsungkan pernikahan siri, dan Pram sudah menyiapkan rumah untuk Ratih agar mudah baginya untuk mengunjungi Ratih setiap saat.
Perumahan sederhana yang tak jauh dari kantornya. Pram meminta Ratih untuk pindah disana bersama anak Ratih. Ratih pun mengiyakan dan menuruti semua permintaan Pram.
Ratih istri yang penurut dan pintar menyenangkan orang diranjang maupun dengan makanan.
Ratih selalu mengutamakan laki laki yang kini jadi suaminya itu. Saat Pram pulang Ratih selalu melayaninya dengan baik. Memasak makanan yang disukainya dan melayani nafsu Pram di ranjang dengan sempurna. Ratih selalu membuat orang merasa puas saat berhubungan **** dengan dirinya. Itulah kenapa Pram begitu mencintai istri keduanya.
Hingga usia pernikahan antara Pram dan Ratih menginjak dua tahun dan mereka memiliki seorang anak laki laki usia satu tahun, istri Pram sama sekali tak perduli, padahal dia tau pernikahan suaminya dengan Ratih.
Istri Pram tak mau ambil pusing, asal semua jatah uang belanjanya tak berkurang dan dia juga memiliki selingkuhan sehingga tak perduli dengan pernikahan baru suaminya. Diantara mereka memang tidak terikat cinta, sehingga selalu melakukan apapun tanpa ada komunikasi.
Entahlah hubungan seperti apa yang tergambar dalam pernikahan Pram dan istri pertamanya, yang pasti Pram selalu merasa tertekan dengan hubungan rumah tangganya karena perjodohan orang tua.
Memilih hidup bahagia dengan Ratih dan anaknya, anak laki laki yang selalu dia impikan dan kini ia dapatkan dari istri keduanya, wanita uang benar benar dia cintai dan harapkan.
__ADS_1
END