Coretan Pena Hawa

Coretan Pena Hawa
Menikah Karena Hutang 1


__ADS_3

Annisa duduk terpaku di depan cermin meja riasnya,dipandanginya riasan pengantin yang menyulap wajahnya menjadi ratu hari ini.


Tanpa dikomando,air matanya jatuh tanpa bisa dicegah, entah apa yang akan terjadi dengan nasibnya setelah ini.


Pernikahan tanpa cinta dengan laki laki yang belum pernah ia kenal, hanya karena utang piutang antara orang tua, dirinya diharuskan menikah dengan pria dingin dan sama sekali tak bersikap ramah padanya.


Indra Permana Kusuma.


Pria angkuh bahkan terkesan sangat sombong. Itulah kesan pertama yang Anisa temukan dari sosok lelaki yang dijodohkan dengannya.


Soal fisik Indra memiliki nilai hampir sempurna, tapi tidak dengan sikapnya.


Saat Anisa sedang terlelap dengan perasaannya, tiba tiba sosok pria yang sedang memenuhi pikirannya masuk tanpa permisi.


Indra hanya menatap Anisa sekilas, lantas berjalan dengan ekspresi datar menuju lemari yang terletak tak jauh dari tempat Anisa duduk.


Tanpa risih Indra membuka kancing kemejanya, dan mulai menggantinya dengan kaos oblong, melihat pemandangan yang tak biasa, Anisa buru buru menutup matanya, meskipun diantara mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri, tetap saja bagi Annisa itu membuatnya malu bahkan merasa tak nyaman.


Sekilas Indra melirik ke arah Annisa, dan menyunggingkan senyum sinis pada wanita yang sudah sah menjadi miliknya.


"Tidak usah lebay, apakah kamu sering melihat pemandangan seperti ini dengan pacarmu?


Karena mustahil saja, di jaman modern ini wanita masih ada yang tidak melakukan begituan dengan pacarnya."


Mendengar ucapan Indra yang sudah meremehkan harga dirinya sebagai perempuan, membuat mata Annisa kembali memanas, dan buliran bening itu kian deras mengalir di kulit wajahnya yang mulus tanpa ada jerawat satupun.


Ingin sekali Annisa menimpali ucapan pria yang baru saja menyandang gelar suami bagi Annisa, tapi urung ia lakukan, karena Annisa tidak ingin berdebat yang nantinya bisa saja mengundang masalah dan membuat keluarga yang masih tetap tinggal mendengar.


"Kenapa diam, apa yang saya sampaikan itu adalah fakta dan hanya sedikit saja yang bisa menjaga kehormatan." sambung Indra yakin dengan wajah datarnya.


"Tidak ada yang perlu saya jawab, karena apa yang anda yakini itulah karakter anda yang sesungguhnya." Anisa tak kalah dingin dalam menyikapi hinaan yang suaminya berikan.


"Terserah kamu, aku bahkan tidak perduli sedikitpun. Malam ini, tidurlah di sofa. Aku akan mengistirahatkan tubuhku di kasur ini. Jangan pernah berpikir bahwa aku mengiyakan pernikahan ini karena punya perasaan sama kamu. Aku melajukan ini, karena aku tidak ingin terjadi apa apa dengan kesehatan papaku. Paham?" Indra bicara begitu gamblang tanpa perduli dengan perasaan Anisa.


"Iya saya paham. Saya juga menerima pe nikahan ini lantaran orang tua saya agar tidak dipenjara. Karena hutang pada keluarga anda, pak Indra yang terhormat." balas Anisa cuek dan mulai beranjak dari meja riasnya. Mengambil baju ganti di dalam koper miliknya yang tadi di bawa dari rumahnya, baju tidur motif bunga warna pink yang jadi pilihannya. Masuk kedalam kamar mandi dan berganti disana. Indra hanya meliriknya sinis.


Saat Indra ingin merebahkan tubuhnya, Anisa keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang berbeda, biasanya Anisa akan memakai pakaian lengkap dengan gamis lebarnya, tapi kali ini dia hanya mengenakan setelan baju tidur celana panjang dan Hem lengan pendek dengan rambut yang di urai begitu indahnya. Terlihat kulitnya yang putih seputih mutiara. Cantik dan mempesona. Itulah yang pertama kali ada di otak seorang Indra.


Indra dengan susah payah menelan salifa nya menatap tanpa kedip bidadari di hadapannya yang bahkan enggan menoleh ke arahnya.


Bukannya tidak tau, Anisa bisa melihat kegelisahan lelaki halalnya lewat ekor matanya, namun Anisa pura pura bersikap acuh dan tak perduli. Terus melangkah ke arah sofa besar yang begitu empuk yang ada di sudut ruang kamar. Mengambil bantal kursi dan mulai merebahkan tubuhnya tanpa ada selimut atau guling. Anisa meringkuk menahan dinginnya AC tanpa ada kata protes maupun keluhan yang keluar dari bibirnya.


"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, Indra Permana Kusuma. Dengan begitu tugasku akan selesai. Memenuhi harapan orang tua kamu untuk membawamu kembali ke jalan yang benar. Bismillah, mampukan diri ini ya Robbi." bisik Anisa di dalam hatinya, meskipun tubuhnya kini sudah menggigil akibat AC yang disetel sangat dingin oleh Indra. Sengaja!


#Pesan cinta author ❤️


Wahai jiwa..


Cinta apakah yang telah mengambil seluruh tempat di hatimu?

__ADS_1


Siapa yang paling sering kau ingat


Maka itulah yang paling banyak di hatimu...


Mungkinkah engkau terlalu sering mengingat, mendamba dan memuja seorang makhluk..


Hingga siang melamun khayal..


Malam termimpi-mimpi...


Mungkinkah cinta shobwah yang telah melebur bersamamu hingga mata hatimu menjadi buta...


Dia hadir bersama nafsu..


Laksana seorang penjajah..


Akhirnya kau lupa terhadap Siapa yg lebih pantas memenuhi mu, wahai jiwa..


Pantaslah derita tiada henti..


Luka makin menjadi..


Suaranya adalah rintihan tak terdengar...


Karena Sang Pemilik dan Penguasa jiwa tesebut tidak kau tempatkan di dalamnya..


Bila cinta shobwah telah menjajah (jiwa)..


Karena tiada mahabbatullah sebagai penerang..


Kau pasti tertatih tak tau arah..


Akhirnya jatuh dalam derita..


.


Wahai jiwa...


Kau sering tertipu...


Kau kira itu mahabbatullah (cinta krn Allah)..


Karena mencintai Allah maka cinta itu menghampiri..


Namun kenyataannya cinta itu malah menjauhkan mu dari Allah..


Bagaimana mahabbah itu hadir..


Sedangkan cintamu lebih besar kepada manusia..

__ADS_1


.


Kau harapkan seseorang jadi imam mu..


Tapi dia mengajakmu pada khalwat dan ikhtilat penuh gurauan mesra sebelum akad..


Atau cinta jarak jauh yang melelehkan khayalan mu..


Dia biarkan tubuhmu tanpa hijab..


Itulah cinta ra'fah yang kau terima..


Yaitu cinta yang tak mendidik dan menjaga..


.


Kau harapkan seseorang menjadi makmum mu..


Tapi kau cintai dia karena parasnya..


Kau ditipu oleh pandangan yang menutup mata hati...


Dia tak mau menjaga apa yang harus ditutupi...


Bagaimana dia bisa jadi pakaianmu yang dapat menutup aibmu sedangkan pakaiannya tidak sempurna..


.


Cinta karena Allah itu hanya akan hadir ketika dua insan sama-sama mencintai Allah dengan lisan, jiwa dan perbuatan..


Mereka bertemu karena mencintai yang Satu..


Mereka mengerti itu karena ilmu..


Karena mereka adalah pemburu ilmu..


Yang tak menghabiskan waktu untuk mengukir puisi cinta..


Mereka sadar dilahirkan karena pernikahan..


Bukan dari pacaran..


Semoga tidak ada rasa sebelum akad tiba, agar hati tetaplah terjaga.


Karena mencintai setelah akad itu jauh lebih indah dan penuh dengan keberkahan.


Jaga mata, jaga hati dan jaga marwah diri.


Tetaplah berpegang teguh pada Cinta yang memberi kebaikan di setiap rasanya.

__ADS_1


Mencintai karena Alloh dan di cintai Karena Alloh akan jauh lebih indah dari apapun yang ada di dunia ini.


__ADS_2