Couple Anti Romantic

Couple Anti Romantic
Patah hati


__ADS_3

...Sebelum malam gelap menjebak diriku?...


...Masihkah kau mencintaiku?...


...🥀🥀🥀🥀...


"Fay!!!!!" teriakan seorang gadis membuat dua anak manusia tergagap. Lorong yang menuju kolam renang hotel bintang lima itu menjadi saksi, bagaimana panasnya bergulatan lidah di antara lelaki bernama Fay, dengan seorang wanita yang bukan kekasihnya. Bahkan suara kecupan dan sesapan yang mereka ciptakan terus terngiang di dalam kepala. Gadis bernama Arin ini nggak akan mudah melupakan irama menjijikan itu.


"Arin."


Nggak sempat Fay mengejar, Arin sudah pergi dari tempat itu. Dari pada melihat sosok wanita gatal bersandar pada tubuh Fay, Arin lebih memilih meninggalkan pesta ulang tahun sang sahabat, Febby.


"Sialan!!. Beruntung lorong itu sepi, jadi hanya aku yang melihat perbuatan menjijikan mereka. Ash!! aku akan menjadi bulan-bulanan orang kalau apa yang mereka lakukan dilihat orang lain!" masuk ke dalam mobil dan menghenyakkan diri di kursi depan.


Di sela emosi yang melonjak naik, Arin nggak mendapati sang calon suami mengejarnya"Shibal!! Fay mengabaikanku demi wanita Jepang itu??!."


Klontang! Ponsel nggak berdosa menjadi sasaran kemarahan Arin, benda itu terjatuh di bawah kursi.


Di tempat lain, Fay berusaha melepaskan diri dari pelukan Ayaka, gadis berdarah Jepang siswa pertukaran di sekolahnya.


"Aishiteru, Fay kun."


"Ayaka, aku sudah bertunangan. Aku nggak bisa membalas perasaanmu."


"Tapi tadi kamu membalas ciumanku" manik indah itu menatap penuh harap kepada Fay.


"Aku terbawa suasana."


"Bahkan sampai menimbulkan irama sekencang itu? saat kita berciuman?" dasar Ayaka, dia memang terkenal manis di sekolah. Gadis lembut dan penuh pesona, dengan aura menggemaskan.


"Ya, itu karena aku terbawa suasana saja."


"Aku nggak peduli Fay, aku benar-benar menyukaimu" ujarnya menahan jari kelingking Fay, yang hendak mengejar Arin.


"Maaf Ayaka, kamu tau sendiri kan aku sudah punya Arin. Dia nggak akan terganti di hatiku."


Dengan perasaan nggak rela, Ayaka memandangi Fay yang memilih pergi dari hadapannya. Lengan yang tadi menahan kepergian Fay mengayun lemas"Arin....." Ayaka bergumam.


"Nggak ada lelaki yang sangat aku sukai selain Fay, maaf Arin."


Seolah nggak berdosa Ayaka berjalan menuju kolam renang. Di sana sudah banyak para tamu undangan yang datang. Lorong yang tadinya sepi berganti dengan keriuhan di tepi kolam renang tersebut. Di tengah-tengah ada Febby yang terlihat sibuk dengan ponselnya. Sedetik kemudian terlihat dia menerima panggilan telepon.


Sebagai seorang sahabat, pasti Arin menceritakan kejadian tadi kepada Febby, namun Ayaka nggak mau pusing karena hal itu. Dia mengambil duduk disebuah meja yang masih kosong.


Usai menerima panggilan telepon, terlihat Febby menyapukan pandangan pada semua tamu yang datang. Sorot matanya berhenti saat menemukan Ayaka, dan Ayaka tersenyum sembari melambaikan tangan padanya. Bibir Febby bergetar, namun dia nggak mau mengacaukan pesta ulang tahunnya ini.

__ADS_1


"Kenapa Arin belum datang?" Nari, sang sahabat yang satu lagi bertanya kepadanya.


"Tu anak lagi nggak enak badan, sudah di pastikan dia nggak akan bisa datang" sebiasa mungkin Febby menjawab pertanyaan Nari, sebab dia sangat tau Nari pasti akan langsung menerkam Ayaka kalau tau kejadian menjijikan itu.


"Parah nggak?."


"Enggak, cuman masuk angin biasa" ujarnya menjawab pertanyaan Nari lagi.


Para tamu terdengar berbisik-bisik, rupanya kedatangan sang kekasih hatilah penyebabnya. Mereka adalah anak-anak yang bersekolah di sekolah internasional, tentu isinya para anak orang kaya. Namun, ada beberapa murid yang bersekolah di sana karena beasiswa, dan Ikbal salah satunya. Anak Koki ini sangat pintar dan juga tampan. Meski datang dari keluarga sederhana auranya nggak kalah dari para sahabatnya, yang memang sudah tajir melintir sejak lahir.


"Selamat ulang tahun, Babe."


Kyaaa!! seketika para teman-teman wanita menjerit, juga meneriaki ucapan Ikbal. Mereka memang pasangan manis yang nggak segan memperlihatkan kemesraan di hadapan orang banyak. Selain Fay yang di kenal sebagai artis Instagram, Ikbal juga sama terkenalnya seperti Fay. Ikbal juga mempunyai Chanel YouTube yang menayangkan acara masak-memasak ala dirinya.


"Terimakasih, Babe" malu-malu Febby menerima hadiah dari Ikbal. Sebuah kotak berwarna merah jambu, warna yang sangat di sukai Febby.


"Apa ini, Beb?."


"Mau ku bantu buka kadonya?."


Febby mengangguk seperti anak kecil, Ikbal menahan rasa gemas agar nggak mencubit pipi merona sang kekasih.


"Arggghhh!! mataku gatal banget!" Nari berseru, seraya mengusap ekor matanya. Itu hanya sindirian, dan pasangan manis itu mengerti. Ikbal terkekeh menatap Nari


"Buruan kasih hadiahnya, aku sesak nafas melihat kalian bermesraan terus."


Sebuah kalung, hadiah yang diberikan Ikbal membuat para wanita iri. Apalagi itu kalung edisi terbatas, yang mencerminkan betapa cintanya sang pemberi terhadap sang penerima.


Kedatangan Kai, menjawab rasa penasaran Ayaka terhadap pasangan Nari. Lelaki itu juga cukup terkenal, namun baru kali ini dirinya melihat Kai secara langsung. Seketika cinta yang katanya hanya untuk Fay menjadi goyah, ckckckck.... plin-plan banget Ayaka ini.


Di lain tempat


Cekitttt!!!. Mobil yang dikendarai Arin hampir menabrak pagar pembatas jembatan. Kalau terlambat menghentikan mobilnya, mungkin sekarang dirinya sudah jatuh ke dalam sungai besar di bawah sana.


Menyandarkan diri di kursi kemudi, Arin mencoba menenangkan diri. Orang-orang seketika mengerumuni mobilnya, ingin memastikan keadaanya saat ini.


Tok...tok...tok...!!


"Nona...anda baik-baik saja?."


Membuka pintu mobil"Ya, saya baik-baik saja. Hanya sangat terkejut."


Tanpa diduga, seorang lelaki tinggi tegap menyodorkan sebotol air mineral kepadanya"Minumlah."


Arin keluar dari mobil dan menerima air mineral itu"Terimakasih" ujarnya yang telah duduk di bahu trotoar.

__ADS_1


"Ya, sama-sama" pemuda itu menanggapi ucapan terimakasih Arin dan ikut duduk di bahu trotoar"Hati-hati dalam berkendara, apa Nona sedang nggak enak badan?."


"Ya, kayaknya sih" sahut Arin lagi.


Saat itu Arin kembali mengucapakan terimakasih atas air mineral yang diberikan padanya. Dibalas dengan senyuman, Arin pun melempar senyum kepada sang pemuda itu.


"Siapa namamu?."


"Namaku Yuwen."


"Kenalin, aku Arin."


Saat mereka hendak berjabat tangan, Fay datang dengan motor sportnya, tepat di depan mereka berdua.


"Sayang, kau baik-baik saja?!" kemunculan Fay membuat mereka urung berjabat tangan.


Arin hanya diam. Suasana ini membuat Yuwen canggung. Dari cara Fay memanggil Arin, dapat disimpulkan bahwa mereka adalah pasangan.


Yuwen memutuskan untuk pamit undur diri, tapi Arin menahannya"Tolong bantu aku" ujar Arin setengah berbisik.


Mau nggak mau Yuwen pun menunggui Arin yang segera menelpon seseorang. Sementara Fay yang diabaikan mengikuti Arin ke dalam mobil.


"Arin, kamu pasti kesulitan menyetir setelah kejadian tadi, aku temani ya."


"Terimakasih, aku bisa pulang tanpa mobil ini" seraya mengemasi barangnya ke dalam tas.


"Kau mau naik taksi? aku ikut ya."


"Nggak perlu!. Aku bisa pulang diantar Yuwen."


"Yuwen? siapa Yuwen?" masih mengejar langkah Arin. Kini mereka berada dihadapan Yuwen.


"Dia. Temanku." Jari telunjuk Arin mengarah pada Yuwen.


Eh?? Yuwen nggak menyangka dirinya akan berjebak di antara pasangan yang sedang bertengkar ini.


"Iya kan Yuwen, kamu bisakan membawaku dari sini?." Sorot mata Arin membuat Yuwen mengangguk meski ragu.


"Arin!!. Aku ada di sini dan kamu berniat pergi dengannya?."


"Aku ada di sana dan kamu menciumnya??" balas Arin. Tentu dengan nada bicara yang lebih tinggi dari Fay.


Seketika Fay terdiam, seharusnya dia nggak lupa siapa yang sudah berbuat kesalahan di sini.


To be continued...

__ADS_1


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.


Salam anak Borneo.


__ADS_2