Couple Anti Romantic

Couple Anti Romantic
Huang Yuwen


__ADS_3

Berita hari ini, Fox Brander merilis nama-nama pemain junior yang siap terjun ke dunia E-sport yang sesungguhnya. Fox Brander adalah perusahaan raksasa yang menaungi club E-sport ternama di negeri ini, yang di beri nama Rubah ekor sembilan. Para pemain sempat protes akan nama yang diberikan petinggi paling berkuasa di dalam perusahaan besar ini, namun setelah mendengar penjelasan dari sang empu kuasa, mereka pun sepakat untuk memakai nama tersebut. Kepiawaian para pemainnya dalam mengelabui musuh, juga kepandaian pemain dalam mencuri trik bermain musuh, itulah salah satu alasan mengapa club ini diberi nama nyeleneh seperti itu. Dan lucunya nama nyeleneh beserta artinya itu menjadi pemacu semangat para pemain untuk beraksi dengan sangat baik.


Di antara deretan nama para pemain baru, terselip nama Yuwen di sana. Tak sia-sia usahanya selama tiga tahun terakhir, berlatih keras disela waktu kuliah. Saat resmi menjadi anggota pro player mereka diharuskan untuk tinggal di asrama, berlatih dan berlatih. Sejak awal ketentuan ini telah dijelaskan secara rinci, bahkan jam malam diberlakukan di tempat ini.


"Selamat ya, akhirnya kamu bergabung secara resmi dalam club keren itu." Baru mengenal Yuwen, namun Arin merasa sudah sangat mengenal lelaki ini. Di setiap kesempatan Yuwen selalu menjawab pertanyaan Arin dengan terperinci, dari kuliah yang baru saja selesai hingga cita-citanya menjadi seorang pro player terkenal. Begitupula dengan Arin, tanpa ragu dirinya menceritakan kisahnya dengan Fay, juga siapa dirinya kepada Yuwen.


"Ya, aku nggak menyangka namaku masuk dalam daftar itu" dia memiliki senyum yang menawan. Fay memang tampan, tapi Yuwen nggak kalah tampan. Arin kerap teringat dengan senyuman itu saat sedang berjauhan dengannya.


"Tapi Arin, aku akan tinggal di asrama."


Langkah Arin terhenti, saat Yuwen menemani Arin ke perpustakaan kota untuk mencari sebuah buku.


"Nggak apa-apa, demi karir kamu harus berlatih dengan giat. Aku menunggu pertandingan pertamamu. Saat itu aku pasti akan datang, menonton pertandingan itu secara langsung" tangan mengepal dan terangkat ke atas, Arin memberi semangat kepada Yuwen.


Huang Yuwen, lelaki berdarah China ini tersenyum membuat matanya semakin sipit. Arin lagi-lagi tertawa, di matanya Yuwen lucu sekali saat tertawa, sebab matanya seolah menghilang.


"Terimakasih dukungannya, kamu memang teman terbaik. Aku nggak menyangka pertemuan kita di malam itu menjadi langkah awal pertemanan kita."


"Hem" Arin bergumam sembari tersenyum"Sukses ya teman terbaikku!!."


"Siap Ratu Arin!!" berseru dengan tangan di depan kening, menghormat kepada Arin.


"Ehem!!" seorang petugas perpustakaan berdehem, rupanya sedari tadi mereka menjadi perhatian para petugas di sana. Sangat jelas terlihat tulisan agar jangan berisik, mereka berdua merasa malu karena melupakan hal itu.


"Maaf" bisik Arin dan Yuwen bersamaan.


Wajah para petugas sempat memberengut. Secepatnya mencari buku yang diperlukan Arin, dan mereka segera angkat kaki dari sana.


Usai dari perpustakaan Arin segera di antar pulang. Namun Arin nggak Membiarkan Yuwen langsung pergi, dia menahannya untuk menikmati roti di kedai mereka terlebih dahulu.

__ADS_1


"Tunggu di sini, aku menyimpan tas dan buku ini dulu" ujarnya bergegas pamit naik ke lantai atas, hunian mereka.


Ayah dan Ibu Arin sudah mengenal Yuwen, dia anak yang baik dan sopan. Seperti saat ini, kedai sedang ramai dan para pekerja telihat sibuk. Sepertinya mereka perlu tambahan pekerja untuk mengantarkan makanan dan minuman kepada pelanggan. Melepaskan jaketnya dan mengambil note kecil di atas meja kasir. Tak lupa Yuwen menyambar bolpoin sebelum melangkah mendatangi pelanggan.


Dengan telaten dia mencatat setiap pesanan pelanggan, hal ini menyita perhatian Hanggini, Ibunda Arin.


"Lihat Yah, Yuwen dengan sigap membantu."


"Dia memang pemuda yang baik, seperti kata Arin." Ujar sang suami.


"Ya, andai...."


"Fay juga sering membantu kita" sambar Carlos, Ayah Arin.


Hanggini tertawa kecil, dapat di rasakan betapa Ayah Arin menyayangi Fay.


Saat Arin turun Yuwen masih membantu melayani pelanggan. Rupanya aksi Yuwen ini menarik perhatian para pelanggan juga. Selain orang tua, kedai ini juga menjadi tempat favorit anak muda untuk berkumpul. Sebagai anak muda yang gemar bermain game, berita hari ini tentu membuat mereka mengenal Yuwen. Bagaimana tidak, masing-masing dari pro player junior itu diperkenalkan dengan profil yang lengkap, nilai tertinggi saat berlatih, juga foto diri mengenakan seragam club Rubah ekor sembilan.


"Mohon dukungannya" ujar Yuwen tersenyum manis.


Wahhh!! sontak sekumpulan anak remaja itu berseru. Banyak dari mereka yang meminta foto bersama namun Yuwen belum bisa memastikan, apakah hal ini diperbolehkan oleh perusahaan atau tidak. Dia terlihat bingung, hingga sorot matanya menatap Arin.


Penuh semangat Arin mengangguk, maka Yuwen pun bersedia mengambil foto bersama mereka. Padahal bukan Arin yang memegang kuasa, kenapa Yuwen bersedia difoto saat Arin mengangguk?. Akh!! sepertinya ada yang nggak beres dengan hati seorang Yuwen ini.


Ketika jemari berselancar di dunia maya, hal yang baru terjadi sedetik lalu dapat menyebar dengan segera. Kemunculan Yuwen di kedai Arin sampai kepada Fay. Dia yang sedang live Instagram segera menyudahi aktivitas tersebut, saat melihat salah satu penonton live mengatakan Yuwen sedang berada di kedai Arin. Penonton itu memberi tahu kabar tersebut kepada temannya yang juga sedang menonton acara live Fay.


"Sialan!! punya nyali juga dia!!" gerutu Fay melihat kabar itu pada salah satu artikel. Para pekerja di dunia maya ini sangat gercep, seketika rumor tentang Arin dan Yuwen tercipta.


"Mereka cocok sekali!."

__ADS_1


"Ya, Nona pemilik kedai itu sangat ramah. Sangat cocok dengan Yuwen yang terlihat ramah juga."


"Hei!! itu teman Nona Nari. Wahh aku sangat menyukainya. Akh!! sepertinya aku akan menjadi pendukung pasangan baru ini."


"Shibal!!!" Fay mengumpat. Sofa di ruangan itu menjadi sasaran empuknya. Ingin sekali Fay membalas komentar para netizen, dan mengatakan bahwa Arin adalah tunangannya. Tapi kontrak kerja mengharuskan dirinya menyandang predikat jomblo, perusahaan khawatir para pecinta produk yang diendors oleh Fay kecewa karena idolanya telah memiliki tunangan.


Lekas Fay menghubungi Arin, namun sayang nomornya masih diblokir oleh sang kekasih.


"Arin!!!! kapan kamu memberikan maaf kepadaku?!!" menjerit seperti orang kesetanan, beruntung di saat seperti ini Fay nggak melampiaskan kekesalan kepada barang-barang di sana.


Sementara itu kabar kedekatan Yuwen dan Arin juga telah sampai kepada para sahabat mereka. Lagi-lagi Rivan sangat sibuk di buatnya.


Dalam sekejap Rivan membuat grup chat tanpa adanya Arin dan Fay di dalamnya.


"Guys!! udah lihat berita kan??. Fix Arin jadian sama Yuwen!!."


Masing-masing dari mereka hanya membaca namun nggak memberi komentar.


"Mau sampai kapan kita menjadi penonton saja!!. Ayo dong guys bantu Arin dan Fay menyelesaikan masalah ini" lagi, Rivan mengirim pesan.


"Repot!" Febby mulai membalas.


"Bisa diam nggak Van? atau mau dikepret??!" Kevin yang selama ini diam akhirnya bicara, tempo hari saat di tepi lapangan dia menahan diri untuk nggak gabung sama mereka, Rivan sudah kayak emak-emak yang gemar bergosip.


Rivan langsung menghapus grup chat itu, membuat pada sahabatnya terkekeh, giliran mau dikepret langsung kicep.


To be continued...


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.

__ADS_1


Salam anak Borneo.


__ADS_2