Couple Anti Romantic

Couple Anti Romantic
Kenangan


__ADS_3

Pergi berbekal hati yang patah, bahkan di tempat nan jauh pun rindu itu masih terasa. Memilih tinggal sendiri dengan menempati sebuah apartemen, Arin merasa kesal karena mesin cuci yang baru di beli itu rusak. Mengajukan penukaran alat itu dengan yang baru hanya bisa di lakukan esok hari, karena pihak perusahaan mengadakan cuti ulang tahun perusahaan mereka.


Demi mengalihkan pikiran yang terus tersita pada Fay, Arin pergi ke tempat loundry. Tempat itu sangat bagus dan nyaman, saat menunggu cucian di bersihkan dirinya bisa duduk sembari menikmati makanan dan minuman yang telah di sediakan pemilik usaha loundry tersebut.


Di luar perlahan hujan turun, Arin menekuk kedua kaki dan memeluknya, seraya menatap hujan di luar jendela.


Teringat kenangan saat masih SMA, saat dengan suka rela Fay menjadikan jaket barunya sebagai payung yang melindungi dirinya dari hujan.


Langkah cepat mereka di tengah hujan menyita perhatian teman-teman saat itu, mereka pun menyoraki pasangan yang jarang terlihat romantis ini. Nari yang gemas dengan tingkah mereka mengabadikan peristiwa tersebut, meng-uploadnya ke grup chat geng cebong unyu.


Kini foto kebersamaannya sedang Arin pandangi. Fay terlihat tersenyum lebar, sedangkan dirinya nampak sibuk menutupi wajah karena takut make-upnya rusak karena hujan.


Masih segar dalam ingatan, usai berlari dalam hujan dirinya di ajak menonton bioskop.


"Kamu nggak perhatian banget, masa mengajak nonton saat penampilanku berantakan seperti ini!."


"Berantakan dari mana? kamu cantik begini kok." Mengusap-usap pucuk kepala Arin, meski di bawah jaket tetap saja sang hujan membasahi rambutnya, tapi hanya sedikit.


"Fay! matamu buta?. Lihat! eyelinerku mulai luntur!."


Menyipitkan kedua mata, Fay menelisik netra indah Arin"Enggak akh! cantik begitu kok. Kita nonton ya, ayo dong~~~" demi apapun itu, Fay bergelayut di lengan Arin saat itu, supir keluarga Fay di buat mabuk kepayang mendengar dan menyaksikan interaksi dua anak muda ini.


"Oke oke!!. Tapi kita mampir ke mall dulu ya. Aku lupa bawa tas make-up, soalnya yang biasa aku bawa di sita sama Pak Ibrahim."


"Huh, dasar guru satu itu!! suka bikin masalah sama kamu. Lain kali aku bikin kesel itu guru!."


"Hem! bagus, memang harus di kasih cobaan itu guru. Biar tekanannya naik."


Obrolan anak muda di kursi belakang membuat pak supir menahan tawa"Lagian sekolah bawa make-up, mau sekolah apa mau ikut kontes kecantikan." Hanya di dalam hati sang supir berbicara.


Kembali pada Arin yang tanpa sadar tersenyum mengingat kejadian kala itu. Ini minggu pertama mereka tak bertemu, dan rindu sudah mulai menggelitik kalbu tanpa Arin sadari.


Di sudut lain dari tempat itu, sejak kedatangannya, Arin sudah menyita perhatian seorang lelaki. Rasa ketertarikan itu seolah tak bisa di bendung, lelaki itu gegas menghampiri Arin dan mengatakan telah mengenalnya.


"Kita satu kampus. Aku melihatmu beberapa kali di kantin."


"Aku ken" Arin bahkan belum bicara satu kata pun, lelaki ini terus bicara hingga menyodorkan tangan padanya.

__ADS_1


"Aku Arin" rasanya nggak nyaman dengan tatapan Ken, namun demi menjaga kesopanan Arin menyambut uluran tangan lelaki itu.


Dari awal gelagat Ken sudah membuat Arin nggak nyaman, tanpa ragu dia menanyakan di mana Arin tinggal. Dia berniat mengunjungi Arin kelak. Hei!! apa-apaan lelaki ini, mereka baru kenal dan dirinya sudah ingin bertandang ke kediaman Arin, owh sungguh lelaki yang patut di pertanyakan niat hatinya.


Dengan halus Arin menolak untuk memberikan alamatnya, dan dengan halus pula Ken terus meminta alamatnya. Arin sudah cukup baik mampu menahan emosi hingga 7 menit obrolan membosankan mereka, terus menggali informasi tentang dirinya tanpa merasa sungkan, ingin rasanya menjitak kepala Ken dan menggebuki tubuhnya.


"Aku pandai memasak, aku bisa menghidangkan makan malam untukmu di kediamanmu" ujar Ken lagi.


"Kamu sangat cantik, menghabiskan malam dengan bercerita tentang dirimu ku rasa nggak akan membosankan."


Rayuan menjijikan! Arin bersiap hendak meninggalkan Ken.


"Dan si cantik ini sudah punya seorang tukang masak yang sangat pandai dalam mengolah makanan."


Suara itu....Arin sontak menoleh ke belakang.


"Yuwen!!" berseru senang bukan kepalang. Di saat genting sang sahabat muncul di depan mata, sungguh kebetulan yang sangat membantu baginya.


Saking senangnya karena Yuwen menyelamatkan dirinya dari Ken, Arin langsung menghampirinya dan memeluk Yuwen dengan erat. Duhai hati... kenapa kamu berdetak begitu cepat!. Yuwen sampai menahan nafas beberapa detik karena terkejut mendapati sambutan hangat.


"Kalian saling kenal?" pertanyaan bodoh Ken di jawab pedas oleh Yuwen.


Rahang Ken mengeras, nampak jelas rasa tidak suka Yuwen terhadapnya.


Menatap Yuwen tajam"Kamu bahkan baru menjadi pacarnya tapi sudah berlagak seperti suaminya!."


Cih! Yuwen tersenyum miring mengantarkan kepergian Ken dari hadapan mereka.


"Terimakasih" hayya~~~ ada apa dengan senyuman itu, kenapa terlihat sangat indah di mata Yuwen. Bukankah dirinya sudah biasa melihat Arin tersenyum, kenapa kali ini terasa berbeda.


"Sudah seharusnya aku melindungimu dari musang jelek itu."


Arin tertawa, suasana hatinya menjadi cerah sejak kedatangan Yuwen di sini. Arin bukan tak tau keberangkatan Yuwen bersama Tim, sebab dia sudah tau pada musin ini turnamen akan diselenggarakan di negara ini. Namun pertemuan di tempat loundry ini sangat tak terduga bagi Arin, dunia yang luas seolah kecil bagi mereka.


"Kapan kalian sampai di sini? dan kenapa kamu bisa muncul di tempat ini?."


"Kemarin sore. Dan saat di bandara jas mentor kami terkena kopi. Jadi...aku sekarang hendak menganbil jas itu di sini."

__ADS_1


"Dan kita bertemu di sini, ckckckck!! apa kita berjodoh Yuwen?" ingin rasanya mencubit kedua pipi Arin, yang dengan mudahnya berkata seperti itu.


"Hei Nona Arina, aku nggak mau berjodoh dengan gadis yang sudah di jodohkan. Ayolah!! jangan buat lelaki tampan ini menyandang predikat pebinor." Merapikan kerah bajunya, Yuwen terlihat menyombongkan diri.


Hendak mengacak Rambut Yuwen dengan kaki berjinjit"Huh!! belakangan ini kamu sudah pandai menyombongkan diri ya!!."


Yuwen berkelit, dia nggak rela rambutnya di buat berantakan. Sudah cukup hatinya di buat acak-acakan hari ini karena pelukan itu.


Di sebuah Mall ternama, Fay terlihat berjalan bersama para sahabat. Alih-alih terlihat senang, Fay memasang wajah masam sebab usaha untuk menghibur diri di rasa sia-sia. Rivan, Ikbal, dan Udin, ketiga sahabat ini mengajaknya menonton film horor terbaru. Saat sedang berada di dalam bioskop hal horor yang di jumpai Fay bukanlah sosok hantu di dalam film tersebut, melainkan penampakan sepasang anak manusia yang sedang di mabuk cinta. Berada di kursi depan mereka, pasangan itu bermesraan, mereka bahkan bersambut lidah dan saliva dalam cahaya temaram itu.


Fay jadi teringat kenangan bersama Arin, di dalam bioskop itu juga mereka pernah berciuman. Karena kesal Fay pergi sebelum film selesai di putar.


"Kok kabur sih Fay!. Kita-kita jadi nggak nonton sampai selesai."


"Lah, kalau mau lanjut nonton ngapain ngikuti aku keluar."


"Kan kita teman, sahabat" Ikbal mencoba menengahi ocehan Fay dan Udin.


Fay memberengut, kalau sudah bawa-bawa kata persahabatan sebisa mungkin Fay meredam emosi, sejatinya mereka berniat baik padanya.


"Kesal ya sama pasangan di depan kita tadi?."


"Iyalah!" sambar Fay.


"Ckckckck susah ya kalau lagi galau. Lihat orang bermesraan kayak lagi di ledekin" mengeluarkan ponsel karena Febby menelpon. Ekor mata Fay menangkap nama Febby di layar ponsel Ikbal, emosinya pun semakin menjadi.


Menepuk punggung Fay"Emosi jangan di tahan. Tuh ada tempat untuk meluapkan emosi, kebetulan juga aku lagi haus" dasar Rivan, dia menunjuk sebuah mesin di dekat mereka.


"Aish!! bisa gila aku kalau begini" mendekati mesin itu dan berteriak sekuat hati. Teriakan Fay membuat Febby terkejut di ujung telepon.


"Itu Fay?. Kenapa tu anak?."


"Lagi cari minum buat kita-kita."


"Hah??" Febby di buat bingung oleh sang kekasih.


To be continued...

__ADS_1


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.


Salam anak Borneo.


__ADS_2