Cowok Rocker Masuk Pesantren

Cowok Rocker Masuk Pesantren
Episode.21


__ADS_3

Aisha keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja yang menutupi tubuhnya. Rambutnya basah karena dia baru saja keramas. Iqbal yang sedang duduk di pinggir ranjang, dia memperhatikan istrinya. Ini pertama kalinya Aisha keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk. Biasanya Aisha tak mau suaminya melihat auratnya. Tetapi hari ini berbeda, karena semalam Aisha sudah menyerahkan semuanya.


"Sayang, kamu bisa jalan? Biar Mas gendong kamu ya." Iqbal mendekati istrinya.


"Aku bisa kok, Mas." Ucap Aisha.


"Kamu cantik kalau tidak pakai baju seperti ini." Iqbal memandang tubuh istrinya dengan nakal.


"Awas ya kalau Mas Iqbal macam-macam, ini sudah pagi loh." Aisha memberikan jarak kepada suaminya agar tidak menyentuhnya.


"Iya, sayang. Tenang saja, Mas cuma mau lihat doang," ujar Iqbal.


Aisha mengambil pakaian ganti lalu mulai mengenakannya. Dia mengabaikan suaminya yang terus menatapnya.


"Sayang, ayo kita sarapan! Mas sudah sangat lapar nih!" ajak Iqbal.


"Iya, Mas. Maaf ya karena aku tidak memasak untukmu pagi ini."


"Tidak apa-apa, sayang. Lagian semalam Mas sudah merasa kenyang karena pelayananmu."


Aisha mencubit lengan suaminya, karena masih saja membahas soal semalam.


Aisha dan suaminya keluar dari kamar. Mereka bergabung dengan ke dua orang tua Iqbal yang sudah berada di ruang makan. Iqbal memperlakukan istrinya dengan begitu manis. Dia menarik kursi yang meminta istrinya untuk duduk. Tentu itu menjadi sorotan tersendiri bagi Bu Fatma dan Pak Bima. Karena tidak biasanya Iqbal dan Aisha memperlihatkan kemesraannya di tempat umum.


''Ekhem sepertinya semakin romantis saja nih pasangan. Kita kalah nih, Pah,'' ucap Bu Fatma kepada suaminya.


''Tidak apa-apa, Mah. Lagian kita sudah tua. Tapi justru bagus dong kalau Aisha dan Iqbal semakin romantis. Itu berarti sebentar lagi kita memiliki cucu,'' ucap Pak Bima.


''Amin, Pah,'' jawab Iqbal.


''Kita mengobrolnya lanjut nanti saja. Lebih baik sekarang kita makan,'' ajak Bu Fatma.


Mereka kembali diam, tak ada yang berbicara. Iqbal dengan sigap mengambilkan nasi dan lauk untuk istrinya. Pagi ini suasana hatinya benar-benar sedang baik.

__ADS_1


''Terima kasih, Mas.'' Aisha senang melihat suaminya begitu perhatian.


''Sama-sama, sayang,'' jawab Iqbal.


Bu Fatma merasa ada yang terjadi antara anak dan menantunya sehingga mereka terlihat bahagia seperti itu. Walaupun penasaran, Bu Fatma tak ingin bertanya. Lagian melihat pernikahan anaknya semakin romantis itu malah semakin bagus.


...


...


Nisa menyesali pertemuannya dengan Aldo. Pertemuan mereka memang di rumah Nisa. Namun, ke dua orang tua Nisa kebetulan sedang pergi ke luar kota. Jadi, di rumah itu hanya ada Nisa saja. Sesuatu yang tak pernah Nisa bayangkan dalam hidupnya kini terjadi pada dirinya. Nisa dinodai oleh Aldo secara paksa.


''Hiks ... hiks ...'' terdengar suara Nisa yang sedang terisak. Tubuhnya bahkan lemas tak bertenaga. Nisa menutupi wajahnya dengan ke dua tangannya.


Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Terlihat Aldo keluar hanya dengan menggunakan handuk saja untuk menutupi tubuhnya. Dia mendekati Nisa yang sedang duduk meringkuk.


''Ngapain nangis? Lagian kita sama-sama menikmati. Ah yang tadi memang luar biasa. Ini pertama kalinya saya meniduri seorang wanita virgin,'' ucap Aldo sambil membayangkan percintaan panas mereka.


''Jadi Mas Aldo sudah sering melakukan itu?'' Nisa mendongkakkan kepalanya menatap Aldo.


Nisa menutupi telinganya dengan ke dua tangannya. Rasanya sudah muak kepada Aldo penjahat kela*min itu. Nisa membiarkan Aldo pergi begitu saja dari kamarnya. Bahkan sebelum pergi, Aldo meninggalkan sebuah cek di atas tempat tidur.


Setelah kepergian Aldo, Nisa mengunci rapat pintu rumahnya lalu dia kembali ke kamar. Nisa mengambil cek yang ada di atas kasur lalu merobeknya. Nisa tak habis pikir kalau kesuciannya akan terenggut begitu saja oleh lelaki yang baru di kenalnya.


Beberapa kali Nisa menatap layar ponselnya, berniat untuk menghubungi Aisha dan memberitahukan semua kejadian yang menimpanya. Namun, jika dia mengatakannya kepada Aisha, yang ada nanti Aisha jadi merasa bersalah. Karena Aisha yang sudah mengenalkannya dengan Aldo. Nisa mengurungkan niatnya. Dia akan mengubur dalam-dalam rahasia ini.


'Apakah masih ada lelaki yang mau dengan wanita yang sudah ternoda sepertiku?' batin Nisa.


40 menit kemudian, Aldo sampai di rumahnya. Dia berpapasan dengan adiknya yang akan pergi keluar.


''Wah sepertinya sedang happy nih, Kak.'' Reno memperhatikan raut wajah Aldo.


''Iya dong, habis dapat pera*wan,'' ucap Aldo.

__ADS_1


''Wih mantap tuh, bagaimana rasanya?''


''Sangat lezat. Makanya kamu juga cari pasangan, jangan jomblo terus,'' ujar Aldo menasihati.


''Aku tidak mau seperti kakak, nanti yang ada malah menyesal dan susah cari pasangan yang serius.''


''Tidak mungkin dong, semua wanita pasti akan bertekuk lutut di kakiku,'' ucap Aldo dengan percaya diri.


Reno memilih pergi dari pada terus mengobrol dengan kakaknya. Takut kalau kakaknya tersinggung dan malah menjadi permasalahan. Reno menaiki motor miliknya lalu bergegas pergi. Dia akan bertemu dengan teman-temannya.


..


..


Reno baru mendapat informasi dari temannya kalau Iqbal sekarang sudah hidup bahagia bersama dengan istrinya. Bukan Reno namanya jika membiarkan Iqbal bahagia begitu saja. Sedangkan dirinya sampai sekarang masih jomblo. Apa pun yang Iqbal miliki harus di rebut.


Pagi ini Reno sengaja mengintai rumah Iqbal. Dia berada di dalam mobil menatap rumah Iqbal yang berjarak beberapa meter darinya. Reno bisa melihat Iqbal keluar dari rumah dengan seorang wanita. Reno mengikuti Iqbal yang kini telah pergi dengan mengendarai mobil.


Setelah cukup lama mengikuti, kini Reno melihat mobil Iqbal berhenti di depan gerbang pesantren. Tentu Reno masih ingat dengan pesantren ini, karena dia sempat datang kesana untuk berbuat rusuh. Reno melihat seorang wanita cantik keluar dari mobil Iqbal. Bahkan dia melihat ke duanya bergandengan tangan.


''Oh jadi itu istrinya Iqbal. Cantik juga tuh, lumayan kalau Gue tikung,'' gumam Reno.


Reno mengambil ponsel dari saku celananya lalu memfoto kebersamaan Aisha dan Iqbal. Setelah mendapat foto Aisha yang tampak jelas, Reno langsung pergi dari sana. Nanti dia akan menyuruh anak buahnya untuk mengintai Aisha.


Iqbal merasa jika ada yang memperhatikan mereka. Iqbal melihat sebuah mobil yang terparkir lumayan jauh darinya.


''Hei, siapa itu?'' Iqbal menunjuk pengendara mobil yang mengenakan masker untuk menutupi wajahnya.


Pemilik mobil yang tak lain adalah Reno, langsung saja menutup kaca mobilnya lalu pergi dari sana.


''Sayang, sepertinya ada yang mengikuti kita. Lebih baik kamu masuk saja ya. Mas mau kejar orang itu dulu, takutnya orang jahat,'' ucap Iqbal kepada istrinya.


''Baik, Mas. Hati-hati ya, aku takut kalau terjadi sesuatu sama Mas Iqbal.''

__ADS_1


''Kamu tenang saja, sayang. Suamimu ini pandai bela diri.''


Aisha hanya bisa mendoakan agar suaminya tetap baik-baik saja di perjalanan nanti. Setelah mobil suaminya tak lagi terlihat, Aisha langsung masuk ke pesantren.


__ADS_2