
Reno yang baru pulang mengantar Nisa, melihat kakaknya yang sedang duduk di ruang depan. Sengaja Reno lewat begitu saja karena malas untuk berbicara dengan kakaknya.
''Ren,'' ucapan Aldo menghentikan langkah Reno.
Reno menoleh ke samping menatap kakaknya. ''Ada apa?” tanya Reno cuek.
''Ada yang ingin kakak bicarakan sama kamu,'' ucap Aldo.
Reno menghela napasnya. ''Aku rasa sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan.'' Reno hendak melangkah pergi tetapi Aldo menahannya dengan perkataannya.
''Ren, sebentar saja!'' Aldo memohon agar adiknya mau berbicara dengannya.
Reno kembali menoleh menatap Aldo. ''Aku kecewa sama kakak. Kakak sudah menodai wanita yang aku cinta hingga hamil. Coba kakak bayangkan, bagaimana jika wanita yang pernah bermalam dengan kakak semuanya hamil? Apa yang akan kakak lakukan? Stop menebar benih sembarangan! Aku malu jika kakak terus menganggap wanita hanya sebatas pelampiasan. Tolong pikirkan masa depan kakak!'' Reno berlalu pergi begitu saja setelah selesai berbicara.
Aldo terdiam mencerna perkataan adiknya. Menjadi seorang cassanova memanglah untuk kesenangannya semata. Aldo sama sekali tidak memikirkan perasaan wanita yang dia tiduri. Jika di pikir-pikir seharusnya Aldo memberikan contoh yang baik untuk adiknya. Tetapi nyatanya malah sebaliknya.
Aldo bergegas pergi mengejar adiknya. Karena ada hal yang masih ingin dia bicarakan. Saat ini Aldo sudah berdiri di depan pintu kamar adiknya.
''Ren, tolong buka pintunya! Kakak ingin bicara sama kamu,'' ucap Aldo sambil mengetuk pintu.
Tak lama Reno membuka pintu kamarnya. Menatap malas kepada Aldo yang berdiri disana. Rasanya enggan untuk membicarakan apa pun lagi.
__ADS_1
''Ada apa lagi sih?'' tanya Reno.
Aldo menghirup napasnya lalu menghembuskannya perlahan. ''Jika memang dengan menikahi Nisa bisa membuatmu bahagia, maka kakak akan merestuinya. Jaga Nisa dan keponakanmu! Anggap dia sebagai anakmu sendiri. Maafkan kakak karena belum bisa menjadi kakak yang baik untukmu.''
''Terima kasih kak, aku pasti akan selalu menyayangi Hana seperti anakku sendiri,'' ucap Reno.
''Jadi nama dia Hana? Apa kakak boleh menemuinya?''
''Nanti coba aku akan bicarakan sama Nisa. Semoga saja Nisa mau memaafkan kakak dan mengizinkan kakak bertemu dengan Hana,'' ucap Reno.
Aldo sudah merasa lega setelah berbicara dengan adiknya. Obrolan ke duanya telah selesai dan Reno kembali masuk ke kamar. Sedangkan Aldo kembali bersantai.
....
Aisha menghampiri Nisa yang sedang duduk sendirian di taman. Entah apa yang sedang Nisa pikirkan. Sejak tadi Nisa hanya diam saja.
''Nis, kamu kenapa? Coba cerita sama aku! Sejak kemarin kamu hanya diam saja. Apa ada yang terjadi saat kamu pergi ke rumah Reno?'' Aisha mendudukkan diri di samping Nisa.
''Aku tidak tahu harus membawa kemana hubunganku dengan Kak Reno. Ternyata kak Reno itu adalah adik kandung dari Aldo, lelaki yang sudah menodaiku hingga hamil,'' ucap Nisa dengan lesu.
''Apa?'' Aisha terkejut mendengar kenyataan itu. Jika dia yang ada di posisi Nisa mungkin akan sulit untuk mengambil keputusan.
__ADS_1
''Iya itulah kebenarannya. Ah entahlah aku bingung harus bagaimana. Aku cinta sama kak Reno, tetapi di sisi lain aku tidak mau lagi berhubungan dengan siapa pun itu yang bersangkutan dengan Aldo,'' ucap Nisa.
''Mungkin kamu masih butuh waktu untuk berpikir. Tetapi saranku, kamu tidak boleh memutuskan semuanya secara sepihak. Setidaknya harus pikirkan bagaimana perasaan Kak Reno. Jarang loh ada lelaki yang mau menerima dengan tulus wanita yang sudah mempunyai anak. Apalagi yang sayang ibu dan anaknya, bukan sayang ibunya saja.'' Nisa mencoba memberikan masukan agar Nisa tidak mengambil keputusan yang salah.
''Iya, Ais. Aku akan mencoba memikirkannya lagi,'' ucap Nisa.
'' Ya sudah ayo masuk! Kamu sudah terlalu lama di luar loh.''
Aisha dan Nisa berjalan berdampingan memasuki rumah. Nisa akan memikirkan lagi apa yang di katakan oleh Aisha. Jangan sampai keputusannya itu membuatnya menyesal. Aisha dan Nisa sama-sama pergi ke kamar mereka.
Nisa duduk di samping anaknya yang masih tidur pulas. ''Nak, terima kasih sudah menjadi penyemangat hidup Mamah. Jika tidak ada kamu, entah bagaimana lagi mamah menjalani hidup.''
Tring tring
Tiba-tiba Nisa mendengar ponsel miliknya berdering. Itu adalah panggilan masuk dari Reno. Nisa membiarkannya saja, mengabaikan panggilan itu. Masih enggan untuk berbicara dengan Reno.
Lima kali Reno menelepon tetapi Nisa tidak mengangkatnya. Bahkan ada banyak sekali notif pesan masuk di ponsel Nisa. Nisa hanya membaca tanpa membalasnya. Pesan yang di kirimkan Reno membuat perasaan Nisa sedikit lega. Reno mengatakan jika Aldo merestui hubungan mereka, bahkan Aldo ingin meminta maaf atas semua kesalahannya. Reno juga mengatakan jika Aldo ingin bertemu dengan Hana.
...
...
__ADS_1