Cowok Rocker Masuk Pesantren

Cowok Rocker Masuk Pesantren
Episode.38 Tamat


__ADS_3

Nisa sudah memikirkan lagi keputusan yang akan dia ambil. Dengan hati yang tulus, Nisa mencoba untuk memaafkan Aldo. Nisa juga sudah menghubungi Reno dan meminta datang bersama Aldo jika memang permintaan maafnya itu tulus.


Nisa, Aisha dan Iqbal duduk di ruang keluarga menunggu kedatangan Reno. Mereka mendengar suara mobil berhenti di halaman rumah. Tak lama, terdengar ketukan pintu. Aisha meminta Bi Marni untuk membukakan pintu.


''Silakan masuk! Non Nisa dan yang lainnya sudah menunggu,'' ucap Bi Marni.


''Terima kasih, Bi,'' ucap Reno sambil tersenyum.


Reno melangkah masuk di ikuti oleh Aldo di belakangnya. Hingga kini mereka tiba di ruang keluarga. Iqbal sebagai tuan rumah mempersilakan mereka untuk duduk. Kini Reno dan Aldo duduk di hadapan mereka.


''Maaf jika kedatangan kami mengganggu,'' ucap Aldo.


"Tidak mengganggu kok,'' ucap Aisha.


"Jadi, apa yang akan kalian bicarakan?" Iqbal menatap ke duanya .


"Saya datang kesini berniat untuk meminta maaf kepada Nisa," ucap Aldo sambil menatap Nisa.


''Saya sudah mencoba memaafkan," kata Nisa.


"Saya ingin sebentar saja melihat Hana," pinta Aldo.


"Silakan!" ucap Nisa.


"Biar aku temani, Kak," tawar Reno.


Aldo dan Reno bergegas pergi ke kamar Hana. Nisa mengikuti mereka karena dia takut jika Aldo berbuat macam-macam kepadanya. Nisa memperhatikan Aldo yang berniat untuk menggendong Hana. Terlihat Reno membantunya karena Aldo baru pertama kali menggendong anak kecil.

__ADS_1


Hana yang tadinya tertidur kini membuka ke dua matanya. Tetapi sama sekali tidak menangis. Hana tersenyum menatap Aldo. Mungkin ada ikatan batin antara ayah dan anak sehingga Hana merasa nyaman.


"Kamu cantik sekali, Nak. Maafkan papah ya. " Aldo mendaratkan ciumannya di kening Hana.


Pikiran Aldo memang mulai terbuka. Perlahan dia mengakui kesalahannya yang begitu besar. Aldo berniat untuk memperbaiki diri. Ingin bertanggung jawab kepada Nisa dan Hana. Mungkin mengizinkan Reno menikah dengan Hana dan membantu perekonomian mereka itu salah satu hal yang sekarang bisa dia lakukan. Tidak mungkin bertanggung jawab dengan cara menikahi karena Nisa cintanya sama Reno dan begitu pun sebaliknya.


Aldo menggendong Hana ke depan. Dia dan Reno kembali bergabung duduk di ruang keluarga. Aldo menatap Nisa yang duduk di hadapannya.


"Nis, sekalian saya berniat melamar kamu untuk Reno. Kamu tidak masalah kan jika Reno yang menikahi kamu bukanlah saya?" tanya Aldo.


"Tidak, Kak. Saya dan Kak Reno sudah saling cinta," jawab Nisa.


Nisa memilih Reno sebagai pasangannya karena dia melihat seberapa besar perjuangan Reno untuk mendekatinya. Jika dia tiba-tiba menikah dengan ayah dari anaknya, itu sama saja menyakiti hati Reno. Selama Reno mau menerimanya, dia juga akan menerima Reno sebagai pendamping hidupnya.


"Terima kasih, Nis. Aku akan segera urus pernikahan kita. Aku sudah tidak sabar untuk menikahimu," ucap Reno.


...


Empat bulan kemudian.


Hari ini adalah hari yang paling berbahagia di hidup Nisa. Karena hari ini merupakan hari pernikahannya dengan Reno. Semua keperluan Reno yang mengurusnya.


Nisa sedang berada di sebuah kamar hotel. Dia sedang di make up oleh perias terkenal di kotanya. Aisha juga sedang berada disana menjaga Hana dan putranya yang di tidurkan di atas tempat tidur.


Aisha melihat Nisa yang sudah selesai di make up. Terlihat begitu cantik dan raut kebahagiaan terpancar di wajahnya.


"Kamu cantik sekali, Nis. Pasti Kak Reno makin cinta nih," ucap Aisha.

__ADS_1


"Kamu bisa saja, Ais. Justru kamu yang lebih cantik," ucap Nisa.


Tak lama, Aisha mendengar ponsel miliknya berdering. Ternyata itu panggilan masuk dari suaminya. Iqbal mengatakan kepada istrinya jika pak penghulu sudah datang.


"Nis, tadi Mas Iqbal bilang kalau pak penghulunya sudah datang," ucap Aisha kepada Nisa.


"Iya, Ais. Kebetulan aku juga sudah selesai." Nisa beranjak dari duduknya.


Aisha menidurkan Hana dan anaknya di kereta bayi. Kereta bayi yang Aisha pakai khusus kereta bayi untuk anak kembar. Jadi tidak membuatnya repot jika harus mendorong dua kereta bayi.


Aisha mendampingi Nisa pergi menuju ke ballroom hotel tempat acara pernikahan. Sesampainya disana, mereka menjadi pusat perhatian. Semua orang terpana melihat kecantikan ke duanya. Aisha mengantar Nisa sampai ke depan, tempat ijab qabul. Disana sudah ada Reno, Pak penghulu dan yang lainnya sedang duduk.


Acara ijab qabul akan segera di laksanakan. Semua tamu langsung saja diam, tak ada lagi yang mengobrol. Pak penghulu mengarahkan Reno untuk mengucapkan ijab qabul. Reno mampu mengucapkannya dengan benar. Semua tamu ikut bahagia melihat sepasang suami istri yang baru sah itu.


Aisha dan juga Iqbal memberikan selamat kepada Reno dan Nisa. Mereka ikut senang melihat pasangan yang baru menikah itu terlihat bahagia.


"Selamat, Nis. Akhirnya kamu menjadi seorang istri," ucap Aisha.


"Terima kasih, Ais." Nisa memeluk Aisha.


Aisha dan Iqbal menjadi sosok yang paling berpengaruh untuk Nisa. Mereka selalu menemani Nisa dari titik terendahnya hingga kini Nisa menemukan kebahagiaannya.


Mereka di arahkan untuk foto bersama di pelaminan. Aisha dan Iqbal pun ikut berfoto bersama mereka.


Nisa senang karena orang tuanya kini memaafkannya. Bahkan mereka mau mendampinginya di acara pernikahannya.


....

__ADS_1


....


TAMAT


__ADS_2