Cowok Rocker Masuk Pesantren

Cowok Rocker Masuk Pesantren
Episode.29


__ADS_3

Nisa berpamitan kepada Bu Fatma jika dia akan pergi keluar sebentar. Tentu Bu Fatma tidak membiarkan Nisa pergi sendirian. Apalagi Nisa sedang hamil muda. Jadi Nisa pergi di antar oleh sopir.


Nisa baru sampai di swalayan. Dia langsung mengambil keperluan yang dia butuhkan. Saat mengambil cemilan kesukaannya, bersamaan dengan seseorang yang juga mendaratkan tangannya disana. Nisa menatap lelaki tampan di sampingnya.


"Ini punyaku," kata Nisa.


"Enak saja, Gue duluan yang ambil," ucap Reno tak mau kalah.


Sebagai wanita yang sedang hamil, tentu Nisa sedih jika keinginannya tidak bisa di penuhi. Nisa mengambil dompetnya, lalu mengambil satu lembar uang ratus ribuan. Dia menyodorkan uang itu kepada lelaki di sampingnya.


"Aku akan bayar berapa pun, tapi tolong biarkan aku yang membelinya," ucap Nisa.


Reno tak memperhatikan Nisa yang sedang menyodorkan uang kepadanya. Dia malah fokus menatap sesuatu yang ada di lantai. Sebuah foto yang tadi terjatuh dar dompet Nisa. Reno sedikit membungkukkan badannya lalu mengambil foto itu. Ternyata foto Nisa bersama dengan Aisha. Reno sangat paham dengan Aisha karena beberapa kali dia bertemu. Reno menatap Nisa yang berdiri di sampingnya.


"Dia istrinya Iqbal kan?" tanya Reno.


"Iya, dia Aisha sahabatku," jawab Nisa.


Reno bergumam dalam hati, 'Sepertinya wanita ini bisa Gue manfaatkan untuk mendekati istrinya Iqbal," batin Reno.


"Wah kebetulan sekali, Gue Reno seseorang yang juga mengenal mereka terutama Iqbal. " Reno lalu memberikan makanan ringan yang sedang dia pegang kepada Nisa. "Ini untukmu saja."


Dengan senang hati Nisa mengambil makanan kesukaannya dari tangan Reno. "Terima kasih ya."


"Sama-sama, oh iya kalau boleh tahu siapa nama Lo?" tanya Reno sambil menatap Nisa.

__ADS_1


"Namaku Nisa," jawabnya.


Nisa langsung saja berpamitan kepada Reno lalu dia pergi dari sana untuk mencari apa yang dia inginkan lagi. Nisa tak sadar jika Reno mengikutinya dari belakang. Hingga saat Nisa menghentikan langkah, badannya bertabrakan dengan Reno.


"Aduh," pekik Nisa lalu segera menoleh ke belakang. Wajah tampan Reno terlihat begitu dekat dengannya. Reno memang tak kalah tampannya dengan Aldo sang kakak.


"Kalau jalan hati-hati, nanti jatuh loh," ucap Reno.


'Kenapa lelaki ini jadi so ramah? Perasaan tadi dia terlihat ngeselin,' batin Nisa.


"Maaf, Kak. Saya kurang berhati-hati."


Nisa kembali berkeliling meninggalkan Reno yang masih berdiri di tempatnya.


Setelah selesai berbelanja Nisa langsung pulang. Reno mengikutinya dari belakang karena ingin mengetahui tempat tinggal Nisa. Hingga Reno menghentikan motornya di pinggir jalan yang tak jauh dari rumah Iqbal. Reno melihat mobil yang di naiki oleh Nisa memasuki halaman rumah itu.


Reno tak perlu lagi meragukan seberapa dekat Nisa dengan Aisha. Dia akan menggunakan kesempatan itu untuk mendekati Nisa. Dengan begitu akan lebih mudah dia menjalankan rencananya untuk mendekati Aisha.


...


...


Pagi ini Aisha merengek meminta untuk pergi jalan-jalan. Terpaksa Iqbal tidak pergi ke kantor demi menuruti permintaan istri tercinta. Karena kebahagiaan istri adalah yang utama. Apalagi sekarang Aisha sedang hamil.


"Mas, kita ajak Nisa juga ya. Aku kasihan sama dia," ucap Aisha.

__ADS_1


"Iya, sayang. Nanti kita ajak," ucap Iqbal.


Setelah selesai bersiap, Aisha mencari keberadaan Nisa dan mengajaknya ikut bersamanya. Nisa sebenarnya tak ingin ikut, tetapi karena rasa tak enak hati kepada Aisha, jadi Nisa memutuskan untuk ikut.


Sepanjang jalan Aisha dan Iqbal saling mengobrol. Mereka juga sesekali memperlihatkan keromantisan mereka. Nisa yang duduk di kursi belakang, sedikit sedih karena mengingat dirinya tidak di perhatikan seperti Aisha oleh ayah dari anaknya. Lagian dia sudah tidak mau mengingat lelaki tak baik seperti Aldo. Namun, terkadang perasaan sedih muncul. Setiap wanita pasti menginginkan kebahagiaan. Tetapi Nisa merasa kebahagiaannya sudah terenggut. Sekarang satu-satunya yang membuatnya bertahan hanya anak yang ada di dalam kandungannya.


Kini mobil yang di kemudikan oleh Iqbal berhenti di depan pusat perbelanjaan. Aisha tiba-tiba ingin nonton. Padahal tadi niatnya bukan nonton. Memang mood wanita hamil itu cepat berubahnya. Iqbal menuruti kemauan istrinya untuk menyenangkannya.


Nisa memilih duduk agak jauh dari Iqbal dan Aisha saat berada di bioskop. Dia tak mau mengganggu pasangan itu. Nisa terus meneteskan air matanya sepanjang film itu di putar. Kisahnya hampir sama seperti dirinya. Hanya saja di film itu tokoh wanita dan lelaki akhirnya di persatukan. Nisa memilih keluar duluan dari bioskop.


Aisha dan Iqbal menengok kanan kiri mencari keberadaan Nisa. Namun tidak ada wanita berhijab di dalam bioskop. Sepertinya Nisa sudah tidak ada disana.


"Mas, dimana Nisa?" Aisha bertanya kepada suaminya.


"Mungkin Nisa sudah keluar. Ayo kita cari di luar!" ajak Iqbal.


Mereka berdua melangkah keluar dari bioskop. Tatapan Aisha tertuju pada sosok wanita yang sedang duduk sambil menutupi wajahnya dengan tangan.


Aisha paham jika itu Nisa. Karena terlihat dari pakaian yang di kenakannya.


"Nis, kamu kenapa?" tanya Aisha yang berdiri tak jauh dari Nisa.


"Aku tidak apa-apa kok." Nisa membuka tangan yang menutupi wajahnya. "Hanya terharu saja menonton film tadi.


"Filmnya memang bagus, Nis. Tapi kamu jangan sedih gitu dong. Lebih baik kita cari makan saja yuk!" ajak Aisha.

__ADS_1


Aisha menggandeng tangan Nisa. Mereka pergi ke salah satu restoran yang ada disana. Sedangkan Iqbal mengikuti mereka dari belakang.


....


__ADS_2