CUTE MAFIA

CUTE MAFIA
Mission Impossible


__ADS_3

Kai menolak, setelah mendengar permintaan kekasih hatinya yang mengajukan diri untuk ikut ke Kolombia.


“Please, Shaw. Aku ke Bogota dan bukan hanya di kota itu saja. Kami akan berpindah tempat dan menyamar.” Jelas Kai kepada Shadow bibirnya cemberut merajuk, ia sungguh gak kuasa melihat ekspresi menggemaskan gadis bersurai ikal itu.


“Please, Tuan Mafia. Bawa serta tunanganmu ini, janji aku tidak akan merepotkan.” Pinta Shadow penuh harap, tangannya merangkul lengan Kai. pria bersurai putih itu menoleh dengan kedipan mata yang indah. Sepagi ini


Shadow telah tenggelam ke dasar lautan.


“Kau bisa menungguku di sini, baby girl.” bujuk Kai seraya melayangkan pandangan pada ruangan tengah kediaman orang tuanya.


Bibir manis itu merenggut kepalanya menggeleng kuat “Sayang, kau sudah berjanji jika akan mengajakku ikut serta misi dalam Black Panther.” todong Shadow yang tidak mau menyerah dan berjuang agar bisa melihat dengan langsung pekerjaan utama kekasihnya. Jejaring Alpharetz Hotel yang dimiliki Kai hanya selubung tebal yang menutupi sisi gelapnya. Selama hampir dua minggu di Berlin, tidak sekalipun Hugo dan Kila membahas pekerjaan sampingan Kai. Berbanding terbalik dengan orang tua Shadow yang selalu membawa masalah pekerjaan hingga ke meja makan.


Bicara tentang Liam, Dawn dan Ricchi, ketiga orang tua Shadow telah memenuhi undangan orang tua Kai yakni berkunjung ke Berlin. Para orang tua tersebut sempat berwisata bersama ke Austria selama lima hari. Shadow dan


Kai memilih tidak ikut, terlebih pria bersurai putih itu disibukkan dengan pekerjaannya.


Kai tidak pernah meninggalkan Shadow, namun mansion yang sangat besar itu hampir setiap harinya didatangi oleh puluhan hingga ratusan pria berpakaian serba hitam dengan tubuh tinggi besar. Sekilas mereka tidak memiliki ekspresi, bahkan tersenyum pun nampak dipaksakan. Lama kelamaan Shadow bisa menerima sikap para anggota mafia Black Panther.


Kai menjelaskan jika anggotanya bisa dihitung jari berasal dari keluarga yang harmonis, kebanyakan pria-pria tinggi besar dan misterius itu memiliki background memilukan terkadang ada tragedi besar yang mengakibatkan


pria-pria itu tidak memiliki hati.


Untungnya pemimpin Black Panther sebelumnya yang tak lain Aurora Kila merangkul seluruh anak buahnya menjadi sebuah keluarga besar yang saling memiliki. Hanya saja tatapan bengis tanpa ekspresi membuat mereka lebih ditakuti. Ada pengecualian, 5 pengawal khusus Kai yaitu William, Heron, Aiko, Yoruban dan Conley lebih terbuka dan sering mencandai Shadow. Kelima pria berbagai ras tersebut bebas mengespresikan diri dan jangan lupa jika mereka setara dengan sang pemimpin dalam ilmu bela diri.


“Jika kau melarangku ikut, lebih baik kembali ke Hollywood. Aku bisa kembali bekerja, Tuan Navarro. Walau hidup membosankan tanpamu tapi setidaknya aku bisa melakukan sesuatu hal yang berguna.”


Kai tergelak tawa ringan seraya menarik tubuh Shadow ke dalam pelukan.


“Bukankah papa meminta untuk dibuatkan film dokumenter Navarro Group, Shaw?”


Sontak Shadow menganggukkan kepala “Iya, tapi papa tidak terburu-buru. Malah meminta produksinya dimulai 2 bulan lagi. Aku masih bisa kembali ke Hollywood membentuk team dan membahas lebih detil baru memulai syuting.”


Manik Shadow mengerjap dengan kepala mendongak menatap kekasihnya.


Bibir sensual dan penuh milik Kai tersenyum miring, kepalanya menggeleng samar.


“Masalahnya ini bukan misi kecil, Shaw. Aku tidak bisa menempatkan orang yang paling aku sayangi dalam bahaya. Juan Pablo Cabrera adalah pemimpin kartel narkoba paling berbahaya di Amerika Selatan, jaringannya


menguasai beberapa negara hingga Meksiko. Tapi mencabut akarnya akan menolong banyak orang.”


“Juga memutus mata pencaharian banyak orang, sayang.” sergah Shadow dengan cepat.


Pemilik surai putih itu mengedikkan bahu “Tentu saja, Shaw. Tapi itu pekerjaan yang penuh dosa. Berapa banyak orang tua yang hancur ketika anak mereka meregang nyawa karena over dosis, atau orang tua yang kehilangan sosok anaknya yang berubah karena perubahan sikap karena terjerumus dunia hitam. Jujur aku paling suka mendapatkan misi memberantas kartel atau mafia narkoba dibandingkan jenis kriminal lainnya.”


“Ketika mencabut akar kartel besar, kartel kecil lainnya akan mulai bermunculan.” Shadow berusaha mematahkan pendapat kekasihnya, ia hanya ingin melihat seberapa luas pemahaman Kai terhadap dunia yang ditekuninya.


Kai tersenyum “Aku tahu itu, baby girl. Di dunia mafia yang seperti itu sangat lumrah terjadi, ketika yang besar lengser pewarisnya sudah siap menggantikan. Tapi percayalah sangat jarang terjadi pada sebuah kartel besar


akan berkembang jauh lebih besar setelah mengalami pergantian kepemimpinan. Mereka tidak kuat, Shaw. Tapi itu bukan tanggung jawabku merontokkan orang-orang di sekeliling sebuah sindikat narkoba. Targetnya sudah jelas untuk kami, Juan Pablo Cabrera.” Terangnya lalu menerawang.


“Biarkan aku melihatmu, sayang. Agar aku paham, siapa tahu bisa menjadi inspirasi untukku untuk mengembangkan sebuah film bergenre action.” Kembali Shadow berupaya membujuk kekasihnya.


Tangan ramping Kai menangkup wajah mungil Shadow, keduanya beradu pandangan dalam.


“Tuhan, Shaw. Permintaanmu sangat berat, baby girl. Kau bukan mama yang tidak perlu dikhawatirkan di tengah sarang penjahat.”


“Aku akan belajar, tuan mafia. Tidak mungkin seperti mama, tapi dengan bimbinganmu aku pasti bisa menjaga diri sendiri. Aku tidak bisa jauh darimu.” Jujur Shadow dengan kalimat terakhirnya.


“Sekarang aku mengerti.” Sahut Kai seraya tertawa kecil, iapun mengecup kening kekasihnya dengan lembut.


“Akupun begitu, Shaw. Tidak bisa jauh darimu.”



Tidak ada yang diketahui Shadow tentang perjalanan ke Kolombia, hingga kakinya memijakkan kaki di kota Cali. Awalnya mereka memang mendarat di ibukota Bogota, itupun menggunakan pesawat komersil kemudian menuju  Calu dengan mobil sewaan.Semua bergerak sesuai dengan jadwal keberangkatan dan menempati pos masing-masing..

__ADS_1


Dari pembicaraan Kai dengan anak buahnya, akhirnya Shadow mengetahui jika target misi mereka berada di kota Buenaventura. 114 kilometer jarak yang harus ditempuh untuk sampai kesana, tapi bukan berarti keberadaan


mereka aman di Kota Cali. Sejenak Shadow harus melupakan kamar hotel berbintang demi keamanan dirinya yang menjadi hal utama yang dipikirkan sang pemimpin Black Panther. Alasan Kai menyewa sebuah casa berhalaman luas ketimbang tidur di hotel besar, yaitu tidak ingin terlacak oleh orang-orang Juan Pablo. Mereka ada


di mana-mana dan kelompok Black Panther bisa dengan mudah dikenali, terlebih kedatangan mafia terkuat itu ke Kolombia bukan dalam jumlah kelompok yang kecil.


Sekalipun Shadow tidak pernah beranjak dari sisi Kai, hingga ia sangat tahu dengan jelas rencana Black Panther meruntuhkan dinasti Juan Pablo Cabrera. Andai saja Shadow seorang mata-mata dari pihak Kartel Cabrera,


pastinya mereka saat ini telah melarikan diri dari Kolombia. Dan menghilang tanpa jejak.


Melihat Kai menanggapi master plan dari Aiko, pengawal setianya yang sangat serius membuat Shadow bergidik ngeri. Bagaimana tidak Shadow merespon seperti itu jika ia melihat sosok lain dari Kai. Setiap kata yang terucap dari bibir Kai sangat serius, penuh penekanan, dan tanpa pengampunan.


“Radius 3 kilometer dari tempat kita, Juan Pablo memiliki rumah singgah. Mereka menjadikannya sebagai gudang kecil, hanya sebagai tempat persinggahan barang. Apakah kita perlu menyerangnya terlebih dahulu agar si Juan panik?” tanya Aiko menatap sang pemimpin yang terdiam sambil memerhatikan denah kediaman target mereka.


Rahang Kai sedikit mengeras membuat tulang pipinya semakin menonjol “Tidak. Itu malah akan membuat gaduh di casa mereka. Aku tidak ingin mereka ada yang lolos. Pada malam Sabtu para kepala cabangnya akan berkumpul di Buenaventura. Itulah saat yang tepat untuk menyerang karena mereka sibuk berpesta.”


William menoleh ke arah Yoruban “Kita harus membeli pakaian yang menjadi dress code pesta mereka.” Guraunya menghidupkan suasana yang sedikit tegang.


“Aku sangat cocok dengan warna merah.” Yoruban yang berkulit hitam legam itu tergelak tawa.


“Boss, biar Conley yang mencarikan kita pakaian seragam.” Usul Heron yang larut dalam candaan temannya. Para pria mengenakan pakaian casual berwarna serba hitam itu tertawa keras.


 Kai juga ikut tertawa kecil sambil menatap satu persatu anak buahnya “Kalian sangat mudah dikenali, tak satupun dari kalian berwajah latino.” Ujarnya mengingatkan.


Kelima pria itu kemudian saling berpandangan dan kembali terbahak tawa.


“Informanmu jangan sampai lepas.” Kai mengarahkan pandangan kepada Heron.


Tanpa jeda waktu Heron mengangguk dengan tegas, mimik jenakanya hilang dalam sekejap mata “Tentu, boss. Dia tidak akan bisa melepaskan diri dengan 5 anggota Black Panther mengawasi setiap gerak geriknya.”


Sang pemimpin berdiri dari duduknya, sudah sejam lebih lamanya mereka membahas dan mematangkan misi yang akan dijalankan empat hari ke depan.


“Tetaplah berhati-hati, jangan ada lubang sekecil jarumpun celah untuk misi kita kali ini.” ucap Kai dengan serius seraya menoleh ke arah Shadow.


“Baik, boss. Siap dilaksanakan.” Serempak anggota khusus Kai menyahut tegas.



Demi misi meruntuhkan dinasti Cabrera, Kai harus mengecat surainya menjadi coklat. Dengan surai putih ia akan sangat mudah menjadi pusat perhatian di pesta ulang tahun Juan Pablo yang dihadiri oleh berbagai kalangan.


Walau tidak berbaur bahkan melihat dari kejauhan mansion yang penuh dengan orang-orang yang gelap mata berpesta, tetap saja kehadiran Kai dan anggota Black Panther harus berada dalam penyamaran. 6 pria di tambah


beberapa anggota Black Panther yang berjaga di sekitar sang pemimpin mengenakan kemeja bermotif pantai dengan warna cerah. Khusus untuk Shadow, Kai yang memilihkan sepasang pakaian berbahan denim. Jika sosok Shadow berjalan ke mansion itu pastinya akan menjadi pusat perhatian. Ia mengenakan pakaian yang berbeda dengan wanita-wanita yang menjadi pemanis pesta, dimana umumnya tubuh mereka dibalut dengan mini dress menonjolkan kelebihan aset original maupun tidak.


Sejak semalam hingga malam berikutnya Shadow berdebar kencang memikirkan misi kekasihnya, seakan ada kabut gelap yang menutup masa depan mereka. Tidak ada bayangan jelas tentang hidup mereka setelah hari ini,


seolah dewa kematian menunggu di dalam mansion.


Akh ! kaki Shadow gemetar hebat, tenggorokannya terus menerus kering walau berkali-kali harus meneguk air mineral yang disediakan untuknya. Hebatnya, hanya Shadow yang mengalami gejala serangan jantung, perasaan gusar dan galau. Kai beserta orang-orangnya walau lebih banyak diam tapi tidak bernapas pendek-pendek dengan jantung berdebar sangat kencang hingga panas dingin mendera tubuh Shadow.


“Shaw.” Kai berbalik menatap kekasihnya yang duduk di atas tembok batu dengan tangan memegang kuat botol air mineralnya.


Wajah mungil itu mendongak dengan mata memandang nanar “Ya.” Singkat Shadow dengan suara bergetar. Sungguh, ia tidak siap dengan hari ini. Dengan sangat menyesal memohon untuk ikut bersama Kai dan kelompoknya. Tapi andai terjadi sesuatu, bagaimana Shadow akan melewatkan hari tanpa pria yang akan


menikahinya tahun depan.


Tidak ! Berhenti Ophelia Shadow Farubun!


Kai terlihat menarik sesuatu dari punggungnya.


“Ini buat perlindungan.” Kai menyodorkan sebuah senjata berwarna hitam.


Jantung Shadow seolah berhenti dan menatap kekasihnya dengan kaki beserta tangan yang gemetar.


“Tidak, aku tidak tahu menggunakannya.” Tolak Shadow dengan kuat menggelengkan kepalanya. Bukan sekali dua kali ia menyutradarai film action, iapun sering memegang property film. Tapi hanya sebatas itu, dan lagi yang digunakan adalah senjata yang menggunakan peluru hampa.

__ADS_1


Kai mendengus geli, si tampan itu masih bisa tersenyum dengan manisnya.


“Lihat ini senjata semi otomatis, tarik panel ini baru bisa digunakan.” Kai berjongkok tepat di sebelah Shadow.


Pada saat ini Shadow merasakan ia tidak memiliki hati yang sama dengan Kai, pria jangkung itu menjadi sosok serius dan pribadi yang lain. Bukan kekasihnya yang penuh keromantisan, kini menjelma sebagai pemimpin mafia  Black Panther seutuhnya.


“Acungkan pistolnya dengan lurus, fokuskan pada satu titik setajam ujung jarum. Ketika kau yakin, tarik pelatuknya.”


“Aku tidak yakin, Kai.” lirih Shadow kehilangan kepercayaan diri.


Kai tidak peduli dengan penolakan halus kekasihnya malah membimbing Shadow memegang dengan cara yang benar senjata buatan Amerika komponennya berasal dari Autria.


“Tanganmu gemetar, baby girl.”


Shadow tidak menyahut, tangannya kehilangan tulang tapi masih berada dalam kendali Kai yang lurus ke depan mengacungkan senjata tersebut.


“Hanya Sky yang tidak menggunakan senjata, Shaw. Dua wanitaku yang lainnya sangat mahir menggunakan ini. Jadi anggap ini hari pertamamu menjadi istri seorang mafia.”


Bulu kuduk Shadow merinding mendengar perkataan kekasihnya bersamaan dengan hatinya terharu dan berharap mereka masih berada di kamar tidur mansion orang tua Kai di Berlin.


“Jangan tinggalkan aku, Kai Navarro. Tolong jangan.” Pinta Shadow memelas dan penuh harap.


Suara daun terinjak pelan oleh seseorang setelah sebelum itu suitan bersahutan membuat Kai berdiri dengan cepat.


“Sudah saatnya, boss. Yang lain sudah bergerak terlebih dahulu.” Ucap pria mengenakan kemeja berwarna hitam berwajah sedikit latino.


Kai meraih jemari tangan Shadow untuk bangun dari duduknya. Sebelum itu ia menyelipkan senjata pemberiannya di bagian belakang jeans Shadow.


Tidak ada jalan mundur, hanya ada mansion yang nampak lengang di hadapan mereka. Entah kapan mulai seperti itu, sepertinya Shadow terlalu sibuk dengan perasaan takut hingga ia tidak menyadari hal di sekeliling.


“Ingat, gunakan itu ketika kau terdesak, Shaw.” Pinta Kai seraya menyatukan bibir mereka dengan lembut dan singkat.


Tuhan, tolong ini bukan ciuman terakhir kami !


###



Boss Mafia



pengawal setia Kai Navarro



alo kesayangan💕,


maafkan aku Tuan Mafia dan para readersnya yang mungkin menunggu lanjutan chapter novel ini..


aku harus bersusah payah untuk kembali ke jalan mafia setelah adegan percintaan novel lainnya..


agak susah rasanya membuka otak mafiaku setelah terjerumus melow, jatuh cinta, drama Hiver, Jace, Axel..


sayang sekali, aku hanya separuh manusia, buaya dan kepiting.


wkwkkwkwk


Besok Mersia yah..


dh itu aja..


love,


D😘

__ADS_1


__ADS_2