
Kai menggigiti kuku telunjuknya untuk menutupi perasaan gugup, gelisah, berdebar seperti remaja yang baru mengenal cinta. Bukan kenapa, tatapan biru lautnya hanya tertuju kepada sosok tinggi semampai yang dibalut dengan gaun putih nan indah. Shadow sangat cantik pagi itu di kala jam menunjukkan pukul 8, matahari masih bersinar malu-malu dan sinarnya sebagian menerpa wajah seriusnya. Kai disergap cinta hebat hanya dengan melihat tunangannya yang lebih banyak tertunduk sementara ia sendiri menatap dunia memiliki segalanya bernamakan planet Ophelia Shadow Farubun.
Hari itu mereka akan menjalani pre-wedding photoshoot di sebuah bangunan bersejarah di Kota Berlin. Sesuai rencana jika mereka tidak akan pergi jauh dari Berlin hanya untuk melaksanakan sebuah photoshoot. Kila, sang mama yang mengatur semuanya, termasuk penentuan tempat pemotretan, Kai dan Shadow tidak mempermasalahkan hal tersebut. Justru memudahkan mereka untuk tidak mengeluarkan energi dan pikiran, keduanya sibuk dengan Conley dan beberapa hal penting lainnya. Yeah, apalagi jika bukan Shadow yang semakin mengkhawatirkan keselamatan Kai.
"Mr. Navarro, kami akan mengambil foto Miss Shadow sendirian terlebih dahulu." tegur sang asisten photografer mengagetkan Kai.
Pemimpin Black Panther tersebut sontak mengangguk tanpa persiapan, ia seperti anak kecil kedapatan berbuat hal buruk oleh orang yang lebih dewasa. "Silahkan." Kai menelan salivanya buru-buru.
Photografer tersebut memiliki 5 asisten, satu mengurusi dandanan, satu lagi yang terlihat sibuk dengan pakaian Shadow dan tiga lainnya lebih bertugas ke teknis photoshoot. Nampak satu asisten mengarahkan pose Shadow, dengan patuh gadis bertubuh bak model itu mengikuti permintaan pria muda berusia di bawahnya.
Jika dipikir dengan tubuh tinggi semampai seharusnya Shadow menjadi seorang model, seperti sang ayah yang dulunya adalah seorang model sebelum akhirnya menjadi seorang sutradara dan produser film ternama. Namun, Shadow bukan gadis yang suka tampil di depan kamera, dia lebih menyukai bekerja dari belakang layar. Otaknya terlalu pintar dan kritis untuk sekadar memamerkan tubuh indahnya ke semua orang.
Hal itu pula yang membuat Kai jatuh cinta kepada Shadow, karena gadis cantik itu berbeda. Shadow tidak perlu memamerkan tubuhnya melainkan hanya menjadi gadis penggerutu dan tidak gampang untuk dijatuhkan hatinya, Kai pun bertekuk lutut penuh dengan pemujaan.
"Hei." tegur Shadow membuat kaki Kai goyah dalam seketika. Sungguh ia lemah kepada sosok gadis cantik itu.
Manik biru Kai melebar sementara tangan Shadow memintanya untuk mendekat.
"Sesi foto berdua akan dimulai." kata asisten terlebih dahulu seraya merapikan suit licin milik Kai.
Shadow tersenyum dan jatuhlah dada Kai ketika melihat itu. "Kau terlihat hebat, Tuan Navarro." teriak kecil gadis cantik itu.
Kai menggelengkan kepala sambil berjalan mendekat. "Seorang bidadari mengatakan hal indah barusan." kelakar untuk menutupi dashyatnya perasaan yang menerpa hati sang pemimpin Black Panther. Hari itu baru menjalani pre-wedding photoshoot, entah apa yang terjadi ketika melihat tunangannya mengenakan gaun pengantin.
"Bagaimana dengan penampilanku, Tuan Mafia?" tanya Shadow sambil berbisik ketika Kai melingkarkan jemari ramping dan panjang pada pinggangnya.
Tatapan manik biru Kai menghujam hingga ke dasar hati Shadow. "Aku tidak pernah melihat wanita secantik dirimu, Shaw. Terlebih hari ini, kau sangat memukau. Aku kehilangan kata-kata."
Maka memerahlah wajah Shadow mendengar pujian kekasihnya. 'Aku... Aku tidak siap mendengar ini." gugupnya menyahut kemudian tertunduk.
Kai terkekeh kemudian mengedarkan pandangan mata, mencari orang-orang yang sedari tadi berada di sekitar mereka. Melihat semuanya sibuk, Kai langsung mengecup pipi Shadow dengan lembut. "Aku mencintaimu, Shaw."
Bulu di tangan Shadow meremang, wajahnya semakin memerah akan sikap tidak biasanya dari pria bertubuh tinggi dengan suit berwarna hitam kebangsaannya. "Tolong jangan teruskan rayuanmu, aku bisa pingsan jika terus-terusan disanjung." protesnya dibalas tawa pelan dari Kai.
"Siapa suruh kau sangat cantik, dan membuat jantungku berpacu tidak karuan. Aku jatuh cinta kepadamu, Shaw. Tentu ini bukan yang pertama kali aku rasakan, namun berkali-kali kepada satu wanita yang sama."
"Apakah ada yang merasukimu?" tukas Shadow sambil mengerutkan keningnya.
"Tidak ada. Aku sepenuhnya sadar, tidak dalam pengaruh setan, narkoba dan alkohol." sahut Kai. Pria bersurai putih itu cemberut dengan bibirnya yang penuh sekaligus sensual.
"Kau menggodaku." sungut Shadow mencubit lengan kekasihnya. Kini Shadow yang terpana melihat mimik Kai, ia sangat menyukai Kai ketika mengerutkan bibirnya di saat yang sama bola mata seperti lautan tersebut menyala dan berkilat indah.
"Tidak. Justru kau yang menggodaku." tuduh Kai tidak mau kalah.
Shadow mendesis mengalihkan debaran jantungnya yang ritmenya tidak beraturan hanya karena satu pria. Kenyataannya hanya ada satu pria yang bisa membuatnya seperti ini, Richard yang notabene adalah cinta pertamanya tidak pernah membuat jantung dan hati naik turun dalam hitungan sepersekian detik.
__ADS_1
"Awas kau, Tuan Mafia. Tunggu setelah sesi foto ini dan kau tidak akan pernah selamat." gerutu Shadow sambil meniup telinga kekasihnya.
Manik biru itu melebar dan menyala. "Hei. Shaw! Jika kau melakukan itu lagi, aku akan membawamu ke rumah kita dan membuatmu berteriak..." Kai mengurungkan diri meneruskan perkataannya. Para asisten dan photografer mulai berjalan mendekati mereka.
Shadow tertawa riang, bola mata indahnya terlihat mengejek Kai. "Nikahi aku dulu, sebelum kau menuntaskan semua pikiran mesummu itu, Tuan Navarro."
"25 hari lagi, Nona Shaw. Dan kau tidak akan pernah berani mengggodaku seperti hari ini. Kau adalah milikku seutuhnya." Kai mengecup pipi Shadow sepintas lalu, hanya untuk membuat kekasihnya terdiam dan gemetar.
"Kalian berdua adalah pasangan hebat dan kompak. Tuan Navarro kau hanya perlu melonggarkan sedikit pelukanmu dan kami akan mengambil pose ini." perintah sang photografer memulai pekerjaannya.
"Aku mencintaimu, Tuan Navarro." bisik Shadow sambil memandang wajah kekasihnya yang terlihat serius mendengar perkataan photografer. Detik berikutnya Kai menunduk dan tersenyum manis.
"Aku tahu, Shaw."
...
Benar apa perkataan Kila jauh sebelum hari ini terjadi, pria tangguh biasanya akan lemah saat prosesi akad nikah berlangsung sesaat lalu. Kai seorang mafia memiliki anggota mafia berjumlah ribuan, tertunduk dalam isak tangis haru bahagia. Untungnya Hugo berada tidak jauh dari Kai, sang papa menyelamatkan nama baik Kai di depan banyaknya anggota keluarga mereka dengan mengulurkan sebuah sapu tangan. Kai yang cengeng menghapus air matanya dengan tertunduk. Namun, tetap saja tak luput candaan dari saudaranya yang jahil, siapa lagi jika bukan Isla dan Sky. Dua saudara Kai yang terlebih dahulu menikah itu, beberapa kali meledeknya. Bukan merendahkan, hanya bersikap seperti ketika mereka masih remaja yang saling usil satu sama lain.
Kai telah kembali tangguh, setidaknya prosesi penting dan paling bermakna dalam hidupnya telah ia lewati. Tinggal pesta mewah yang di helat dlaam ballroom hotel miliknya dengan mengundang ribuan orang tamu adalah pekerjaan selanjutnya dari pasangan berbahagia itu. Lupa mengatakan jika gadis cantik yang mengenakan gaun putih berbahan brokat indah itu kini adalah milik Kai seorang. Shadow yang berada dalam gamitan tangan Kai kini telah menyandang resmi status sebagai istrinya.
Konsep pesta pernikahan Kai adalah tanpa pelaminan, melainkan kedua mempelai berjalan menyapa para tamu. Tentu saja tidak semuanya, karena jumlah tamu yang datang sangat banyak dan berpencar memenuhi setiap sudut ballroom dan juga banyak tamu undangan memilih suasana outdoor yang lebih santai dan menyegarkan.
"Apa yang dikatakan Richard tadi?" tanya Kai melirik istrinya yang terus tersenyum manis ke semua orang.
Kai mendengus lucu. "Buat apa cemburu? Sekarang kau adalah milikku. Aku tidak pernah sekalipun cemburu kepadanya, malah aku ingin berterima kasih kepada suami Sunshine itu, andai saja kau tidak meraung di tepi pantai belakang hotel papa, aku mungkin hanya melihatmu sekilas tanpa berniat mendekati."
"Hei! Jadi kau hanya tertarik karena aku drama hari itu?" wanita penggerutu itu tidak bisa menahan diri untuk tidak menyerang Kai bahkan di hari pernikahan mereka.
"Tidak begitu, Nyonya Boss." Kai mencoba menjelaskan namun terlihat bercanda. Terbukti pemimpin mafia besar tersebut berkata sambil tergelak tawa yang sopan.
"Terus apa?" tuntut Shadow mengerucutkan bibirnya. Sebuah tingkah kekanakan namun membuat gemuruh hebat di dada Kai. Mungkin keinginan untuk memiliki istrinya kini sangat besar dibandingkan ketika mereka masih berpacaran. Kai bisa meredam hasratnya, ia sangat mencintai Shadow dan mengistimewakan semua perlakuannya kepada wanita itu. Shadow berbeda dengan gadis-gadis yang pernah menjadi teman kencannya. Terbukti tidak butuh waktu lama ia melamar Shadow dan menikahinya.
"Shaw, kau berbeda. Sosokmu menonjol dimanapun, aku lupa jika wanita bertubuh tinggi lebih menarik perhatian. Mungkin saja dulu aku takut saing, jika memiliki kekasih yang bertubuh tinggi sepertimu." kelakar Kai tersenyum jahil.
"Tidak nyambung." Shadow mencebikkan bibirnya.
Kai menelan ludah, bibir mungil istrinya terlihat lebih menggairahkan lebih dari biasanya. Mungkin karena Shadow adalah miliknya sah, pendamping hidupnya sekaligus partner dalam segala hal.
"Berhati-hatilah kamu, Nyonya Boss." Ancam Kai kepada istrinya. Sebuah ancaman yang terdengar sangat sensual, bukan mengancam nyawa. Jika kalian tahu apa maksudnya.
Tiba-tiba senyuman Kai menghilang, bergantikan sorot mata tajam dari wajahnya yang tegang. Ia menatap sosok pria berpakaian formal berjarak 200 meter di sebelah kanan.
"Shaw, berjalanlah menuju mama." pinta Kai dengan pelan dan datar.
Shadow yang menangkap sesuatu yang tidak beres mencari arah tatapan mata pria jangkung yang perlahan mengendorkan gamintan tangannya. "Kai." erangnya.
__ADS_1
Kai menoleh dan memandang wajah Shadow yang terlihat cemas. "Tidak ada apa-apa, Shaw. Pergilah ke mama." sekali lagi ia memerintahkan Shadow, sambil mencari orang-orang kepercayaannya.
Tanpa diminta tiga kali, Shadow membalikkan tubuhnya yang gemetar ke arah tempat Kila dan keluarga besar Kai berada.
Conley dan Akio dalam hitungan kejapan mata telah menggantikan posisi Shadow di samping Kai. "Bagaimana dia bisa masuk ke dalam pesta?"
"Tidak tahu, Boss." jawab Conley dengan geram. Ketiganya menatap sosok pria berwajah datar namun tiada menyangka bahwa orang tersebut adalah penjahat kelas kakap. Bukan seorang pemimpin namun anak buah dari penjahat Rusia yang pernah Kai habisi sekitar tiga tahun yang lalu.
"Penjagaan sangat ketat dari pintu utama, dan kami mengecek semua kamar hotel. Kecil peluang untuk kebocoran seperti ini." Timpal Akio sangat yakin dengan penjelasan singkatnya.
Tiba-tiba Conley bergerak melindungi Kai dengan berjalan di depan sang pemimpin. "Akio." lirihnya tanpa menoleh.
Tanpa berpikir dua kali Akio berbicara lewat alat komunikasi di telinganya. "Mayday. Mayday! Sebagian ke ballroom." perintahnya dengan cepat.
"Conley, menyingkirlah dari depanku." Kai memegang bahu anak buah setianya.
Conley menepis tangan Kai dengan kasar dan tegas. "Tidak! hidupmu adalah hal paling penting, Boss."
Mungkin tahu jika ada situasi darurat di dalam ballroom, perlahan musik pengiring menjadi lebih pelan dari sebelumnya. Seringaian dari pria Rusia itu semakin jelas, dan di saat yang sama puluhan pria-pria berpakaian formal berwarna serba hitam berlari tanpa menimbukan suara gaduh.
Pria Rusia itu terlihat mengambil sesuatu di belakang tubuhnya, wajah pias Conley begitupun Akio melihat gerakan mafia yang sangat berani berada di dalam ballroom pesta di mana ratusan anggota Black Panther berjaga di sekitar hotel. Sayangnya mereka gegabah kali ini.
"Boss!" teriak Conley ketika melihat senjata bermodelkan magnum kini terjulur lurus ke arah depan disertai pekikan histeris dari para tamu wanita.
DOR!!! bunyi senjata itu bergema dan pekikan semakin ramai diikuti ratusan orang berlari mencari pintu keluar, sebagian besar memilih menjatuhkan tubuh di atas lantai sambil menutup telinganya. Tubuh-tubuh gemetar dan nyali ciut, beserta darah segar mewarnai pesta pernikahan Alpheratz Kai Navarro.
###
alo kesayangan💕✌🏻,
aku kembali wkwkwkwk dan ingkar janji..
but ak kebut semoga tar kelar juga Jace-nya.
serius, aku tuh bingung melanjutkan Kai..
semacam buntu, tapi ak perlahan mengumpulkan feel di sini demi kalian🥳
love,
D😘
__ADS_1