
Kai menoleh memastikan keadaan tunangannya yang semalam sempat mengamuk ketika mengetahui kedatangan mereka di Panama hanya untuk berwisata bukan dalam satu misi tambahan. Tampak Shadow masih dengan posisi
semula, yaitu berjemur dengan bikini berwarna mustard. Tubuh indahnya terekspos membuat Kai menelan saliva.
“Jujur, jika Nona Shadow adalah wanita paling sempurna yang pernah berpacaran dengan boss.” Celetuk Akio berdiri di samping Kai. Mereka sedang bermain bola pantai kemudian Kai menghentikan permainan demi mengecek kekasihnya yang sama sekali tidak mengubris tatapan para pria.
“Hentikan mata nakalmu memandang istriku.” Protes Kai di sambut tawa Akio.
“Aku hanya berkata jujur, boss. Hanya mengagumi, tidak lebih.” Sanggah pria bermata sipit itu kemudian membalikkan tubuh, Kai melakukan hal yang sama.
4 pria bertubuh besar lain seolah tidak peduli, masih memperebutkan satu bola sambil tertawa dan saling melemparkan ledekan.
“Jangan lepaskan nyonya boss.” Akio berbisik dan menoleh menatap wajah Kai. Pemimpin Black Panther tersebut bertelanjang dada dengan celana pendek bermotif pantai, sama halnya Akio dan teman-temannya.
Bibir seksi Kai merenggut lalu mengembuskan napas yang panjang.
“Kau tahu, jika itu tidak mungkin aku lakukan. Akhir-akhir ini aku sering terbangun ketika malam oleh mimpi buruk.” Kesahnya seraya memejamkan sekilas manik birunya.
“Mimpi buruk apa boss?” Akio mengisyaratkan untuk menepi pada pasir yang kering dan duduk melanjutkan pembicaraan mereka.
Keduanya mengambil spot di bawah pohon kelapa di atas pasir putih kering yang sangat halus. Shadow hanya berada sekitar 20 meter dari tempat mereka.
“Aku bermimpi Shaw meninggalkanku.” Kai kembali menoleh ke arah Shadow yang sedang mengoleskan sunblock di kakinya.
Akio melihat wajah pemimpin Black Panther yang beranggotakan ribuan orang-orang hebat menegang.
“Aku tidak akan meninggalkannya, yang aku takutkan adalah dia meninggalkanku. Itu mengapa aku menyetujui Shaw ikut serta dengan misi kita di Kolombia. Aku takut terjadi sesuatu ketika dia pulang ke Hollywood tanpa
pengawasanku. Dia wanita hebat, dunia mengenalnya, para aktor berharap bekerja dengannya. Ada Alexandre yang terang-terangan mencintainya, dengan sengaja aku membuka ponsel Shaw dan pria itu masih setia mengirimkan pesan.”
Akio melirik “Kau terlalu paranoid, boss. Itu tindakan tidak baik, mengecek ponsel seorang wanita. Biarkan mereka memiliki privasi, tapi apakah nyonya boss membalas pesan pria itu?”
Kai mengerutkan bibirnya, tatapannya menatap lurus ke arah laut sebiru maniknya.
“Tidak. Shaw tidak membalas, ia hanya membalas pesan yang berkaitan dengan pekerjaan. Dan keluarga.” Jawabnya
Akio tersenyum miring dan meraih ranting di sebelah lalu menuliskan “Black Panther” di atas pasir putih.
“Terus apa yang kau khawatirkan, boss?”
Kai mendesah kasar “Sebenarnya jika dipikir tidak ada yang penting, hanya saja aku mulai merasakan rasa takut. Dulunya aku tidak seperti ini, apa karena aku benar-benar merasakan cinta. Hal ini sudah pernah kuceritakan kepada Shaw. Dan dia sudah berjanji tidak akan pernah pergi. Tapi kau tahu sendiri, apa saja bisa terjadi. Sama seperti sekarang, bisa saja tiba-tiba ada gelombang tsunami menghantam kita semua.”
Akio terbahak tawa “Jika itu bisa diprediksi, baiknya kita ke bandara dan terbang menuju puncak, boss.”
“Kau tidak tahu perasaanku.” Gerutu Kai pelan seraya bersandar ke belakang bertumpu dengan kedua tangannya.
“Maafkan aku, boss. Tapi yang kau alami itu terlalu berlebihan. Nyonya boss begitu mencintaimu, dan lihat dia berada di sana. Kenapa harus menunggu tahun depan untuk menikah, kenapa tidak setelah ini saja.” Akio terdengar menasehati, Kai mendengus.
“Orang tua kami yang memutuskan tanggal, mama –lah yang menginginkan sebuah pesta yang luar biasa meriah. Sementara kami, terlebih aku hanya ingin sebuah perayaan yang sederhana. Terdengar curang, karena aku tahu
dari foto-foto pernikahan papa dan mama berlangsung sangat sederhana di Bali.”
Akio menggaruk rambutnya “Relasi big boss sangat banyak di Jerman, dan di Eropa. Apalagi jika di tambah dengan anggota Black Panther yang mencapai 1532 orang. Bayangkan jika mereka semua datang, boss.”
Manik biru Kai melebar menatap Akio seraya menganggukkan kepala. Perkataan anggota khususnya terdengar sangat rasional.
“Aku tidak memikirkan hal itu sebelumnya. Kesempatan seperti itu bagus digunakan untuk gathering Black Panther, baiknya 4 hari sebelum pernikahan kami. Jadi setelah pesta kalian membubarkan diri, tidak ada acara
lain. Khusus anggota Black Panther akan aku tempatkan di Alpheratz Hotel.” Kai menganggukkan kepala, sekarang pikirannya bekerja, hanya melankolis ketika memikirkan Shadow, cinta dalam hidupnya.
Mata Akio menyipit dengan senyuman simpul di bibir “Biarkan kami yang mengurusnya, boss. Yang terpenting ijinnya telah keluar. Dan yang perlu dipastikan adalah boss menikah dengan wanita sempurna itu.”
Kedua pria bertelanjang dada mengarahkan pandangan kepada Shadow yang berjalan menuju tempat mereka. Untungnya gadis bertinggi 180 cm itu telah melilitkan sarung membungkus bagian pinggang hingga ke paha. Jika tidak, mata Akio yang sipit bisa saja melebar dan Kai harus menyarangkan tinju akan mata tidak sopan pengawalnya.
“Apakah kalian tidak lapar?” Shadow merenggut menatap Kai dan Akio.
Kai bergerak cepat dan berdiri.
“Saya akan memasak.” Akio mengacungkan tangan kemudian berdiri.
Kai bergerak dan melingkarkan tangannya di pinggang Shadow, menunjukkan kepemilikan wanita bertubuh sempurna dan wajahnya yang sangat cantik.
__ADS_1
“Tidak usah, panggil mereka dan kita akan ke kota untuk makan siang bersama. Sekalian membeli bahan makanan, nanti malam bagusnya kita barbeque di kolam renang. Bagaimana menurutmu? Aku melihat ada sound sytem yang bisa kita gunakan untuk berpesta, berdansa.” Saran Kai
Mata Akio menyala lalu tersenyum lebar “Apakah kami boleh membawa wanita lain, boss?”
Kai dengan cepat menggelengkan kepala “Tidak! Hanya ada Shaw, tidak boleh ada wanita lain.” tolaknya dengan cepat.
Shadow terkekeh dengan ketegasan kekasihnya yang bersifat final.
“Ahhh… kami bisa apa jika boss seperti itu. Padahal biasanya kita selalu berpesta dengan wanita seksi setelah misi.” Akio mengeluh sekaligus mengompori pasangan yang dilanda cinta di depannya.
Shadow melirik tajam ke arah Kai, pria bersurai putih itu menggelengkan kepala dengan kuat. Tangannya tak segan melayangkan tinju di dada Akio setengah tenaga.
“Jangan membuat istriku marah.” Gerutunya.
Akio malah tertawa senang, seraya menepuk lengan Kai. Pengawalnya kemudian berlari kecil mendekat kepada empat pria bertubuh tinggi besar yang masih asyik bermain bola.
Shadow berdeham “Jadi?”
Kai menggeleng tanpa suara, manik biru meredup, menghiba.
Gadis bersurai hitam dan ikal mendengus geli kemudian menggenggam jemari Kai “Tindakanmu sudah benar, sayang. Tidak ada wanita lain di pesta barbeque kita nanti malam, aku tidak ingin ada mata nakal menatap
pria-ku. Jika itu terjadi, aku tidak segan menembakkan Glock 17-ku.” ancam Shadow sambil menarik tangan Kai masuk ke dalam area resort mereka.
Kai tersenyum merekah mendengar ancaman kekasihnya.
“Jadi cemburu bisa membuatmu tidak berpikir panjang, Shaw.” katanya dengan tatapan kepada punggung kekasihnya yang mulai berubah warna menjadi coklat.
Shadow menoleh “Kau milikku selamanya, Tuan Mafia.”
Hati Kai yang semula risau menjadi terobati akan perkataan lantang Shadow.
“Ya, selamanya.” Gumam pria bersurai putih itu dengan bangga
…
Mereka hanya bertujuh di belakang resort berpesta barbeque namun seolah banyak orang karena keriuhan yang ditimbulkan. Teriakan heboh, dan tarian tak terkontrol dari para pengawal Kai membuat Shadow hanya bisa terkekeh dari tempatnya duduk.
dan sang pemimpin. Betul kata Kai, jika kelima pria tersebut adalah orang terpercaya sekaligus sahabatnya.
“Nyonya boss, kemarilah.” Panggil William yang tak lepas dari gelas plastik berwarna merah, pastinya berisi dengan margarita racikan Conley.
“Tidak, terima kasih.” Teriak Shadow mengimbangi suara sound system yang menghentakkan gendang telinganya.
Kai yang semula bergoyang dengan para pengawalnya kembali duduk di sebelah Shadow. Pori-pori tubuhnya mengeluarkan peluh, namun badannya tetap menguarkan wangi parfum mahal.
“Sungguh kau tidak ingin bergoyang dengan kami, Shaw?” bujuk Kai kepada Shadow yang sejak tadi terlihat sibuk dengan ponselnya.
Gadis yang mengenakan kaos tanpa lengan berwarna biru itu menggeleng ragu “Tidak, aku malu dengan mereka.”
“Bukan berarti kau tidak bisa bergoyang, Shaw?” ledek Kai.
Shadow mencebik “Jangan salah, aku sangat suka berpesta ketika di New York, hanya bergoyang sebuah hal kecil bagiku, tuan mafia. Kau tidak tahu jika ayah dan papa sangat jago bergoyang.” Kilahnya sambil menggerutu.
Shadow meraih pipi kekasihnya lalu mencubitnya dengan gemas “Aku malu, Kai Navarro.” tambahnya.
Wajah Kai sedikit memerah karena cubitan Shadow, pria mengenakan singlet berwarna putih itu hanya meringis sambil mengusap pipinya.
Kai menarik tubuh Shadow untuk duduk di pangkuannya, keduanya memiliki tubuh yang tinggi dan sangat sempurna satu sama lainnya. Sebelum ini, Kai paling tidak suka beradegan mesra dengan wanita yang di kencaninya. Namun ketika dengan Shadow, Kai bak perangko yang selalu ingin lengket. Hingga ia tidak berpikir panjang ketika mengiyakan permintaan kekasihnya untuk ikut misi di Kolombia.Sebuah misi yang membuat Shadow terus mengumpat dan menggerutu.
“Seperti apa Shaw ketika kuliah? Apakah benar seorang penggila pesta dan ratu dansa?” tanya Kai lembut sambil menatap wajah mungil Shadow dalam tangkupan jemarinya.
Shadow tersenyum manis dan sangat hidup, mengakibatkan jantung Kai berlompatan di dalam sana.
“Sejak kecil ayah mengajarkan kami menari modern, papa juga. Mereka sangat hebat, dan ya aku pernah juara menari, tuan mafia.” Jawab Shadow seraya terbahak tawa
Kai membulatkan manik birunya yang indah “Serius? Kenapa kau tidak pernah mengatakan hal itu kepadaku?”
Shadow mencondongkan tubuh dan mengecup bibir sensual kekasihnya dengan ringan. Tangannya bermain dengan surai putih Kai.
“Aku akan menari tapi terlebih dulu tambahkan isi gelasku.” Shadow menyodorkan gelas merahnya yang kosong.
__ADS_1
Kai menyeringai dan berdiri membawa serta kekasihnya, Shadow berdiri dan tak lama kemudian di tuntun pemimpin Black Panther ke tempat minuman berada di atas meja panjang.
Ketika gelas Shadow terisi penuh, gadis bersurai hitam itu menenggaknya dalam sekali teguk. Kai terheran-heran melihat sisi liar kekasihnya. Dominasi alkohol terkandung dalam margarita buatan Conley membuat Shadow berlenggak-lenggok bak model menuju lima pria yang bergoyang dengan gaya masing-masing.
Benar apa yang dikatakan Shadow, dia sangat pintar bergoyang dari shuffle hingga cha-cha-cha dance dijabaninnya dengan begitu smooth sekaligus indah, suasana malam itu semakin semarak oleh pertunjukan tunggal tunangan Kai.
Setelah 90 menit menjadi bintang pesta barbeque dan entah berapa banyak margarita ditenggak Shadow hingga akhirnya terkulai dalam pelukan Kai. Sementara Akio, Conley, Heron, Yoruban dan William masih berpesta dengan minuman yang lebih keras namun tidak adalagi bergoyang melainkan duduk di kursi sembari mengobrol santai.
“Aku duluan.” Pamit Kai kepada kelima pengawalnya.
Pria-pria hebat tersebut mengiyakan sembari terkekeh melihat sang boss membopong tubuh Shadow masuk ke dalam bangunan resort.
“Kita harus tidur, tuan mafia!” ceracau Shadow dalam gendongan Kai. Manik coklatnya melebar kemudian menutup dengan tangan kanan tak lepas meraba setiap centimeter pipi Kai.
Kai menggeleng melihat kekasihnya yang sedang mabuk berat “Ya, biasanya juga kita tidur bersama, Shaw.”
Shadow menggelengkan kepala seperti dirinya berada di atas kapal yang bergoyang.
“Bukan itu, Kai Navarroooo.” Teriak Shadow manja hingga suaranya memenuhi lantai dua.
“Terus apa, baby girl?” tanya Kai lembut seraya memutar kenop pintu kamar tidur mereka.
Kembali tubuh Shadow meliuk dalam gendongan Kai, pria bersurai putih itupun mempercepat langkah kakinya ke arah tempat tidur. Kai meletakkan tubuh Shadow dengan hati-hati sementara gadis yang mabuk berat membuka satu persatu pakaian yang melekat di badannya.
“Bercinta, kita harus bercinta. Hei, apakah aku tidak menarik bagimu, tuan mafia? Kenapa kau hanya berdiri melihatku?” Shadow terus berceloteh dan tak terkontrol dengan tubuh hanya menyisakan pakaian dalam.
Kai menggelengkan kepala sambil tersenyum “Kau sangat menarik, Shaw.” Ucapnya seraya menutupi tubuh indah kekasihnya dengan selimut. Kai ikut terbaring dan memeluk tubuh Shadow dengan jantung berdebar kencang.
“Kai…” gumam Shadow di dada Kai yang bergemuruh hebat. Antara gairah dan rasa cinta yang sangat besar menggelegak di nalar pemimpim mafia tersebut..
“Ya, baby girl.” Kai memberikan kecupan di kening Shadow.
Shadow cekikikan dan menangkup kedua wajah Kai, merabainya dengan sangat lembut. Manik biru Kai mengental menatap wajah Shadow yang sangat berseri namun di bawah pengaruh alkohol.
“Kenapa kau tidak ingin tidur denganku? Padahal dengan wanita lain sangat gampang, sebelum diriku hadir kau bisa berganti-ganti wanita. Aku memang tidak memiliki pengalaman, tapi denganmu aku mau menyerahkan
segalanya. Kenapa kau menolakku?” Shadow merajuk dan menggoda akal sehat Kai.
“Tuhan!” Kai menggeram seraya memeluk erat tubuh Shadow.
Di sela godaan setan untuk menjamah tubuh Shadow, terselip rasa haru bahagia. Hal itu pula yang membuat kewarasan Kai tetap bekerja dengan baik,
“Aku mencintaimu, Shaw. Aku bertahan seperti ini karena menjaga dirimu dan juga diriku. Kau sangat berbeda dengan mereka, jadi perlakuan terhadapmu juga tidak sama. Tubuhmu tidak ada duanya, indah dan hampir saja membuatku lepas kendali. Tapi kembali, kau berbeda. Perasaanku tidak pernah seperti ini sebelumnya, intim tanpa perlu bercinta. Shadow Farubun, kekasihku.”
Kai mengecup puncak kepala Shadow yang masih separuh basah akibat goyang hebohnya.
“Shaw, apa kau mendengarku?” tanya pria bersurai putih menggoyangkan tubuh kekasihnya.
Semenit kemudian Kai tergelak tawa keras ketika mendengar suara dengkuran halus kekasihnya.
“Dasar tidak bertanggung jawab!” teriak Kai.
###
alo kesayangan💕,
semoga Mersia juga UP hari ini
finger cross 🤞🏻
kalau gak yah besok
coz besok jadwalku padat, setidaknya nge Up sesuatu biar gak lonely 😆
happy weekend♥️
love,
__ADS_1
D😘