CUTE MAFIA

CUTE MAFIA
War Still Coming


__ADS_3

Bug ! Bug ! Bug !


Bunyi keras beradu terdengar di ruangan dojo kediaman Kazue Ishihara. Nampak sesosok pria bertelanjang dada dengan mengenakan celana kain berwarna hitam beradu dengan The Makiwara hingga bermandikan peluh. Lantai beralaskan tatami berderit halus menahan tubuh lincah Kazue yang mengeluarkan jurusnya tanpa mengenal lelah.


Di pinggir ruangan dua pasang mata memandang gerak-gerik pimpinan klan Ishihara. Sedari tadi mereka berupaya diam, diikuti helaan napas panjang.


“Sudah lebih dari dua jam.” Bisik Kenta kepada temannya di sebelah.


Pria satunya yang mengenakan kemeja putih melirik jam tangannya. Pun pria itu kemudian berdeham ringan seraya melihat pimpinan mereka.


“Sepertinya boss sangat serius.” Sahut Osamu tanpa melirik ke samping, ia tentu saja tidak ingin ketahuan oleh Kazue jika mereka sedang berbincang dengan santai.


“Aku sangat tidak menyukai kekasih Tuan Kazue. Dia adalah iblis yang merasuki pikiran pimpinan kita.” Kenta meringis seraya mengemertakkan giginya. Osamu Teppei terkekeh sangat pelan sambil melirik temannya.


“Hampir tidak ada yang menyukainya, kecuali Nobuo dan Masaru, pengawal wanita itu.” ujar Osamu kemudian menghela napas.


Kenta mengerucutkan bibirnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Mereka seperti anak ayam di belakang Nona Kitagawa. Mereka baru akan terpisah ketika Tuan Kazue tidur dengan wanita itu. Sangat setia.” sindirnya.


“Ya setia kepada Tuan Kazue, dan sepertinya sangat menyukai Nona Kitagawa yang seksi dan cantik.” Tambah Osamu. “Aku berdiri di luar permasalahan ini.”


“Seharusnya kita terus mendukung Tuan Kazue. Tapi keinginan mencari masalah dengan Black Panther terdengar sangat tidak masuk akal. Beberapa klan hancur di tangan mereka, dan kini Ishihara mencari masalah hanya karena keinginan wanita itu.” geram Kenta sambil mengepalkan tangannya.


“Dendam pribadi Nana Kitagawa menjadi masalah umum di Ishihara. Apa coba gunanya menculik kekasih dari pimpinan Black Panther jika bukan karena perasaan cemburu? Tuan Kazue sangat bodoh, tidak bisakah mengetahui jika dirinya sedang dimanfaatkan oleh iblis betina itu?” tutur Osamu sambil menyipitkan mata.


Kenta mendengus kasar “Nasib kita akan berakhir seperti Haruki jika membahas atau memberikan masukan tentang misi ini kepada Tuan Kazue. Sementara Ishihara tidak pernah mencari musuh di luar Jepang, apalagi ingin bersinggungan


dengan Black Panther. Tapi mundur dari misi adalah sebuah tindakan pengecut, dan tetap saja nyawa kita akan selesai di tangan Tuan Kazue jika melakukan tindakan yang menyalahi perjanjian klan.”


“Tapi ini benar-benar salah, nama besar Ishihara dipertaruhkan oleh perasaan cemburu. Sangat kekanak-kanakan.” Imbuh Kenta semakin mendesis, dan ia menahan diri agar suaranya tetap pelan tak terdengar oleh pimpinan Ishihara.


“Tuan Kazue telah selesai.” Kata Osamu melihat Kazue bergerak ke arah samping di mana handuk bersih dan minumannya berada. Kedua bawahan berpakaian putih dan hitam itu berjalan menghampiri Kazue.


“Bagaimana?” Kazue tersenyum miring sambil menganggukkan kepala ke depan kepada Osamu dan Kenta. “Aku latihan seperti ini demi ke luar dari Jepang, jadi kalian bersiaplah.”


Osamu dan Kenta berpandangan, pun kemudian saling menganggukkan kepala lalu kembali menatap Kazue yang sedang melap badannya dengan handuk bersih.


“Sudah lama kami tidak melihat boss masuk ke ruangan ini dan kekuatan boss masih tetap bagus seperti dulu.” Puji Kenta dengan datar. Ia hanya ingin menghibur pria berusia 37 tahun tersebut, setidaknya sebagai bawahan harus mengapresiasi usaha pemimpin mereka.


“Selama ini aku hanya bergantung dengan kalian, tidak terjun ke lapangan ketika ada masalah yang terjadi di luar. Tapi kali ini kita berhadapan dengan Black Panther.” ucapan Kazue terhenti begitupun dengan tangannya tetap berada di bagian leher.


Ia memandang Osama dan Kento dengan tatapan menyelediki.


“Apa kabar terbaru tentang Kai Navarro dan kekasihnya?” tanya Kazue bernada datar. Tulang pipinya mengeras ketika menyebut nama pimpinan Black Panther.


“Sepertinya mereka sekarang telah kembali ke Hollywood, boss. Karena anda menunda keberangkatan ke Inggris, jadi kami menunggu kabar selanjutnya dari States, kalau saja mereka berpindah tempat.” Jawab Osama menginformasikan.


“Hmm, baiklah. Aku juga tidak ingin gegabah. Setelah mendengar banyak informasi tentang Black Panther membuatku berpikir untuk menyerang mereka saat di Yorkshire. Terlebih aku sangat ingin berhadapan dengan pimpinan mereka. Satu lawan satu.” Komentar Kazue kemudian kembali menghabiskan isi botol mineralnya.


Pria-pria bersurai hitam berjalan meninggalkan ruangan Dojo dengan langkah perlahan.


“Sebenarnya aku tahu maksud Nana.” Kazue bergumam membuat manik Osamu dan Kenta melebar mendengar penuturan singkat pimpinannya.


“Haaa?” Osamu bersuara tanpa sadar.


Kazue menyeringai “Aku tidak sebodoh itu.”


Kenta mendadak gugup, ia tidak berani menatap lama Kazue. Pimpinan Ishihara itu malah justru terkekeh melihat anak buahnya yang salah tingkah.


“Jadi boss tahu ?” tanya Osamu memberanikan diri.


“Tentu saja aku tahu. Aku tidak sembarangan tidur dalam jangka panjang dengan satu wanita, sebelum itu aku harus mengetahui semua hal kecil tentang mereka. Apalagi Nana begitu agresif ketika mendekatiku ketika perkenalan dengannya. Kira-kira 8 minggu lalu, dia mengatakan “Apakah bisa membalaskan dendam pribadinya kepada seseorang yang juga seorang mafia?” tentu saja aku bertanya siapa orang tersebut, dan apa latar belakang dendam pribadinya.”


“Terus, boss?” tanya Osamu semakin penasaran.


Kazue mengerutkan alisnya ketika menatap Osamu, pria berusia akhir dua puluhan sontak menggeleng ketakutan.


Kazue berdecih “Ya, saat itu Nana tidak menjawab dengan jujur. Hanya mengatakan jika dia memiliki masalah pribadi dengan orang Black Panther. Aku mendapatkan informasi dari pegawai restorannya, dan dari sanalah aku tahu jika Kai Navarro pernah menjadi pegawai sementara karena diperdaya oleh Nana. Sekadar informasi, aku masih bersama dengannya karena dia sangat hebat di tempat tidur. Tak kalah dengan pemain film yang sering kalian nonton itu.”


“Haaa?” kali ini Kenta tidak bisa menahan rasa kagetnya. “Terus bagaimana dengan Haruki, yang boss tembak hanya karena menyinggung tentang Nona Kitagawa dan Black Panther?"


Kazue mengeluarkan dengusan kasar seraya mencibir dengan acuhnya “Aku sudah lama mengetahui jika Haruki meminta uang secara paksa di beberapa tempat hiburan, perkataannya hanya sebagai pemicu dan malam itu aku sedikit

__ADS_1


mabuk. Sebenarnya ketika pagi tiba, aku menyesali perbuatanku. Haruki termasuk orang-orang kepercayaan di Ishihara, hanya saja aku sudah sangat lelah dengan tingkahnya.” Tandasnya ketika sampai di depan pintu kamar tidur.


“Terus bagaimana dengan Black Panther, boss? Mereka sangat banyak dan misi ini sangat berat. Sekarang kita masing-masing mempunyai dendam pribadi. Kematian Yomoshita dan Mizhushima, di sisi mereka pasti misi menculik


si sutradara tersebut juga sudah ketahuan. Boss, apakah kita bisa mengurungkan niat untuk berperang dengan Black Panther?” Kenta menyarankan dengan nada suara yang gugup.


“Awalnya aku tidak seantusias seperti sekarang, namun setelah mengenal tentang Kai dan Black Panther membuatku semakin ingin mengetahui seberapa besar kehebatannya. Butuh pengorbanan besar untuk naik kelas, kita di Jepang juga terlalu monoton. Sangat membosankan!" Kazue mengakhiri pembicaraan sebelum akhirnya ia menutup pintu kamar tidurnya.



“Aku tidak butuh pakaian baru, Tuan Mafia.” Protes Shadow ketika Kai memamerkan mini dress berbahan satin dengan warna celery.


Kai tertawa ringan “Aku ingin merayakan kepulangan kita di Hollywood dengan berbelanja, Shaw. Aku juga bosan dengan koleksi pakaian di lemariku.”


Shadow memutar matanya dengan malas “Siapa yang sebenarnya wanita di sini, kau ataukah diriku?”


“Tentu saja dirimu, Nyonya Boss. Coba lihat anak-anak, mereka juga sedang mencari pakaian.” Kata Kai menunjuk ke arah kelima pengawal setianya. Pria-pria aneka ras tersebut sedang sibuk memilah pakaian di butik terkenal yang merupakan tempat pilihan Kai.


Shadow cemberut seraya meraih gaun pilihan kekasihnya “Tapi untuk apa aku menggunakan pakaian seperti ini? Tidak ada pesta maupun acara yang ingin aku hadiri.”


Kai mendorong Shadow menuju kamar ganti “Kita yang akan membuat pestanya. Perayaan kecil di apartemen dengan mengundang ayah, ibu dan papa.”


Shadow membulatkan mata coklat bersamaan dengan mengerutkan alisnya.


“Justru mereka-lah yang mengundang kita ke rumah, apartemen terlalu kecil untuk semua keluarga. Sunshine dan Richard pasti juga akan datang beserta dengan anaknya. Dan aku tidak mungkin mengenakan pakaian seminim ini di depan keluargaku.”


“Dan di depan anak Black Panther.” imbuh Kai seakan berpikir sejenak. “Tapi aku sangat menyukai warna gaun ini, Shaw. Hmm.. kau boleh mengenakan saat di kamar tidur.”


Shadow menganga dengan manik membulat sempurna “Aku tidak segila itu, mengenakan gaun seharga sembilan ribu dollar hanya untuk berada di dalam kamar.” Gerutunya sambil berkelit untuk masuk ke dalam kamar ganti.


“Hei, Shaw.” Panggil Kai mengejar kekasihnya yang kembali ke bagian tengah butik tersebut. Shadow memajang wajah cemberut dengan mata melirik tajam ke arah pria jangkung bersurai putih.


“Apa?” gerutu Shadow setelah menyerahkan gaunnya kepada pegawai butik.


Kai terkekeh dan memeluk tubuh semampai Shadow.


“Aku pikir kau butuh hiburan dari syuting dan pekerjaanmu selama dua hari ini, Baby Girl. Itu mengapa aku mengajakmu berbelanja.” Katanya seraya mengembuskan napas panjang. Mata biru lautan itu memandang ke arah luar butik. Hilir mudik orang lewat, dan tak ada yang perlu di waspadai, kecuali ada seseorang yang berada di dalam toko seberang sedang mengintai mereka. Mata Kai tidak bisa menembus kaca gelap toko seberang.


Jemari panjang dan ramping Kai menangkup kepala Shadow dengan lembut, pun wajah kekasihnya bersemu merah ketika ia menatap dengan lekat.


“Kita serahkan kepada Akio. Sementara waktu hari-hari kita akan ditemani banyak anggota Black Panther walau mereka memerhatikan dari jarak jauh. Sampai sekarang kita belum tahu dengan siapa Black Panther bermusuhan. Kedua orang yang dihabisi Akio, tak satupun klan mengakuinya.” Bisik Kai.


Shadow mendengarkan dengan seksama, jantungnya berdebar kencang oleh dua hal, pelukan kekasihnya dan membayangkan musuh yang sedang mengincar mereka.


“Apa yang kau akan lakukan, sayang?” Gumam Shadow lemah.


Manik biru berkelopak indah itu berkedip, hati Shadow meluruh ke dasar perutnya.


“Melakukan apa, Nyonya Boss?” tanya Kai sembari tersenyum jahil.


“Ah, lebih baik aku memilih pakaian juga daripada dadaku berdebar kencang dan kepala semakin berat memikirkan orang-orang jahat itu. Selama kalian berada tidak jauh dariku, tubuh ini akan tetap aman.” Shadow melepaskan pelukan dan menunjuk badannya atas ke bawah.


Kai mengangguk sambil mengulum senyuman.


“Itu baru Nyonya Navarro, tenang saja Shaw, kau memiliki tunangan yang sangat kaya raya.” Ucap Kai membanggakan dirinya dengan sengaja.


Shadow berdecih seraya menjulurkan lidahnya mengejek pria tampan dan sangat sombong itu.


“Belikan aku dunia.” Tantang Shadow disertai tawa terbahak-bahak.


Kai bergegas merangkul kekasihnya yang selalu membuatnya bahagia, bahkan ketika menggerutu apalagi sedang tertawa riang seperti saat itu.


“Aku perlu merampok papa jika kau menginginkan hal itu, dan tentu saja harus merampok suami kakakku.”


Shadow mencubit pipi kekasihnya yang sangat jahil “Sudahlah, lupakan perkataanku tadi. Setelah ini kau hanya perlu membuktikan kekayaanmu di restoran West Hollywood. Steak Tartare dengan Caviar sepertinya enak untuk menu makan malam kita. Oh... dan truffle. Yeah, kau harus membayar semua makanan yang kupesan nanti, Tuan Mafia Yang Katanya Sangat Kaya Raya.” katanya lalu terbahak tawa.


Sementara itu kelima pengawal Kai saling memamerkan belanjaanya.


“Sepertinya aku cukup ini saja.” William memperlihatkan pakaian pilihannya.


Yoruban dan Conley tertawa meledek, Heron dan Akio hanya mendesis dengan mata memutar.

__ADS_1


“Cukupmu itu adalah dua kali lipat dari belanjaan kami.” Protes Akio.


William menaikkan bahunya dengan acuh “Tidak ada batasan maksimal belanja hari ini dari boss. Aku sedang memanfaatkan suasana hati pimpinan kita yang sedang riang. Tidak ada salahnya bukan?”


Akio mendadak tegang dan berdeham singkat.


“Sebelum perang datang.” Kata Yoruban sambil menganggukkan kepala.


“Yeah.” Sahut Conley dan Heron bersamaan mengamini perkataan temannya.


Pria-pria berbadan tinggi besar itu melangkah menuju kasir tanpa berkata apapun, tatapan mata mereka ada yang mengarah kepada pasangan yang tak hentinya menunjukkan kemesraan dan lainnya memandang ke arah luar bangunan.


Kai meletakkan kartu platinumnya di atas meja kasir, sementara para pegawai butik sedang sibuk melipat dengan rapi pakaian-pakaian m pilihan pelanggan mereka yang sepertinya tidak mengenal digit dollar.


“Aku akan ke toilet.” Kata Shadow berbisik sambil berjinjit di telinga ke kekasihnya.


“Aku akan menemanimu.” Kai menggamit tangan Shadow yang kemudian dilepaskan oleh wanita bersurai ikal itu.


“Tidak perlu, toiletnya hanya ada di sana.” Shadow menunjuk ke arah pintu yang sedikit menjorok ke dalam.


Kai sekilas terdiam sambil berpikir, ia pun kemudian menggelengkan kepala.


“Conley dan Akio akan menemanimu, Shaw.” Ucap Kai sambil memerintah dua pria yang berdiri dua meter di belakangnya.


“Baiklah, tapi mereka hanya di luar.” Shadow menyetujui permintaan Kai dengan lemah.


“Pergilah, aku selesaikan pembayaran sambil menunggumu.” Kai menepuk punggung Shadow sambil menatap tidak rela melepaskan gadis cantik itu.


“Sebentar saja.” seru Shadow membulatkan manik coklatnya dengan lebar-lebar. Pun ia mengabaikan gelak tawa Kai dan berjalan menuju toilet wanita diikuti dua pria yang sangat patuh dengan perintah sang pemimpin.


Butik itu memiliki toilet yang sangat bersih dan mewah, ketika berada di dalam Shadow memilih pintu yang berada di dekat wastafel. Hanya ada dua orang wanita yang sedang mencuci tangannya tanpa saling berbicara, semuanya


terlihat normal sebelum Shadow menuntaskan keinginannya.


Tak lama kemudian Shadow keluar dari pintu berwarna putih dan berjalan dengan langkah pendek ke wastafel. Ia berusaha tersenyum kepada wanita yang sedang membersihkan tangannya.


Shadow melipat bibir ketika ia tidak mendapatkan respon baik dari keramahannya, pun ia segera menyelesaikan acara bersih-bersih tanpa mau menengok kepada orang di sampingnya.


Wanita asia itu mengemertakkan gigi selepas kepergian Shadow tanpa berkata-kata. Ya, Nana Kitagawa semakin membenci sosok tinggi bertubuh indah yang berhasil meluluhkan hati dari pria yang menolaknya setahun yang lalu.


“Aku akan merobek tubuhmu, nona. Mematahkan setiap tungkai indahmu itu.” ucapnya dengan geram.


###






alo kesayangan💕,


gila! lama banget aku baru Up novel ini. Lebih setengah bulan, wkwkwkk..


pihak MT bisa mengomel andai cuma aku author di aplikasi. hahahaaa


sayangnya buanyaakkk author di sini, jadi aku sih selow, walau ada yang geregetan menunggu Mersia.


kan ?


kan ?


sabar...


semoga besok hujan turun dan aku betah di depan lepi.


love,


D😘

__ADS_1


__ADS_2